<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Air Hujan Jakarta - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/air-hujan-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/air-hujan-jakarta/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 09:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Air Hujan Jakarta - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/air-hujan-jakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hujan Tak Lagi Bersih, BRIN Temukan Partikel Mikroplastik di Langit Jakarta</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/24/hujan-tak-lagi-bersih-brin-temukan-partikel-mikroplastik-di-langit-jakarta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/24/hujan-tak-lagi-bersih-brin-temukan-partikel-mikroplastik-di-langit-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 09:19:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Air Hujan Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[DLH DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: air hujan di Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik. Partikel ini diduga berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan dan ban, hingga sisa pembakaran sampah plastik yang masih dilakukan secara terbuka. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi riset [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/24/hujan-tak-lagi-bersih-brin-temukan-partikel-mikroplastik-di-langit-jakarta/">Hujan Tak Lagi Bersih, BRIN Temukan Partikel Mikroplastik di Langit Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: air hujan di Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik. Partikel ini diduga berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan dan ban, hingga sisa pembakaran sampah plastik yang masih dilakukan secara terbuka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi riset BRIN dan menilai hasil tersebut menjadi pengingat bahwa polusi di Ibu Kota kini semakin kompleks.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Riset ini penting karena menunjukkan bahwa polusi di Jakarta sudah memasuki fase baru. Kami perlu menanganinya dengan langkah berbasis data ilmiah,” ujar Asep dikutip dari laman berita jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Asep menjelaskan, pihaknya terus memperkuat berbagai upaya pengendalian lingkungan, seperti pengawasan industri, uji emisi kendaraan, kampanye pengurangan plastik sekali pakai, dan edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami juga memperkuat penerapan Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang kantong belanja ramah lingkungan,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">DLH juga akan melanjutkan kolaborasi dengan BRIN, perguruan tinggi, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meneliti lebih lanjut kualitas air hujan serta dampak mikroplastik terhadap kesehatan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kebijakan pengurangan plastik sekali pakai akan terus kami dorong, sejalan dengan kampanye gaya hidup minim plastik di tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan, mikroplastik ditemukan dalam air hujan di Jakarta dengan konsentrasi antara 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Air hujan yang selama ini kita anggap bersih ternyata membawa partikel plastik mikroskopis dari udara. Prosesnya bahkan terjadi kurang dari satu detik,” ungkap Reza.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, mikroplastik di udara bersumber dari aktivitas manusia, seperti penggunaan pakaian berbahan polyester dan nylon, serta pembakaran sampah plastik. Rendahnya pengelolaan sampah di daerah penyangga Jakarta juga memperburuk kondisi udara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pembakaran sampah terbuka bisa melepaskan mikroplastik dan dioksin ke udara yang kemudian terhirup manusia,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Reza menambahkan, mikroplastik bersifat seperti spons yang dapat menyerap zat berbahaya lain, termasuk logam berat dan mikroorganisme.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penelitian kami di 18 kota di Indonesia menunjukkan seluruh sampel udara mengandung mikroplastik. Ini peringatan serius bagi semua pihak,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko juga menjelaskan bahwa dari sisi meteorologi, mikroplastik termasuk dalam kategori aerosol, yakni partikel padat atau cair yang tersuspensi di udara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Partikel seperti ini bisa berpindah mengikuti arah angin dan pola cuaca, lalu jatuh ke permukaan bumi melalui air hujan,” paparnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, mikroplastik yang terdeteksi di Jakarta bisa saja berasal dari wilayah lain, sehingga penanganannya harus dilakukan lintas wilayah dan lintas sektor.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari sisi kesehatan, Rahmat Aji Pramono, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinas Kesehatan DKI, menjelaskan bahwa partikel mikroplastik dapat memicu peradangan di sistem pernapasan dan pencernaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jika ukurannya sangat kecil, partikel ini bisa menembus aliran darah dan memengaruhi organ vital,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rahmat pun mengimbau warga untuk menjaga kebersihan rumah, memperbaiki ventilasi udara, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Efek mikroplastik bersifat jangka panjang, maka pencegahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono, menilai hasil riset BRIN harus dijadikan dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Informasi ilmiah ini bukan untuk menakuti, tapi agar masyarakat lebih memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rian menambahkan, BPBD juga akan terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), bukan hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga membantu mengurangi polusi udara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hujan dapat menjadi mekanisme alami untuk menurunkan partikel berbahaya seperti mikroplastik dari atmosfer,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/24/hujan-tak-lagi-bersih-brin-temukan-partikel-mikroplastik-di-langit-jakarta/">Hujan Tak Lagi Bersih, BRIN Temukan Partikel Mikroplastik di Langit Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/24/hujan-tak-lagi-bersih-brin-temukan-partikel-mikroplastik-di-langit-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
