<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMM - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/bmm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/bmm/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2025 02:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>BMM - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/bmm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berdayakan Ekonomi Umat, Hidupkan Masjid Jadi Lembaga Keuangan Syariah Tanpa Riba</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/12/revolusi-ekonomi-umat-masjid-kini-jadi-lembaga-keuangan-syariah-tanpa-riba/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/12/revolusi-ekonomi-umat-masjid-kini-jadi-lembaga-keuangan-syariah-tanpa-riba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 01:17:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[baznas]]></category>
		<category><![CDATA[BMM]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MADADA]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Modal Usaha Tanpa Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat Untuk Umat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Badan Modal Masjid (BMM) dan Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan hasil dalam pemberdayaan ekonomi umat. Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menjangkau 172 masjid di seluruh Indonesia, dengan rata-rata 50 penerima manfaat di tiap lokasi. Secara total, 8.600 mustahik telah mendapatkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/12/revolusi-ekonomi-umat-masjid-kini-jadi-lembaga-keuangan-syariah-tanpa-riba/">Berdayakan Ekonomi Umat, Hidupkan Masjid Jadi Lembaga Keuangan Syariah Tanpa Riba</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Program Badan Modal Masjid (BMM) dan Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan hasil dalam pemberdayaan ekonomi umat. Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menjangkau 172 masjid di seluruh Indonesia, dengan rata-rata 50 penerima manfaat di tiap lokasi. Secara total, 8.600 mustahik telah mendapatkan modal usaha bergulir tanpa bunga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, M. Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program BMM–MADADA menjadi langkah konkret menghadirkan keadilan ekonomi berbasis masjid. Setiap masjid memperoleh dana awal sebesar Rp150 juta, yang kemudian disalurkan kepada sekitar 50 penerima manfaat dengan pinjaman mikro syariah rata-rata Rp3 juta tanpa bunga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program ini hadir untuk memutus rantai utang tidak sehat sekaligus membuka akses pembiayaan syariah yang adil dan memberdayakan,” ujar Imdadun. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, masih banyak masyarakat kecil terjebak dalam utang berbunga tinggi dari rentenir maupun pinjaman daring. Program BMM hadir sebagai solusi berbasis masjid yang menggabungkan kepercayaan sosial dan prinsip keadilan Islam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Banyak pedagang kecil yang hanya butuh Rp3 juta, tapi karena bunga menumpuk, utangnya bisa menjadi Rp15 juta. Di sinilah BMM hadir memberi ruang ekonomi tanpa riba agar umat bisa tumbuh sehat,” jelasnya dikutip dari laman kemenag. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Imdadun menegaskan bahwa masjid sejatinya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan kemandirian umat. Sejak masa Rasulullah, masjid telah berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pengelolaan baitul mal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semangat itu yang kami hidupkan kembali melalui BMM–MADADA agar masjid menjadi poros kebangkitan ekonomi masyarakat,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga mengapresiasi peran Kemenag dalam memperkuat sistem kelembagaan masjid melalui program MADADA. Menurutnya, sinergi antara lembaga struktural seperti Kemenag dan non-struktural seperti BAZNAS sangat penting untuk menjaga profesionalitas dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan pihaknya akan terus memperluas implementasi program MADADA di berbagai provinsi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Target kami, setiap wilayah memiliki setidaknya satu masjid inovatif yang tidak hanya menjadi pusat dakwah, tetapi juga pusat literasi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Arsad menekankan, Kemenag tidak sekadar hadir sebagai mitra administratif, melainkan juga sebagai pendamping peningkatan kapasitas takmir. Setiap masjid penerima program akan dibina dalam hal tata kelola, transparansi keuangan, dan akuntabilitas publik.<br />
“Kami ingin memastikan setiap rupiah dana umat dikelola secara amanah dan berdampak nyata bagi jamaah,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ke depan, Kemenag berencana menggandeng BNPT, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk memperkuat moderasi beragama dan ketahanan sosial berbasis masjid.<br />
“Masjid harus menjadi episentrum harmoni sosial dan ketahanan ekonomi umat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar dampaknya semakin luas,” kata Arsad.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, BMM–MADADA telah terbukti mampu menyeimbangkan peran spiritual dan sosial ekonomi masjid. Di berbagai daerah, masjid penerima program sukses menumbuhkan usaha mikro jamaah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Inilah bukti nyata Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwujudkan dalam pembangunan umat. Kita tidak hanya membangun masjid yang megah, tetapi juga masjid yang berdaya — yang menciptakan peluang, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan ekonomi umat. Itulah arah dakwah pembangunan yang kita dorong bersama BAZNAS,” tutup Arsad</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/12/revolusi-ekonomi-umat-masjid-kini-jadi-lembaga-keuangan-syariah-tanpa-riba/">Berdayakan Ekonomi Umat, Hidupkan Masjid Jadi Lembaga Keuangan Syariah Tanpa Riba</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/12/revolusi-ekonomi-umat-masjid-kini-jadi-lembaga-keuangan-syariah-tanpa-riba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
