<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BSKDN Kementerian Dalam Negeri - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/bskdn-kementerian-dalam-negeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/bskdn-kementerian-dalam-negeri/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jun 2024 02:35:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>BSKDN Kementerian Dalam Negeri - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/bskdn-kementerian-dalam-negeri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Daerah Harus Berinovasi Tanpa Ciptakan Aplikasi Baru</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/06/14/pemerintah-daerah-harus-berinovasi-tanpa-ciptakan-aplikasi-baru/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/06/14/pemerintah-daerah-harus-berinovasi-tanpa-ciptakan-aplikasi-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 02:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[BSKDN Kementerian Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Government]]></category>
		<category><![CDATA[GovTech]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=2563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk berinovasi tanpa menciptakan aplikasi baru. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Penilaian Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2024 di Aula BSKDN, Jakarta, Kamis (13/6/2024). &#8220;Di Indonesia, saat ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/14/pemerintah-daerah-harus-berinovasi-tanpa-ciptakan-aplikasi-baru/">Pemerintah Daerah Harus Berinovasi Tanpa Ciptakan Aplikasi Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk berinovasi tanpa menciptakan aplikasi baru. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Penilaian Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2024 di Aula BSKDN, Jakarta, Kamis (13/6/2024).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Di Indonesia, saat ini kita memiliki 27.000 aplikasi yang tersebar di seluruh kementerian/lembaga dan instansi. Apabila masyarakat Indonesia diharuskan mengunduh satu per satu aplikasi tersebut, kapasitas RAM dan memori handphone kebanyakan masyarakat kita tidak akan mampu menginstall seluruhnya,&#8221; ungkap Yusharto.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Yusharto menambahkan banyaknya aplikasi yang ada disebabkan prinsip yang keliru dalam berinovasi, yakni satu inovasi satu aplikasi. Prinsip tersebut perlu diluruskan, sehingga ke depan daerah dapat menciptakan inovasi yang lebih efektif tanpa perlu aplikasi baru.</span></p>
<figure id="attachment_2566" aria-describedby="caption-attachment-2566" style="width: 683px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2566" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1.jpg" alt="" width="683" height="455" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1.jpg 683w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/BKSDN-1-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /><figcaption id="caption-attachment-2566" class="wp-caption-text">Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo saat memberi sambutan dalam Sosialisasi Penilaian Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2024 di Aula BSKDN, Jakarta, Kamis (13/6/2024). (katafoto/HO/Kemendagri)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Indonesia saat ini tengah memasuki era digital government yang ditandai dengan lahirnya GovTech. Aplikasi ini diarahkan untuk mendukung keterpaduan dan keselarasan layanan publik agar lebih mudah diakses masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di lain sisi, sejumlah daerah juga telah mengembangkan super platform atau portal layanan publik yang terintegrasi, misalnya di Jakarta terdapat Jakarta Kini (JAKI), Sapa Warga di Jawa Barat, Jogja Smart Service (JSS) di Yogyakarta, Layanan Tangerang Live di Kota Tangerang, Tahu Sumedang di Sumedang, Bantul Pedia di Bantul, dan sebagainya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini menandakan Pemda sudah mulai berkomitmen mengurangi jumlah aplikasi, dengan menurunkan ego sektoral antarperangkat daerah dan lebih mengedepankan prinsip efisiensi pelayananan yang terintegrasi,”imbuhnya yang dikutip dari laman kemendagri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Seiring tren pelaporan inovasi daerah yang semakin meningkat, daerah diharapkan dapat terus memastikan keberlanjutan inovasi yang sudah ada dengan menerapkan metode replikasi. Upaya replikasi tidak hanya akan meningkatkan pelaporan inovasi, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem inovasi di daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Untuk menghadirkan inovasi  yang tepat, pemerintah perlu berinisiatif untuk memetakan dan menggali khazanah dan potensi-potensi yang belum dimanfaatkan dengan maksimal,&#8221; tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/14/pemerintah-daerah-harus-berinovasi-tanpa-ciptakan-aplikasi-baru/">Pemerintah Daerah Harus Berinovasi Tanpa Ciptakan Aplikasi Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/06/14/pemerintah-daerah-harus-berinovasi-tanpa-ciptakan-aplikasi-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
