<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya Lokal - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/budaya-lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/budaya-lokal/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 03:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Budaya Lokal - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/budaya-lokal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stand Up Comedy Bahasa Kei Jadi Cara Lestarikan Budaya Anak Muda</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/27/stand-up-comedy-bahasa-kei-jadi-cara-lestarikan-budaya-anak-muda/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/27/stand-up-comedy-bahasa-kei-jadi-cara-lestarikan-budaya-anak-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 03:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Kei]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17277</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maluku &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal dengan memasukkan Bahasa Kei serta nilai-nilai adat ke dalam sistem pembelajaran di sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus modernisasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/27/stand-up-comedy-bahasa-kei-jadi-cara-lestarikan-budaya-anak-muda/">Stand Up Comedy Bahasa Kei Jadi Cara Lestarikan Budaya Anak Muda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Maluku</b> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal dengan memasukkan Bahasa Kei serta nilai-nilai adat ke dalam sistem pembelajaran di sekolah.</p>
<p>Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus modernisasi.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen mengatakan, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan budaya daerah.</p>
<p>“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, emosional, dan spiritual, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya Kei sebagai identitas daerah,” ujarnya di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Selasa (26/5).</p>
<p>Menurutnya, Pemkab Maluku Tenggara saat ini tengah menyesuaikan kurikulum muatan lokal agar pembelajaran Bahasa Kei dan budaya daerah dapat diterapkan secara seragam mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.</p>
<p>Selain penguatan kurikulum, Dinas Pendidikan juga mengintegrasikan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.</p>
<p>Sebagai bentuk pelestarian budaya, Dinas Pendidikan Maluku Tenggara turut mengadakan lomba bertutur dan stand-up comedy menggunakan Bahasa Kei dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak mencintai budayanya sendiri dan bangga menggunakan Bahasa Kei dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa daerah harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.</p>
<p>Pemkab Maluku Tenggara menilai pendidikan berbasis budaya lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga jati diri daerah sekaligus menciptakan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya mereka.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/27/stand-up-comedy-bahasa-kei-jadi-cara-lestarikan-budaya-anak-muda/">Stand Up Comedy Bahasa Kei Jadi Cara Lestarikan Budaya Anak Muda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/27/stand-up-comedy-bahasa-kei-jadi-cara-lestarikan-budaya-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/21/unik-warga-desa-pesanggrahan-bayar-pbb-pakai-bambu-hasilnya-fantastis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/21/unik-warga-desa-pesanggrahan-bayar-pbb-pakai-bambu-hasilnya-fantastis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Bobok Bumbung]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[pajak bumi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pajak desa]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16100</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cilacap &#8211; Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas aset tanah milik warga Desa Pesanggrahan berhasil dituntaskan melalui tradisi unik bernama Bobok Bumbung. Tradisi ini dilakukan dengan cara menabung uang pajak di dalam bumbung, yaitu potongan bambu. Tahun ini, total PBB yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp255.682.863 dari 2.267 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Kepala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/21/unik-warga-desa-pesanggrahan-bayar-pbb-pakai-bambu-hasilnya-fantastis/">Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Cilacap</b> &#8211; Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas aset tanah milik warga Desa Pesanggrahan berhasil dituntaskan melalui tradisi unik bernama Bobok Bumbung. Tradisi ini dilakukan dengan cara menabung uang pajak di dalam bumbung, yaitu potongan bambu. Tahun ini, total PBB yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp255.682.863 dari 2.267 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).</p>
<p>Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo, menjelaskan bahwa tradisi Bobok Bumbung telah dijalankan sejak 2015. Tradisi yang digelar di Desa Wisata Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya ini menjadi bentuk pelestarian budaya menabung masyarakat tempo dulu yang dikemas dalam nuansa kearifan lokal.</p>
<p>“Sesuai kesepakatan dan tradisi, pembayaran PBB dilaksanakan dengan sistem menabung di bambu. Kemarin baru saja dibuka, dan acara hari ini adalah simbolis pelaksanaannya. Alhamdulillah, untuk Desa Pesanggrahan sudah lunas,” ujarnya, dalam acara Dasawarsa Bobok Bumbung 2026, Sabtu (18/4).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai pelunasan PBB yang dikemas dengan nilai budaya lokal menjadi contoh positif bagi daerah lain.</p>
<figure id="attachment_16103" aria-describedby="caption-attachment-16103" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16103" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1.jpg" alt="Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05929-2048x1152-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-16103" class="wp-caption-text">Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya didampingi Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo menerima uang pajak PBB di dalam bumbung atau Bobok Bumbung dalam acara Dasawarsa Bobok Bumbung 2026 di Desa Wisata Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). (katafoto/HO/Diskominfo Cilacap)</figcaption></figure>
<p>“Desa Pesanggrahan adalah juara kedua tercepat di Kabupaten Cilacap yang melunasi PBB di tahun 2026. Ini luar biasa. Tugas saya sekarang adalah memastikan setiap rupiah pajak bapak-ibu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pengaspalan jalan, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik. Semakin masyarakat tertib membayar pajak, artinya semakin berat tanggung jawab dan amanah kita sebagai pemerintah,” tegas Mbak Ammy.</p>
<p>Desa Pesanggrahan memiliki wilayah seluas 154 hektare yang terbagi ke dalam 2 dusun, 4 RW, dan 12 RT. Jumlah penduduknya tercatat sebanyak 4.194 jiwa yang berasal dari 1.380 kepala keluarga. Pada tahun 2026, total ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) desa ini mencapai Rp255.682.863, dengan jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebanyak 2.267 lembar.</p>
<p>Perayaan Dasawarsa Bobok Bumbung digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (17–19 April 2026) juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai, pertunjukan tari, hingga Pentas Cowong pada malam hari. Puncak acara ditandai dengan prosesi Bobok Bumbung serta penampilan tari kolosal Jalungmas yang melibatkan 80 penari.</p>
<figure id="attachment_16102" aria-describedby="caption-attachment-16102" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-16102" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1.jpg" alt="Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC05171-2048x1152-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-16102" class="wp-caption-text">Sejumlah penari dalam acara Dasawarsa Bobok Bumbung 2026 di Desa Wisata Kampung Prapen, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). (katafoto/HO/Diskominfo Cilacap)</figcaption></figure>
<p>Dalam rangkaian perayaan, bumbung-bumbung berisi tabungan pajak dikirab menggunakan 12 jolen dari masing-masing RT. Setelah itu, bumbung tersebut divisualisasikan dalam sebuah sendratari bertajuk “Nyi Endang Laras”, yang menggambarkan perjuangan warga mengumpulkan uang secara bertahap demi memenuhi kewajiban pajak.</p>
<p>Sebagai penutup prosesi, bumbung diserahkan kepada Kepala Desa Pesanggrahan untuk kemudian diberikan kepada Plt Bupati Cilacap. Bumbung tersebut kemudian dibobok atau dibuka sebagai simbol bahwa kewajiban pembayaran pajak masyarakat telah lunas.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/21/unik-warga-desa-pesanggrahan-bayar-pbb-pakai-bambu-hasilnya-fantastis/">Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/21/unik-warga-desa-pesanggrahan-bayar-pbb-pakai-bambu-hasilnya-fantastis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Sejarah Tak Lagi Membosankan, Guru Ini Ajak Siswa Berpetualang di Dunia Nyata</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/16/belajar-sejarah-tak-lagi-membosankan-guru-ini-ajak-siswa-berpetualang-di-dunia-nyata/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/16/belajar-sejarah-tak-lagi-membosankan-guru-ini-ajak-siswa-berpetualang-di-dunia-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 23:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[RolePlay]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Probolinggo &#8211; Para pendidik di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 7 Kota Probolinggo terus berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran yang menarik. Salah satu pendekatan yang menjadi favorit adalah metode bermain peran (role play), terutama dalam pelajaran sejarah. Guru Sejarah SR Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, Iqbal Hastri Firmandani, menjelaskan bahwa metode ini membuat siswa lebih hidup dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/16/belajar-sejarah-tak-lagi-membosankan-guru-ini-ajak-siswa-berpetualang-di-dunia-nyata/">Belajar Sejarah Tak Lagi Membosankan, Guru Ini Ajak Siswa Berpetualang di Dunia Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Probolinggo</b> &#8211; Para pendidik di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 7 Kota Probolinggo terus berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran yang menarik. Salah satu pendekatan yang menjadi favorit adalah metode bermain peran (role play), terutama dalam pelajaran sejarah.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Guru Sejarah SR Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, Iqbal Hastri Firmandani, menjelaskan bahwa metode ini membuat siswa lebih hidup dalam memahami kisah masa lalu. Dalam praktiknya, para siswa diminta memerankan tokoh-tokoh penting, seperti Raja Brawijaya, lengkap dengan gaya bicara dan tata krama khas masa itu.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Mereka tidak hanya membaca atau menulis rangkuman, tapi benar-benar merasakan menjadi bagian dari sejarah. Misalnya, mereka harus memanggil raja dengan sebutan yang sopan, bukan ‘Rek’ seperti dalam bahasa sehari-hari,” tutur Iqbal dikutip dari laman infopublik pada Rabu (15/10).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurutnya, pendekatan ini mampu meningkatkan minat siswa terhadap sejarah. Iqbal juga memadukan penggunaan bahasa daerah seperti Jawa kasar dan Madura ketika membahas peristiwa penting, misalnya Pertempuran 10 November di Surabaya.<br />
“Dengan begitu, anak-anak bisa memahami konteks budaya dan bahasa lokal dalam setiap peristiwa sejarah,” ujarnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sekolah Rakyat, lanjut Iqbal, memberikan dukungan penuh terhadap ide-ide kreatif para guru. “Pihak sekolah sangat terbuka terhadap inovasi. Kalau kami punya gagasan baru untuk kegiatan pembelajaran, pasti langsung didukung,” jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Selain di kelas, Iqbal juga mengajak siswa mengunjungi situs-situs bersejarah di sekitar mereka. Pendekatan kontekstual ini membuat siswa menyadari bahwa sejarah bukan sekadar cerita di buku, melainkan sesuatu yang nyata dan dekat dengan kehidupan mereka.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Iqbal menilai, dampak metode ini tidak hanya terlihat dari peningkatan hasil belajar, tetapi juga dari sikap dan semangat siswa. “Anak-anak jadi lebih antusias dan menikmati proses belajar,” katanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mengenal bahasa dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia agar siswa dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan yang beragam. “Negara kita punya banyak suku dan bahasa. Anak-anak harus paham bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang,” tambahnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Meski menggunakan kurikulum nasional, Sekolah Rakyat tetap menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter siswa. “Guru seharusnya yang menyesuaikan diri dengan siswa, bukan sebaliknya,” tegas Iqbal.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia juga menilai bahwa memahami sejarah lokal menjadi dasar penting sebelum mempelajari sejarah nasional. “Kalau siswa tidak tahu sejarah daerahnya sendiri, mereka bisa kehilangan rasa bangga terhadap budayanya,” katanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Motivasi Iqbal menjadi guru di Sekolah Rakyat berawal dari pengalaman pribadinya yang pernah kesulitan mengakses pendidikan. “Saya ingin anak-anak tidak merasakan kesulitan seperti yang saya alami dulu,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Iqbal mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah sebagai langkah nyata pemerataan pendidikan. “Dulu banyak anak ingin sekolah tapi terkendala biaya. Sekarang, lewat Sekolah Rakyat, semua anak punya kesempatan belajar tanpa harus memikirkan biaya,” ujarnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sebagai pendidik muda, Iqbal berupaya terus menumbuhkan semangat belajar siswanya melalui kisah inspiratif dari pengalaman pribadi maupun orang lain.<br />
“Tantangan terbesar guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi membangkitkan motivasi siswa agar mau belajar. Semangat itu yang harus tumbuh lebih dulu,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/16/belajar-sejarah-tak-lagi-membosankan-guru-ini-ajak-siswa-berpetualang-di-dunia-nyata/">Belajar Sejarah Tak Lagi Membosankan, Guru Ini Ajak Siswa Berpetualang di Dunia Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/16/belajar-sejarah-tak-lagi-membosankan-guru-ini-ajak-siswa-berpetualang-di-dunia-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
