<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bullying Dokter - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/bullying-dokter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/bullying-dokter/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 00:15:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Bullying Dokter - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/bullying-dokter/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 10:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[PPDS]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi PPDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan penyebab maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis (PPDS). Menurutnya, sistem senioritas yang terlalu dominan dan minimnya keterlibatan dosen dalam proses pembelajaran menjadi pemicu utama. &#8220;Perundungan terjadi karena proses belajar lebih banyak diambil alih oleh senior, bukan dosen yang seharusnya mengajar,&#8221; ujarnya saat rapat kerja dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/">Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan penyebab maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis (PPDS). Menurutnya, sistem senioritas yang terlalu dominan dan minimnya keterlibatan dosen dalam proses pembelajaran menjadi pemicu utama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Perundungan terjadi karena proses belajar lebih banyak diambil alih oleh senior, bukan dosen yang seharusnya mengajar,&#8221; ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Selasa (29/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Budi menjelaskan bahwa banyak dosen sibuk praktik di rumah sakit, sehingga pembelajaran diserahkan kepada senior yang belum tentu memiliki pendekatan edukatif. Akibatnya, pengawasan terhadap proses pendidikan melemah dan membuka ruang bagi perilaku intimidatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan bahwa sebagian besar rumah sakit pendidikan seperti RSUD dr. Soetomo dan RSCM mengalami beban tinggi karena jumlah peserta didik yang banyak, sementara jumlah pengajar tidak sebanding. Idealnya, praktik klinis dilakukan dengan bimbingan langsung dari dosen, namun kondisi di lapangan berkata lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan memperbarui sistem pendidikan dokter spesialis. Salah satunya dengan penerapan <i>e-logbook</i>, yakni sistem digital yang mencatat progres belajar peserta dan mengukur kompetensi berdasarkan praktik yang dilakukan. Kelulusan peserta akan dievaluasi berdasarkan data objektif, bukan sekadar penilaian subjektif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Lewat sistem ini, setiap tindakan medis akan tercatat, mulai dari jumlah praktik hingga keberhasilan tindakan. Ini menjadi dasar kelulusan,” jelas Budi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menyampaikan bahwa penilaian terhadap senior kini akan melibatkan umpan balik dari junior. Evaluasi ini bersifat anonim dan menjadi salah satu indikator kelayakan senior untuk lulus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau ingin lulus, senior harus mendapat penilaian baik dari junior. Ini bagian dari perbaikan kultur pendidikan agar bebas dari perundungan,” tutup Menkes.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/">Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
