<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Densus 88 - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/densus-88/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/densus-88/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 14:32:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Densus 88 - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/densus-88/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dulu Terpapar Radikalisme, Kini Eks Napiter Punya Profesi Baru</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/30/dulu-terpapar-radikalisme-kini-eks-napiter-punya-profesi-baru/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/30/dulu-terpapar-radikalisme-kini-eks-napiter-punya-profesi-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:32:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Astra International]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[BNPT]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Deradikalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Eks Napiter]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Reintegrasi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banten &#8211; Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Banten mulai membangun kembali kehidupan mereka melalui pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) yang digelar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Program ini menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/30/dulu-terpapar-radikalisme-kini-eks-napiter-punya-profesi-baru/">Dulu Terpapar Radikalisme, Kini Eks Napiter Punya Profesi Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Banten</b> &#8211; Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Banten mulai membangun kembali kehidupan mereka melalui pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) yang digelar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.</p>
<p>Program ini menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara.</p>
<p>Para peserta diketahui merupakan eks anggota Jemaah Islamiyah yang kini berkomitmen meninggalkan paham lama dan memulai kehidupan baru. Kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh Densus 88 dan mendapat dukungan dari PT Astra International sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.</p>
<p>Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi berkelanjutan antara Astra dan Densus 88. “Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4).</p>
<p>Ia menambahkan, pelatihan teknisi AC dipilih karena tingginya kebutuhan layanan perawatan dan perbaikan pendingin udara di Indonesia, baik untuk rumah tangga maupun sektor perkantoran.</p>
<p>Dalam pelaksanaan kali ini, sebanyak 19 peserta berasal dari kalangan eks napiter, dengan keterlibatan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di wilayah Banten. Kolaborasi lintas kelompok ini diharapkan mampu memperkuat interaksi sosial serta mempercepat proses penerimaan kembali di masyarakat.</p>
<p>Selain mendapatkan keterampilan teknis, para peserta juga dibekali perlengkapan servis AC agar dapat langsung bekerja setelah menyelesaikan pelatihan. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi sehingga mereka tidak kembali terhubung dengan jaringan lama.</p>
<p>Pelatihan ini turut melibatkan alumni yang telah berhasil, seperti Kusnadi asal Serang dan Kartono dari Bogor, yang kini berperan sebagai asisten pelatih. Secara keseluruhan, program deradikalisasi melalui pelatihan teknisi AC ini telah memasuki angkatan ke-6.</p>
<p>Sementara itu, Densus 88 kini mengedepankan pendekatan lunak (soft approach) dalam penanggulangan terorisme, melalui metode kemanusiaan, dialog, serta pendampingan berkelanjutan bagi individu yang pernah terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.</p>
<p>Pendekatan tersebut dinilai efektif, tercermin dari capaian zero attack dalam tiga tahun terakhir serta menurunnya angka penindakan kasus terorisme. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/30/dulu-terpapar-radikalisme-kini-eks-napiter-punya-profesi-baru/">Dulu Terpapar Radikalisme, Kini Eks Napiter Punya Profesi Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/30/dulu-terpapar-radikalisme-kini-eks-napiter-punya-profesi-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber Terrorism]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Game Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Densus 88 Antiteror Polri kembali mengumumkan perkembangan penting terkait kasus perekrutan anak oleh jaringan terorisme melalui ruang digital. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, terungkap bahwa hingga November 2025 sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun di 26 provinsi telah terpapar upaya rekrutmen melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial, game online, aplikasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/">Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Densus 88 Antiteror Polri kembali mengumumkan perkembangan penting terkait kasus perekrutan anak oleh jaringan terorisme melalui ruang digital. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, terungkap bahwa hingga November 2025 sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun di 26 provinsi telah terpapar upaya rekrutmen melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial, game online, aplikasi pesan instan, hingga situs tertutup.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kelompok teror kini menggunakan pola yang semakin agresif dengan memanfaatkan kondisi psikologis anak-anak yang rentan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ruang digital menjadi pintu masuk utama. Mereka memulai interaksi dari platform terbuka seperti media sosial dan game online, kemudian beralih ke percakapan pribadi untuk membangun kedekatan emosional sebelum menyusupkan ideologi,” jelas Brigjen Trunoyudo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam penanganan kasus ini, Densus 88 telah mengamankan lima tersangka dewasa yang diduga berperan sebagai pengendali dan perekrut anak-anak: </span><span class="s1">FB alias YT (47), Medan, </span><span class="s1">LN (23), Banggai, </span><span class="s1">PB alias BNS (37), Sleman, </span><span class="s1">NSPO (18), Tegal dan </span><span class="s1">JJS alias BS (19), Agam<br />
</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penangkapan terbaru pada 17 November 2025 berhasil menjaring dua perekrut inti dari Sumatera Barat dan Jawa Tengah. Mereka disebut melakukan pendekatan sistematis untuk menarik anak-anak masuk ke jaringan terorisme, bahkan mendorong mereka melakukan aksi kekerasan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Trunoyudo, pola propaganda yang digunakan kini semakin tersamarkan dengan memanfaatkan konten yang akrab dengan keseharian anak-anak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Video singkat, animasi, meme, hingga musik dijadikan alat untuk menarik perhatian. Mereka memanfaatkan rasa ingin tahu, pengalaman bullying, kondisi keluarga bermasalah, hingga pencarian identitas diri anak,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses penyebaran dilakukan secara bertahap, dimulai dari platform seperti Instagram, Facebook, serta berbagai game online, sebelum diarahkan ke percakapan tertutup melalui WhatsApp atau Telegram.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menutup keterangannya, Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa negara tidak akan memberi celah bagi eksploitasi anak oleh jaringan teror.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Polri berkomitmen penuh untuk melindungi anak-anak Indonesia dari radikalisasi, eksploitasi ideologi, dan kekerasan digital. Anak adalah masa depan bangsa, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka terhindar dari ancaman terorisme,” tegasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/">Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
