<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digitalisasi sekolah - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/digitalisasi-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/digitalisasi-sekolah/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jan 2026 04:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>digitalisasi sekolah - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/digitalisasi-sekolah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Papan Interaktif Digital Hadir di Sekolah Blora, Belajar Kini Lebih Menyenangkan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/04/papan-interaktif-digital-hadir-di-sekolah-blora-belajar-kini-lebih-menyenangkan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/04/papan-interaktif-digital-hadir-di-sekolah-blora-belajar-kini-lebih-menyenangkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 04:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blora]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Papan Interaktif Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamendikdasmen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Blora &#8211; Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa bantuan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) yang disalurkan ke sekolah-sekolah berperan sebagai penunjang pembelajaran yang lebih modern, kreatif, dan interaktif. Pernyataan tersebut disampaikan saat Fajar Riza meninjau sejumlah sekolah penerima program digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Blora, Jawa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/04/papan-interaktif-digital-hadir-di-sekolah-blora-belajar-kini-lebih-menyenangkan/">Papan Interaktif Digital Hadir di Sekolah Blora, Belajar Kini Lebih Menyenangkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Blora </b>&#8211; Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa bantuan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) yang disalurkan ke sekolah-sekolah berperan sebagai penunjang pembelajaran yang lebih modern, kreatif, dan interaktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pernyataan tersebut disampaikan saat Fajar Riza meninjau sejumlah sekolah penerima program digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (3/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Fajar Riza menekankan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara adil, mencakup sekolah negeri maupun swasta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin memastikan perangkat ini benar-benar digunakan secara maksimal dalam proses pembelajaran. Ke depan, jumlah bantuan papan interaktif digital akan terus ditingkatkan agar sekolah tidak hanya menerima satu unit saja,” ujarnya dikutip dari laman infopublik. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Presiden Prabowo atas perhatian terhadap pengembangan pendidikan di daerahnya. Ia menilai, bantuan papan interaktif digital sangat membantu sekolah dan telah dimanfaatkan secara aktif oleh para guru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Syukur alhamdulillah, kebutuhan sekolah-sekolah di Blora, khususnya sarana pembelajaran berbasis digital, kini sudah terealisasi dan digunakan dengan baik,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada kesempatan tersebut, Sri Setyorini juga mengusulkan bantuan renovasi bangunan sekolah kepada Wamendikdasmen, terutama bagi sejumlah sekolah swasta yang kondisinya sudah memerlukan perbaikan, seperti SD Katolik dan SMP Kristen di Kabupaten Blora.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Sekolah SD Katolik Krida Dharma Blora, Sr. Imaculata Rahayu Widoningsih, mengungkapkan bahwa kehadiran papan interaktif digital memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses belajar siswa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, siswa menjadi lebih fokus, bersemangat, dan aktif dalam mengikuti pembelajaran karena dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui layar sentuh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pembelajaran menjadi lebih variatif dan mudah diakses. Guru bisa menampilkan video, animasi, e-book, hingga berbagai sumber belajar lainnya. Hal ini membuat suasana kelas lebih menyenangkan, efektif, dan mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa,” jelasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/04/papan-interaktif-digital-hadir-di-sekolah-blora-belajar-kini-lebih-menyenangkan/">Papan Interaktif Digital Hadir di Sekolah Blora, Belajar Kini Lebih Menyenangkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/04/papan-interaktif-digital-hadir-di-sekolah-blora-belajar-kini-lebih-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cek Kesehatan Gratis Sekolah Masuki Era Digital, Konektivitas Jadi Fokus</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/04/cek-kesehatan-gratis-sekolah-masuki-era-digital-konektivitas-jadi-fokus/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/04/cek-kesehatan-gratis-sekolah-masuki-era-digital-konektivitas-jadi-fokus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 09:59:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[CKG Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konektivitas internet]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[PHTC]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[program kesehatan pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah kini memasuki babak baru dengan penerapan sistem digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa infrastruktur konektivitas menjadi elemen krusial dalam menyukseskan program kesehatan nasional yang menargetkan lebih dari 53 juta peserta didik di 282.317 sekolah dari Sabang hingga Merauke. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/04/cek-kesehatan-gratis-sekolah-masuki-era-digital-konektivitas-jadi-fokus/">Cek Kesehatan Gratis Sekolah Masuki Era Digital, Konektivitas Jadi Fokus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah kini memasuki babak baru dengan penerapan sistem digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa infrastruktur konektivitas menjadi elemen krusial dalam menyukseskan program kesehatan nasional yang menargetkan lebih dari 53 juta peserta didik di 282.317 sekolah dari Sabang hingga Merauke.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya konektivitas yang andal dalam pelaksanaan CKG Sekolah, mengingat seluruh data pemeriksaan akan diproses secara daring melalui aplikasi khusus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ketika dijalankan secara masif, data yang terkumpul sangat besar. Karena itu, koneksi internet yang stabil dan merata menjadi kunci,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan CKG Sekolah di SMPK Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (4/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meutya menambahkan, pihaknya terus memantau kualitas jaringan internet di berbagai wilayah pelaksanaan, baik melalui sambungan fixed broadband maupun jaringan seluler, guna memastikan kelancaran input dan pemrosesan data.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia. Ia menyoroti masih adanya tantangan konektivitas di sejumlah daerah yang membutuhkan dukungan tambahan dari Kemkomdigi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami memanfaatkan aplikasi digital untuk menginput hasil pemeriksaan siswa. Maka dari itu, peran Kominfo dalam memastikan akses internet sangat vital,” tegas Rizka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program CKG Sekolah merupakan wujud nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya pelajar usia sekolah yang kelak menjadi generasi emas bangsa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">CKG Sekolah juga menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara PHTC lainnya mencakup inisiatif seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan tiga juta unit Rumah Rakyat.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/04/cek-kesehatan-gratis-sekolah-masuki-era-digital-konektivitas-jadi-fokus/">Cek Kesehatan Gratis Sekolah Masuki Era Digital, Konektivitas Jadi Fokus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/04/cek-kesehatan-gratis-sekolah-masuki-era-digital-konektivitas-jadi-fokus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PGRI Soroti 6 Isu Pendidikan Nasional dari Penjurusan SMA, SPMB hingga Kurikulum Digital</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/27/pgri-soroti-6-isu-pendidikan-nasional-dari-penjurusan-sma-spmb-hingga-kurikulum-digital/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/27/pgri-soroti-6-isu-pendidikan-nasional-dari-penjurusan-sma-spmb-hingga-kurikulum-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 13:34:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[guru Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dasar gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[penjurusan SMA]]></category>
		<category><![CDATA[PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[Rapimnas 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SPMB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyoroti enam isu krusial dalam dunia pendidikan nasional pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang berlangsung di Jakarta, 25–28 Juni 2025. Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, menegaskan pentingnya kebijakan pendidikan yang tidak hanya ideal di atas kertas, tetapi juga relevan dan berpijak pada kondisi nyata di lapangan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/27/pgri-soroti-6-isu-pendidikan-nasional-dari-penjurusan-sma-spmb-hingga-kurikulum-digital/">PGRI Soroti 6 Isu Pendidikan Nasional dari Penjurusan SMA, SPMB hingga Kurikulum Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyoroti enam isu krusial dalam dunia pendidikan nasional pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang berlangsung di Jakarta, 25–28 Juni 2025. Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, menegaskan pentingnya kebijakan pendidikan yang tidak hanya ideal di atas kertas, tetapi juga relevan dan berpijak pada kondisi nyata di lapangan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kemajuan pendidikan tidak bisa dibangun hanya dengan idealisme administratif. Harus ada pijakan nyata di lapangan,” ujar Unifah, Kamis (26/6).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Melansir dari laman berita satu, Unifah menuturkan dalam semangat memperkuat peran strategis guru dalam transformasi pendidikan nasional, berikut enam isu yang menjadi sorotan PGRI:</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>1. Penjurusan di SMA Perlu Dikembalikan</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">PGRI mendukung kembalinya sistem penjurusan di tingkat SMA. Menurut Unifah, kebijakan penghapusan penjurusan tidak diimbangi dengan kesiapan kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana prasarana. PGRI mengusulkan asesmen minat dan bakat yang kredibel, didampingi guru bimbingan konseling (BK), sebagai dasar pemilihan jurusan oleh siswa.</span></p>
<p class="p5"><span class="s1">“PGRI mendukung kembalinya penjurusan di SMA dan siswa dapat memilih jurusan melalui asesmen minat dan bakat yang kredibel, didampingi guru bimbingan konseling, dengan tetap menjaga struktur pembelajaran yang logis dan terarah,” ujar Unifah.</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>2. Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Harus Adil dan Transparan</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">PGRI mendorong reformasi sistem penerimaan siswa baru agar lebih adil, transparan, dan berbasis pada pemerataan kualitas pendidikan, bukan sekadar redistribusi siswa. Ketimpangan akses pendidikan di berbagai daerah, termasuk antara sekolah negeri dan swasta, juga menjadi perhatian serius.</span></p>
<p class="p6"><span class="s1">“Kami menekankan pentingnya meminimalkan disparitas akses antardaerah, serta memastikan bahwa sistem seleksi tidak hanya mengandalkan satu pendekatan kognitif, tetapi juga mempertimbangkan potensi, minat, dan kemampuan belajar siswa secara holistik,” ujarnya.</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>3. Pembelajaran Mendalam Masih Belum Tersentuh Secara Menyeluruh</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">PGRI mendukung pendekatan pembelajaran bermakna atau <i>deep learning</i>, namun menilai implementasinya masih belum merata. Banyak guru masih terjebak pada tugas administratif dan konten kurikulum yang terlalu padat.</span></p>
<p class="p5"><span class="s1">“Filosofi <i>deep learning</i> belum diterjemahkan secara sistemik ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), asesmen, dan pelatihan guru. Pembelajaran mendalam sering berhenti di jargon, sementara di ruang kelas guru tetap terjebak pada target administratif dan konten yang tumpang tindih,” ucap Unifah.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kita butuh pelatihan guru yang terstruktur, kurikulum yang lebih ramping, dan suasana belajar yang mendukung inovasi,” tambahnya.</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>4. Integrasi Koding dan AI Butuh Persiapan Matang</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">PGRI menyambut baik rencana integrasi coding dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum. Namun, mereka menegaskan bahwa keberhasilan integrasi ini sangat bergantung pada pelatihan guru, kesiapan infrastruktur TIK, serta pengembangan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan lokal.</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>5. Tes Kompetensi Akademik</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">PGRI mengingatkan bahwa tes kompetensi seharusnya mendorong semangat belajar, bukan menjadi momok seleksi. Tes perlu dirancang agar mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.</span></p>
<p class="p5"><span class="s1">&#8220;Evaluasi kompetensi perlu dirancang untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran, bukan sebagai alat seleksi semata,” kata Unifah.</span></p>
<p class="p4"><span class="s1"><b>6. Pendidikan Dasar Gratis Harus Merata</b></span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi soal pendidikan dasar gratis, PGRI mendorong pemerintah untuk tidak hanya memperkuat sekolah negeri, tetapi juga meningkatkan kualitas sekolah swasta, terutama dalam aspek tenaga pendidik dan sarana prasarana. Pengawasan publik dari DPR, DPD, DPRD, dan masyarakat sipil pun dinilai penting agar implementasinya benar-benar merata dan adil.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/27/pgri-soroti-6-isu-pendidikan-nasional-dari-penjurusan-sma-spmb-hingga-kurikulum-digital/">PGRI Soroti 6 Isu Pendidikan Nasional dari Penjurusan SMA, SPMB hingga Kurikulum Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/27/pgri-soroti-6-isu-pendidikan-nasional-dari-penjurusan-sma-spmb-hingga-kurikulum-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
