<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Spesialis - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/dokter-spesialis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/dokter-spesialis/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 May 2026 15:54:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Dokter Spesialis - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/dokter-spesialis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/06/uin-jakarta-jadi-pelopor-dokter-spesialis-kandungan-di-kampus-islam-negeri/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/06/uin-jakarta-jadi-pelopor-dokter-spesialis-kandungan-di-kampus-islam-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 00:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[FK UIN]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menag]]></category>
		<category><![CDATA[Obgyn]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[PTKIN]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Fatmawati]]></category>
		<category><![CDATA[spesialis kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Zaki, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (05/5). Pertemuan tersebut membahas perkembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program ini menempatkan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/06/uin-jakarta-jadi-pelopor-dokter-spesialis-kandungan-di-kampus-islam-negeri/">UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Zaki, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (05/5).</p>
<p>Pertemuan tersebut membahas perkembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program ini menempatkan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta sebagai institusi PTKIN pertama di Indonesia yang membuka pendidikan dokter spesialis di bidang tersebut.</p>
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kesempatan itu menyatakan mendukung pengembangan program tersebut, termasuk rencana kunjungan langsung ke lokasi penyelenggaraan.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran PTKIN dalam bidang ilmu terapan strategis, khususnya pendidikan kedokteran spesialis, saya siap membantu dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan,&#8221; ungkap Menag dikutip dalam keterangan tertulis.</p>
<p>Surat Keputusan (SK) pendirian Program Spesialis Obgyn Fakultas Kedokteran UIN Jakarta diterbitkan pada November 2025. Sebelumnya, program spesialis paru telah lebih dulu memperoleh penetapan. Inisiasi program ini telah dimulai sejak 2022 dan mendapatkan pengakuan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).</p>
<p>Dekan FK UIN Jakarta, Achmad Zaki, mengungkapkan bahwa minat terhadap program ini mulai terlihat sejak tahap awal.</p>
<p>&#8220;Untuk batch pertama Program Spesialis dokter Kandungan, sebanyak 8 calon peserta telah mendaftarkan diri. Program ini menggunakan Rumah Sakit Fatmawati sebagai rumah sakit rujukan utama, yang merupakan rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sejak berdiri pada 2005, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta telah meluluskan sekitar 1.200 dokter. Kehadiran program spesialis ini diharapkan menjadi jalur lanjutan bagi para alumni yang ingin menempuh pendidikan spesialis dalam ekosistem PTKIN.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/06/uin-jakarta-jadi-pelopor-dokter-spesialis-kandungan-di-kampus-islam-negeri/">UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/06/uin-jakarta-jadi-pelopor-dokter-spesialis-kandungan-di-kampus-islam-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Dokter Spesialis, UPH Resmi Buka Program Pendidikan Bedah Saraf</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/13/krisis-dokter-spesialis-uph-resmi-buka-program-pendidikan-bedah-saraf/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/13/krisis-dokter-spesialis-uph-resmi-buka-program-pendidikan-bedah-saraf/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 22:39:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran UPH]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas Medis Canggih]]></category>
		<category><![CDATA[Julius July]]></category>
		<category><![CDATA[LAM-PTKes]]></category>
		<category><![CDATA[Neuro-Onkologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[PPDS UPH]]></category>
		<category><![CDATA[Siloam Hospitals]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[UPH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf dan mulai membuka pendaftaran mahasiswa angkatan pertama untuk Tahun Akademik 2026/2027 sejak 24 September 2025. Program ini telah mendapat izin resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui SK Nomor 796/B/O/2025 tertanggal 8 September 2025. Langkah tersebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/13/krisis-dokter-spesialis-uph-resmi-buka-program-pendidikan-bedah-saraf/">Krisis Dokter Spesialis, UPH Resmi Buka Program Pendidikan Bedah Saraf</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Tangerang </b>&#8211; Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf dan mulai membuka pendaftaran mahasiswa angkatan pertama untuk Tahun Akademik 2026/2027 sejak 24 September 2025. Program ini telah mendapat izin resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui SK Nomor 796/B/O/2025 tertanggal 8 September 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Langkah tersebut menjadi strategi Fakultas Kedokteran (FK) UPH untuk menjawab kebutuhan mendesak tenaga medis spesialis di Tanah Air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia mencapai 284 juta jiwa pada pertengahan 2025. Sementara itu, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) menetapkan rasio ideal dokter bedah saraf sebesar 1:100.000 penduduk, yang berarti Indonesia membutuhkan lebih dari 2.000 dokter. Namun, hingga kini jumlah dokter yang terdaftar baru sekitar 500 orang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf UPH, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menjelaskan bahwa pembukaan PPDS ini tidak hanya memperluas akses pendidikan dokter spesialis, tetapi juga meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami berkomitmen melahirkan dokter spesialis bedah saraf yang unggul dalam bidang neuro-onkologi, inovatif, berkarakter, dan aktif dalam penelitian serta pelayanan masyarakat. Dengan PPDS ini, kami berharap rasio ideal dokter spesialis di Indonesia dapat segera tercapai,” ujarnya.</span></p>
<figure id="attachment_13046" aria-describedby="caption-attachment-13046" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13046" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1.jpg" alt="Krisis Dokter Spesialis, UPH Resmi Buka Program Bedah Saraf" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/10/Bedah-Saraf1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-13046" class="wp-caption-text">Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf dan telah memperoleh izin resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 796/B/O/2025 tertanggal 8 September 2025. (katafoto/HO/UPH)</figcaption></figure>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Fokus pada Neuro-Onkologi dan Kolaborasi Global</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses pendirian PPDS Bedah Saraf FK UPH telah dimulai sejak 2021 melalui kajian kurikulum mendalam yang membandingkan standar pendidikan dari universitas di dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia, Filipina, Vietnam, Jepang, dan Taiwan.<br />
Di Indonesia, studi banding dilakukan dengan UNUD, UNHAS, USU, UGM, dan UNDIP.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah melalui proses visitasi dari DIKTI, LAM-PTKes, dan Kolegium Bedah Saraf Indonesia, izin resmi akhirnya diterbitkan pada 8 September 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program ini dirancang dengan keunggulan di bidang neuro-onkologi terintegrasi, yang berfokus pada penanganan tumor otak, sumsum tulang belakang, serta gangguan neurologis terkait kanker,” tambah Prof. Julius.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Didukung Fasilitas Medis Modern dan Rumah Sakit Jaringan Nasional</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">PPDS Bedah Saraf FK UPH mendapat dukungan penuh dari Medical Sciences Group (MSG) yang mencakup Siloam Hospitals Group, Fakultas Kedokteran Gigi, Psikologi, Farmasi, Bioteknologi, serta Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN).<br />
Selain itu, RS Siloam Lippo Village menjadi rumah sakit pendidikan utama, didukung oleh jejaring rumah sakit nasional seperti MRCCC, SHKJ, RS Dharmais, RS PON, dan RSUD Tangerang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mahasiswa PPDS dibekali akses ke teknologi diagnostik canggih seperti MRI 3 Tesla, PET-scan, Cath-lab DSA, dan Radioterapi.<br />
Fasilitas operatif meliputi mikroskop PENTERO &amp; KINEVO, CUSA, Neuro-navigasi, hingga Awake Neurosurgery dan Gamma-knife Radiosurgery.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami menyediakan fasilitas terbaik dengan dukungan tim spesialis berpengalaman untuk memastikan proses pendidikan berlangsung optimal,” tegas Prof. Julius.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Lahirkan Dokter Spesialis Berkompeten dan Humanis</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program PPDS Bedah Saraf FK UPH ditempuh selama lima tahun. Peserta wajib berusia maksimal 35 tahun, telah menyelesaikan internship, memiliki STR, SIP, dan sertifikat ACLS yang masih berlaku.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kurikulum disusun berbasis kompetensi dengan pendekatan pelayanan, pendidikan, dan penelitian, agar lulusan memiliki keahlian klinis, kemampuan analitis, serta semangat <i>lifelong learning</i>.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami berharap lulusan PPDS UPH mampu berkontribusi nyata bagi dunia medis, menjaga etika profesi, serta turut mewujudkan pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” tutup Prof. Julius.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/13/krisis-dokter-spesialis-uph-resmi-buka-program-pendidikan-bedah-saraf/">Krisis Dokter Spesialis, UPH Resmi Buka Program Pendidikan Bedah Saraf</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/13/krisis-dokter-spesialis-uph-resmi-buka-program-pendidikan-bedah-saraf/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 01:06:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[bedah jantung]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS layanan radioterapi.]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[operasi jantung terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Palu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerataan layanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[radioterapi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Undata]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit rujukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palu &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, Sulawesi Tengah, mencetak sejarah baru dalam dunia medis dengan sukses menyelenggarakan operasi jantung terbuka pertamanya pada Kamis (31/7). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan penyakit katastropik di wilayah timur Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Undata, menegaskan pentingnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/">RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Palu</b> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, Sulawesi Tengah, mencetak sejarah baru dalam dunia medis dengan sukses menyelenggarakan operasi jantung terbuka pertamanya pada Kamis (31/7). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan penyakit katastropik di wilayah timur Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Undata, menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya untuk tiga penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, dan kanker.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jantung menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, dengan angka kematian mencapai 275 ribu jiwa setiap tahun. Artinya, kita harus memberikan perhatian lebih di bidang ini,&#8221; ujar Menkes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejak akhir 2022, Kementerian Kesehatan telah merancang strategi nasional untuk pemerataan layanan, termasuk memperkuat kemampuan rumah sakit provinsi dalam menjalankan bedah jantung terbuka, terapi radiasi untuk kanker, serta intervensi stroke berbasis kateter.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ketika saya mulai menjabat akhir 2020, hanya sembilan provinsi yang bisa melakukan bedah jantung terbuka. Sekarang, dalam waktu kurang dari tiga tahun, jumlahnya sudah mencapai 27 provinsi. Targetnya, seluruh provinsi dapat melakukan operasi katup jantung, bypass, dan bedah jantung bawaan pada anak,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, Kemenkes menargetkan pembangunan fasilitas radio-onkologi di seluruh provinsi dengan teknologi terkini, mengingat angka kematian akibat kanker, terutama kanker payudara, masih sangat tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes juga mengingatkan bahwa layanan pengobatan harus seimbang dengan langkah promotif dan preventif melalui deteksi dini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya tidak bangga jika antrean operasi jantung mencapai 1.500 orang. Itu justru menunjukkan kita gagal menjaga masyarakat tetap sehat. Program skrining gratis harus dimanfaatkan, mulai dari cek gula darah, kolesterol, hingga tekanan darah,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam pertemuan dengan manajemen RSUD Undata, Menkes juga menyoroti krisis tenaga dokter spesialis yang diperkirakan mencapai kekurangan 70 ribu orang hingga 2032. Untuk mengatasinya, Kemenkes mendorong model pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit tanpa membebani biaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita butuh 300–500 pusat pendidikan dokter spesialis dalam lima tahun ke depan. Tidak harus di universitas besar seperti UI atau Unair. Anak-anak daerah juga harus punya akses yang sama,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia pun berharap RSUD Undata bisa menjadi salah satu pusat pendidikan dokter spesialis, dimulai dari bidang penyakit dalam dan jantung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat dan daerah yang memungkinkan rumah sakitnya menjadi pusat layanan bedah jantung di Sulawesi Tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selama saya bertugas, Pak Menteri sudah tiga kali hadir di sini. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang mendukung penuh pelaksanaan program prioritas dari Kementerian Kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami diberi dorongan untuk segera melaksanakan operasi jantung terbuka. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kami terus berkoordinasi dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk memastikan kesiapan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada pelaksanaan perdananya, RSUD Undata berhasil melakukan operasi jantung terbuka kepada dua pasien.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, dua pasien telah sukses menjalani operasi. Ini menjadi kebanggaan dan bentuk syukur kami. Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">drg. Herry menambahkan, RSUD Undata kini juga telah membuka layanan radioterapi untuk pasien kanker dan tengah memfinalisasi kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hari ini kami akan menandatangani kerja sama layanan radioterapi dengan BPJS. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemenkes dan BPJS yang membantu memperluas akses layanan ini,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/">RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 16:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Tertinggal]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerataan Layanan Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres 81 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Medis 3T]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Dokter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur tunjangan khusus bagi dokter spesialis dan subspesialis, termasuk dokter gigi, yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DPTK). Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada tenaga medis yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/">Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur tunjangan khusus bagi dokter spesialis dan subspesialis, termasuk dokter gigi, yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DPTK).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada tenaga medis yang mengabdi di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Pemerintah menyadari bahwa pemerataan tenaga medis masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi melalui insentif yang adil, layak, dan berkesinambungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tunjangan ini adalah wujud apresiasi negara bagi para dokter yang berada di garis depan. Kami ingin mereka merasa dihargai dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik di mana pun berada,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari keterangan tertulis</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan Perpres tersebut, pemerintah menetapkan besaran tunjangan sebesar Rp30.012.000 per bulan, di luar gaji pokok dan tunjangan lainnya yang berlaku sesuai aturan kepegawaian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada tahap awal, insentif ini akan diberikan kepada lebih dari 1.100 dokter spesialis yang saat ini bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Menkes Budi, tantangan dalam mendistribusikan tenaga medis ke wilayah-wilayah sulit bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek kesejahteraan dan motivasi mereka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau kita ingin membangun sistem kesehatan yang kokoh, maka kesejahteraan dokter di daerah terpencil harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penentuan wilayah penerima tunjangan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan pemetaan kebutuhan nasional, dengan prioritas pada daerah yang memiliki keterbatasan akses, kekurangan tenaga medis, serta lokasi yang membutuhkan intervensi afirmatif dari pemerintah pusat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah juga mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung implementasi kebijakan ini, termasuk dalam hal penyediaan anggaran, sarana logistik, tempat tinggal, transportasi, hingga pengamanan bagi tenaga medis yang bertugas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain tunjangan finansial, dokter dan tenaga kesehatan yang ditugaskan di wilayah DPTK juga akan mendapatkan akses pelatihan berjenjang dan pembinaan karier untuk memastikan peningkatan kompetensi serta profesionalisme mereka tetap terjaga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jangan sampai tenaga kesehatan di pelosok justru tertinggal dalam hal pengembangan diri. Mereka juga berhak mendapat akses pelatihan dan pendidikan,” tambah Menkes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes berharap kebijakan ini menjadi daya tarik bagi para tenaga medis muda untuk mengabdi di daerah prioritas, sekaligus menjadi pondasi dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh dan merata.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/">Tenaga Medis di Wilayah Terpencil Kini Dapat Tunjangan Khusus dari Negara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/29/tenaga-medis-di-wilayah-terpencil-kini-dapat-tunjangan-khusus-dari-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 10:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[PPDS]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi PPDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan penyebab maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis (PPDS). Menurutnya, sistem senioritas yang terlalu dominan dan minimnya keterlibatan dosen dalam proses pembelajaran menjadi pemicu utama. &#8220;Perundungan terjadi karena proses belajar lebih banyak diambil alih oleh senior, bukan dosen yang seharusnya mengajar,&#8221; ujarnya saat rapat kerja dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/">Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan penyebab maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis (PPDS). Menurutnya, sistem senioritas yang terlalu dominan dan minimnya keterlibatan dosen dalam proses pembelajaran menjadi pemicu utama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Perundungan terjadi karena proses belajar lebih banyak diambil alih oleh senior, bukan dosen yang seharusnya mengajar,&#8221; ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Selasa (29/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Budi menjelaskan bahwa banyak dosen sibuk praktik di rumah sakit, sehingga pembelajaran diserahkan kepada senior yang belum tentu memiliki pendekatan edukatif. Akibatnya, pengawasan terhadap proses pendidikan melemah dan membuka ruang bagi perilaku intimidatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan bahwa sebagian besar rumah sakit pendidikan seperti RSUD dr. Soetomo dan RSCM mengalami beban tinggi karena jumlah peserta didik yang banyak, sementara jumlah pengajar tidak sebanding. Idealnya, praktik klinis dilakukan dengan bimbingan langsung dari dosen, namun kondisi di lapangan berkata lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan memperbarui sistem pendidikan dokter spesialis. Salah satunya dengan penerapan <i>e-logbook</i>, yakni sistem digital yang mencatat progres belajar peserta dan mengukur kompetensi berdasarkan praktik yang dilakukan. Kelulusan peserta akan dievaluasi berdasarkan data objektif, bukan sekadar penilaian subjektif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Lewat sistem ini, setiap tindakan medis akan tercatat, mulai dari jumlah praktik hingga keberhasilan tindakan. Ini menjadi dasar kelulusan,” jelas Budi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menyampaikan bahwa penilaian terhadap senior kini akan melibatkan umpan balik dari junior. Evaluasi ini bersifat anonim dan menjadi salah satu indikator kelayakan senior untuk lulus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau ingin lulus, senior harus mendapat penilaian baik dari junior. Ini bagian dari perbaikan kultur pendidikan agar bebas dari perundungan,” tutup Menkes.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/">Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/04/29/menkes-budi-senioritas-jadi-akar-perundungan-di-pendidikan-dokter-spesialis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
