<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekosistem laut - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/ekosistem-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/ekosistem-laut/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 02:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Ekosistem laut - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/ekosistem-laut/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produksi Ikan RI Nomor 2 Dunia, Tapi Warganya Masih Jarang Makan Ikan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/10/produksi-ikan-ri-nomor-2-dunia-tapi-warganya-masih-jarang-makan-ikan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/10/produksi-ikan-ri-nomor-2-dunia-tapi-warganya-masih-jarang-makan-ikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 02:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[Alim Isnansetyo]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem laut]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumsi Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Overfishing]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan produksi perikanan terbesar kedua di dunia setelah China. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total produksi perikanan nasional pada 2025 mencapai 26,25 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya. Namun, besarnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/10/produksi-ikan-ri-nomor-2-dunia-tapi-warganya-masih-jarang-makan-ikan/">Produksi Ikan RI Nomor 2 Dunia, Tapi Warganya Masih Jarang Makan Ikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta </b>&#8211; Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan produksi perikanan terbesar kedua di dunia setelah China. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total produksi perikanan nasional pada 2025 mencapai 26,25 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya.</p>
<p>Namun, besarnya produksi tersebut belum diikuti tingginya konsumsi ikan di dalam negeri. Dibandingkan sejumlah negara, seperti Malaysia dan Jepang, tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih relatif rendah.</p>
<p>Data KKP menunjukkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional pada 2024 mencapai 58,76 kilogram per kapita per tahun. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian besar wilayah Jawa, angka konsumsi bahkan lebih rendah dibandingkan kawasan pesisir maupun Indonesia Timur yang rata-rata berada pada kisaran 77 hingga 82 kilogram per kapita per tahun.</p>
<p>Guru Besar Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., mengatakan rendahnya konsumsi ikan di Pulau Jawa dipengaruhi oleh kebiasaan makan masyarakat yang telah terbentuk sejak kecil.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat di Jawa lebih terbiasa mengonsumsi sumber protein seperti ayam, tahu, dan tempe sebagai lauk sehari-hari. Sementara itu, masyarakat di Indonesia Timur sejak dini telah terbiasa menjadikan ikan sebagai menu utama.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini sebenarnya kebiasaan dari kecil yang seharusnya ini diberikan pembelajaran untuk adik-adik generasi muda untuk dibiasakan mengkonsumsi ikan,&#8221; ujar Alim dikutip dari laman ugm.</p>
<p>Selain faktor budaya makan, Alim menilai masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat ikan juga menjadi penyebab konsumsi ikan belum optimal. Padahal, ikan mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino lengkap, serta kaya akan asam lemak tak jenuh seperti omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, sistem peredaran darah, hingga perkembangan otak tanpa meningkatkan kadar kolesterol.</p>
<p>Ia juga menyoroti masih terbatasnya produk olahan ikan yang praktis dan siap dikonsumsi.</p>
<p>&#8220;Belum banyak beredar produk olahan ikan yang siap santap di masyarakat, membuat mereka malas untuk mengkonsumsinya,&#8221; katanya.</p>
<p><b>Distribusi Masih Menjadi Tantangan</b></p>
<p>Menurut Alim, persoalan distribusi juga menjadi hambatan dalam meningkatkan konsumsi ikan nasional. Sebagian besar hasil tangkapan berasal dari wilayah Indonesia Timur, sementara daerah dengan jumlah penduduk terbesar berada di Pulau Jawa.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat proses distribusi membutuhkan biaya besar, waktu yang lebih lama, serta sistem penanganan khusus karena ikan merupakan komoditas yang mudah rusak.</p>
<p>&#8220;Nah, logistik untuk mengirim ke daerah-daerah yang mempunyai populasi tinggi itu kan memerlukan waktu dan biaya, juga memerlukan penanganan khusus. Tidak semua daerah itu kan mempunyai logistik yang memadai, sehingga distribusi itu terbatas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Alim menambahkan, keterbatasan fasilitas rantai dingin (<i>cold chain</i>) di berbagai daerah juga menjadi kendala sehingga pasokan ikan segar belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.</p>
<p><b>Berdampak pada Bisnis Perikanan</b></p>
<p>Rendahnya konsumsi ikan, lanjut Alim, turut memengaruhi stabilitas sektor perikanan nasional. Ketika hasil tangkapan melimpah tetapi permintaan pasar rendah, harga ikan cenderung turun karena daya serap konsumen tidak sebanding dengan jumlah produksi.</p>
<p>Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Salah satunya adalah praktik penangkapan ikan berlebih (<i>overfishing</i>) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi mengancam populasi ikan.</p>
<p>&#8220;Di daerah-daerah tertentu sudah terjadi overfishing atau penangkapan yang berlebihan, ini akan membahayakan populasi karena ikan yang ditangkap terlalu banyak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><b>Edukasi hingga Penegakan Hukum</b></p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Alim mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah menggalakkan edukasi gemar makan ikan sejak usia dini agar kebiasaan mengonsumsi ikan dapat terbentuk sejak kecil.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung pelaku usaha pengolahan ikan agar mampu menghasilkan produk siap santap yang lebih praktis dan mudah dipasarkan. Ketersediaan bahan baku ikan segar, perbaikan sistem distribusi, serta penguatan infrastruktur logistik juga dinilai penting agar pasokan ikan tetap terjaga hingga ke daerah padat penduduk.</p>
<p>Di sisi konservasi, Alim menegaskan perlunya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan ekosistem laut dan praktik penangkapan ikan berlebihan. Pengawasan kawasan konservasi laut juga harus diperketat guna menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Nah, itu harus diterapkan penegakan-penegakan hukum dan kawasan-kawasan konservasi itu juga harus dijaga dengan ketat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/10/produksi-ikan-ri-nomor-2-dunia-tapi-warganya-masih-jarang-makan-ikan/">Produksi Ikan RI Nomor 2 Dunia, Tapi Warganya Masih Jarang Makan Ikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/10/produksi-ikan-ri-nomor-2-dunia-tapi-warganya-masih-jarang-makan-ikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendukung Pelestarian Ekosistem Laut, PERURI Lepas Tukik di Bali</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/12/24/mendukung-pelestarian-ekosistem-laut-peruri-lepas-tukik-di-bali/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/12/24/mendukung-pelestarian-ekosistem-laut-peruri-lepas-tukik-di-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 01:45:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CSR dan ESG]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem laut]]></category>
		<category><![CDATA[Keberlanjutan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi laut]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[PERURI]]></category>
		<category><![CDATA[PERURI Lepas Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Program TJSL]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainable Development Goals (SDGs)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=7039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bali &#8211; Untuk mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) melepas tukik (anak penyu) ke Pantai Saba, Gianyar, Bali. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dalam pelestarian lingkungan hidup yang diikuti sejumlah karyawan PERURI. Penyu merupakan salah satu satwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/24/mendukung-pelestarian-ekosistem-laut-peruri-lepas-tukik-di-bali/">Mendukung Pelestarian Ekosistem Laut, PERURI Lepas Tukik di Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Bali</b> &#8211; Untuk mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) melepas tukik (anak penyu) ke Pantai Saba, Gianyar, Bali. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dalam pelestarian lingkungan hidup yang diikuti sejumlah karyawan PERURI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penyu merupakan salah satu satwa laut yang dilindungi dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu juga membantu mengontrol populasi ubur-ubur yang dapat mengganggu keseimbangan kehidupan laut lainnya. Tukik yang dilepas merupakan jenis satwa yang terancam populasinya akibat perburuan, pencemaran laut, dan rusaknya habitat alami.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penyu tidak hanya merupakan satwa yang dilindungi, tetapi juga memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan laut. Langkah kecil seperti ini bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis PERURI.</span></p>
<figure id="attachment_7040" aria-describedby="caption-attachment-7040" style="width: 1346px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7040" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2.jpg" alt="Mendukung Pelestarian Ekosistem Laut, PERURI Lepas Tukik di Bali" width="1346" height="882" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2.jpg 1346w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-300x197.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-1024x671.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-768x503.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-150x98.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-696x456.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Tukik-PERURI2-1068x700.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1346px) 100vw, 1346px" /><figcaption id="caption-attachment-7040" class="wp-caption-text">Sejumlah karyawan PERURI melepas tukik (anak penyu) dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut di Pantai Saba, Gianyar, Bali (katafoto/HO/PERURI)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dalam poin 14 tentang “Kehidupan Bawah Air” yang berfokus pada perlindungan dan pelestarian ekosistem laut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adi menambahkan, program PERURI yang bermitra dengan Bumi Journey, lembaga swadaya masyarakat di bidang konservasi satwa laut ini tidak berhenti pada pelepasan tukik. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami berencana melanjutkan program ini dengan langkah-langkah yang lebih besar, seperti mendukung penanaman vegetasi pesisir, pengembangan habitat penyu, dan penyediaan fasilitas penangkaran. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,”imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pengelola konservasi penyu di Pantai Saba, Andri mengapresiasi terhadap inisiatif PERURI yang memberikan dampak positif. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kegiatan seperti ini tidak hanya mendukung konservasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan laut. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melalui program TJSL ini, PERURI terus menunjukkan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada keberhasilan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/24/mendukung-pelestarian-ekosistem-laut-peruri-lepas-tukik-di-bali/">Mendukung Pelestarian Ekosistem Laut, PERURI Lepas Tukik di Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/12/24/mendukung-pelestarian-ekosistem-laut-peruri-lepas-tukik-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
