<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Game Online - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/game-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/game-online/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 14:07:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Game Online - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/game-online/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Roblox Terapkan Verifikasi Usia dan Pembatasan Fitur untuk Anak</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/30/roblox-terapkan-verifikasi-usia-dan-pembatasan-fitur-untuk-anak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/30/roblox-terapkan-verifikasi-usia-dan-pembatasan-fitur-untuk-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TEKNEWS]]></category>
		<category><![CDATA[BNPT]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Game Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kemkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[PP Tunas]]></category>
		<category><![CDATA[Roblox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16417</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi terhadap langkah platform gim Roblox yang telah menerapkan sistem verifikasi usia bagi pengguna di Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP Tunas. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/30/roblox-terapkan-verifikasi-usia-dan-pembatasan-fitur-untuk-anak/">Roblox Terapkan Verifikasi Usia dan Pembatasan Fitur untuk Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi terhadap langkah platform gim Roblox yang telah menerapkan sistem verifikasi usia bagi pengguna di Indonesia.</p>
<p>Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP Tunas.</p>
<p>Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4), Meutya menegaskan bahwa penerapan kebijakan ini sangat relevan dengan regulasi, mengingat dominasi pengguna anak di platform tersebut. Dari total 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, sekitar 23 juta di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah 16 tahun.</p>
<p>&#8220;Roblox telah menghilangkan fitur komunikasi dengan orang tidak dikenal untuk anak dengan usia kurang dari 16 tahun dan 13 tahun. Langkah ini sejalan dengan aspek utama dalam aturan pemerintah, yakni pembatasan komunikasi dengan orang tak dikenal serta pengendalian konten,&#8221; ujar Meutya.</p>
<p>Tak hanya itu, Roblox juga menghadirkan fitur pengaturan waktu layar (screen time) yang bisa dikontrol orang tua untuk membantu membatasi durasi bermain anak dan menekan potensi kecanduan gim.</p>
<p>Meutya mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah mengantongi komitmen kepatuhan terhadap PP Tunas dari sejumlah platform digital besar, seperti Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, YouTube, dan TikTok.</p>
<p>Upaya perlindungan anak ini juga diperkuat oleh dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. &#8220;Kami sangat terbantu dengan aturan jika anak-anak sekolah tidak membawa gawai ke sekolah,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, turut mengapresiasi langkah tegas Kemkomdigi dalam mengimplementasikan PP Tunas. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi benteng penting untuk melindungi generasi muda dari paparan radikalisme dan propaganda terorisme di ruang digital.</p>
<p>&#8220;Kami sudah melakukan pencegahan terhadap 112 anak-anak yang terpapar terorisme melalui media sosial,&#8221; ungkap Komjen Eddy.</p>
<p>Ia menambahkan, BNPT akan terus melakukan langkah mitigasi secara berkelanjutan agar anak-anak tidak menjadi target jaringan teroris yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan paham radikal.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/30/roblox-terapkan-verifikasi-usia-dan-pembatasan-fitur-untuk-anak/">Roblox Terapkan Verifikasi Usia dan Pembatasan Fitur untuk Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/30/roblox-terapkan-verifikasi-usia-dan-pembatasan-fitur-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber Terrorism]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Game Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Densus 88 Antiteror Polri kembali mengumumkan perkembangan penting terkait kasus perekrutan anak oleh jaringan terorisme melalui ruang digital. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, terungkap bahwa hingga November 2025 sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun di 26 provinsi telah terpapar upaya rekrutmen melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial, game online, aplikasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/">Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Densus 88 Antiteror Polri kembali mengumumkan perkembangan penting terkait kasus perekrutan anak oleh jaringan terorisme melalui ruang digital. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, terungkap bahwa hingga November 2025 sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun di 26 provinsi telah terpapar upaya rekrutmen melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial, game online, aplikasi pesan instan, hingga situs tertutup.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kelompok teror kini menggunakan pola yang semakin agresif dengan memanfaatkan kondisi psikologis anak-anak yang rentan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ruang digital menjadi pintu masuk utama. Mereka memulai interaksi dari platform terbuka seperti media sosial dan game online, kemudian beralih ke percakapan pribadi untuk membangun kedekatan emosional sebelum menyusupkan ideologi,” jelas Brigjen Trunoyudo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam penanganan kasus ini, Densus 88 telah mengamankan lima tersangka dewasa yang diduga berperan sebagai pengendali dan perekrut anak-anak: </span><span class="s1">FB alias YT (47), Medan, </span><span class="s1">LN (23), Banggai, </span><span class="s1">PB alias BNS (37), Sleman, </span><span class="s1">NSPO (18), Tegal dan </span><span class="s1">JJS alias BS (19), Agam<br />
</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penangkapan terbaru pada 17 November 2025 berhasil menjaring dua perekrut inti dari Sumatera Barat dan Jawa Tengah. Mereka disebut melakukan pendekatan sistematis untuk menarik anak-anak masuk ke jaringan terorisme, bahkan mendorong mereka melakukan aksi kekerasan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Trunoyudo, pola propaganda yang digunakan kini semakin tersamarkan dengan memanfaatkan konten yang akrab dengan keseharian anak-anak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Video singkat, animasi, meme, hingga musik dijadikan alat untuk menarik perhatian. Mereka memanfaatkan rasa ingin tahu, pengalaman bullying, kondisi keluarga bermasalah, hingga pencarian identitas diri anak,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses penyebaran dilakukan secara bertahap, dimulai dari platform seperti Instagram, Facebook, serta berbagai game online, sebelum diarahkan ke percakapan tertutup melalui WhatsApp atau Telegram.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menutup keterangannya, Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa negara tidak akan memberi celah bagi eksploitasi anak oleh jaringan teror.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Polri berkomitmen penuh untuk melindungi anak-anak Indonesia dari radikalisasi, eksploitasi ideologi, dan kekerasan digital. Anak adalah masa depan bangsa, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka terhindar dari ancaman terorisme,” tegasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/">Mengejutkan, Video Pendek dan Meme Jadi Senjata Teroris Rekrut 110 Anak di 26 Provinsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/19/mengejutkan-video-pendek-dan-meme-jadi-senjata-teroris-rekrut-110-anak-di-26-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Batasi Media Sosial untuk Anak, Perlu Regulasi Ketat dan Peran Orang Tua</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/02/10/pemerintah-batasi-media-sosial-untuk-anak-perlu-regulasi-ketat-dan-peran-orang-tua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/02/10/pemerintah-batasi-media-sosial-untuk-anak-perlu-regulasi-ketat-dan-peran-orang-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 09:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP & KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Batasan Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Game Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IX DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial Anak]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=8408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak perlu didukung dengan kebijakan yang menyeluruh, termasuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa perlindungan anak di dunia digital tidak cukup hanya dengan pembatasan, tetapi juga harus melibatkan regulasi ketat terhadap platform digital serta peran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/10/pemerintah-batasi-media-sosial-untuk-anak-perlu-regulasi-ketat-dan-peran-orang-tua/">Pemerintah Batasi Media Sosial untuk Anak, Perlu Regulasi Ketat dan Peran Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak perlu didukung dengan kebijakan yang menyeluruh, termasuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa perlindungan anak di dunia digital tidak cukup hanya dengan pembatasan, tetapi juga harus melibatkan regulasi ketat terhadap platform digital serta peran aktif orang tua.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya mendukung upaya pemerintah melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Upaya ini harus diikuti dengan pengaturan terhadap game online yang banyak mengandung unsur adiktif dan tidak ramah anak,”<span class="Apple-converted-space">  </span>ujar Netty dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/2)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Netty menekankan bahwa edukasi tidak hanya perlu diberikan kepada anak-anak tetapi juga kepada para orang tua.</span></p>
<figure id="attachment_8410" aria-describedby="caption-attachment-8410" style="width: 1062px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8410" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1.jpg" alt="Pemerintah Batasi Media Sosial untuk Anak, Perlu Regulasi Ketat dan Peran Orang Tua" width="1062" height="708" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1.jpg 1062w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Media-Sosial-Anak1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1062px) 100vw, 1062px" /><figcaption id="caption-attachment-8410" class="wp-caption-text">Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. (katafoto/HO/Azka/vel)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Orang tua bertanggung jawab mengawasi dan membimbing anak dalam penggunaan teknologi digital. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menggencarkan sosialisasi dan edukasi agar orang tua tahu cara melindungi anak dari konten yang tidak pantas dan sadar akan bahayanya,”<span class="Apple-converted-space">  </span>jelas politisi Fraksi PKS </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, Netty mendesak pemerintah untuk memperketat verifikasi usia pengguna media sosial. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saat ini masih banyak anak di bawah umur yang dengan mudah membuat akun media sosial tanpa adanya filter konten untuk anak di bawah umur. Pemerintah harus mewajibkan platform digital memiliki sistem verifikasi usia yang lebih ketat dan transparan,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Netty juga menggarisbawahi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental anak, seperti meningkatnya kecemasan, depresi, dan gangguan tidur akibat paparan konten berlebihan serta cyberbullying.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berkontribusi terhadap penurunan kesehatan mental anak. Kita melihat kasus cyberbullying, kecanduan media sosial, hingga gangguan tidur akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oleh karena itu, ia mendorong platform media sosial dan game online untuk lebih proaktif dalam menyediakan fitur yang mendukung kesehatan mental anak, seperti pembatasan waktu penggunaan, konten edukatif, serta mekanisme pelaporan konten berbahaya. Terakhir, Netty menegaskan perlunya transparansi dari platform digital dalam menjaga keamanan anak di dunia maya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Transparansi sangat penting. Platform digital harus secara berkala melaporkan langkah-langkah yang mereka ambil dalam melindungi anak di dunia maya, termasuk algoritma yang mereka gunakan untuk memfilter konten,&#8221; pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/10/pemerintah-batasi-media-sosial-untuk-anak-perlu-regulasi-ketat-dan-peran-orang-tua/">Pemerintah Batasi Media Sosial untuk Anak, Perlu Regulasi Ketat dan Peran Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/02/10/pemerintah-batasi-media-sosial-untuk-anak-perlu-regulasi-ketat-dan-peran-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
