<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Geopolitik - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/geopolitik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/geopolitik/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 02:30:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Geopolitik - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/geopolitik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tarif AS Naik dan Konflik Memanas, Mengapa Indonesia Justru Diuntungkan?</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/21/tarif-as-naik-dan-konflik-memanas-mengapa-indonesia-justru-diuntungkan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/21/tarif-as-naik-dan-konflik-memanas-mengapa-indonesia-justru-diuntungkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 02:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Global]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Global]]></category>
		<category><![CDATA[tarif impor]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketegangan geopolitik global kembali memanas, dipicu oleh meningkatnya hubungan yang kurang harmonis antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus mengancam jalur perdagangan energi dunia. Di sisi lain, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga kembali menjadi perhatian setelah penerapan tarif impor global sementara yang bisa mencapai sekitar 15 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/21/tarif-as-naik-dan-konflik-memanas-mengapa-indonesia-justru-diuntungkan/">Tarif AS Naik dan Konflik Memanas, Mengapa Indonesia Justru Diuntungkan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketegangan geopolitik global kembali memanas, dipicu oleh meningkatnya hubungan yang kurang harmonis antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus mengancam jalur perdagangan energi dunia. Di sisi lain, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga kembali menjadi perhatian setelah penerapan tarif impor global sementara yang bisa mencapai sekitar 15 persen, menambah lapisan ketidakpastian dalam perdagangan internasional.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, arus perdagangan dan investasi global mulai mencari wilayah yang lebih stabil dan memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Dalam hal ini, Asia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi dunia.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan stabilitas domestik relatif terjaga, Indonesia menjadi salah satu tujuan menarik bagi investasi. Konektivitas regional yang semakin kuat juga memperdalam integrasi Indonesia dalam arus perdagangan dan investasi kawasan, termasuk melalui kemitraan ekonomi dengan Tiongkok yang kini menjadi pilar penting dalam rantai pasok regional. Bagi pelaku usaha nasional, dinamika ini bukan sekadar tren bilateral, melainkan peluang konkret untuk memperluas pasar dan memperkuat bisnis lintas negara.</p>
<p>“Momentum Indonesia–Tiongkok bukan hanya peluang perdagangan, tetapi juga mencerminkan transformasi lanskap bisnis regional yang semakin terintegrasi,” ujar Director of Institutional Banking Group at PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin.</p>
<p>Sejumlah rekomendasi dari sektor perbankan, Bank DBS,hadir membantu korporasi yang memiliki hubungan bisnis lintas negara dengan Tiongkok—agar tetap adaptif di tengah ketidakpastian.</p>
<p><b>Diversifikasi untuk Antisipasi Risiko Geopolitik</b></p>
<p>Pada 2026, faktor geopolitik kembali menjadi penentu utama arah ekonomi global. Konflik yang meningkat di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, berpotensi mengganggu jalur perdagangan yang menghubungkan Asia, Eropa, dan kawasan tersebut. Dampaknya, arus logistik global bisa terganggu dan biaya distribusi meningkat, sehingga menambah tekanan pada rantai pasok.</p>
<p>Meski demikian, Asia tetap menunjukkan prospek pertumbuhan yang kuat, dengan Tiongkok sebagai salah satu penggerak utama. DBS Group Research memperkirakan ekonomi Tiongkok masih dapat tumbuh sekitar 4,5 persen, didukung kebijakan moneter yang akomodatif. Hal ini menjaga aktivitas perdagangan dan investasi regional tetap berjalan.</p>
<p>Bagi korporasi Indonesia, kondisi ini membuka peluang untuk menyeimbangkan risiko global melalui diversifikasi pasar sekaligus memperkuat keterlibatan dalam rantai pasok regional yang terintegrasi dengan Tiongkok sebagai pusat manufaktur dunia.</p>
<p>Namun, ekspansi lintas negara juga membawa tantangan, seperti perubahan regulasi, fluktuasi permintaan, hingga volatilitas nilai tukar. Karena itu, perusahaan perlu memperkuat ketahanan operasional melalui diversifikasi jalur logistik, memperluas jaringan mitra, serta menerapkan scenario planning dan fleksibilitas keuangan.</p>
<p><b>Strategi Mengelola Risiko Nilai Tukar</b></p>
<p>Dalam konteks bisnis lintas negara, DBS Group Research memproyeksikan nilai tukar USD/IDR berada di kisaran Rp16.350 pada akhir 2026, melanjutkan tren penguatan dolar sejak 2025. Meski Bank Indonesia terus melakukan intervensi, tekanan eksternal masih berpotensi memicu fluktuasi signifikan.</p>
<p>Korporasi dengan eksposur terhadap impor bahan baku, utang valuta asing, maupun proyek internasional menjadi pihak yang paling terdampak. Oleh sebab itu, pengelolaan risiko nilai tukar menjadi kebutuhan utama, bukan lagi pilihan.</p>
<p>Strategi seperti hedging, natural hedge melalui pencocokan arus kas, hingga penyesuaian struktur pembiayaan berdasarkan mata uang pendapatan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas margin dan arus kas.</p>
<p><b>Memperkuat Struktur Keuangan untuk Ekspansi</b></p>
<p>Prospek ekonomi Indonesia tetap positif, dengan pertumbuhan diperkirakan sekitar 5,3 persen dan inflasi terjaga di kisaran 2,8 persen. Di sisi lain, ekonomi Tiongkok juga diproyeksikan tumbuh stabil dengan inflasi rendah sekitar 0,5 persen dan suku bunga di kisaran 2,75 persen.</p>
<p>Kombinasi stabilitas ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mendorong investasi lintas negara, pembiayaan perdagangan, serta kolaborasi industri jangka panjang.</p>
<p>Namun demikian, risiko global seperti volatilitas arus modal dan ketidakpastian geopolitik tetap harus diantisipasi. Karena itu, perusahaan perlu menjaga struktur neraca yang sehat, tingkat leverage yang terukur, serta diversifikasi sumber pendanaan agar tetap fleksibel dalam mengambil keputusan investasi.</p>
<p><b>Peluang dari Pergeseran Rantai Pasok</b></p>
<p>Perubahan geopolitik dan kebijakan perdagangan global turut mendorong restrukturisasi rantai pasok internasional. Hal ini membuka peluang bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem produksi global.</p>
<p>Tren ini terlihat dari ekspansi perusahaan Tiongkok yang mulai memperluas basis produksi ke luar Amerika Serikat, dengan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama. Posisi Tiongkok sebagai investor asing di Indonesia pun meningkat signifikan, dari peringkat ke-9 pada 2015 menjadi ke-2 pada 2019.</p>
<p>Sepanjang 2019 hingga September 2024, nilai investasi Tiongkok mencapai sekitar USD34,19 miliar atau sekitar 18 persen dari total investasi asing. Investasi tersebut terkonsentrasi pada sektor logam dasar, transportasi dan logistik, kimia, energi, serta pengembangan kawasan industri.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa peluang bagi korporasi Indonesia tidak hanya terbatas pada ekspor komoditas, tetapi juga pada keterlibatan dalam rantai nilai industri yang lebih luas. Kolaborasi seperti joint venture, integrasi produksi, hingga transfer teknologi menjadi peluang strategis yang dapat dimanfaatkan.</p>
<p><b>Memperkuat Daya Saing dan Kolaborasi Industri</b></p>
<p>Kebijakan tarif Amerika Serikat menciptakan dinamika baru dalam perdagangan global. Produk Indonesia kini menghadapi tarif mendekati MFN ditambah tarif sementara sekitar 15 persen hingga pertengahan 2026. Meski memberikan peluang peningkatan daya saing, sifat tarif yang sementara menuntut pelaku usaha tetap adaptif.</p>
<p>Diversifikasi pasar ekspor dan efisiensi rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga keunggulan kompetitif. Dalam hal ini, Tiongkok tetap menjadi mitra strategis penting bagi Indonesia.</p>
<p>Pembaruan kerja sama Two Parks Twin Countries (TCTP) pada Mei 2025 menegaskan komitmen kedua negara dalam meningkatkan kapasitas industri dan nilai tambah. Ini membuka peluang luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk terlibat dalam sektor manufaktur, pengolahan, hingga pengembangan teknologi bersama.</p>
<p>Menanggapi perkembangan ini, Bank DBS Indonesia terus mendampingi nasabah melalui penyediaan insight pasar serta akses terhadap pandangan para pakar. Seiring meningkatnya konektivitas bisnis Indonesia–Tiongkok, DBS Global Financial Markets (GFM) juga menghadirkan solusi keuangan terintegrasi untuk membantu pelaku usaha mengelola risiko dan memanfaatkan peluang.</p>
<p>Melalui analisis pasar yang mendalam, layanan konsultasi investasi, serta akses ke berbagai instrumen global, DBS GFM mendukung strategi investasi yang lebih terukur dan berkelanjutan.</p>
<p>“Perusahaan yang siap secara finansial dan strategis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai global. Sebagai mitra tepercaya bagi pertumbuhan bisnis dan pengelolaan kekayaan, Bank DBS Indonesia hadir untuk membantu nasabah merancang strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan untuk menangkap peluang baru di tengah perubahan ekonomi melalui keahlian global dengan perspektif Asia serta dialog ahli didukung koneksi strategis,” tambah Anthonius.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/21/tarif-as-naik-dan-konflik-memanas-mengapa-indonesia-justru-diuntungkan/">Tarif AS Naik dan Konflik Memanas, Mengapa Indonesia Justru Diuntungkan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/21/tarif-as-naik-dan-konflik-memanas-mengapa-indonesia-justru-diuntungkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur BI Sebut 5 Tekanan Global yang Bisa Guncang Ekonomi Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/gubernur-bi-ungkap-5-tekanan-global-yang-bisa-guncang-ekonomi-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/gubernur-bi-ungkap-5-tekanan-global-yang-bisa-guncang-ekonomi-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman ekonomi 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[CBDC]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Global]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi global]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Moneter]]></category>
		<category><![CDATA[outlook ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[risiko global]]></category>
		<category><![CDATA[Stabilitas Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa prospek ekonomi global pada 2026–2027 diperkirakan masih suram dan sarat tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya terlindungi dari gejolak tersebut, sehingga memerlukan respons kebijakan yang terukur serta koordinasi kuat antarlembaga pemerintah. “Outlook ekonomi global masih melemah pada 2026 dan 2027 dengan lima karakter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/gubernur-bi-ungkap-5-tekanan-global-yang-bisa-guncang-ekonomi-indonesia/">Gubernur BI Sebut 5 Tekanan Global yang Bisa Guncang Ekonomi Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa prospek ekonomi global pada 2026–2027 diperkirakan masih suram dan sarat tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya terlindungi dari gejolak tersebut, sehingga memerlukan respons kebijakan yang terukur serta koordinasi kuat antarlembaga pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Outlook ekonomi global masih melemah pada 2026 dan 2027 dengan lima karakter utama,” ujar Perry dalam Pidato Gubernur BI pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Kantor Pusat BI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perry kemudian memaparkan lima sumber tekanan tersebut.<br />
<b>Pertama</b>, ketidakpastian meningkat akibat kebijakan tarif Amerika Serikat yang terus berlanjut dan menekan arus perdagangan internasional. Kondisi ini melemahkan multilateralisme dan mendorong pergeseran ke kerja sama bilateral maupun regional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Kedua</b>, pertumbuhan ekonomi global melambat. Perry menyebut ekonomi AS dan China sedang melemah, sementara Uni Eropa, India, dan Indonesia masih mencatat kinerja positif. Namun, inflasi global yang turun lebih lambat tetap menjadi tantangan bagi bank sentral dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Ketiga</b>, tingginya level utang dan suku bunga di negara-negara maju. “Defisit fiskal yang berlebihan memicu bunga yang tinggi dan menambah tekanan fiskal bagi negara berkembang,” kata Perry.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Keempat</b>, meningkatnya kerentanan sistem keuangan global. Ia menyoroti lonjakan transaksi produk derivatif, khususnya oleh hedge fund berbasis algoritma, yang meningkatkan risiko pelarian modal dan tekanan nilai tukar di negara-negara berkembang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Kelima</b>, risiko yang muncul dari semakin luasnya penggunaan aset kripto dan stablecoin swasta yang belum memiliki payung regulasi memadai. Perry menilai situasi ini memperkuat urgensi pengembangan central bank digital currency (CBDC).<br />
“Karena belum ada pengaturan dan pengawasan yang jelas, negara perlu menyiapkan central bank digital currency,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perry menambahkan bahwa seluruh dinamika global tersebut berpotensi memengaruhi perekonomian dalam negeri. “Indonesia tidak terkecuali. Kita membutuhkan respons kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan lebih kuat, dan meningkatkan ketahanan ekonomi,” ujarnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/gubernur-bi-ungkap-5-tekanan-global-yang-bisa-guncang-ekonomi-indonesia/">Gubernur BI Sebut 5 Tekanan Global yang Bisa Guncang Ekonomi Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/gubernur-bi-ungkap-5-tekanan-global-yang-bisa-guncang-ekonomi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prabowo dan Macron Tegaskan Komitmen Strategis Indonesia-Prancis</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/28/prabowo-dan-macron-tegaskan-komitmen-strategis-indonesia-prancis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/28/prabowo-dan-macron-tegaskan-komitmen-strategis-indonesia-prancis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 08:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[75 Tahun RI Dan Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[diplomasi Indonesia.]]></category>
		<category><![CDATA[Emmanuel Macron]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia-Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=9957</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto, resmi menyambut kedatangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momen bersejarah dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis serta menguatkan lebih dari satu dekade kemitraan strategis yang telah terjalin antara kedua negara. “Selamat datang di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/28/prabowo-dan-macron-tegaskan-komitmen-strategis-indonesia-prancis/">Prabowo dan Macron Tegaskan Komitmen Strategis Indonesia-Prancis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto, resmi menyambut kedatangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momen bersejarah dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis serta menguatkan lebih dari satu dekade kemitraan strategis yang telah terjalin antara kedua negara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selamat datang di Indonesia, Yang Mulia Presiden Macron. Kami merasa terhormat atas kunjungan ini. Tahun ini kita merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dan lebih dari sepuluh tahun kerja sama strategis antara kedua negara,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya dikutip dari laman Presiden RI. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis selama ini dibangun di atas fondasi kerja sama politik yang kuat, dengan berlandaskan pada prinsip saling menghormati, kedaulatan, serta komitmen bersama terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hubungan kita ditopang oleh saling percaya, penghormatan terhadap kedaulatan, dan nilai-nilai demokrasi. Itu menjadi dasar kuat kerja sama bilateral yang telah terbangun,” jelas Prabowo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski telah terjalin erat, Presiden Prabowo melihat masih banyak ruang untuk memperluas kolaborasi kedua negara, terutama dalam menghadapi dinamika global yang penuh tantangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pertemuan ini sangat relevan di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi yang tidak menentu. Indonesia dan Prancis bisa berkontribusi dalam menciptakan stabilitas kawasan dan global,” lanjutnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah Indonesia. Ia menyebut kunjungannya sebagai kesempatan penting untuk mempererat kemitraan yang sudah terjalin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kunjungan ini adalah peluang luar biasa untuk membuka babak baru dalam kerja sama strategis, termasuk dalam bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan,” ungkap Macron.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Prancis berkomitmen memperdalam hubungan bilateral mereka dalam menghadapi tantangan global bersama, sekaligus memperkuat posisi masing-masing dalam kerja sama internasional</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Prabowo Subianto, Emmanuel Macron, Diplomasi Indonesia, Geopolitik, Indonesia Prancis, 75 Tahun RI Dan Prancis<br />
</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/28/prabowo-dan-macron-tegaskan-komitmen-strategis-indonesia-prancis/">Prabowo dan Macron Tegaskan Komitmen Strategis Indonesia-Prancis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/28/prabowo-dan-macron-tegaskan-komitmen-strategis-indonesia-prancis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PIS Ekspansi Global dan Diversifikasi Kargo untuk Stabilitas Bisnis</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/24/pis-ekspansi-global-dan-diversifikasi-kargo-untuk-stabilitas-bisnis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/24/pis-ekspansi-global-dan-diversifikasi-kargo-untuk-stabilitas-bisnis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 10:55:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ENERGI]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Diversifikasi Kargo]]></category>
		<category><![CDATA[Dry Bulk]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspansi Global]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Logistik Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina International Shipping]]></category>
		<category><![CDATA[PIS]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memperluas jangkauan bisnisnya dan melakukan diversifikasi jenis kargo sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pasar dan produk tertentu. “Tujuan utama dari langkah ini adalah menjaga ketahanan bisnis PIS di tengah situasi global yang terus berubah,” ujar Direktur Perencanaan Bisnis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/24/pis-ekspansi-global-dan-diversifikasi-kargo-untuk-stabilitas-bisnis/">PIS Ekspansi Global dan Diversifikasi Kargo untuk Stabilitas Bisnis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memperluas jangkauan bisnisnya dan melakukan diversifikasi jenis kargo sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pasar dan produk tertentu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tujuan utama dari langkah ini adalah menjaga ketahanan bisnis PIS di tengah situasi global yang terus berubah,” ujar Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, dalam pernyataan resminya pada Jumat (23/5).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Eka, dinamika geopolitik saat ini masih memberikan tekanan besar terhadap aktivitas perdagangan dunia. Mulai dari kebijakan tarif global, konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara India dan Pakistan, hingga instabilitas di kawasan Timur Tengah, semuanya turut memengaruhi sektor pelayaran dan logistik energi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, PIS terus memperluas rute pelayaran, baik dalam negeri maupun internasional. Saat ini, perusahaan telah menghubungkan pelayanannya ke 65 negara di berbagai belahan dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk memperkuat kehadiran global, PIS juga telah membuka tiga kantor perwakilan strategis di Singapura, Dubai, dan London. Kehadiran kantor-kantor ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi PIS sebagai pemain logistik maritim dan energi berkelas dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasilnya, kontribusi pendapatan dari pasar non-captive (di luar pelanggan tetap Pertamina Group) meningkat signifikan, mencapai 64 persen sepanjang tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski agresif dalam ekspansi, Eka menekankan bahwa PIS tetap berkomitmen menjalankan perannya sebagai bagian dari BUMN strategis. “Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga berperan menjaga ketahanan energi nasional melalui sistem logistik laut yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melalui penguatan jaringan pelayaran dan layanan logistik, PIS juga mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai poros maritim dunia, serta meningkatkan konektivitas laut yang efisien dan kompetitif baik secara nasional maupun regional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain memperluas cakupan pasar, PIS juga aktif mengembangkan jenis produk angkutannya. Walaupun tetap fokus pada sektor energi, perusahaan mulai merambah ke segmen potensial lainnya, seperti dry bulk (kargo curah kering).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“PIS terus mempelajari peluang-peluang baru di luar sektor energi. Salah satu langkah nyata adalah masuk ke pasar dry bulk. Ini menjadi upaya strategis kami dalam memperluas portofolio dan mengantisipasi dampak dari ketegangan geopolitik global yang semakin kompleks,” tutup Eka.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/24/pis-ekspansi-global-dan-diversifikasi-kargo-untuk-stabilitas-bisnis/">PIS Ekspansi Global dan Diversifikasi Kargo untuk Stabilitas Bisnis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/24/pis-ekspansi-global-dan-diversifikasi-kargo-untuk-stabilitas-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
