<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Ijen - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/gunung-ijen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-ijen/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 16:38:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Gunung Ijen - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-ijen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Janda Reni, Kuliner Tradisional Ini Diserbu Pengunjung</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/20/festival-janda-reni-kuliner-tradisional-ini-diserbu-pengunjung/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/20/festival-janda-reni-kuliner-tradisional-ini-diserbu-pengunjung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 07:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Osing]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Janda Reni]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Uthek]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas]]></category>
		<category><![CDATA[Sego Lemeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyuwangi &#8211; Selain dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, Banyuwangi juga memiliki ragam kuliner khas yang unik, di antaranya Sego Lemeng dan Kopi Uthek. Kedua hidangan ini merupakan warisan kuliner masyarakat Osing dari Desa Banjar, Kecamatan Licin, yang terus dijaga eksistensinya melalui festival bertajuk Janda Reni. Festival tersebut masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2026. Dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/20/festival-janda-reni-kuliner-tradisional-ini-diserbu-pengunjung/">Festival Janda Reni, Kuliner Tradisional Ini Diserbu Pengunjung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi</strong> &#8211; Selain dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, Banyuwangi juga memiliki ragam kuliner khas yang unik, di antaranya Sego Lemeng dan Kopi Uthek. Kedua hidangan ini merupakan warisan kuliner masyarakat Osing dari Desa Banjar, Kecamatan Licin, yang terus dijaga eksistensinya melalui festival bertajuk Janda Reni.</p>
<p>Festival tersebut masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2026. Dalam acara ini, warga setempat menyajikan sego lemeng dan kopi uthek di sepanjang jalan desa, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat langsung mencicipi kuliner tradisional tersebut.</p>
<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa tradisi kuliner menjadi bagian penting dari identitas daerah. “Masyarakat Banyuwangi memiliki akar yang kuat pada tradisi, tidak hanya seni dan budaya tapi juga kulinernya. Karena itu pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melestarikannya dengan membalutnya menjadi sebuah event menarik yang sekaligus menjadi atraksi wisata,” ujar Bupati Ipuk, Minggu (19/4).</p>
<p>“Terima kasih pada seluruh warga yang terus menguri-uri tradisi lokal hingga bisa terus bisa dinikmati dan dirasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” imbuh Ipuk.</p>
<p>Pelaksanaan Festival Janda Reni pada Sabtu malam (18/4) di Desa Banjar dipadati pengunjung yang antusias mencicipi kuliner khas tersebut. Aroma nasi yang dimasak dalam bambu memenuhi udara, terutama di kawasan lereng Gunung Ijen.</p>
<p>Tokoh adat Desa Banjar, Lukman Hakim, menjelaskan asal-usul nama unik festival tersebut. Menurutnya, istilah “Janda Reni” atau “Rondo Reni” memiliki kaitan dengan tradisi pertanian masyarakat setempat.</p>
<p>&#8220;Reni yang dimaksud di sini adalah nama dari bunga aren. Lalu Janda atau Rondo tersebut merupakan proses megat atau pemisahan. Jadi Janda Reni atau Rondo Reni ini merupakan proses pemisahan bunga aren,&#8221; ungkap Lukman.</p>
<p>Kepala Desa Banjar, Sunandi, menambahkan bahwa sego lemeng dan kopi uthek bukan sekadar makanan dan minuman, tetapi juga sarat makna filosofi kehidupan masyarakat Osing.</p>
<p>&#8220;Kopi uthek yang bersanding dengan gula aren mengandung makna pahit manisnya kehidupan, sementara sego lemeng makanan yang menjaga perut tetap kenyang,&#8221; ungkap Sunandi menjelaskan makna mendalam di balik hidangan tersebut.</p>
<p>Proses pembuatan sego lemeng sendiri cukup unik dan memerlukan ketelatenan. Nasi yang telah dibumbui dicampur dengan daging ayam atau ikan tuna cincang, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu muda. Bambu tersebut lalu dibakar menggunakan kayu bakar selama sekitar empat jam hingga matang sempurna, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.</p>
<p>Sajian ini semakin lengkap dengan kehadiran kopi uthek. Cara menikmatinya pun khas: kopi pahit diseruput setelah menggigit gula aren. Saat gigi memecah gula tersebut, muncul bunyi “uthek” yang menjadi asal nama minuman ini.</p>
<p>“Perpaduan rasa gurih sego lemeng yang legit dan sensasi pahit-manis ini menciptakan sensasi yang tak terlupakan di lidah. Keduanya cocok dipadukan,” kata Edy, salah satu wisatawan asal Sidoarjo.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/20/festival-janda-reni-kuliner-tradisional-ini-diserbu-pengunjung/">Festival Janda Reni, Kuliner Tradisional Ini Diserbu Pengunjung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/20/festival-janda-reni-kuliner-tradisional-ini-diserbu-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 23:56:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Burung Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasliaran burung.]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Liar Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Penyelundupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=7975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025. Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Satpel Ketapang, Banyuwangi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>72 Burung Liar Disita</b><br />
Dalam operasi tersebut, tim menemukan 72 ekor burung liar yang terdiri dari 68 ekor Merbah Cerukcuk dan 4 ekor Sikatan Rimba Dada Coklat. Sayangnya, enam burung ditemukan dalam kondisi mati, sedangkan 66 lainnya berhasil diselamatkan dan diamankan dalam lima kotak pengangkut.</span></p>
<figure id="attachment_7977" aria-describedby="caption-attachment-7977" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7977" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg" alt="Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-7977" class="wp-caption-text">Sejumlah burung liar berhasil diamankan Tim BKSDA Jatim, sebelumnya diselundupkan dari Bali ke Jember. (katafoto/HO/Balai Besar KSDA Jawa Timur)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Rencananya, seluruh burung yang berhasil diselamatkan ini akan diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Selanjutnya, kami bersama tim BKHIT akan melakukan proses pelepasliaran di kawasan konservasi Gunung Ijen,” ujar Dwi Putro Sugiarto, Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, dikutip dalam keterangan tertulis pada Senin (27/1)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Pentingnya Pengawasan dan Pelepasliaran</b><br />
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap perdagangan ilegal satwa liar harus terus diperketat. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga ekosistem dan satwa liar. Proses pelepasliaran di kawasan konservasi diharapkan mampu memulihkan populasi burung-burung tersebut di habitat alaminya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Gunung Ijen dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena ekosistemnya yang mendukung keberlangsungan hidup burung-burung tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati melalui tindakan tegas terhadap perdagangan ilegal satwa liar.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
