<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Merapi - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/gunung-merapi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-merapi/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 02:20:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Gunung Merapi - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-merapi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:20:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Flora Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Vanda Tricolor]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah. Salah satu anggrek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta</strong> &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah.</p>
<p>Salah satu anggrek khas Indonesia yang menjadi ikon Daerah Istimewa Yogyakarta adalah anggrek vanda tricolor. Anggrek ini memiliki ciri khas berupa kelopak bunga berwarna putih dengan bercak cokelat kemerahan serta bibir bunga berwarna putih. Selain tampil unik, anggrek tersebut juga dikenal memiliki aroma harum yang kuat pada pagi hari dan banyak ditemukan di kawasan lereng Gunung Merapi.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Endang Semiarti, mengatakan anggrek vanda tricolor memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap suhu panas. “Selain itu, anggrek vanda tricolor memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap panas. Hal ini terbukti pada saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, anggrek ini masih ditemukan dan bertahan di habitatnya,” kata Endang dikutip dari laman ugm.</p>
<p>Menurut Endang, hingga kini sedikitnya terdapat 59 jenis anggrek Merapi yang dilestarikan di Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Namun jumlah tersebut dapat berkurang akibat berbagai faktor, mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Di sisi lain, peluang ditemukannya spesies baru masih terbuka lebar melalui eksplorasi hutan yang dilakukan masyarakat maupun peneliti. “Banyak spesies anggrek di hutan-hutan yang belum teridentifikasi jenisnya,” ujarnya.</p>
<p>Endang menilai konservasi anggrek perlu melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu caranya ialah mengedukasi warga di sekitar lereng gunung dan kawasan hutan agar membudidayakan anggrek di pekarangan rumah dengan kondisi menyerupai habitat aslinya.</p>
<p>“Saya bersama para pecinta anggrek mengedukasi warga sekitar hutan untuk melakukan konservasi mandiri dengan pengilangan dan penaburan biji yang lebih sederhana agar mudah diikuti semua orang,” ucapnya.</p>
<p>Selain melalui metode sederhana, upaya pelestarian juga dilakukan lewat inovasi penelitian. Endang bersama para mahasiswa mengembangkan teknik kultur in vitro untuk berbagai jenis anggrek yang dikumpulkan dari sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p>Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah memproyeksikan anggrek vanda tricolor sebagai ikon daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui instruksi penanaman anggrek di berbagai instansi perkantoran di wilayah Yogyakarta.</p>
<p>Tak hanya pemerintah, Komunitas Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian anggrek. Komunitas ini melakukan budidaya terhadap berbagai temuan anggrek baru dengan menyesuaikan kondisi habitat aslinya.</p>
<p>“Selain itu, PAI banyak mengadakan kompetisi ataupun seminar sebagai inisiasi edukatif serta konservatif,” ujarnya.</p>
<p>Endang berharap kekayaan anggrek Indonesia dapat terus terjaga sekaligus semakin dikenal masyarakat luas. Ia pun aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menulis buku berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.</p>
<p>“Anggrek adalah identitas bangsa, maka tugas kita bersama adalah memastikan kelestariannya,” harapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral! Pendakian Ilegal di Gunung Merapi Terekam CCTV,  Ini Tindakan Balai TNGM</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/17/viral-pendakian-ilegal-di-gunung-merapi-terekam-cctv-ini-tindakan-balai-tngm/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/17/viral-pendakian-ilegal-di-gunung-merapi-terekam-cctv-ini-tindakan-balai-tngm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 01:54:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Balai TNGM]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan Pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Level III]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Tik Tok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta&#8211; Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengonfirmasi telah mengidentifikasi seorang pendaki ilegal yang naik ke kawasan terlarang Gunung Merapi pada 8 Juni 2025. Aksi pendakian tersebut terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area. Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video pendakian viral di media sosial. Akun TikTok @chandra.kusuma.fa mengunggah rekaman kegiatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/17/viral-pendakian-ilegal-di-gunung-merapi-terekam-cctv-ini-tindakan-balai-tngm/">Viral! Pendakian Ilegal di Gunung Merapi Terekam CCTV,  Ini Tindakan Balai TNGM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b>&#8211; Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengonfirmasi telah mengidentifikasi seorang pendaki ilegal yang naik ke kawasan terlarang Gunung Merapi pada 8 Juni 2025. Aksi pendakian tersebut terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video pendakian viral di media sosial. Akun TikTok <i>@chandra.kusuma.fa</i> mengunggah rekaman kegiatan mendaki di Gunung Merapi pada tanggal yang sama. Video tersebut sontak menuai sorotan publik karena menunjukkan aktivitas di zona yang saat ini tertutup untuk umum.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan terkait video tersebut pada 11 Juni 2025. Tindak lanjut segera dilakukan melalui investigasi internal dan pendekatan persuasif terhadap pemilik akun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Langkah awal yang kami ambil adalah melakukan penelusuran menyeluruh serta pendekatan secara humanis kepada pemilik akun,&#8221; ungkap Wahyudi kepada awak media dikutip dari laman berita satu pada Senin (16/6/).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan hasil identifikasi, pendaki dalam video diketahui bernama Chandra Kusuma. Ia melakukan pendakian pada 8 Juni, bertepatan dengan tanggal unggahan video. Petugas melakukan pencocokan antara rekaman CCTV dan pakaian yang dikenakan oleh Chandra dalam video tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wahyudi menegaskan bahwa pendakian ke Gunung Merapi masih dilarang keras, khususnya dalam radius tiga kilometer dari puncak. Hal ini sejalan dengan status aktivitas gunung yang masih berada pada Level III atau <i>Siaga</i>, sesuai dengan informasi dari BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Larangan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi,&#8221; tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mencegah kejadian serupa, Balai TNGM telah memasang papan peringatan di pintu masuk jalur pendakian, mengadakan sosialisasi baik secara daring maupun luring, serta menempatkan petugas penjaga di kawasan New Selo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat ini, pihak TNGM masih melakukan penyelidikan lanjutan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pemanggilan resmi terhadap Chandra Kusuma dan pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam pendakian ilegal tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,&#8221; tutup Wahyudi.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/17/viral-pendakian-ilegal-di-gunung-merapi-terekam-cctv-ini-tindakan-balai-tngm/">Viral! Pendakian Ilegal di Gunung Merapi Terekam CCTV,  Ini Tindakan Balai TNGM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/17/viral-pendakian-ilegal-di-gunung-merapi-terekam-cctv-ini-tindakan-balai-tngm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Merapi Terus Muntahkan Lava, Warga Diminta Waspada</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/09/gunung-merapi-terus-muntahkan-lava-warga-diminta-waspada/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/09/gunung-merapi-terus-muntahkan-lava-warga-diminta-waspada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 04:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas Guguran]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPPTKG]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Lahar Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Lava Pijar]]></category>
		<category><![CDATA[Siaga Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Dalam laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode 7 Juni 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat sebanyak 19 kali guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya. “Teramati 19 guguran lava pijar mengarah ke barat daya, tepatnya ke Kali Bebeng, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/09/gunung-merapi-terus-muntahkan-lava-warga-diminta-waspada/">Gunung Merapi Terus Muntahkan Lava, Warga Diminta Waspada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Dalam laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode 7 Juni 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat sebanyak 19 kali guguran lava pijar meluncur ke arah barat daya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Teramati 19 guguran lava pijar mengarah ke barat daya, tepatnya ke Kali Bebeng, Kali Putih, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimal mencapai 1.800 meter,” ungkap Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam pernyataan resminya pada Minggu (8/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tampak cukup jelas secara visual. Asap putih berintensitas tipis terlihat keluar dari kawah dengan tekanan lemah, mencapai ketinggian sekitar 125 meter dari puncak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi, dari cerah hingga berawan, dengan arah angin dominan menuju ke barat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Status Siaga, Warga Diminta Waspada</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Merapi masih berada di Level III (Siaga). BPPTKG kembali mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana (KRB), agar tidak melakukan aktivitas dalam radius yang telah ditentukan, yaitu:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Sisi selatan hingga barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Sisi tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), terutama saat hujan turun di sekitar puncak gunung karena dapat memicu lahar hujan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya itu, potensi letusan eksplosif yang menghasilkan abu vulkanik juga perlu diantisipasi. Abu bisa berdampak pada permukiman warga, pertanian, hingga aktivitas penerbangan dan transportasi darat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Magma Masih Mengalir, Potensi Aktivitas Masih Terbuka</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari hasil pengamatan, pasokan magma ke dalam tubuh Merapi masih terus berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa potensi peningkatan aktivitas vulkanik masih sangat mungkin terjadi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BPPTKG menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara intensif. Jika terdapat perubahan signifikan pada aktivitas gunung, status akan segera ditinjau ulang dan disampaikan secara resmi kepada masyarakat.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/09/gunung-merapi-terus-muntahkan-lava-warga-diminta-waspada/">Gunung Merapi Terus Muntahkan Lava, Warga Diminta Waspada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/09/gunung-merapi-terus-muntahkan-lava-warga-diminta-waspada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
