<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Rinjani - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/gunung-rinjani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-rinjani/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jul 2025 03:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Gunung Rinjani - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/gunung-rinjani/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gunung Rinjani Ditutup, Pelaku Wisata Bangun Jalur Aman Demi Buka Pendakian Kembali</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/23/gunung-rinjani-ditutup-pelaku-wisata-bangun-jalur-aman-demi-buka-pendakian-kembali/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/23/gunung-rinjani-ditutup-pelaku-wisata-bangun-jalur-aman-demi-buka-pendakian-kembali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 03:03:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Rinjani]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur Pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian Rinjani]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Porter]]></category>
		<category><![CDATA[Rinjani Aman]]></category>
		<category><![CDATA[TO]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Lombok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rinjani &#8211; Keputusan pemerintah untuk menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani setelah serangkaian insiden yang menimpa pendaki asing, termasuk meninggalnya seorang pendaki asal Brasil, menuai respons keras dari para pelaku wisata lokal. Penutupan ini dinilai berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pendakian. Para pelaku wisata seperti tracking organizer (TO), pemandu, dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/23/gunung-rinjani-ditutup-pelaku-wisata-bangun-jalur-aman-demi-buka-pendakian-kembali/">Gunung Rinjani Ditutup, Pelaku Wisata Bangun Jalur Aman Demi Buka Pendakian Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Rinjani</b> &#8211; Keputusan pemerintah untuk menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani setelah serangkaian insiden yang menimpa pendaki asing, termasuk meninggalnya seorang pendaki asal Brasil, menuai respons keras dari para pelaku wisata lokal. Penutupan ini dinilai berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pendakian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Para pelaku wisata seperti tracking organizer (TO), pemandu, dan porter kini bergerak sendiri mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalur-jalur rawan secara swadaya. Melalui grup WhatsApp Forum TO Rinjani, mereka melakukan penggalangan dana sukarela guna memperkuat jalur Plawangan menuju Danau Segara Anak, yang disebut sebagai titik paling berisiko.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami sudah memasang pipa besi di beberapa titik berbahaya, terutama dari Plawangan ke arah Danau. Semua dilakukan secara gotong royong, tanpa bantuan pemerintah,” ungkap Rozak, salah satu pengelola TO di kawasan Sembalun, Selasa (22/7).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman beritasatu, langkah kolektif ini menjadi bentuk solidaritas dan harapan agar jalur pendakian dapat kembali dibuka secara bertahap. Menurut Rozak, penutupan total tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing jalur sangat merugikan masyarakat lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejak penutupan diberlakukan, aktivitas wisata di sekitar Rinjani nyaris terhenti. Rozak menyebut lebih dari 200 operator pendakian terpaksa menghentikan kegiatan, yang berdampak langsung pada ribuan pekerja seperti porter, guide, hingga pemilik penginapan dan warung di kaki gunung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bayangkan, dari porter, pemandu, tukang ojek, sampai pedagang kecil—semuanya kehilangan penghasilan. Penutupan total membuat kami seperti kehilangan napas,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski terdampak, pelaku wisata tidak sepenuhnya menolak kebijakan penutupan. Mereka tetap mendukung upaya peningkatan keselamatan pendakian, namun menolak jika seluruh jalur ditutup tanpa kajian teknis per jalur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami mendukung penataan dan peningkatan standar keamanan. Tapi menutup semua jalur tanpa pengecualian, itu tidak adil. Masih banyak jalur yang aman dilalui dengan pengawasan,” tegas Rozak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menyebut beberapa jalur seperti Timbanuh, Aik Berik, dan sebagian jalur Senaru masih cukup layak untuk digunakan, asalkan dilengkapi dengan prosedur keselamatan dan pengawasan ketat. Penutupan total dianggap menyamaratakan kondisi medan yang sejatinya sangat beragam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Langkah gotong royong para pelaku wisata ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan—antara menjaga keselamatan pendaki dan mempertahankan kelangsungan hidup ekonomi masyarakat lokal.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/23/gunung-rinjani-ditutup-pelaku-wisata-bangun-jalur-aman-demi-buka-pendakian-kembali/">Gunung Rinjani Ditutup, Pelaku Wisata Bangun Jalur Aman Demi Buka Pendakian Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/23/gunung-rinjani-ditutup-pelaku-wisata-bangun-jalur-aman-demi-buka-pendakian-kembali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragedi Gunung Rinjani, Menpar Serukan SOP Wisata Diperketat</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/27/tragedi-gunung-rinjani-menpar-serukan-sop-wisata-diperketat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/27/tragedi-gunung-rinjani-menpar-serukan-sop-wisata-diperketat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 01:17:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[CHSE]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Rinjani]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Sekolah 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Aman]]></category>
		<category><![CDATA[SOP Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama, baik bagi wisatawan itu sendiri maupun bagi pelaku usaha dan pengelola tempat wisata. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat, termasuk instansi terkait dan para pemangku kepentingan, diminta untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta pengawasan, terutama di destinasi yang tergolong ekstrem. Pernyataan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/27/tragedi-gunung-rinjani-menpar-serukan-sop-wisata-diperketat/">Tragedi Gunung Rinjani, Menpar Serukan SOP Wisata Diperketat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama, baik bagi wisatawan itu sendiri maupun bagi pelaku usaha dan pengelola tempat wisata. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat, termasuk instansi terkait dan para pemangku kepentingan, diminta untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta pengawasan, terutama di destinasi yang tergolong ekstrem.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pernyataan ini disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangan tertulis yang diterima <i>InfoPublik</i> pada Kamis (26/6). Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden tragis yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins (26), di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sejak menerima laporan mengenai insiden ini, kami terus menjalin komunikasi langsung setiap hari dengan keluarga korban dan Kedutaan Besar Brasil. Tujuannya adalah memastikan seluruh informasi yang disampaikan tetap akurat dan transparan,” kata Menpar Widiyanti.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menjelang musim libur sekolah 2025, Menteri Pariwisata juga terus mengingatkan pentingnya kesiapan destinasi wisata melalui sosialisasi Surat Edaran khusus. Surat ini bertujuan memastikan destinasi wisata di seluruh Indonesia dapat memberikan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan, terutama bagi keluarga dan anak-anak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Periode liburan sekolah adalah saat meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata. Namun, hal ini juga membawa risiko yang perlu diantisipasi secara matang, baik oleh pemerintah pusat, daerah, maupun pengelola destinasi,&#8221; jelas Menpar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam Surat Edaran tersebut, Menpar meminta seluruh pemerintah daerah untuk mengimplementasikan prinsip <i>Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability</i> (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Selain itu, pelaksanaan <i>Standar Usaha Pariwisata Berbasis Risiko</i> sesuai Permenpar Nomor 4 Tahun 2021 juga harus diperkuat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi kelancaran kegiatan wisata, serta pelayanan optimal bagi para wisatawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Khusus bagi pengelola destinasi, Menteri meminta agar SOP dan standar keselamatan kerja (K3) benar-benar diterapkan, terutama pada wahana yang memiliki potensi risiko tinggi. Selain itu, informasi destinasi harus disampaikan secara aktif melalui berbagai kanal, termasuk media sosial. Penyediaan <i>rest area</i> bagi pengemudi juga menjadi perhatian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menpar juga mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin dalam mematuhi aturan di lokasi wisata, memahami potensi risiko, mengikuti pedoman CHSE, serta aktif menjaga kenyamanan dan keamanan selama berada di destinasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya berharap Surat Edaran ini dapat dijadikan acuan oleh setiap daerah dalam menyiapkan destinasi yang tertib, aman, dan inklusif. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan dan berkesan bagi semua, terutama keluarga,” tutup Menpar Widiyanti.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/27/tragedi-gunung-rinjani-menpar-serukan-sop-wisata-diperketat/">Tragedi Gunung Rinjani, Menpar Serukan SOP Wisata Diperketat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/27/tragedi-gunung-rinjani-menpar-serukan-sop-wisata-diperketat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
