<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hukum Pertanahan - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/hukum-pertanahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/hukum-pertanahan/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Aug 2025 06:36:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Hukum Pertanahan - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/hukum-pertanahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lahan Diserobot Orang?  Jangan Diam, Ini Langkah Hukum Agar Hak Kembali</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/27/lahan-diserobot-orang-jangan-diam-ini-langkah-hukum-agar-hak-kembali/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/27/lahan-diserobot-orang-jangan-diam-ini-langkah-hukum-agar-hak-kembali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 06:36:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[gugatan perdata]]></category>
		<category><![CDATA[hak atas Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[kasus tanah]]></category>
		<category><![CDATA[lahan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[lapor BPN]]></category>
		<category><![CDATA[penyerobotan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12059</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus penyerobotan lahan pribadi masih sering terjadi di masyarakat. Selain mengakibatkan pemilik kehilangan aset berharga, masalah ini juga menimbulkan rasa tidak aman serta ketidakpastian hukum. Melansir dari laman berita satu, jika menghadapi situasi serupa, ada beberapa jalur hukum yang bisa ditempuh untuk memastikan hak atas tanah tetap terlindungi. 1. Lapor ke ATR/BPN Langkah pertama adalah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/27/lahan-diserobot-orang-jangan-diam-ini-langkah-hukum-agar-hak-kembali/">Lahan Diserobot Orang?  Jangan Diam, Ini Langkah Hukum Agar Hak Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Kasus penyerobotan lahan pribadi masih sering terjadi di masyarakat. Selain mengakibatkan pemilik kehilangan aset berharga, masalah ini juga menimbulkan rasa tidak aman serta ketidakpastian hukum. Melansir dari laman berita satu, jika menghadapi situasi serupa, ada beberapa jalur hukum yang bisa ditempuh untuk memastikan hak atas tanah tetap terlindungi.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>1. Lapor ke ATR/BPN</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Langkah pertama adalah mengajukan laporan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN. Melalui jalur ini, status tanah akan diverifikasi secara administratif. Pemilik juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan resmi, salah satunya melalui hotline WhatsApp Kementerian ATR/BPN di nomor 0811-1068-0000.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses ini membantu memperkuat bukti kepemilikan, memvalidasi sertifikat, serta mencegah klaim sepihak dari pihak lain.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>2. Lapor ke Kepolisian untuk Dasar Pidana</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain jalur administratif, pemilik tanah juga bisa menempuh jalur pidana dengan membuat laporan ke Polres atau Polsek setempat. Ada dua dasar hukum yang dapat digunakan:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><span class="s2">Pasal 385 ayat (1) KUHP: mengatur larangan menjual, menukar, atau membebani tanah tanpa hak dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara.</span></li>
<li class="li3"><span class="s2">Pasal 6 ayat (1) Perppu Nomor 51 Tahun 1960: melarang pemakaian lahan tanpa izin pemilik sah, dengan ancaman pidana kurungan hingga tiga bulan dan/atau denda maksimal Rp 5.000.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Jika penyerobotan melibatkan aparat desa atau pihak tertentu, mereka juga dapat dijerat sanksi sesuai aturan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>3. Ajukan Gugatan Perdata</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jalur lain yang bisa ditempuh adalah gugatan perdata. Landasannya terdapat pada Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum yang merugikan orang lain. Melalui gugatan, pemilik tanah bisa meminta pengadilan menyatakan penyerobot bersalah, memerintahkan untuk mengosongkan lahan, hingga membatalkan sertifikat milik penyerobot jika terbukti cacat hukum.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>4. Siapkan Bukti dan Saksi</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keberhasilan proses hukum sangat bergantung pada bukti yang diajukan. Sertifikat tanah, akta jual beli, maupun dokumen agraria lain yang sah wajib disertakan. Selain itu, saksi yang mengetahui riwayat tanah juga penting untuk memperkuat argumen hukum.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Apabila penyerobot memiliki sertifikat, pastikan dokumen Anda terbit lebih dahulu karena hukum mengutamakan kepemilikan yang lebih senior.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>5. Gunakan Jalur Hukum Ganda</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menggabungkan gugatan pidana dan perdata sering kali lebih efektif. Jalur pidana berfungsi menghukum pelaku agar jera, sementara jalur perdata memastikan hak kepemilikan atau ganti rugi dapat kembali ke tangan pemilik sah. Keduanya bisa dijalankan secara paralel, yakni melapor ke polisi sekaligus menggugat di Pengadilan Negeri.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>6. Gunakan Bantuan Pengacara</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski laporan bisa diajukan mandiri, pendampingan advokat pertanahan sangat dianjurkan. Pengacara akan membantu menyiapkan dokumen hukum, menyusun argumen yang kuat, serta mengawal proses hingga tuntas tanpa melemahkan posisi hukum pemilik tanah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kasus penyerobotan lahan pribadi tidak boleh dianggap remeh. Hak atas tanah dilindungi undang-undang, sehingga setiap bentuk pelanggaran harus ditangani secara tegas melalui jalur hukum yang tepat—baik administratif, pidana, maupun perdata.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/27/lahan-diserobot-orang-jangan-diam-ini-langkah-hukum-agar-hak-kembali/">Lahan Diserobot Orang?  Jangan Diam, Ini Langkah Hukum Agar Hak Kembali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/27/lahan-diserobot-orang-jangan-diam-ini-langkah-hukum-agar-hak-kembali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GEMAPATAS 2025: 23 Daerah Serentak Pasang Patok Batas Tanah</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/07/gemapatas-2025-23-daerah-serentak-pasang-patok-batas-tanah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/07/gemapatas-2025-23-daerah-serentak-pasang-patok-batas-tanah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 13:46:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Sengketa]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[GEMAPATAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Patok Batas]]></category>
		<category><![CDATA[Program ATR]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL]]></category>
		<category><![CDATA[Purworejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara serentak di 23 kabupaten/kota pada Kamis (07/08). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemasangan patok batas sebagai langkah awal dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Acara puncak GEMAPATAS 2025 di Lapangan Bola Desa Candingasinan, Kabupaten Purworejo, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/07/gemapatas-2025-23-daerah-serentak-pasang-patok-batas-tanah/">GEMAPATAS 2025: 23 Daerah Serentak Pasang Patok Batas Tanah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1">Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara serentak di 23 kabupaten/kota pada Kamis (07/08). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemasangan patok batas sebagai langkah awal dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Acara puncak GEMAPATAS 2025 di Lapangan Bola Desa Candingasinan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan dipimpin langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. “Kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan di 23 kabupaten/kota sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga hak atas tanah mereka,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis, di Jakarta.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurut Harison, GEMAPATAS merupakan bagian dari percepatan <i>Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap</i> (PTSL) yang mengajak masyarakat memasang tanda batas tanah milik mereka. “Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi ajakan nyata. Kita mulai dari hal sederhana: pasang patok untuk menghindari perselisihan dan sengketa tanah,” tegasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sebanyak 23 wilayah menjadi lokasi pencanangan GEMAPATAS tahun ini, antara lain:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Jawa Tengah</b>: Purworejo, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Jawa Timur</b>: Blitar, Jombang, Lumajang, Malang, Pamekasan.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Jawa Barat</b>: Bogor I, Bogor II, Cianjur, Cirebon, Pangandaran, Sukabumi, Tasikmalaya.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Riau</b>: Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Sumatra Selatan</b>: Banyuasin, Kota Pagar Alam.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Kalimantan Barat</b>: Ketapang.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Kalimantan Selatan</b>: Tabalong.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Kalimantan Timur</b>: Kutai Kartanegara.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p2"><span class="s1">Harison menambahkan, melalui GEMAPATAS, pemerintah ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan memastikan masyarakat merasa aman serta terlindungi oleh negara atas kepemilikan tanahnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/07/gemapatas-2025-23-daerah-serentak-pasang-patok-batas-tanah/">GEMAPATAS 2025: 23 Daerah Serentak Pasang Patok Batas Tanah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/07/gemapatas-2025-23-daerah-serentak-pasang-patok-batas-tanah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
