<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Sehat - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/indonesia-sehat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/indonesia-sehat/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2025 01:23:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Indonesia Sehat - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/indonesia-sehat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Senjata tapi Virus, Menkes Budi Ajak TNI Hadapi Musuh Tak Kasatmata</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/20/bukan-senjata-tapi-virus-menkes-budi-ajak-tni-hadapi-musuh-tak-kasatmata/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/20/bukan-senjata-tapi-virus-menkes-budi-ajak-tni-hadapi-musuh-tak-kasatmata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:18:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Sumbawa]]></category>
		<category><![CDATA[Surveilans Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Cadangan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Wabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman non-militer, terutama pandemi dan penyakit menular. “Sepanjang sejarah, penyakit menular adalah pembunuh terbesar umat manusia, bahkan lebih besar daripada perang,” ujar Budi saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (MA Batalyon TP) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/20/bukan-senjata-tapi-virus-menkes-budi-ajak-tni-hadapi-musuh-tak-kasatmata/">Bukan Senjata tapi Virus, Menkes Budi Ajak TNI Hadapi Musuh Tak Kasatmata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman non-militer, terutama pandemi dan penyakit menular.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sepanjang sejarah, penyakit menular adalah pembunuh terbesar umat manusia, bahkan lebih besar daripada perang,” ujar Budi saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (MA Batalyon TP) 835 di Desa Kerekeh, Sumbawa Besar, Sabtu (18/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia mencontohkan berbagai wabah mematikan seperti Black Death, Spanish Flu, hingga COVID-19 yang telah merenggut ratusan juta jiwa di seluruh dunia.<br />
“Pandemi COVID-19 bahkan menjadi perang dunia modern yang paling menyita perhatian seluruh pemimpin,” tambahnya dikutip dalam keterangan tertulis. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Budi, konsep pertahanan nasional tidak hanya berfokus pada kekuatan militer, tetapi juga pada kemampuan melindungi rakyat dari ancaman penyakit. Hal ini, kata dia, merupakan bagian penting dari sistem pertahanan semesta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan Kemenkes dibutuhkan untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan. Dengan kerja sama ini, Indonesia diharapkan lebih siap dalam menghadapi potensi wabah di masa depan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain meninjau pembangunan markas batalyon, Budi juga menyoroti progres pembangunan RSUD Sumbawa yang telah berjalan sejak 2019.<br />
“Nanti kekurangannya akan saya koordinasikan dengan Kementerian Keuangan agar bisa segera rampung,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Markas Batalyon TP 835 sendiri berdiri di atas lahan hibah seluas 50 hektare dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Satuan ini memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial, sektor pertanian, serta kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kerja sama lintas kementerian antara Kemenkes dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah dimulai sejak Juli 2025, melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama BPOM. Sinergi ini mencakup kolaborasi antar rumah sakit, penguatan layanan kesehatan di daerah rawan, serta pemenuhan kebutuhan obat melalui Pusat Farmasi Pertahanan Negara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejak 2021, Kemenkes juga aktif mendukung TNI dalam berbagai program, seperti pelatihan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), pembentukan Emergency Medical Team (EMT), serta penyediaan logistik dan obat-obatan untuk misi kemanusiaan, termasuk bantuan ke Gaza.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menutup kunjungannya, Budi mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik di kalangan prajurit.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya ingin tidak ada prajurit yang meninggal karena penyakit sebelum pensiun. Kalau bisa, rata-rata usia prajurit kita mencapai di atas 80 tahun,” tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/20/bukan-senjata-tapi-virus-menkes-budi-ajak-tni-hadapi-musuh-tak-kasatmata/">Bukan Senjata tapi Virus, Menkes Budi Ajak TNI Hadapi Musuh Tak Kasatmata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/20/bukan-senjata-tapi-virus-menkes-budi-ajak-tni-hadapi-musuh-tak-kasatmata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program MBG Dorong Ekonomi Desa, Siap Ciptakan Lapangan Kerja Baru</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/29/program-mbg-dorong-ekonomi-desa-siap-ciptakan-lapangan-kerja-baru/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/29/program-mbg-dorong-ekonomi-desa-siap-ciptakan-lapangan-kerja-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 12:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Program Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencapaian signifikan dari program Makan Bergizi Gratis yang dalam kurun 11 bulan berhasil menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat. Program ini, kata Kepala Negara, tidak hanya memberi dampak langsung bagi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan perekonomian rakyat hingga ke tingkat desa. “Dalam 11 bulan kita sudah membuktikan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/29/program-mbg-dorong-ekonomi-desa-siap-ciptakan-lapangan-kerja-baru/">Program MBG Dorong Ekonomi Desa, Siap Ciptakan Lapangan Kerja Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta &#8211; </b>Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencapaian signifikan dari program Makan Bergizi Gratis yang dalam kurun 11 bulan berhasil menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat. Program ini, kata Kepala Negara, tidak hanya memberi dampak langsung bagi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan perekonomian rakyat hingga ke tingkat desa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dalam 11 bulan kita sudah membuktikan, dengan niat tulus dan cinta Tanah Air, kita mampu berbuat banyak. Kita telah menghemat setidaknya Rp300 triliun, yang seluruhnya digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis,” ujar Presiden.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski masih ditemui sejumlah kendala di lapangan seperti kasus kekurangan atau keracunan makanan, Presiden menegaskan jumlahnya sangat kecil, hanya sekitar 0,00017 persen dari total distribusi. “Tentu kita tidak boleh puas, tapi untuk skala program sebesar ini yang belum pernah ada dalam sejarah dunia, capaian ini luar biasa,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Prabowo mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat. Sementara Indonesia, kurang dari satu tahun sudah mampu mencapai 30 juta. “Apakah ada kekurangan? Ya, ada. Tapi manfaatnya jauh lebih besar. Masih banyak rakyat kita yang hanya makan nasi dengan garam. Kini kita bisa memberikan apa yang mereka butuhkan,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain menyasar kebutuhan gizi masyarakat, program ini juga memberi multiplier effect terhadap perekonomian desa. Pasalnya, bahan pangan yang dipakai berasal langsung dari petani, peternak, hingga nelayan di tingkat lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program makan bergizi ini ternyata sangat strategis. Dari kebutuhan harian seperti telur, sayur, ikan, hingga ayam, semua berasal dari desa-desa dan kecamatan. Dengan begitu, kita bisa membuka 1,5 juta lapangan kerja baru pada awal tahun depan,” jelas Prabowo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp335 triliun atau sekitar USD20 miliar untuk memperluas cakupan program. Dana tersebut akan mengalir langsung ke desa, membalik arus pembangunan yang selama ini lebih terpusat di kota besar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selama puluhan tahun uang dari daerah mengalir ke Jakarta, bahkan keluar negeri. Sekarang kita balik, uang negara harus menghidupi desa-desa,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Presiden menargetkan program ini akan menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. “Sebagai pemimpin sekaligus seorang ayah, saya bangga dengan capaian 30 juta. Namun saya sadar masih ada 52 juta anak dan ibu hamil yang menanti giliran. Mereka juga berhak mendapatkan asupan gizi yang layak,” pungkas Prabowo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/29/program-mbg-dorong-ekonomi-desa-siap-ciptakan-lapangan-kerja-baru/">Program MBG Dorong Ekonomi Desa, Siap Ciptakan Lapangan Kerja Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/29/program-mbg-dorong-ekonomi-desa-siap-ciptakan-lapangan-kerja-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta Mengejutkan: Hanya 2,8 Persen Orang Indonesia Sikat Gigi dengan Benar</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/15/fakta-mengejutkan-hanya-28-persen-orang-indonesia-sikat-gigi-dengan-benar/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/15/fakta-mengejutkan-hanya-28-persen-orang-indonesia-sikat-gigi-dengan-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 04:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[PDGI]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat Bersama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebanyak 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami gangguan gigi. Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan hanya sekitar 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang yang mencari penanganan medis. “Kalau sakit [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/15/fakta-mengejutkan-hanya-28-persen-orang-indonesia-sikat-gigi-dengan-benar/">Fakta Mengejutkan: Hanya 2,8 Persen Orang Indonesia Sikat Gigi dengan Benar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebanyak 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami gangguan gigi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan hanya sekitar 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang yang mencari penanganan medis. “Kalau sakit gigi mereda dengan obat pereda nyeri, kebanyakan masyarakat berhenti berobat. Padahal masalah giginya tidak tuntas,” jelas Nadia, dikutip dari laman infopublik pada Minggu (14/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, kasus karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih mendominasi. Minimnya literasi kesehatan gigi membuat kondisi semakin parah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Nadia, sebagian besar masyarakat menyikat gigi di waktu yang kurang tepat, yakni pagi saat mandi dan malam sebelum tidur. Padahal, waktu yang dianjurkan adalah setelah makan. “Durasi menyikat gigi juga sering terlalu singkat, hanya sekitar satu menit, sehingga tidak efektif. Padahal, kesehatan gigi yang buruk bisa memengaruhi organ vital seperti jantung. Bagi ibu hamil, infeksi gigi bahkan berisiko mengganggu kesehatan janin,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik. “Indonesia yang kuat dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibandingkan pengobatan,” kata Usman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia mengungkapkan hanya sebagian kecil masyarakat yang rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Dari seluruh penduduk yang bermasalah, hanya sekitar 10 persen yang melakukan pemeriksaan teratur. Bahkan, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan benar sesuai waktu yang disarankan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Usman, sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan media sangat penting dalam meningkatkan edukasi publik. “Pemerintah sudah menunjukkan komitmennya lewat program pemeriksaan kesehatan gratis yang juga mencakup layanan gigi. Ke depan, upaya promotif dan preventif harus lebih diperkuat,” tuturnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/15/fakta-mengejutkan-hanya-28-persen-orang-indonesia-sikat-gigi-dengan-benar/">Fakta Mengejutkan: Hanya 2,8 Persen Orang Indonesia Sikat Gigi dengan Benar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/15/fakta-mengejutkan-hanya-28-persen-orang-indonesia-sikat-gigi-dengan-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lumajang Deklarasi Bebas Pasung, Hak Pasien Gangguan Jiwa Dipulihkan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/21/lumajang-deklarasi-bebas-pasung-hak-pasien-gangguan-jiwa-dipulihkan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/21/lumajang-deklarasi-bebas-pasung-hak-pasien-gangguan-jiwa-dipulihkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 14:46:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas Pasung]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indah Amperawati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang Bebas Pasung]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Stigma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11874</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan tidak ada lagi praktik pemasungan terhadap warga dengan gangguan kejiwaan di wilayahnya. Kepastian ini ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Bebas Pasung 2025, yang dinilai sebagai langkah bersejarah dalam pemulihan martabat dan hak asasi penderita gangguan jiwa. “Kami pastikan rumah sakit tidak lagi memasung pasien dengan gangguan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/21/lumajang-deklarasi-bebas-pasung-hak-pasien-gangguan-jiwa-dipulihkan/">Lumajang Deklarasi Bebas Pasung, Hak Pasien Gangguan Jiwa Dipulihkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Lumajang</b> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan tidak ada lagi praktik pemasungan terhadap warga dengan gangguan kejiwaan di wilayahnya. Kepastian ini ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Bebas Pasung 2025, yang dinilai sebagai langkah bersejarah dalam pemulihan martabat dan hak asasi penderita gangguan jiwa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami pastikan rumah sakit tidak lagi memasung pasien dengan gangguan jiwa. Ini wujud perhatian sekaligus penghormatan terhadap hak asasi mereka,” ujar Indah dalam keterangan tertulis di Lumajang, Rabu (20/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebijakan ini menjadi tonggak penting transformasi layanan kesehatan di Lumajang. Pendekatan medis yang sebelumnya berfokus pada kuratif kini bergeser menuju pelayanan humanis, inklusif, dan berbasis pemulihan sosial.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya pada isu kesehatan jiwa, Pemkab Lumajang juga memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Sistem layanan berlapis mulai dari Posyandu, Puskesmas, hingga rumah sakit rujukan disiapkan dengan target cakupan 100 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), malaria, dan demam berdarah (DBD), pemerintah daerah menjalankan strategi terpadu berbasis edukasi, sosialisasi, hingga intervensi langsung di tingkat rukun tetangga (RT).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami bergerak dari tingkat kabupaten sampai ke RT. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas bersama,” tegas Indah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penguatan program kesehatan di Lumajang juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menggandeng pondok pesantren, LSM, organisasi kepemudaan, dan komunitas lokal guna memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kebijakan bebas pasung ini adalah awal dari perubahan besar. Kesehatan adalah hak setiap warga tanpa terkecuali, dan pemerintah hadir untuk menjaminnya,” pungkas Indah.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/21/lumajang-deklarasi-bebas-pasung-hak-pasien-gangguan-jiwa-dipulihkan/">Lumajang Deklarasi Bebas Pasung, Hak Pasien Gangguan Jiwa Dipulihkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/21/lumajang-deklarasi-bebas-pasung-hak-pasien-gangguan-jiwa-dipulihkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Capai 7,8 Juta Orang, Akan Diperluas</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/04/menkes-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-78-juta-orang-akan-diperluas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/04/menkes-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-78-juta-orang-akan-diperluas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 12:47:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[KesehatanSekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi Gunadi]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kesehatan 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2025, program cek kesehatan gratis telah dinikmati oleh 7,8 juta warga Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya usai menyampaikan laporan evaluasi program kesehatan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6). &#8220;Per kemarin, sudah ada 7,8 juta warga yang memanfaatkan layanan cek kesehatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/04/menkes-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-78-juta-orang-akan-diperluas/">Menkes: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Capai 7,8 Juta Orang, Akan Diperluas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2025, program cek kesehatan gratis telah dinikmati oleh 7,8 juta warga Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya usai menyampaikan laporan evaluasi program kesehatan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Per kemarin, sudah ada 7,8 juta warga yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis. Jumlah harian mencapai 2,2 juta orang, jadi dalam sebulan bisa tembus 5 juta,&#8221; jelas Budi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak berhenti di situ, Menkes menyampaikan bahwa mulai Juli 2025, program ini akan diperluas ke lingkungan sekolah, dengan target total mencapai 50 juta warga yang mendapatkan layanan ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bulan depan kita mulai program pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah. Targetnya, semoga 50 juta penduduk bisa ikut skrining ini,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program ini telah membantu mendeteksi berbagai penyakit sesuai kelompok usia. Misalnya, pada bayi ditemukan kasus cacat jantung bawaan cukup tinggi, sementara pada balita permasalahan utama justru ada di kesehatan gigi. Untuk kelompok dewasa dan lanjut usia, tekanan darah tinggi serta diabetes masih mendominasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Presiden sempat bertanya apa saja masalah yang paling banyak ditemukan. Saya jelaskan, pada bayi ada kelainan jantung bawaan, balita masalah gigi, dan untuk dewasa serta lansia lebih ke hipertensi dan diabetes,&#8221; terang Budi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain laporan terkait program cek kesehatan, Budi juga melaporkan progres pembangunan rumah sakit baru yang masuk dalam daftar prioritas nasional. Tahun ini, pemerintah menargetkan membangun 32 rumah sakit, dengan 16 di antaranya sudah memulai proses pembangunan (groundbreaking). Sisanya akan segera menyusul.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Total tahun ini ada 32 RS, tahun depan tambah 34 lagi. Dari yang tahun ini, 16 sudah mulai dibangun dan sisanya akan segera menyusul,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Budi menegaskan bahwa proyek ini tidak membutuhkan anggaran tambahan, melainkan hanya dilakukan penyesuaian atau realokasi dana. &#8220;Hanya ada pergeseran anggaran, tidak ada penambahan. Tadi sudah disetujui oleh Presiden sebagai langkah percepatan untuk hasil cepat,&#8221; tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/04/menkes-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-78-juta-orang-akan-diperluas/">Menkes: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Capai 7,8 Juta Orang, Akan Diperluas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/04/menkes-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-78-juta-orang-akan-diperluas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
