<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keanekaragaman Hayati - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/keanekaragaman-hayati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/keanekaragaman-hayati/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 16:52:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Keanekaragaman Hayati - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/keanekaragaman-hayati/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terungkap dari Facebook, Gading Gajah Ilegal Disulap Jadi Ukiran dan Pajangan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/03/terungkap-dari-facebook-gading-gajah-ilegal-disulap-jadi-ukiran-dan-pajangan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/03/terungkap-dari-facebook-gading-gajah-ilegal-disulap-jadi-ukiran-dan-pajangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 10:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Gading Gajah]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gakkumhut]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Alam]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Satwa Dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bali &#8211; Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) menuntaskan proses penyidikan kasus dugaan perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali. Berkas perkara yang ditangani Balai Gakkumhut Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum. Kasus ini terungkap setelah Tim Cyber Patrol Balai Gakkumhut Wilayah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/03/terungkap-dari-facebook-gading-gajah-ilegal-disulap-jadi-ukiran-dan-pajangan/">Terungkap dari Facebook, Gading Gajah Ilegal Disulap Jadi Ukiran dan Pajangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bali </b>&#8211; Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) menuntaskan proses penyidikan kasus dugaan perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali. Berkas perkara yang ditangani Balai Gakkumhut Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum.</p>
<p>Kasus ini terungkap setelah Tim Cyber Patrol Balai Gakkumhut Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menemukan unggahan di media sosial Facebook yang diduga menawarkan benda berbahan bagian tubuh satwa dilindungi untuk diperjualbelikan.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan tersebut, tim melakukan penelusuran ke wilayah Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pada 14 April 2026, petugas melakukan pemeriksaan di sebuah toko kerajinan atau art shop yang diduga terkait dengan aktivitas perdagangan tersebut.</p>
<p>Operasi kemudian dilanjutkan sehari setelahnya, 15 April 2026, bersama Korwas PPNS Polda Bali. Dari dua lokasi berbeda di Gianyar, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ukiran, kerajinan, dan benda koleksi yang diduga terbuat dari gading gajah.</p>
<p>Barang-barang tersebut menjadi bukti penting dalam proses penyidikan karena menunjukkan bahwa bagian tubuh satwa dilindungi masih diperjualbelikan dalam bentuk produk kerajinan maupun barang koleksi.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menetapkan IKS sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penyidik juga telah memperoleh persetujuan penyitaan barang bukti dari Pengadilan Negeri Denpasar.</p>
<p>Setelah melalui proses pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, koordinasi dengan jaksa penuntut umum, serta pemenuhan petunjuk perkara, berkas kasus tersebut akhirnya dinyatakan lengkap. Selanjutnya, Balai Gakkumhut Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara akan melimpahkan tersangka beserta barang bukti kepada jaksa penuntut umum untuk proses hukum berikutnya.</p>
<p>Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Regulasi tersebut melarang setiap orang menyimpan, memiliki, mengangkut, memperniagakan, maupun memperdagangkan spesimen atau bagian tubuh satwa yang dilindungi, termasuk produk yang dibuat dari bagian satwa tersebut.</p>
<p>Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa perdagangan gading gajah dan bagian tubuh satwa dilindungi lainnya masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.</p>
<p>“Karena itu, penegakan hukum konservasi tidak hanya memproses perkara, tetapi juga menutup ruang perdagangan dan membangun kesadaran publik bahwa satwa dilindungi bukan komoditas. Kekayaan hayati Indonesia harus dijaga sebagai warisan hidup bangsa, bukan diperdagangkan sebagai benda mati,” tegas Dwi Januanto.</p>
<p>Menurutnya, selama gading gajah dan bagian tubuh satwa dilindungi lainnya masih dianggap memiliki nilai ekonomi sebagai koleksi, hiasan, atau barang seni, maka praktik perburuan dan perdagangan ilegal akan terus berlangsung.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Balai Gakkumhut Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan penanganan perkara semacam ini memerlukan ketelitian tinggi karena barang bukti yang ditemukan umumnya sudah tidak lagi berbentuk bagian tubuh satwa secara utuh.</p>
<p>Sebaliknya, barang-barang tersebut telah diolah menjadi berbagai produk kerajinan sehingga penyidik harus memastikan jenis material, status perlindungan satwa, kepemilikan barang, hingga unsur perdagangan dapat dibuktikan secara hukum.</p>
<p>“Dengan dinyatakannya berkas perkara lengkap, kami segera menyiapkan pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum. Kami juga mengingatkan masyarakat bahwa bagian tubuh satwa dilindungi tetap tidak boleh diperdagangkan, meskipun sudah berubah bentuk menjadi ukiran, pajangan, atau barang koleksi,” ujar Aswin.</p>
<p>Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menyimpan, memesan, mengoleksi, maupun memperjualbelikan bagian tubuh satwa dilindungi dalam bentuk apa pun. Larangan tersebut berlaku termasuk terhadap gading gajah yang telah diolah menjadi ukiran, kerajinan tangan, maupun benda pajangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/03/terungkap-dari-facebook-gading-gajah-ilegal-disulap-jadi-ukiran-dan-pajangan/">Terungkap dari Facebook, Gading Gajah Ilegal Disulap Jadi Ukiran dan Pajangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/03/terungkap-dari-facebook-gading-gajah-ilegal-disulap-jadi-ukiran-dan-pajangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:20:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Flora Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Vanda Tricolor]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah. Salah satu anggrek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta</strong> &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah.</p>
<p>Salah satu anggrek khas Indonesia yang menjadi ikon Daerah Istimewa Yogyakarta adalah anggrek vanda tricolor. Anggrek ini memiliki ciri khas berupa kelopak bunga berwarna putih dengan bercak cokelat kemerahan serta bibir bunga berwarna putih. Selain tampil unik, anggrek tersebut juga dikenal memiliki aroma harum yang kuat pada pagi hari dan banyak ditemukan di kawasan lereng Gunung Merapi.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Endang Semiarti, mengatakan anggrek vanda tricolor memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap suhu panas. “Selain itu, anggrek vanda tricolor memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap panas. Hal ini terbukti pada saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, anggrek ini masih ditemukan dan bertahan di habitatnya,” kata Endang dikutip dari laman ugm.</p>
<p>Menurut Endang, hingga kini sedikitnya terdapat 59 jenis anggrek Merapi yang dilestarikan di Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Namun jumlah tersebut dapat berkurang akibat berbagai faktor, mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Di sisi lain, peluang ditemukannya spesies baru masih terbuka lebar melalui eksplorasi hutan yang dilakukan masyarakat maupun peneliti. “Banyak spesies anggrek di hutan-hutan yang belum teridentifikasi jenisnya,” ujarnya.</p>
<p>Endang menilai konservasi anggrek perlu melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu caranya ialah mengedukasi warga di sekitar lereng gunung dan kawasan hutan agar membudidayakan anggrek di pekarangan rumah dengan kondisi menyerupai habitat aslinya.</p>
<p>“Saya bersama para pecinta anggrek mengedukasi warga sekitar hutan untuk melakukan konservasi mandiri dengan pengilangan dan penaburan biji yang lebih sederhana agar mudah diikuti semua orang,” ucapnya.</p>
<p>Selain melalui metode sederhana, upaya pelestarian juga dilakukan lewat inovasi penelitian. Endang bersama para mahasiswa mengembangkan teknik kultur in vitro untuk berbagai jenis anggrek yang dikumpulkan dari sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p>Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah memproyeksikan anggrek vanda tricolor sebagai ikon daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui instruksi penanaman anggrek di berbagai instansi perkantoran di wilayah Yogyakarta.</p>
<p>Tak hanya pemerintah, Komunitas Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian anggrek. Komunitas ini melakukan budidaya terhadap berbagai temuan anggrek baru dengan menyesuaikan kondisi habitat aslinya.</p>
<p>“Selain itu, PAI banyak mengadakan kompetisi ataupun seminar sebagai inisiasi edukatif serta konservatif,” ujarnya.</p>
<p>Endang berharap kekayaan anggrek Indonesia dapat terus terjaga sekaligus semakin dikenal masyarakat luas. Ia pun aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menulis buku berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.</p>
<p>“Anggrek adalah identitas bangsa, maka tugas kita bersama adalah memastikan kelestariannya,” harapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 01:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bronx Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Leuser]]></category>
		<category><![CDATA[IBioFund]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Manusela]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Way Kambas]]></category>
		<category><![CDATA[WCS]]></category>
		<category><![CDATA[Wildlife Conservation Society]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16907</guid>

					<description><![CDATA[<p>New York &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.  Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>New York</b> &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New York. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan Joint Statement sebagai langkah memperkuat kemitraan jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.</p>
<p>Kesepakatan bersama itu turut mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks yang digagas Pemerintah Indonesia untuk menciptakan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif, tangguh, dan berkelanjutan dari sisi pendanaan.</p>
<p>WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional percontohan, yakni Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat kawasan tersebut dikenal memiliki ekosistem unik dan tingkat keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan manfaat lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diproyeksikan menjadi mekanisme pendanaan yang mendukung visi Task Force. Kehadiran IBioFund diharapkan mampu mendorong pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengelolaan taman nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.</p>
<p>Delegasi Indonesia juga meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo yang terintegrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat aslinya.</p>
<p>Raja Juli Antoni menegaskan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, serta kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan penghidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni.</p>
<p>Sementara itu, Executive Vice President dan COO WCS mengapresiasi atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin dengan Indonesia.</p>
<p>“WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 03:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Laut]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[KOBI]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[PRBE]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spesies Baru 2025]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam. Sebagian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam.</p>
<p>Sebagian besar spesies yang ditemukan di Indonesia merupakan organisme endemik yang hanya hidup di habitat tertentu. Hal ini menegaskan arti penting temuan tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan konservasi. Capaian ini juga kembali mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dengan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Budi Setiadi Daryono, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengumpulan data primer menjadi fondasi penting dalam eksplorasi lingkungan dan perlindungan ekosistem.</p>
<p>“Nah ini yang membuat kita senang, bahwa penentuan spesies itu sudah semakin presisi, datanya semakin valid dan terverifikasi. Jadi sebagai orang yang berkecimpung di bidang biodiversitas, justru ini yang harus didorong oleh pemerintah melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi,” ujarnya dikutip dari laman ugm, Jumat (13/2).</p>
<p>Ia menekankan, karakter endemik pada banyak spesies baru tersebut menjadikannya bernilai strategis dalam agenda konservasi nasional. Pendataan yang berkelanjutan dinilai krusial agar kekayaan hayati tidak hilang sebelum sempat teridentifikasi.</p>
<p>“Bahayanya kalau kita belum bisa mendata sementara ekosistemnya sudah rusak, kita tidak bisa mengetahui apakah spesies tersebut sudah punah atau belum karena kita tidak punya data,” ujarnya.</p>
<p>Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada ini juga menyoroti bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia tidak hanya berada di daratan, tetapi dominan di wilayah laut. Dengan luas perairan yang sangat besar, pendataan biodiversitas laut menurutnya perlu menjadi prioritas karena masih minim data dan belum tergarap optimal.</p>
<p>“Biodiversitas di laut adalah emas tersembunyi. Jika data sudah lengkap, harus didorong untuk konservasi berkelanjutan dan melihat potensinya yang ke depan dapat bermanfaat bagi pengembangan industri,” ujarnya.</p>
<p>Di tengah ancaman degradasi lingkungan, temuan 51 spesies baru menjadi kabar positif bagi riset dan pelestarian hayati. Dalam penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), Budi menjelaskan setidaknya dibutuhkan delapan indikator utama, seperti sensus populasi, estimasi dan kelengkapan populasi, indeks populasi, biomassa, catch per unit effort, serta indikator pendukung lainnya.</p>
<p>“Data tersebut digunakan untuk melihat status spesies, apakah terancam atau sudah punah. Selain itu, indeks ini juga dapat menunjukkan tren jumlah populasi sehingga dapat diketahui langkah penanganan yang tepat,” tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, data biodiversitas sebenarnya telah tersebar di berbagai kementerian, lembaga riset, dan perguruan tinggi, namun belum terintegrasi secara menyeluruh. Kehadiran KOBI bertujuan menghimpun serta mengelola data tersebut agar menjadi indeks biodiversitas nasional yang dapat memantau kondisi dan tren keanekaragaman hayati Indonesia.</p>
<p>Dalam rentang 2020–2024, tercatat 16.312 data keanekaragaman hayati berhasil dihimpun, terdiri atas 1.912 famili, 4.606 genus, dan 7.904 spesies. Kolaborasi KOBI bersama UGM dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis data nasional.</p>
<p>“Data biodiversitas Indonesia itu sebenarnya sudah ada di berbagai lembaga, tetapi belum terintegrasi. Melalui KOBI bersama UGM, kita mencoba menghimpun dan mengelola data tersebut agar bisa menjadi indeks biodiversitas nasional,” ucapnya.</p>
<p>Budi berharap dukungan pemerintah terhadap eksplorasi dan pendataan, terutama di wilayah yang masih minim informasi seperti kawasan laut, dapat terus ditingkatkan.</p>
<p>“Kita berharap data-data biodiversitas yang sudah ada terus dilengkapi, baik melalui data sekunder maupun data primer dari hasil eksplorasi. Negara perlu mensupport para ilmuwan dan pemerhati lingkungan agar kekayaan hayati Indonesia dapat terungkap dan tetap terjaga,” pungkas Budi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIG Reklamasi 507 Hektare Pascatambang untuk Konservasi dan Lingkungan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/05/sig-reklamasi-507-hektare-pascatambang-untuk-konservasi-dan-lingkungan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/05/sig-reklamasi-507-hektare-pascatambang-untuk-konservasi-dan-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 04:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CSR dan ESG]]></category>
		<category><![CDATA[emisi karbon]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Solusi Bangun Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[Reklamasi Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SIG]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama seluruh entitas bisnisnya mengelola lahan pascatambang secara konsisten dan terukur. Hingga Juni 2025, PT Solusi Bangun Andalas—unit usaha SIG yang beroperasi di Aceh—telah mereklamasi lahan seluas 32,43 hektare dengan menanam 13.424 batang pohon. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tambang menjadi habitat yang mendukung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/05/sig-reklamasi-507-hektare-pascatambang-untuk-konservasi-dan-lingkungan/">SIG Reklamasi 507 Hektare Pascatambang untuk Konservasi dan Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama seluruh entitas bisnisnya mengelola lahan pascatambang secara konsisten dan terukur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga Juni 2025, PT Solusi Bangun Andalas—unit usaha SIG yang beroperasi di Aceh—telah mereklamasi lahan seluas 32,43 hektare dengan menanam 13.424 batang pohon. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tambang menjadi habitat yang mendukung keanekaragaman hayati.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lahan bekas tambang yang berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, kini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna. Selain berfungsi menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen, area tersebut juga ditanami sembilan jenis pohon yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap gas rumah kaca (GRK), seperti trembesi, sengon, jati, cemara, mahoni daun kecil, pulai, rambutan, pinang, dan mangga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak hanya flora, kawasan ini juga menjadi habitat alami bagi sedikitnya 26 jenis satwa liar, terdiri dari 21 mamalia, empat spesies burung, dan satu jenis reptil. Beberapa di antaranya termasuk satwa yang tergolong penting dan dilindungi, seperti harimau Sumatra, trenggiling, kucing emas, kijang muncak, anjing hutan Sumatra, linsang, dan lutung kelabu.</span></p>
<figure id="attachment_11507" aria-describedby="caption-attachment-11507" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11507" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1.jpg" alt="SIG Reklamasi 507 Hektare Pascatambang untuk Konservasi dan Lingkungan" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/SIG-Reklamasi1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-11507" class="wp-caption-text">Karyawan PT Solusi Bangun Andalas menanam bibit pohon mahoni daun kecil di lahan bekas tambang tanah liat Pabrik Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. (katafoto/HO/SIG)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">SIG melalui PT Solusi Bangun Andalas juga mengembangkan area pesisir dengan menanam 4.950 batang mangrove di sekitar Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Kecamatan Lhoknga. Penanaman yang mencakup lahan seluas 1,25 hektare ini melibatkan LSM lingkungan dan masyarakat setempat. Secara ekologis, hutan mangrove memiliki peran vital sebagai penyerap emisi karbon dan penghasil oksigen, sekaligus menjadi penyangga pesisir dalam menghadapi perubahan iklim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen SIG Group untuk menerapkan prinsip pertambangan yang berkelanjutan. Melalui program reklamasi, perusahaan menata dan memulihkan lingkungan agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sesuai arah kebijakan SIG Sustainability Road Map 2030.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Keanekaragaman hayati yang terjaga dalam lingkungan yang lestari memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan daya dukung alam terhadap kehidupan manusia,” ujar Vita dikutip dalam keterangan tertulis. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vita menambahkan, hingga akhir 2024, SIG telah melakukan reklamasi terhadap total lahan pascatambang seluas 507,91 hektare yang tersebar di seluruh wilayah operasional perusahaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penanaman pohon dalam rangka reklamasi lahan pascatambang menjadi bentuk nyata tanggung jawab SIG dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Kami berkomitmen untuk terus mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Vita.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/05/sig-reklamasi-507-hektare-pascatambang-untuk-konservasi-dan-lingkungan/">SIG Reklamasi 507 Hektare Pascatambang untuk Konservasi dan Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/05/sig-reklamasi-507-hektare-pascatambang-untuk-konservasi-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 02:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[biologi molekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Cherax]]></category>
		<category><![CDATA[fauna Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[lobster air tawar]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Barat]]></category>
		<category><![CDATA[riset biologi]]></category>
		<category><![CDATA[spesies baru]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul “Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”, yang dimuat di jurnal Arthropoda (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus Cherax di wilayah Papua Barat. Artikel ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul <i>“Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”</i>, yang dimuat di jurnal <i>Arthropoda</i> (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus <i>Cherax</i> di wilayah Papua Barat. Artikel ini dipublikasikan secara terbuka pada 6 Juni 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara UGM, peneliti independen dari Jerman, serta lembaga riset di Berlin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Papua merupakan kawasan dengan kekayaan hayati luar biasa, namun banyak potensi yang belum terungkap. Penemuan ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam yang tersimpan di sana,” ujar Dr. Rury Eprilurahman, dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus salah satu penulis dalam penelitian ini, Kamis (19/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman UGM, ketujuh spesies yang ditemukan diberi nama <i>Cherax veritas</i>, <i>Cherax arguni</i>, <i>Cherax kaimana</i>, <i>Cherax nigli</i>, <i>Cherax bomberai</i>, <i>Cherax farhadii</i>, dan <i>Cherax doberai</i>. Spesies-spesies ini ditemukan di wilayah-wilayah terpencil seperti Misool, Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni—daerah yang masih memiliki ekosistem air tawar yang relatif murni dan belum banyak terjamah aktivitas manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses identifikasi dilakukan dengan pendekatan integratif, memadukan analisis morfologi (ciri fisik) dengan filogeni molekuler menggunakan gen mitokondria 16S dan COI. Metode ini memungkinkan identifikasi yang akurat dan ilmiah. “Kami tidak hanya menilai penampilan fisik dan warna tubuh, tetapi juga membandingkan DNA untuk memastikan keunikannya sebagai spesies tersendiri,” jelas Rury.</span></p>
<figure id="attachment_10392" aria-describedby="caption-attachment-10392" style="width: 1083px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10392" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1083" height="721" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg 1083w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-768x511.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-696x463.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1083px) 100vw, 1083px" /><figcaption id="caption-attachment-10392" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax arguni di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Menariknya, sebagian spesimen awal diperoleh dari pasar akuarium hias internasional, dengan nama-nama populer seperti <i>Cherax sp. “Red Cheek”</i>, <i>“Amethyst”</i>, dan <i>“Peacock”</i>. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan satwa eksotik, jika dikelola dengan etis, bisa menjadi pintu masuk bagi penemuan ilmiah. Menurut Rury, kerja sama dengan komunitas penghobi hewan akuatik menjadi sangat penting. Beberapa kolektor lokal bahkan turut membantu pencarian spesimen di alam. “Banyak informasi awal kami justru berasal dari komunitas pecinta lobster hias. Data itu kami tindak lanjuti secara ilmiah dan sistematis,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan analisis DNA dan karakter fisik, ketujuh spesies baru ini masuk dalam kelompok <i>Cherax</i> bagian utara (northern lineage), yang sebelumnya hanya mencakup 28 spesies—kini bertambah menjadi 35. Hal ini menguatkan posisi Papua Barat sebagai salah satu pusat evolusi penting bagi genus <i>Cherax</i>, berbeda dari kerabatnya yang ada di Australia maupun Papua Nugini.</span></p>
<figure id="attachment_10393" aria-describedby="caption-attachment-10393" style="width: 1087px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10393" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1087" height="724" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg 1087w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1087px) 100vw, 1087px" /><figcaption id="caption-attachment-10393" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax nigli di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Masing-masing spesies memiliki karakter unik, baik dari segi warna tubuh, bentuk capit (chelae), maupun struktur rostrumnya. Salah satunya, <i>Cherax arguni</i>, memiliki warna biru tua dengan belang krem serta capit putih transparan yang khas. Berdasarkan analisis filogeni molekuler, <i>Cherax arguni</i> merupakan kerabat dekat dari <i>Cherax bomberai</i>, namun memiliki jarak genetik yang cukup untuk dikategorikan sebagai spesies terpisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Bayesian dan Maximum Likelihood terhadap data DNA mitokondria, yang menjadi acuan utama dalam menentukan batas antarspesies. “Perbedaan sekuens DNA mitokondria antarspesies bisa mencapai 11 persen, menandakan bahwa mereka telah mengalami isolasi evolusioner dalam waktu lama,” jelas Rury.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penemuan ini sekaligus menyoroti pentingnya upaya konservasi spesies air tawar di Papua, yang kini mulai menghadapi tekanan dari aktivitas manusia dan degradasi lingkungan. Rury menekankan bahwa banyak dari spesies ini hanya ditemukan di sungai-sungai kecil yang belum terpetakan secara ekologis. Beberapa bahkan hanya ditemukan di satu titik lokasi, menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan sekecil apapun. Demi menjaga keberlanjutan, lokasi detail habitat tidak diungkap dalam publikasi. “Kami harus menjaga keseimbangan antara eksplorasi ilmiah dan pelestarian alam, terutama karena banyak dari spesies ini tinggal di wilayah yang mulai terdampak aktivitas manusia,” tambahnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 23:56:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Burung Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasliaran burung.]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Liar Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Penyelundupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=7975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025. Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Satpel Ketapang, Banyuwangi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>72 Burung Liar Disita</b><br />
Dalam operasi tersebut, tim menemukan 72 ekor burung liar yang terdiri dari 68 ekor Merbah Cerukcuk dan 4 ekor Sikatan Rimba Dada Coklat. Sayangnya, enam burung ditemukan dalam kondisi mati, sedangkan 66 lainnya berhasil diselamatkan dan diamankan dalam lima kotak pengangkut.</span></p>
<figure id="attachment_7977" aria-describedby="caption-attachment-7977" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7977" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg" alt="Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-696x464.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-7977" class="wp-caption-text">Sejumlah burung liar berhasil diamankan Tim BKSDA Jatim, sebelumnya diselundupkan dari Bali ke Jember. (katafoto/HO/Balai Besar KSDA Jawa Timur)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Rencananya, seluruh burung yang berhasil diselamatkan ini akan diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Selanjutnya, kami bersama tim BKHIT akan melakukan proses pelepasliaran di kawasan konservasi Gunung Ijen,” ujar Dwi Putro Sugiarto, Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, dikutip dalam keterangan tertulis pada Senin (27/1)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Pentingnya Pengawasan dan Pelepasliaran</b><br />
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap perdagangan ilegal satwa liar harus terus diperketat. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga ekosistem dan satwa liar. Proses pelepasliaran di kawasan konservasi diharapkan mampu memulihkan populasi burung-burung tersebut di habitat alaminya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Gunung Ijen dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena ekosistemnya yang mendukung keberlangsungan hidup burung-burung tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati melalui tindakan tegas terhadap perdagangan ilegal satwa liar.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
