<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kekerasan seksual - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kekerasan-seksual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kekerasan-seksual/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 10:58:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kekerasan seksual - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kekerasan-seksual/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Soal Usia, Ini Bahaya Child Grooming yang Sering Tak Disadari</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/28/bukan-soal-usia-ini-bahaya-child-grooming-yang-sering-tak-disadari/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/28/bukan-soal-usia-ini-bahaya-child-grooming-yang-sering-tak-disadari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 10:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[child grooming]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental anak]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikolog anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi remaja]]></category>
		<category><![CDATA[tanda child grooming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fenomena child grooming merupakan bentuk manipulasi yang umumnya berlangsung secara perlahan, terselubung, dan kerap sulit dikenali pada tahap awal. Polanya sering diawali dari hubungan yang tampak positif dan penuh perhatian, namun secara bertahap memasuki fase yang dikenal sebagai zona abu-abu, saat batas antara kepedulian wajar dan eksploitasi mulai kabur. Psikolog anak dan remaja, Ferlita Sari, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/28/bukan-soal-usia-ini-bahaya-child-grooming-yang-sering-tak-disadari/">Bukan Soal Usia, Ini Bahaya Child Grooming yang Sering Tak Disadari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena <i>child grooming</i> merupakan bentuk manipulasi yang umumnya berlangsung secara perlahan, terselubung, dan kerap sulit dikenali pada tahap awal. Polanya sering diawali dari hubungan yang tampak positif dan penuh perhatian, namun secara bertahap memasuki fase yang dikenal sebagai <i>zona abu-abu</i>, saat batas antara kepedulian wajar dan eksploitasi mulai kabur.</p>
<p>Psikolog anak dan remaja, Ferlita Sari, menjelaskan bahwa <i>child grooming</i> tidak semata-mata ditentukan oleh perbedaan usia, melainkan berkaitan erat dengan ketimpangan kuasa serta kontrol emosional yang dibangun secara sistematis.</p>
<p>“Pelaku biasanya memposisikan diri sebagai sosok yang dianggap paling memahami, mendukung, dan memberikan rasa aman bagi anak atau remaja,” ujarnya dalam Kelas Orang Tua Bersahaja Kemendukbangga di Jakarta, Rabu (28/1).</p>
<p>Ferlita menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap <i>zona abu-abu</i>. Relasi semacam ini kerap terlihat suportif dan penuh perhatian, namun sebenarnya memunculkan rasa tidak nyaman yang sulit diungkapkan anak.<br />
“Dalam banyak kasus, sinyal awal tersebut sering diabaikan karena dianggap sebagai bentuk kedekatan yang normal,” jelasnya.</p>
<p>Hubungan yang tampak baik tidak selalu berarti aman. Ferlita mencontohkan, relasi mentor dan siswa yang terlalu eksklusif, pujian berlebihan dari figur guru favorit, hingga komunikasi privat antara tokoh publik dan penggemar dapat menjadi celah terjadinya <i>child grooming</i>. Bahkan, hubungan romantis dengan perbedaan usia yang sah secara hukum tetap berpotensi berisiko apabila terdapat ketimpangan pengalaman dan kendali emosional.</p>
<p>Dampak <i>child grooming</i> juga kerap berlanjut meski relasi tersebut telah berakhir. Anak yang menjadi korban dapat mengalami trauma relasional jangka panjang, seperti kebingungan memahami hubungan yang sehat, rasa bersalah, hingga kesulitan membangun kepercayaan terhadap orang lain di kemudian hari.</p>
<p>“Orang tua pun dapat terdampak secara psikologis. Trauma sekunder sering muncul dalam bentuk perasaan gagal melindungi anak, kemarahan pada diri sendiri, bahkan konflik dalam rumah tangga. Pada kondisi ini, pendampingan profesional seperti psikolog atau psikiater sangat dianjurkan untuk membantu proses pemulihan keluarga,” saran Ferlita.</p>
<p><b>Kewaspadaan bagi Orang Tua dan Remaja</b></p>
<p>Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti menjadi lebih tertutup, defensif secara berlebihan, atau sangat menjaga privasi gawai karena adanya rahasia tertentu. Sementara itu, remaja juga perlu mengevaluasi relasi yang dijalani, apakah masih memiliki kebebasan untuk berkata “tidak”, atau justru merasa tertekan, takut, dan bergantung secara emosional.</p>
<p>Upaya pencegahan <i>child grooming</i> tidak cukup dilakukan melalui larangan yang kaku, melainkan dengan membangun ikatan emosional yang kuat sejak dini. Orang tua perlu menciptakan ruang yang aman agar anak berani bercerita tanpa rasa takut atau dihakimi.</p>
<p>Dialog terbuka mengenai seksualitas juga penting agar anak memahami batasan tubuh serta konsep relasi yang sehat. Pendampingan digital pun perlu dilakukan secara bijak dengan menyeimbangkan kepercayaan, privasi, dan edukasi mengenai risiko di dunia maya.</p>
<p>Kedekatan emosional yang terjaga akan membantu orang tua mengenali tanda-tanda bahaya sejak dini, sebelum manipulasi berkembang lebih jauh.<br />
“Relasi yang hangat, aman, dan terbuka menjadi kunci utama untuk melindungi anak dari praktik manipulasi psikologis <i>child grooming</i> yang dapat mengancam masa depan mereka,” pungkas Ferlita.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/28/bukan-soal-usia-ini-bahaya-child-grooming-yang-sering-tak-disadari/">Bukan Soal Usia, Ini Bahaya Child Grooming yang Sering Tak Disadari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/28/bukan-soal-usia-ini-bahaya-child-grooming-yang-sering-tak-disadari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pos SAPA Transjakarta: Cegah Kekerasan Seksual di Transportasi Publik</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/01/21/pos-sapa-transjakarta-cegah-kekerasan-seksual-di-transportasi-publik/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/01/21/pos-sapa-transjakarta-cegah-kekerasan-seksual-di-transportasi-publik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 02:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PPAPP DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi pencegahan kekerasan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pos SAPA]]></category>
		<category><![CDATA[Transjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi aman]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=7793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta terus berupaya memperkuat langkah-langkah dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan seksual, khususnya di transportasi umum. Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tamary, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melalui pembentukan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Pos ini kini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/21/pos-sapa-transjakarta-cegah-kekerasan-seksual-di-transportasi-publik/">Pos SAPA Transjakarta: Cegah Kekerasan Seksual di Transportasi Publik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta terus berupaya memperkuat langkah-langkah dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan seksual, khususnya di transportasi umum.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tamary, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melalui pembentukan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Pos ini kini tersedia di seluruh koridor Transjakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pos ini dilengkapi dengan petugas yang telah dilatih khusus untuk menerima pengaduan terkait kekerasan seksual dan memberikan rujukan ke lembaga terkait untuk tindak lanjut,” ujar Miftahulloh dikutip dalam laman berita jakarta pada Senin (20/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain menyediakan fasilitas pengaduan, Dinas PPAPP DKI Jakarta bersama Transjakarta secara aktif mengedukasi masyarakat. Mereka menghadirkan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berupa video dan poster yang ditayangkan di dalam bus Transjakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Materi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pengguna transportasi publik tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan langkah-langkah yang harus dilakukan jika menjadi korban atau menyaksikan kejadian tersebut,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Miftahulloh menekankan bahwa program ini tidak hanya dirancang untuk merespons insiden yang terjadi, tetapi juga sebagai langkah pencegahan untuk menciptakan rasa aman bagi para pengguna transportasi publik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami ingin memastikan bahwa Transjakarta menjadi moda transportasi yang aman dan nyaman, terutama bagi perempuan dan anak-anak,”  tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kekerasan seksual, salah satunya dengan melaporkan kejadian melalui Pos SAPA atau saluran pengaduan resmi pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Miftahulloh berharap kolaborasi antara Dinas PPAPP DKI Jakarta dan Transjakarta dapat memperkuat perlindungan bagi pengguna transportasi umum di DKI Jakarta serta meningkatkan upaya preventif dalam menghadapi kekerasan seksual di masa mendatang.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/21/pos-sapa-transjakarta-cegah-kekerasan-seksual-di-transportasi-publik/">Pos SAPA Transjakarta: Cegah Kekerasan Seksual di Transportasi Publik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/01/21/pos-sapa-transjakarta-cegah-kekerasan-seksual-di-transportasi-publik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
