<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kerusakan lingkungan - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kerusakan-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kerusakan-lingkungan/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 02:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>kerusakan lingkungan - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kerusakan-lingkungan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pakar UGM Sebut: Pembukaan Lahan di Hulu DAS Picu Banjir Bandang Sumatra</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/06/pakar-ugm-sebut-pembukaan-lahan-di-hulu-das-picu-banjir-bandang-sumatra/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/06/pakar-ugm-sebut-pembukaan-lahan-di-hulu-das-picu-banjir-bandang-sumatra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 14:07:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Garoga]]></category>
		<category><![CDATA[Deforestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hulu DAS]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Pembukaan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indikasi pembukaan lahan ditemukan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak banjir bandang di Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diduga melakukan pembukaan lahan dan memicu banjir bandang di Desa Goroga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Berdasarkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/06/pakar-ugm-sebut-pembukaan-lahan-di-hulu-das-picu-banjir-bandang-sumatra/">Pakar UGM Sebut: Pembukaan Lahan di Hulu DAS Picu Banjir Bandang Sumatra</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Indikasi pembukaan lahan ditemukan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak banjir bandang di Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diduga melakukan pembukaan lahan dan memicu banjir bandang di Desa Goroga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Berdasarkan hasil analisis citra satelit, teridentifikasi 110 titik pembukaan lahan di kawasan DAS Garoga. Aktivitas tersebut diduga menyebabkan luapan air sungai yang berujung pada bencana besar, dengan 47 orang meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan hilang.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menanggapi kerusakan lingkungan di kawasan hulu DAS, Pakar Konservasi Tanah dan Air Universitas Gadjah Mada (UGM), Ambar Kusumandari menjelaskan bahwa dampak pembukaan lahan di wilayah hulu tidak hanya dirasakan di lokasi tersebut, tetapi juga menjalar hingga kawasan tengah dan hilir sungai.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Risiko paling nyata dari kerusakan daerah hulu adalah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra. Aliran sungai yang mampu menyeret balok-balok kayu berukuran besar menjadi indikasi rusaknya kawasan hulu yang seharusnya berfungsi sebagai wilayah konservasi dan perlindungan ekosistem,” ujar Ambar dikutip dari laman ugm, Selasa (6/1).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia menambahkan, bencana yang terjadi di wilayah hilir sejatinya merupakan cerminan dari kondisi pengelolaan kawasan hulu. Hilangnya tutupan hutan menyebabkan fungsi alamiah hutan sebagai penahan air hujan melalui tajuk pohon tidak lagi berjalan optimal.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Ketika kemampuan resapan di hulu menurun, air hujan langsung mengalir ke permukaan dalam volume besar. Sungai di wilayah hilir akhirnya tidak mampu menampung debit air tersebut, sehingga banjir bandang tidak terhindarkan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurut Ambar, lahan negara di kawasan hulu yang telah mengalami deforestasi perlu segera direhabilitasi melalui penanaman kembali vegetasi hutan, yang dilengkapi dengan pendekatan mekanik sebagai fondasi pemulihan ekosistem. Sementara itu, pada lahan milik masyarakat dapat diterapkan sistem agroforestri, yakni mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pangan atau tanaman obat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Lahan milik pemerintah seharusnya diarahkan sebagai kawasan hutan lindung. Adapun lahan milik masyarakat dapat dikelola menyerupai hutan, namun tetap memberikan nilai ekonomi,” tuturnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Lebih lanjut, Ambar menilai perlu adanya moratorium terhadap seluruh aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, seperti pertambangan dan perkebunan skala besar. Selain itu, penataan ulang tata ruang wilayah harus dilakukan dengan berlandaskan konsep pengelolaan DAS, serta diperkuat dengan sistem peringatan dini yang mengacu pada prediksi BMKG dan peta potensi bencana.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kita perlu memahami kondisi alam secara utuh dan menyesuaikan aktivitas manusia agar lebih adaptif terhadap daya dukung lingkungan,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/06/pakar-ugm-sebut-pembukaan-lahan-di-hulu-das-picu-banjir-bandang-sumatra/">Pakar UGM Sebut: Pembukaan Lahan di Hulu DAS Picu Banjir Bandang Sumatra</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/06/pakar-ugm-sebut-pembukaan-lahan-di-hulu-das-picu-banjir-bandang-sumatra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulau Pari Rusak Parah, Warga dan Pemerintah Kompak Rehabilitasi Mangrove</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/08/pulau-pari-rusak-parah-warga-dan-pemerintah-kompak-rehabilitasi-mangrove/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/08/pulau-pari-rusak-parah-warga-dan-pemerintah-kompak-rehabilitasi-mangrove/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 12:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[AMDAL]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[klhk]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi laut]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove rusak]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[pengerukan pasir ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[pulau pari]]></category>
		<category><![CDATA[reklamasi ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Bahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepulauan Seribu &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama pemerintah pusat terus menggencarkan upaya pemulihan ekosistem di kawasan Pulau Pari. Langkah ini diambil menyusul terjadinya pengerukan pasir laut ilegal di sekitar Pulau Gugus Lempeng dan Pulau Biawak, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Lurah Pulau Pari, Muhammad Ardiansyah, menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/08/pulau-pari-rusak-parah-warga-dan-pemerintah-kompak-rehabilitasi-mangrove/">Pulau Pari Rusak Parah, Warga dan Pemerintah Kompak Rehabilitasi Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Kepulauan Seribu</b> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama pemerintah pusat terus menggencarkan upaya pemulihan ekosistem di kawasan Pulau Pari. Langkah ini diambil menyusul terjadinya pengerukan pasir laut ilegal di sekitar Pulau Gugus Lempeng dan Pulau Biawak, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lurah Pulau Pari, Muhammad Ardiansyah, menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah tersebut bermula dari aktivitas pembangunan dan reklamasi di Gugus Lempeng pada 17 Januari 2025. Akibat kegiatan itu, sekitar 20.000 pohon mangrove mengalami kerusakan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hasil pengawasan menunjukkan pembangunan wisata dan resor tersebut belum memiliki izin lengkap serta belum melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Karena itu, proyek tersebut dihentikan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akhir Januari,” ujarnya, Rabu (8/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ardiansyah menambahkan, aktivitas pembangunan sempat menimbulkan keresahan masyarakat karena tidak hanya merusak ekosistem pesisir, tetapi juga mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Untuk memulihkan kondisi lingkungan di Pulau Pari, Pemkab Kepulauan Seribu bersama pemerintah pusat, komunitas lingkungan, dan masyarakat terus melakukan rehabilitasi dengan menanam kembali mangrove serta memperbaiki terumbu karang,” jelasnya dikutip dari laman berita jakarta. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan mangrove hingga tumbuh kembali secara alami membutuhkan waktu panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat ekosistem laut agar tidak kembali rusak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mari kita jaga alam ini bersama demi kelangsungan hidup dan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Kasi Teknis Ahli Bidang Peran serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih, menyebutkan bahwa perizinan pembangunan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan dalam pengawasan kegiatan di lapangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pada September lalu, kami menerima laporan bahwa papan larangan pembangunan di lokasi sempat hilang. Setelah dilakukan pengecekan dan pelaporan, beberapa hari kemudian papan tersebut kembali terpasang,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di sisi lain, Sumiati, warga RT 02/04 Kelurahan Pulau Pari, menyatakan kekecewaannya terhadap pembangunan yang telah merusak lingkungan pesisir. Namun, ia dan warga kini berinisiatif melakukan penanaman kembali mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap alam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sedikit demi sedikit kami sudah mulai menanam lagi. Harapannya mangrove bisa tumbuh dengan baik, dan kami akan turut mengawasi agar tidak ada lagi pembangunan yang merusak ekosistem di sini,” tuturnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/08/pulau-pari-rusak-parah-warga-dan-pemerintah-kompak-rehabilitasi-mangrove/">Pulau Pari Rusak Parah, Warga dan Pemerintah Kompak Rehabilitasi Mangrove</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/08/pulau-pari-rusak-parah-warga-dan-pemerintah-kompak-rehabilitasi-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
