<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Anak - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kesehatan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-anak/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 15:49:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Anak - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cuaca Panas Ekstrem Mengintai, Waspadai Tanda-Tanda Heat Stroke pada Anak</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/17/cuaca-panas-ekstrem-mengintai-waspadai-tanda-tanda-heat-stroke-pada-anak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/17/cuaca-panas-ekstrem-mengintai-waspadai-tanda-tanda-heat-stroke-pada-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:49:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi dan balita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<category><![CDATA[dehidrasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Heat Stroke]]></category>
		<category><![CDATA[kemarau ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Gelombang cuaca panas dan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi meningkatkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada anak-anak. Kelompok usia ini dinilai lebih rentan karena kemampuan tubuh mereka dalam menyesuaikan diri terhadap suhu lingkungan yang tinggi belum sebaik orang dewasa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/cuaca-panas-ekstrem-mengintai-waspadai-tanda-tanda-heat-stroke-pada-anak/">Cuaca Panas Ekstrem Mengintai, Waspadai Tanda-Tanda Heat Stroke pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta</strong> &#8211; Gelombang cuaca panas dan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi meningkatkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada anak-anak. Kelompok usia ini dinilai lebih rentan karena kemampuan tubuh mereka dalam menyesuaikan diri terhadap suhu lingkungan yang tinggi belum sebaik orang dewasa.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan selama musim kemarau. Kemenkes menyebut dehidrasi berat dan heat stroke sebagai gangguan kesehatan yang berisiko meningkat saat cuaca panas berlangsung dalam waktu lama, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak.</p>
<p>Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Siti Rizki Fauziah, mengatakan kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini dapat memberikan dampak cukup besar terhadap kesehatan anak.</p>
<p>Menurutnya, sistem pengaturan suhu tubuh pada anak masih berkembang sehingga belum mampu bekerja seefektif orang dewasa dalam menghadapi perubahan suhu lingkungan.</p>
<p>“Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga sistem regulasi tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa. Karena itu mereka jauh lebih rentan terhadap perubahan lingkungan, termasuk cuaca ekstrem. Kondisi panas yang berlangsung terus-menerus dapat memberikan beban yang lebih besar bagi tubuh anak dibandingkan orang dewasa,” ujarnya dikutip dari laman umy, Senin (15/6).</p>
<p><b>Anak Lebih Rentan Mengalami Heat Stroke</b></p>
<p>Dr. Siti menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang membuat anak lebih mudah mengalami heat stroke dibandingkan orang dewasa. Salah satunya adalah luas permukaan tubuh anak yang relatif lebih besar dibandingkan berat badannya sehingga tubuh lebih cepat menyerap panas dari lingkungan sekitar.</p>
<p>Selain itu, anak-anak cenderung menghasilkan panas tubuh lebih tinggi saat melakukan aktivitas fisik seperti bermain, berlari, atau berolahraga. Di sisi lain, kemampuan tubuh untuk membuang panas melalui keringat belum berkembang secara optimal.</p>
<p>“Tubuh anak memiliki mekanisme yang berbeda dalam merespons paparan panas. Mereka menyerap panas lebih cepat, sementara produksi panas tubuh saat bergerak juga lebih tinggi. Di sisi lain, sistem kelenjar keringat mereka belum bekerja seefektif orang dewasa sehingga proses pembuangan panas menjadi lebih sulit,” ungkap dr. Siti.</p>
<p>Tidak hanya faktor fisiologis, perilaku anak juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko gangguan akibat panas. Saat asyik bermain, anak sering kali tidak menyadari tanda-tanda awal tubuh mengalami kelelahan atau kekurangan cairan.</p>
<p>Menurut dr. Siti, anak umumnya belum mampu mengenali sinyal tubuh seperti rasa haus, pusing, maupun lemas yang muncul akibat paparan suhu tinggi.</p>
<p><b>Kenali Gejala Awal Sebelum Menjadi Heat Stroke</b></p>
<p>Dr. Siti menegaskan bahwa heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini terjadi ketika sistem pengaturan suhu tubuh gagal bekerja dengan baik akibat paparan panas berlebihan.</p>
<p>“Heat stroke harus dipandang sebagai kondisi kegawatdaruratan medis yang serius. Ini bukan hanya rasa panas biasa, tetapi kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada otak, jantung, ginjal, hingga organ-organ vital lainnya,” pungkasnya.</p>
<p>Sebelum berkembang menjadi heat stroke, anak biasanya terlebih dahulu mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Gejalanya antara lain berkeringat berlebihan, sakit kepala, pusing, tubuh terasa lemah, mual, muntah, serta kram otot.</p>
<p>Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius. Anak dapat mengalami perubahan perilaku dan penurunan kesadaran, seperti kebingungan, sulit diajak berkomunikasi, mengantuk berlebihan, hingga pingsan.</p>
<p>Dr. Siti menambahkan bahwa semua anak memiliki risiko mengalami gangguan akibat cuaca panas. Namun, bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan sehingga membutuhkan perhatian lebih dari orang tua.</p>
<p>“Semua anak berisiko, tetapi bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan. Karena itu, kewaspadaan orang tua menjadi sangat penting agar tanda-tanda awal gangguan akibat panas dapat dikenali sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya,” tegas dr. Siti.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/cuaca-panas-ekstrem-mengintai-waspadai-tanda-tanda-heat-stroke-pada-anak/">Cuaca Panas Ekstrem Mengintai, Waspadai Tanda-Tanda Heat Stroke pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/17/cuaca-panas-ekstrem-mengintai-waspadai-tanda-tanda-heat-stroke-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/11/milo-hadirkan-tiga-keunggulan-baru-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/11/milo-hadirkan-tiga-keunggulan-baru-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 02:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[energi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[MILO Tiga Keunggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Nestlé MILO]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Tasya Kamila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemenuhan kebutuhan energi anak tidak hanya ditentukan oleh jumlah asupan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas gizinya. Untuk mendukung keluarga Indonesia, Nestlé MILO memperkenalkan konsep &#8220;Tiga Keunggulan&#8221; yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi. Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam acara &#8220;MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &#38; Media Gathering&#8221; di Pabrik Karawang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/11/milo-hadirkan-tiga-keunggulan-baru-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak/">MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemenuhan kebutuhan energi anak tidak hanya ditentukan oleh jumlah asupan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas gizinya. Untuk mendukung keluarga Indonesia, Nestlé MILO memperkenalkan konsep &#8220;Tiga Keunggulan&#8221; yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi. Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam acara &#8220;MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering&#8221; di Pabrik Karawang PT Nestlé Indonesia.</p>
<p>Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Ankur Mittal, mengatakan Nestlé terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui produk makanan dan minuman bergizi yang mendukung kesehatan keluarga.</p>
<p>“Melalui strategi Good for You, kami terus meningkatkan kualitas produk dan menyediakan informasi yang lebih jelas bagi konsumen, sehingga membantu keluarga membuat pilihan yang tepat setiap hari. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah Nestlé MILO. Lebih dari 50 tahun dan didukung oleh riset dan pengembangan yang kuat, Nestlé MILO telah menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia dalam mendukung anak-anak belajar, bermain, dan tetap aktif setiap hari,” ungkap Ankur.</p>
<p>Marketing Manager Beverages &amp; Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, mengatakan bahwa pemahaman mengenai keseimbangan antara energi dan gizi sangat penting bagi tumbuh kembang anak.</p>
<p>“Tahun ini, Nestlé MILO menghadirkan energi bergizi melalui Tiga Keunggulan yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi untuk membantu mendukung anak tumbuh, aktif, dan fokus, sehingga memiliki Energi Tanpa Batas untuk meraih potensi terbaiknya. Pada saat yang sama, kami terus mendorong para orang tua, khususnya ibu, untuk membuat pilihan yang tepat melalui kebiasaan membaca label gizi pada produk, sehingga membantu memastikan anak mendapatkan energi dan gizi yang sesuai sekaligus mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan aktif. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memperhatikan informasi nilai gizi dan daftar komposisi pada kemasan, termasuk memahami bahwa bahan yang tercantum pertama menunjukkan komposisi terbesar dalam produk tersebut,” ujar Alaa.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Budaya Olahraga Kemenpora, Sri Wahyuni, menilai berbagai program edukasi gizi dan aktivitas fisik yang dijalankan Nestlé MILO sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang sehat dan aktif.</p>
<p>“Kementerian Pemuda dan Olahraga siap mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi generasi muda Indonesia. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, seperti yang dilakukan bersama Nestlé MILO, dapat mempercepat terciptanya generasi yang lebih sehat dan aktif, sekaligus memastikan setiap program berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia,” kata Sri Wahyuni.</p>
<p>Sementara itu, Ahli Gizi sekaligus Founder Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, menjelaskan bahwa kebutuhan energi anak berbeda-beda sesuai usia dan jenis kelamin. Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia 6 hingga 9 tahun membutuhkan energi sekitar 1.400–1.650 kilokalori per hari. Sementara kebutuhan energi anak usia 10 hingga 15 tahun berkisar antara 2.000–2.400 kilokalori per hari.</p>
<p>Menurut Esti, pemenuhan kebutuhan energi harus berasal dari pola makan yang beragam dan seimbang, mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, serta mineral.</p>
<p>Ia menambahkan, minuman bergizi yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi dapat menjadi pelengkap kebutuhan nutrisi harian anak sebagai bagian dari pola makan seimbang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Selain memperhatikan asupan makanan, Esti juga mengingatkan pentingnya membiasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan produk agar orang tua dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak.</p>
<p>Menurutnya, pola makan sehat perlu dibarengi dengan aktivitas fisik secara rutin. Kebiasaan aktif bergerak dan berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu meningkatkan konsentrasi, rasa percaya diri, serta membentuk gaya hidup sehat sejak dini.</p>
<p>Pandangan serupa disampaikan aktris dan penyanyi Tasya Kamila yang juga merupakan seorang ibu. Ia menilai keseimbangan antara asupan gizi dan aktivitas fisik menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak.</p>
<p>“Sebagai seorang ibu, saya melihat bahwa aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, saya selalu berupaya memastikan kebutuhan gizi dan energinya terpenuhi melalui pola makan yang seimbang serta membiasakannya untuk aktif bergerak dan berolahraga sejak dini. Saya juga memberikan MILO kepada Arrasya di pagi hari sebagai bagian dari rutinitas hariannya. Dengan Tiga Keunggulan yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi, MILO membantu mendukung anak untuk tumbuh, aktif, dan fokus,” tutup Tasya.</p>
<p>Sebagai bagian dari kampanye #NyataBawaMakna, Nestlé MILO juga telah mendistribusikan lebih dari 59 juta cup MILO kepada siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia dalam satu dekade terakhir. Berbagai program olahraga yang dijalankan perusahaan juga telah menjangkau lebih dari 50 juta anak di lebih dari 300 kota dan kabupaten sebagai upaya mendorong generasi Indonesia yang lebih sehat dan aktif.</p>

		<!-- MasterSlider -->
		<div id="P_MS6a618ac9b2e5a" class="master-slider-parent ms-parent-id-296" style="max-width:800px;" >

			
			<!-- MasterSlider Main -->
			<div id="MS6a618ac9b2e5a" class="master-slider ms-skin-default" >
				 				 

			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-6.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>(Ki-Ka) Marketing Manager Beverages &amp; Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban (kedua kiri), Ahli Gizi dan Pendiri Gizi Nusantara Esti Nurwanti (kiri) dan Ibu Muda, Aktris, dan Penyanyi Tasya Kamila (kedua kanan) saat sesi talk show pada acara “MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering” di PT Nestlé Indonesia Pabrik Karawang, Jawa Barat, Senin (08/06/2026)<span class="Apple-converted-space">  </span>(katafoto/HO/imagedynamic)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-6-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-1.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Deputi Bidang Pengembangan Budaya Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sri Wahyuni (ketiga kiri), Widyaprada Pembina Tim Kerja Peserta Didik dan Penguatan Karakter, Direktorat SD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Minhajul Ngabidin, (kedua kanan), Asisten Daerah III Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang Arief Bijaksana Maryugo, (kanan), Ahli Gizi dan Pendiri Gizi Nusantara Esti Nurwanti, (keempat kanan), Ibu Muda, Aktris, Penyanyi Tasya Kamila (ketiga kanan), Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Ankur Mittal (kedua kanan), Marketing Manager Beverages &amp; Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban (keempat kiri) dan Karawang Factory Manager Budi Utomo (kiri) pada acara “MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering” di PT Nestlé Indonesia Pabrik Karawang, Jawa Barat, Senin (08/06/2026)<span class="Apple-converted-space">  </span>(katafoto/HO/imagedynamic)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-1-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-10.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para ibu, media, </em></span><span style="color: #000000;"><em>Marketing Manager Beverages &amp; Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, Ahli Gizi dan Pendiri Gizi Nusantara Esti Nurwanti  dan Ibu Muda, Aktris, dan Penyanyi Tasya Kamila </em></span><span style="color: #000000;"><em>melihat kegiatan permainan interaktif seperti game kelincahan menendang bola yang mendorong gerakan fisik dan koordinasi, permainan basket di Galeri Nestlé pada peluncuran "MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering" di Pabrik Karawang PT Nestlé Indonesia, Jawa Barat. (katafoto/HO/imagedynamic)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-10-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-12.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><em><span style="color: #000000;">Para ibu dan media mengikuti kegiatan permainan interaktif seperti game kelincahan menendang bola yang mendorong gerakan fisik dan koordinasi, permainan basket di Galeri Nestlé pada peluncuran "MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering" di Pabrik Karawang PT Nestlé Indonesia, Jawa Barat. (katafoto/HO/imagedynamic)</span></em></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-12-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-11.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para ibu dan media mengikuti kegiatan permainan interaktif seperti game kelincahan menendang bola yang mendorong gerakan fisik dan koordinasi, permainan basket di Galeri Nestlé pada peluncuran "MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering" di Pabrik Karawang PT Nestlé Indonesia, Jawa Barat. (katafoto/HO/imagedynamic)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-11-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" title="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-2.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para ibu, media dan jajaran manajemen </em></span><span style="color: #000000;"><em>PT Nestlé Indonesia foto bersama pada </em></span><span style="color: #000000;"><em>peluncuran "MILO Tiga Keunggulan: Moms Community &amp; Media Gathering" di Pabrik Karawang PT Nestlé Indonesia, Jawa Barat. (katafoto/HO/imagedynamic)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/MILO-Tiga-Keunggulan-2-100x80.jpg" alt="MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak" />
				</div>

			</div>
			<!-- END MasterSlider Main -->

			 
		</div>
		<!-- END MasterSlider -->

		<script>
		( window.MSReady = window.MSReady || [] ).push( function( $ ) {

			"use strict";
			var masterslider_2e5a = new MasterSlider();

			// slider controls
			masterslider_2e5a.control('bullets'    ,{ autohide:true, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom', space:6 , margin:10  });
			masterslider_2e5a.control('thumblist'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', speed:17, inset:false, arrows:false, hover:false, customClass:'', align:'bottom',type:'thumbs', margin:10, width:100, height:80, space:5, fillMode:'fill'  });
			masterslider_2e5a.control('scrollbar'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', inset:true, align:'top', color:'#3D3D3D' , margin:10  , width:4 });
			masterslider_2e5a.control('slideinfo'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom',inset:false , margin:10   });
			// slider setup
			masterslider_2e5a.setup("MS6a618ac9b2e5a", {
				width           : 800,
				height          : 480,
				minHeight       : 0,
				space           : 0,
				start           : 1,
				grabCursor      : true,
				swipe           : true,
				mouse           : true,
				keyboard        : false,
				layout          : "boxed",
				wheel           : false,
				autoplay        : true,
                instantStartLayers:false,
				mobileBGVideo:false,
				loop            : false,
				shuffle         : false,
				preload         : 0,
				heightLimit     : true,
				autoHeight      : false,
				smoothHeight    : true,
				endPause        : false,
				overPause       : true,
				fillMode        : "fill",
				centerControls  : true,
				startOnAppear   : false,
				layersMode      : "center",
				autofillTarget  : "",
				hideLayers      : false,
				fullscreenMargin: 0,
				speed           : 15,
				dir             : "h",
				responsive      : true,
				tabletWidth     : 768,
				tabletHeight    : null,
				phoneWidth      : 480,
				phoneHeight    : null,
				sizingReference : window,
				parallaxMode    : 'swipe',
				view            : "basic"
			});

			
			window.masterslider_instances = window.masterslider_instances || [];
			window.masterslider_instances.push( masterslider_2e5a );
		});
		</script>


<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/11/milo-hadirkan-tiga-keunggulan-baru-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak/">MILO Hadirkan Tiga Keunggulan Baru untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/11/milo-hadirkan-tiga-keunggulan-baru-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/08/acekid-hadir-di-indonesia-usung-susu-segar-tanpa-pemanis-tambahan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/08/acekid-hadir-di-indonesia-usung-susu-segar-tanpa-pemanis-tambahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 00:47:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[AceKid]]></category>
		<category><![CDATA[FEIHE International]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[MAKUKU]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Formula Gizi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta  &#8211; Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang lebih transparan, FEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Peluncuran produk bertajuk &#8220;Let&#8217;s Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid&#8221; memperkenalkan AceKid sebagai produk nutrisi anak yang mengedepankan keterbukaan informasi terkait komposisi, kualitas bahan baku, serta proses produksi yang terkontrol. Pendiri sekaligus CEO [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/08/acekid-hadir-di-indonesia-usung-susu-segar-tanpa-pemanis-tambahan/">AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta<span class="Apple-converted-space"> </span></b> &#8211; Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang lebih transparan, FEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Peluncuran produk bertajuk <i>&#8220;Let&#8217;s Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid&#8221;</i> memperkenalkan AceKid sebagai produk nutrisi anak yang mengedepankan keterbukaan informasi terkait komposisi, kualitas bahan baku, serta proses produksi yang terkontrol.</p>
<p>Pendiri sekaligus CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi AceKid. Menurutnya, perusahaan ingin menghadirkan standar nutrisi yang setara dengan negara-negara maju bagi keluarga Indonesia.</p>
<p>“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi AceKid karena kami ingin membawa standar yang sama dengan di negara-negara maju ke Indonesia karena kami percaya, setiap anak berhak mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Hal ini muncul dari pengalaman kami mengunjungi Indonesia beberapa tahun yang lalu. Melalui AceKid, kami ingin menghadirkan pilihan nutrisi anak yang tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku, dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia,” ujar Leng.</p>
<figure id="attachment_17587" aria-describedby="caption-attachment-17587" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17587" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626.jpg" alt="AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07626-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-17587" class="wp-caption-text">Founder &amp; CEO FEIHE International Leng You Bin memberi sambutan pada pada Peluncuran AceKid Indonesia, di Jakarta, Minggu (07/06/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>AceKid mengusung tiga pendekatan dalam menghadirkan nutrisi anak yang berkualitas. Pertama, menggunakan <i>natural whole milk</i> atau susu segar sebagai bahan utama yang berasal dari sumber yang dapat ditelusuri. Kedua, menjaga kualitas bahan baku melalui sistem pemrosesan <i>one-step fresh</i> hingga produk sampai ke tangan konsumen. Ketiga, menghadirkan formulasi yang lebih sederhana tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.</p>
<p>Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai orang tua perlu lebih cermat dalam memahami label produk nutrisi anak.</p>
<p>“Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Selama ini, banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama penting untuk dipahami. Kandungan yang tercantum pertama di dalam urutan komposisi menunjukan komponen terbesar dalam suatu produk. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan seperti gula atau pemanis tertentu. Dengan memahami komposisi secara lebih menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab,” jelasnya.</p>
<figure id="attachment_17588" aria-describedby="caption-attachment-17588" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17588" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666.jpg" alt="AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-FER07666-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-17588" class="wp-caption-text"><br />(Ki-Ka) CEO AceKid Indonesia, Ivan Lau, Founder &amp; CEO FEIHE International Leng You Bin, Ketua Umum Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI), A. M. Hendropriyono, Purnawirawan TNI dan Sekretaris Yayasan Warga Bumiputra Indonesia, Tono Suratman, serta Bendahara Yayasan Warga Bumiputra Indonesia, Garibaldi Thohir berbincang pada penyerahan donasi produk susu formula AceKid senilai Rp10 miliar kepada YWBI pada Peluncuran AceKid Indonesia, di Jakarta, Minggu (07/06/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p><b>Didukung Riset dan Pengembangan Berkelanjutan</b></p>
<p>Dari sisi penelitian, AceKid dikembangkan dengan dukungan ekosistem riset FEIHE melalui FEIHE Research Institute. Lembaga ini melakukan penelitian yang mencakup seluruh rantai nilai produk, mulai dari bahan baku hingga manfaat yang dirasakan konsumen.</p>
<p>Melalui pendekatan berbasis riset, pengembangan AceKid dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan baku, proses produksi, serta kebutuhan nutrisi anak yang terus berkembang.</p>
<p>Senior Scientist FEIHE International, Yang Zhang, Ph.D., mengungkapkan FEIHE memiliki rekam jejak penelitian yang cukup panjang. Hingga saat ini perusahaan menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, menghasilkan 117 publikasi ilmiah terindeks SCI, mengantongi 847 paten, menyelesaikan 12 uji klinis, serta berkontribusi dalam penyusunan 66 standar industri.</p>
<p>Selain itu, FEIHE juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi akademik dan riset dunia, di antaranya Harvard Medical School, Peking University, dan Tsinghua University, serta sejumlah lembaga penelitian dari tujuh negara.</p>
<figure id="attachment_17589" aria-describedby="caption-attachment-17589" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17589" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7.jpg" alt="AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan" width="1200" height="801" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-1024x684.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-768x513.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-696x465.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/susu-Foto-7-1068x713.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-17589" class="wp-caption-text">Brand Ambassador AceKid Indonesia, Denny Sumargo, bersama putrinya, Biel, pada Peluncuran AceKid Indonesia, di Jakarta, Minggu (07/06/2026). (katafoto/HO/infinitiPR)</figcaption></figure>
<p>“Rekam jejak ilmiah ini menjadi fondasi kepercayaan bagi FEIHE dalam menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan data, riset, dan standar kualitas yang berkelanjutan,” kata Yang.</p>
<p>Pada peluncuran perdananya di Indonesia, AceKid juga meraih penghargaan Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori “Susu Formula yang Terbuat dari Natural Whole Milk dengan Sumber Susu yang Dapat Ditelusuri”.</p>
<p>Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan tiga aspek penilaian utama, yakni kebaruan inovasi, keunikan produk sebagai pembeda di pasar, serta manfaat nyata yang diberikan kepada konsumen.</p>
<p>Di Indonesia, AceKid berada dalam ekosistem perusahaan yang juga menaungi MAKUKU dengan visi mendukung pertumbuhan bayi dan anak melalui pendekatan 360° <i>healthy growth protection</i>. AceKid juga menegaskan dukungannya terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/08/acekid-hadir-di-indonesia-usung-susu-segar-tanpa-pemanis-tambahan/">AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/08/acekid-hadir-di-indonesia-usung-susu-segar-tanpa-pemanis-tambahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 08:09:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hidronefrosis]]></category>
		<category><![CDATA[Kelainan Ginjal Bawaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Janin]]></category>
		<category><![CDATA[primaya hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Saluran Kemih Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Urologi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Banyak orang tua beranggapan gangguan ginjal pada anak baru bisa diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih sebenarnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin. Deteksi dini menjadi sangat penting karena keterlambatan diagnosis berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/">Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Banyak orang tua beranggapan gangguan ginjal pada anak baru bisa diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih sebenarnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin.</p>
<p>Deteksi dini menjadi sangat penting karena keterlambatan diagnosis berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak hingga dewasa.</p>
<p>Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, dr Ronald Sorongku, mengatakan perkembangan teknologi pencitraan memungkinkan berbagai kelainan urologi kongenital dikenali bahkan sebelum bayi dilahirkan.</p>
<p>“Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” jelas dr. Ronald.</p>
<p>Salah satu kelainan yang paling sering ditemukan saat masa kehamilan adalah hidronefrosis kongenital, yakni kondisi pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine. Kelainan ini umumnya pertama kali terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada ibu hamil.</p>
<p>Meski demikian, dr. Ronald mengingatkan bahwa temuan hidronefrosis tidak selalu berujung pada tindakan operasi.</p>
<p>“Banyak orang tua langsung panik ketika mendengar adanya pelebaran ginjal pada janin. Padahal tidak semua kasus harus dioperasi. Penting untuk melakukan pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” ungkapnya.</p>
<p>Setelah bayi lahir, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk menilai kondisi ginjal secara lebih rinci. Pemeriksaan tersebut dapat berupa USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, hingga pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan medis.</p>
<p>Melalui evaluasi tersebut, dokter dapat mengetahui kondisi fungsi ginjal, tingkat risiko kerusakan yang mungkin terjadi, serta menentukan langkah penanganan yang paling tepat.</p>
<p>Menurut dr. Ronald, penanganan kelainan urologi pada anak sebaiknya dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan multidisiplin. Berbagai tenaga medis perlu terlibat sejak awal, mulai dari dokter fetomaternal, spesialis obstetri dan ginekologi, neonatologi, radiologi, urologi anak, bedah anak, hingga rehabilitasi medik.</p>
<p>Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan perencanaan penanganan dilakukan sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan kondisi anak setelah lahir.</p>
<p>“Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” ujarnya.</p>
<p>Selain membantu menentukan fasilitas dan metode persalinan yang sesuai, deteksi prenatal juga memungkinkan dokter memantau perkembangan organ ginjal, kandung kemih, serta kondisi cairan ketuban yang menjadi indikator penting kesehatan janin.</p>
<p>Pemeriksaan kehamilan rutin juga tidak hanya bertujuan memantau pertumbuhan janin, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup anak di masa mendatang.</p>
<p>“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan operasi. Yang paling penting adalah menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya. Dengan deteksi dini, monitoring yang tepat, dan kolaborasi multidisiplin, banyak anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius di kemudian hari,” tutup dr. Ronald.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/">Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SPPG Terancam Disuspend Jika Penerima Manfaat 3B Masih Sedikit</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/12/sppg-terancam-disuspend-jika-penerima-manfaat-3b-masih-sedikit/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/12/sppg-terancam-disuspend-jika-penerima-manfaat-3b-masih-sedikit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 05:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Program Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B dalam dua pekan ke depan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari percepatan program pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/12/sppg-terancam-disuspend-jika-penerima-manfaat-3b-masih-sedikit/">SPPG Terancam Disuspend Jika Penerima Manfaat 3B Masih Sedikit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B dalam dua pekan ke depan.</p>
<p>Kebijakan tersebut menjadi bagian dari percepatan program pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan capaian penerima manfaat kelompok 3B saat ini masih jauh dari target nasional.</p>
<p>“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sedangkan data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” ujarnya, Senin (11/5).</p>
<p>Menurut Nanik, kondisi tersebut membuat BGN perlu melakukan refocusing program agar layanan pemenuhan gizi lebih difokuskan kepada kelompok prioritas yang membutuhkan penanganan cepat.</p>
<p>Karena itu, seluruh SPPG diminta aktif melakukan pendataan serta mengoptimalkan layanan di wilayah masing-masing agar jumlah penerima manfaat kategori 3B dapat meningkat dalam waktu singkat.</p>
<p>BGN menilai langkah tersebut penting untuk mempercepat pemerataan layanan gizi, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami masalah gizi dan stunting.</p>
<p>Nanik menegaskan, SPPG yang belum mampu memenuhi target penerima manfaat kelompok 3B akan dikenakan penghentian operasional sementara atau suspend.</p>
<p>Kebijakan itu diterapkan agar seluruh pelaksana program tetap fokus pada tujuan utama program Makan Bergizi Gratis, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.</p>
<p>“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/12/sppg-terancam-disuspend-jika-penerima-manfaat-3b-masih-sedikit/">SPPG Terancam Disuspend Jika Penerima Manfaat 3B Masih Sedikit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/12/sppg-terancam-disuspend-jika-penerima-manfaat-3b-masih-sedikit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Bisa Main Gadget 8 Jam Sehari, BKKBN Ingatkan Bahaya Serius</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/12/anak-bisa-main-gadget-8-jam-sehari-bkkbn-ingatkan-bahaya-serius/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/12/anak-bisa-main-gadget-8-jam-sehari-bkkbn-ingatkan-bahaya-serius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 03:45:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Anak dan Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget Anak]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Paparan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Penggunaan Handphone]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan handphone dan gadget di lingkungan keluarga. Menurutnya, keberadaan perangkat digital saat ini sudah seperti “anggota keluarga baru” yang penggunaannya perlu diatur agar tidak mengganggu keharmonisan keluarga. “Kehadiran handphone dan gadget sudah dianggap sebagai keluarga baru yang harus diperhatikan porsinya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/12/anak-bisa-main-gadget-8-jam-sehari-bkkbn-ingatkan-bahaya-serius/">Anak Bisa Main Gadget 8 Jam Sehari, BKKBN Ingatkan Bahaya Serius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan handphone dan gadget di lingkungan keluarga. Menurutnya, keberadaan perangkat digital saat ini sudah seperti “anggota keluarga baru” yang penggunaannya perlu diatur agar tidak mengganggu keharmonisan keluarga.</p>
<p>“Kehadiran handphone dan gadget sudah dianggap sebagai keluarga baru yang harus diperhatikan porsinya agar tidak membahayakan keluarga yang sebenarnya,” kata Wihaji dalam Podcast Kemendukbangga/BKKBN, dikutip Senin (11/5).</p>
<p>Ia menilai penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memengaruhi pola interaksi dalam keluarga. Bahkan, perangkat digital kini kerap mengambil peran penting dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kadang handphone ini jadi orang tua, jadi anggota keluarga, kadang jadi anak, adik, kakak, bahkan mohon maaf dalam tanda petik bisa jadi ‘tuhan kecil’. Tapi kalau tidak hati-hati juga bisa menjadi ‘setan’ dalam tanda petik,” ujarnya.</p>
<p>Wihaji mengungkapkan, hasil survei menunjukkan rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan handphone selama 7,8 jam per hari. Sementara itu, pada kelompok anak dan remaja, durasi penggunaan gadget bahkan mencapai 8 hingga 11 jam setiap hari.</p>
<p>Padahal, berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), batas aman penggunaan gadget bagi anak maksimal dua jam per hari.</p>
<p>“Di luar itu sebenarnya sudah tidak aman. Artinya algoritma otak anak sangat dipengaruhi oleh apa yang ada di dalam gadget,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyebut sekitar 80,6 persen pengguna internet di Indonesia didominasi oleh anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius bagi para orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan gadget di rumah.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/12/anak-bisa-main-gadget-8-jam-sehari-bkkbn-ingatkan-bahaya-serius/">Anak Bisa Main Gadget 8 Jam Sehari, BKKBN Ingatkan Bahaya Serius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/12/anak-bisa-main-gadget-8-jam-sehari-bkkbn-ingatkan-bahaya-serius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/23/mengejutkan-2-juta-anak-di-indonesia-belum-pernah-imunisasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/23/mengejutkan-2-juta-anak-di-indonesia-belum-pernah-imunisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:45:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[KLB]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[zero dose]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, terlebih masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau zero dose. Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menegaskan bahwa imunisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup, mulai dari bayi hingga usia lanjut, sebagai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/23/mengejutkan-2-juta-anak-di-indonesia-belum-pernah-imunisasi/">Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, terlebih masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau <i>zero dose</i>.</p>
<p>Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menegaskan bahwa imunisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup, mulai dari bayi hingga usia lanjut, sebagai perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.</p>
<p>“Imunisasi bukan hanya untuk bayi atau balita. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tetap membutuhkan imunisasi untuk menjaga dan memperkuat kekebalan tubuh,” ujarnya dalam Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia bertajuk “Imunisasi Kuat, Generasi Selamat” di Jakarta, Kamis (23/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, sejumlah kasus penularan penyakit seperti campak pada tenaga kesehatan yang merawat pasien anak menjadi bukti bahwa imunisasi yang tidak lengkap atau tidak diperbarui meningkatkan risiko infeksi.</p>
<p>“Kasus tenaga kesehatan yang terpapar campak menunjukkan pentingnya imunisasi ulangan atau booster. Begitu juga dengan flu, yang sering dianggap ringan, padahal dapat dicegah melalui imunisasi yang dianjurkan setiap tahun,” tambah dr. Hartono Gunardi dikutip dari laman infopublik.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan adanya lebih dari 2 juta anak yang masuk kategori <i>zero dose</i>, yakni belum pernah menerima imunisasi sama sekali, termasuk vaksin dasar Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DTP) dosis pertama.</p>
<p>Kondisi ini dinilai berbahaya karena membuka peluang penyebaran penyakit secara cepat, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. “Zero dose children adalah kelompok anak yang sama sekali belum memiliki perlindungan imunisasi. Ini sangat rentan. Artinya, kita hidup berdampingan dengan potensi KLB,” jelasnya.</p>
<p>Hartono menambahkan, pada kelompok masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah, satu kasus infeksi saja dapat dengan cepat menyebar dan memicu wabah.</p>
<p>“Ketika ada satu anak terinfeksi, meskipun belum menunjukkan gejala, ia tetap dapat menularkan penyakit ke banyak anak lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini dapat memicu KLB. Ibaratnya seperti bermain api, percikan kecil saja bisa memicu kebakaran besar,” tegasnya.</p>
<p>Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi lengkap dan berkelanjutan sebagai upaya perlindungan diri sekaligus mencegah terjadinya KLB.</p>
<p>“Imunisasi sepanjang hayat adalah investasi kesehatan. Ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membangun perlindungan kolektif bagi masyarakat,” pungkas dr. Hartono Gunardi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/23/mengejutkan-2-juta-anak-di-indonesia-belum-pernah-imunisasi/">Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/23/mengejutkan-2-juta-anak-di-indonesia-belum-pernah-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stunting Masih Tinggi, Plan Indonesia Soroti Program Makan Bergizi Gratis</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/23/stunting-masih-tinggi-plan-indonesia-soroti-program-makan-bergizi-gratis/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/23/stunting-masih-tinggi-plan-indonesia-soroti-program-makan-bergizi-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Plan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sanitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah 3T]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Plan Indonesia menilai pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) perlu diarahkan lebih tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menekankan pentingnya fokus program pada daerah yang benar-benar membutuhkan, khususnya wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi. “Sekarang kita [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/23/stunting-masih-tinggi-plan-indonesia-soroti-program-makan-bergizi-gratis/">Stunting Masih Tinggi, Plan Indonesia Soroti Program Makan Bergizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Plan Indonesia menilai pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) perlu diarahkan lebih tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).</p>
<p>Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menekankan pentingnya fokus program pada daerah yang benar-benar membutuhkan, khususnya wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi.</p>
<p>“Sekarang kita targeted ke anak-anak yang memang kekurangan gizi. Harapannya program ini benar-benar menyasar daerah yang membutuhkan,” ujar Dini di Jakarta Selatan, Rabu (22/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, selama ini Plan Indonesia banyak menjalankan program di wilayah 3T yang masih menghadapi persoalan serius terkait stunting. Menurutnya, tingkat prevalensi stunting di daerah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah di Pulau Jawa yang relatif lebih berkembang.</p>
<p>“Kami bekerja di daerah 3T, yaitu prevalensi stunting masih tinggi dibandingkan daerah lain, terutama di Jawa,” jelasnya dikutip dari laman berita satu.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Dini menambahkan, tantangan di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga persoalan mendasar seperti sanitasi dan akses air bersih. Kedua aspek ini dinilai menjadi hambatan utama dalam upaya menurunkan angka stunting.</p>
<p>“Masalah sanitasi dan akses air bersih masih menjadi kendala besar. Padahal daerah-daerah ini sangat membutuhkan program seperti MBG,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menilai masih terbuka peluang untuk menyempurnakan implementasi program MBG sebagai program nasional. Dini berharap, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.</p>
<p>“Belum terlambat untuk memperbaiki program ini. Harapannya, MBG tidak hanya memenuhi gizi anak, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi lokal, terutama sektor pertanian,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/23/stunting-masih-tinggi-plan-indonesia-soroti-program-makan-bergizi-gratis/">Stunting Masih Tinggi, Plan Indonesia Soroti Program Makan Bergizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/23/stunting-masih-tinggi-plan-indonesia-soroti-program-makan-bergizi-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 03:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DPT HB Hib]]></category>
		<category><![CDATA[herd immunity]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[program imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin anak]]></category>
		<category><![CDATA[zero dose]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Hingga tahun 2025, pemerataan cakupan imunisasi untuk bayi, baduta, hingga anak usia sekolah belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau dikenal sebagai zero dose masih ditemukan di berbagai wilayah. Situasi ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/">Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Hingga tahun 2025, pemerataan cakupan imunisasi untuk bayi, baduta, hingga anak usia sekolah belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau dikenal sebagai zero dose masih ditemukan di berbagai wilayah.</p>
<p>Situasi ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh negara, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga keluarga.</p>
<p>Ketua Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Anak Direktorat Imunisasi Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, menegaskan bahwa pelaksanaan imunisasi harus dilakukan secara optimal tanpa kompromi.</p>
<p>“Imunisasi adalah hak anak yang harus dilindungi. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi,” ujarnya dalam webinar nasional yang dikutip di Jakarta, Jumat (10/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, komitmen tersebut selaras dengan amanat UUD 1945, Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p><b>Hampir 1 Juta Anak Masih Zero Dose</b></p>
<p>Dilansir dari laman infopublik, kondisi serupa juga terjadi pada imunisasi anak usia sekolah, di mana cakupan nasional masih berada di bawah target 88 persen pada 2025. Sorotan lain adalah tingginya jumlah anak zero dose DPT-HB-Hib, yakni anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar sama sekali. Pada 2025, jumlahnya mencapai 991.022 anak.</p>
<p>Angka ini menunjukkan masih banyak anak yang berisiko terkena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin, seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan infeksi Hib. “Kalau anak tidak diimunisasi lengkap atau terlambat, maka ia menjadi rentan tertular penyakit dan juga bisa menjadi sumber penularan bagi orang lain,” kata dr. Gertrudis.</p>
<figure id="attachment_15905" aria-describedby="caption-attachment-15905" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15905" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy.jpg" alt="Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi" width="1200" height="625" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-300x156.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-1024x533.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-768x400.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-150x78.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-696x363.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/Capaian_Imunisasi_20251-copy-1068x556.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15905" class="wp-caption-text">Indikator Capaian Imunisasi bayi, baduta, dan anak usia sekolah 2025 (Kemenkes)</figcaption></figure>
<p>Meski demikian, sejumlah indikator program imunisasi sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Data capaian mencatat imunisasi bayi lengkap berhasil melampaui target nasional, yakni mencapai 80,2 persen dari target 80 persen.</p>
<p>Beberapa indikator lain juga melampaui target, di antaranya cakupan kekebalan kelompok sebesar 44,5 persen (target 30 persen), imunisasi antigen baru 72,9 persen (target 65 persen), imunisasi lengkap baduta 78,9 persen (target 70 persen), cakupan HPV 91,1 persen (target 90 persen), serta wanita usia subur dengan status imunisasi T2+ sebesar 72,1 persen (target 65 persen).</p>
<p>Namun, masih terdapat indikator penting yang belum memenuhi target, seperti cakupan MR1 pada bayi yang baru mencapai 82,6 persen (target 85 persen), serta imunisasi anak usia sekolah dasar sebesar 82,1 persen (target 88 persen). Hal ini menjadi peringatan bagi daerah untuk meningkatkan jangkauan layanan, khususnya di wilayah dengan cakupan rendah.</p>
<p><b>Imunisasi Bukan Sekadar Angka</b></p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa capaian imunisasi bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi perlindungan nyata bagi setiap anak. Anak yang mendapatkan imunisasi akan memiliki antibodi spesifik untuk melawan penyakit tertentu.</p>
<p>Jika cakupan imunisasi tinggi dan merata, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang mampu melindungi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan seperti bayi baru lahir dan lansia. “Jangan ada satu anak pun yang tertinggal. Semua anak berhak mendapatkan imunisasi,” tegas dr. Gertrudis.</p>
<p>Memasuki tahun 2026, pemerintah meningkatkan target nasional sebagai upaya percepatan perlindungan anak. Cakupan imunisasi bayi lengkap ditargetkan mencapai 85 persen, sementara imunisasi usia sekolah ditargetkan mencapai 90 persen.</p>
<p>“Ini baru April, perjalanan masih panjang. Dengan kerja keras dan semangat bersama, target 2026 harus bisa kita capai,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/">Target Belum Tercapai, Hampir 1 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/12/target-belum-tercapai-hampir-1-juta-anak-indonesia-belum-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/11/waspada-campak-dinkes-dki-imbau-jangan-pegang-dan-cium-bayi-sembarangan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/11/waspada-campak-dinkes-dki-imbau-jangan-pegang-dan-cium-bayi-sembarangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ani Ruspitawati]]></category>
		<category><![CDATA[campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta siaga campak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Campak menjelang libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di Jakarta. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul adanya tren kenaikan kasus di sejumlah daerah penyangga ibu kota. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/11/waspada-campak-dinkes-dki-imbau-jangan-pegang-dan-cium-bayi-sembarangan/">Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Campak menjelang libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif di Jakarta. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul adanya tren kenaikan kasus di sejumlah daerah penyangga ibu kota.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau potensi penyebaran campak melalui sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).</p>
<p>&#8220;Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan lakukan surveilans. Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans,&#8221; ujar Ani, Rabu (11/3).</p>
<p>Ia menambahkan, apabila ditemukan pasien yang menunjukkan gejala campak, maka petugas kesehatan akan segera melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosisnya.</p>
<p>&#8220;Tapi sejauh ini, untuk domisili di Jakarta belum ada. Tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada,&#8221; tegasnya dikutip dari laman berita jakarta.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Ani menekankan bahwa kelompok yang paling rentan terhadap penularan campak adalah anak-anak, terutama bayi dan balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum kuat.</p>
<p>Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak kecil, terutama selama momen silaturahmi Lebaran yang biasanya melibatkan banyak pertemuan keluarga.</p>
<p>&#8220;Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar. Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak itu, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memperkuat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Menurut Ani, program imunisasi massal belum dilakukan karena hingga kini belum ditemukan kasus aktif di Jakarta.</p>
<p>Ia juga menduga bahwa potensi kemunculan kembali kasus campak berkaitan dengan dampak pandemi COVID-19, ketika cakupan vaksinasi campak di berbagai daerah belum mencapai target maksimal.</p>
<p>&#8220;Mungkin salah satu penyebabnya karena memang ketika ini masih bawaan ketika Covid, vaksinasi campak memang di banyak daerah belum sampai 100 persen, sehingga masih ada beberapa yang belum tervaksinasi,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/11/waspada-campak-dinkes-dki-imbau-jangan-pegang-dan-cium-bayi-sembarangan/">Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Pegang dan Cium Bayi Sembarangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/11/waspada-campak-dinkes-dki-imbau-jangan-pegang-dan-cium-bayi-sembarangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
