<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Ibu dan Anak - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kesehatan-ibu-dan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-ibu-dan-anak/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 08:09:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Ibu dan Anak - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-ibu-dan-anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 08:09:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hidronefrosis]]></category>
		<category><![CDATA[Kelainan Ginjal Bawaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Janin]]></category>
		<category><![CDATA[primaya hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Saluran Kemih Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Urologi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Banyak orang tua beranggapan gangguan ginjal pada anak baru bisa diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih sebenarnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin. Deteksi dini menjadi sangat penting karena keterlambatan diagnosis berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/">Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Banyak orang tua beranggapan gangguan ginjal pada anak baru bisa diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih sebenarnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin.</p>
<p>Deteksi dini menjadi sangat penting karena keterlambatan diagnosis berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak hingga dewasa.</p>
<p>Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, dr Ronald Sorongku, mengatakan perkembangan teknologi pencitraan memungkinkan berbagai kelainan urologi kongenital dikenali bahkan sebelum bayi dilahirkan.</p>
<p>“Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” jelas dr. Ronald.</p>
<p>Salah satu kelainan yang paling sering ditemukan saat masa kehamilan adalah hidronefrosis kongenital, yakni kondisi pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine. Kelainan ini umumnya pertama kali terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada ibu hamil.</p>
<p>Meski demikian, dr. Ronald mengingatkan bahwa temuan hidronefrosis tidak selalu berujung pada tindakan operasi.</p>
<p>“Banyak orang tua langsung panik ketika mendengar adanya pelebaran ginjal pada janin. Padahal tidak semua kasus harus dioperasi. Penting untuk melakukan pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” ungkapnya.</p>
<p>Setelah bayi lahir, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk menilai kondisi ginjal secara lebih rinci. Pemeriksaan tersebut dapat berupa USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, hingga pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan medis.</p>
<p>Melalui evaluasi tersebut, dokter dapat mengetahui kondisi fungsi ginjal, tingkat risiko kerusakan yang mungkin terjadi, serta menentukan langkah penanganan yang paling tepat.</p>
<p>Menurut dr. Ronald, penanganan kelainan urologi pada anak sebaiknya dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan multidisiplin. Berbagai tenaga medis perlu terlibat sejak awal, mulai dari dokter fetomaternal, spesialis obstetri dan ginekologi, neonatologi, radiologi, urologi anak, bedah anak, hingga rehabilitasi medik.</p>
<p>Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan perencanaan penanganan dilakukan sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan kondisi anak setelah lahir.</p>
<p>“Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” ujarnya.</p>
<p>Selain membantu menentukan fasilitas dan metode persalinan yang sesuai, deteksi prenatal juga memungkinkan dokter memantau perkembangan organ ginjal, kandung kemih, serta kondisi cairan ketuban yang menjadi indikator penting kesehatan janin.</p>
<p>Pemeriksaan kehamilan rutin juga tidak hanya bertujuan memantau pertumbuhan janin, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup anak di masa mendatang.</p>
<p>“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan operasi. Yang paling penting adalah menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya. Dengan deteksi dini, monitoring yang tepat, dan kolaborasi multidisiplin, banyak anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius di kemudian hari,” tutup dr. Ronald.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/">Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/06/kelainan-saluran-kemih-pada-janin-bisa-dicegah-lebih-awal-begini-caranya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi PESIAR, Cara BPJS Kesehatan Lindungi Anak Sejak Lahir</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/04/strategi-pesiar-cara-bpjs-kesehatan-lindungi-anak-sejak-lahir/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/04/strategi-pesiar-cara-bpjs-kesehatan-lindungi-anak-sejak-lahir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 03:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[JKN]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Rentan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Program PESIAR]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[UHC Desa Berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Universal Health Coverage]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Perlindungan kesehatan anak menjadi prioritas BPJS Kesehatan dalam memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui inovasi Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi), BPJS Kesehatan memastikan setiap anak, khususnya dari keluarga rentan, mendapatkan jaminan kesehatan sejak dilahirkan. Asisten Deputi Perluasan dan Kepatuhan Peserta Non PPU dan PBI BPJS Kesehatan, Upik Handayani, menekankan pentingnya pendaftaran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/04/strategi-pesiar-cara-bpjs-kesehatan-lindungi-anak-sejak-lahir/">Strategi PESIAR, Cara BPJS Kesehatan Lindungi Anak Sejak Lahir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Perlindungan kesehatan anak menjadi prioritas BPJS Kesehatan dalam memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui inovasi Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi), BPJS Kesehatan memastikan setiap anak, khususnya dari keluarga rentan, mendapatkan jaminan kesehatan sejak dilahirkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Asisten Deputi Perluasan dan Kepatuhan Peserta Non PPU dan PBI BPJS Kesehatan, Upik Handayani, menekankan pentingnya pendaftaran bayi baru lahir ke dalam JKN paling lambat 28 hari setelah kelahiran agar langsung terlindungi manfaatnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jaminan kesehatan bukan hanya hak dasar, tetapi juga bentuk perlindungan finansial dan sosial. Melalui PESIAR, kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari perlindungan kesehatan,” ujar Upik dalam kegiatan <i>Best Practice Three Zeros BKKBN</i>, dikutip InfoPublik, Rabu (3/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga 1 Agustus 2025, kepesertaan JKN telah mencapai 281,13 juta jiwa atau sekitar 98,65 persen penduduk Indonesia. Angka ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan cakupan <i>Universal Health Coverage</i> (UHC) tercepat dan terbesar di dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski begitu, tantangan masih ada. Sekitar 25 persen anak usia dini dari kelompok ekonomi rendah (desil 1–4) belum terlindungi JKN. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan anak, serta memperlambat upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Empat Langkah PESIAR</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan mengembangkan Program PESIAR yang telah menjangkau 8.787 desa, dengan empat langkah utama:</span></p>
<ol class="ol1">
<li class="li4"><b></b><span class="s1"><b>Memetakan</b> masyarakat desa yang belum memiliki JKN.<br />
</span></li>
<li class="li4"><b></b><span class="s1"><b>Menyisir</b> kelompok rentan seperti masyarakat miskin, korban PHK, anak stunting, ibu hamil, penyandang disabilitas, hingga pekerja informal.<br />
</span></li>
<li class="li4"><b></b><span class="s1"><b>Mengadvokasi</b> dan memberikan sosialisasi tentang pentingnya kepesertaan JKN.<br />
</span></li>
<li class="li4"><b></b><span class="s1"><b>Mendorong registrasi</b> peserta baru agar cakupan JKN merata di tingkat desa.<br />
</span></li>
</ol>
<p class="p1"><span class="s1">“PESIAR bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan sosial untuk memperluas perlindungan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan,” tambah Upik.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Manfaat dan Capaian PESIAR</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program ini memberi manfaat nyata seperti:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li4"><span class="s1">Validasi data kependudukan dan pemutakhiran DTKS.<br />
</span></li>
<li class="li4"><span class="s1">Perlindungan kesehatan bagi balita stunting, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja korban PHK, hingga keluarga miskin.<br />
</span></li>
<li class="li4"><span class="s1">Dukungan terhadap pencapaian <i>Sustainable Development Goals</i> (SDGs), termasuk penurunan kemiskinan ekstrem.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, capaian PESIAR meliputi tersedianya peta peserta JKN dan non-JKN di tingkat desa/kelurahan, meningkatnya literasi masyarakat soal JKN, serta terbentuknya kemitraan antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan perangkat desa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program ini juga mendorong sinergi dengan inisiatif lain seperti pencegahan stunting, perlindungan ibu hamil, serta meningkatkan kepatuhan pemberi kerja dalam mendaftarkan karyawan mereka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tujuan akhir program ini adalah terciptanya UHC Desa Berkualitas, di mana seluruh penduduk desa memiliki akses layanan kesehatan yang merata dan berkesinambungan,” tegas Upik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, perlindungan kesehatan sejak lahir adalah fondasi penting menuju Generasi Emas 2045.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita hampir mencapai 100 persen UHC. Anak usia dini adalah generasi emas yang harus dijaga sejak awal. Melalui jaminan kesehatan, kita memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/04/strategi-pesiar-cara-bpjs-kesehatan-lindungi-anak-sejak-lahir/">Strategi PESIAR, Cara BPJS Kesehatan Lindungi Anak Sejak Lahir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/04/strategi-pesiar-cara-bpjs-kesehatan-lindungi-anak-sejak-lahir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
