<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Otak - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kesehatan-otak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-otak/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 13:57:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Otak - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kesehatan-otak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hobi Scrolling HP Berjam-jam? Bahaya Sebenarnya Ada pada Kebiasaan Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/21/hobi-scrolling-hp-berjam-jam-bahaya-sebenarnya-ada-pada-kebiasaan-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/21/hobi-scrolling-hp-berjam-jam-bahaya-sebenarnya-ada-pada-kebiasaan-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 13:57:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Duduk Terlalu Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Exercise is Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Oksigen Otak]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Scrolling Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Maraknya tren olahraga di kalangan anak muda dinilai menjadi langkah positif untuk mengimbangi gaya hidup sedentari yang semakin meningkat akibat kebiasaan menggunakan gawai dan berselancar di media sosial. Namun, menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga. Sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke otak juga memegang peran penting. Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/21/hobi-scrolling-hp-berjam-jam-bahaya-sebenarnya-ada-pada-kebiasaan-ini/">Hobi Scrolling HP Berjam-jam? Bahaya Sebenarnya Ada pada Kebiasaan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Maraknya tren olahraga di kalangan anak muda dinilai menjadi langkah positif untuk mengimbangi gaya hidup sedentari yang semakin meningkat akibat kebiasaan menggunakan gawai dan berselancar di media sosial. Namun, menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga. Sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke otak juga memegang peran penting.</p>
<p>Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KKM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenal Muttaqien Sofro, menjelaskan bahwa penurunan fungsi otak lebih banyak dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama dibandingkan aktivitas scrolling itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari total oksigen yang digunakan tubuh. Karena itu, faktor paling penting dalam menjaga kesehatan otak adalah memastikan pasokan oksigen tetap optimal,&#8221; ujarnya dikutip dari laman ugm, Kamis (16/7).</p>
<p>Zaenal menjelaskan, sebagai makhluk yang berjalan dengan dua kaki, manusia harus menghadapi pengaruh gravitasi terhadap aliran darah. Saat seseorang bangun dari posisi berbaring dan langsung berdiri, suplai darah ke otak dapat menurun sementara sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.</p>
<p>Untuk mengurangi risiko tersebut, ia menyarankan agar tidak terburu-buru berdiri setelah bangun tidur. Langkah yang dianjurkan adalah berbaring menyamping selama sekitar 30 detik, kemudian duduk sambil berdoa selama 30 detik, sebelum berdiri secara perlahan dan melakukan gerakan jinjit sebanyak delapan kali guna membantu memperlancar aliran darah menuju otak.</p>
<p>Selain itu, Zaenal mengingatkan bahwa duduk dalam waktu lama dapat menghambat sirkulasi darah karena gravitasi menyebabkan darah lebih banyak terkumpul di bagian bawah tubuh.</p>
<p>&#8220;Masalah utamanya bukan semata-mata aktivitas scrolling, tetapi posisi duduk yang terlalu lama membuat aliran darah ke otak menjadi kurang optimal,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak duduk terus-menerus lebih dari satu jam. Setelahnya, luangkan waktu sekitar dua menit untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan sebelum kembali beraktivitas.</p>
<p>Berdasarkan penelitian menggunakan orthostatic test, Zaenal menjelaskan kemampuan tubuh menyesuaikan diri terhadap perubahan posisi dipengaruhi oleh kondisi jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah.</p>
<p>&#8220;Jika organ-organ tersebut bekerja dengan baik, fungsi otak juga akan tetap optimal. Sebaliknya, gangguan pada sistem dasar tubuh dapat berdampak langsung terhadap kesehatan otak,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, olahraga kini dipandang sebagai bagian dari terapi kesehatan melalui konsep Exercise is Medicine. Oleh karena itu, aktivitas fisik juga harus dilakukan dengan memperhatikan jenis, intensitas, frekuensi, durasi, dan dosis yang sesuai agar manfaatnya maksimal.</p>
<p>Selain meningkatkan kebugaran, olahraga juga membantu merangsang produksi hormon endorfin yang berperan meningkatkan suasana hati sekaligus mengurangi rasa nyeri.</p>
<p>Meski demikian, Zaenal mengingatkan bahwa tidak semua jenis olahraga memiliki dampak yang sama terhadap kesehatan tubuh dan otak. Olahraga kompetitif seperti futsal, tenis, maupun bulu tangkis memerlukan kesiapan fisik lebih baik karena pola gerak yang berubah-ubah dan intensitas yang tinggi.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan olahraga berat sesaat setelah makan. Pada kondisi tersebut, tubuh lebih banyak mengalirkan darah ke sistem pencernaan sehingga kerja jantung dapat terganggu dan meningkatkan risiko gangguan jantung hingga kematian mendadak.</p>
<p>&#8220;Apabila pusat yang mengatur sistem pencernaan terlalu dominan, misalnya karena seseorang berolahraga setelah makan, maka kerja jantung menjadi kurang optimal sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Zaenal menambahkan, aktivitas seperti berenang juga sebaiknya tidak dilakukan segera setelah makan karena dapat meningkatkan risiko kram maupun gangguan kesehatan lainnya.</p>
<p>Agar olahraga benar-benar memberikan manfaat optimal, ia menyarankan tiga prinsip utama yang perlu diterapkan. Pertama, aktivitas fisik harus melibatkan kelompok otot besar seperti lengan dan tungkai. Kedua, gerakan dilakukan secara ritmis, misalnya berjalan cepat, jogging, atau bersepeda. Ketiga, olahraga dilakukan secara berkelanjutan selama 30 hingga 40 menit tanpa banyak jeda maupun perubahan intensitas yang drastis.</p>
<p>&#8220;Dengan prinsip tersebut, olahraga tidak hanya meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga fungsi otak tetap optimal,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/21/hobi-scrolling-hp-berjam-jam-bahaya-sebenarnya-ada-pada-kebiasaan-ini/">Hobi Scrolling HP Berjam-jam? Bahaya Sebenarnya Ada pada Kebiasaan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/21/hobi-scrolling-hp-berjam-jam-bahaya-sebenarnya-ada-pada-kebiasaan-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter UGM Ungkap Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/16/dokter-ugm-ungkap-manfaat-angkat-beban-untuk-jantung-dan-otak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/16/dokter-ugm-ungkap-manfaat-angkat-beban-untuk-jantung-dan-otak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 01:10:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUGAR SEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Angkat Beban]]></category>
		<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan otot]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan Beban]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Kardio]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Olahraga kardio seperti lari, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang telah lama menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas fisik tersebut terbukti membantu meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun, para ahli mengingatkan bahwa latihan kardio saja belum cukup. Latihan kekuatan atau angkat beban juga memiliki peran penting dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/16/dokter-ugm-ungkap-manfaat-angkat-beban-untuk-jantung-dan-otak/">Dokter UGM Ungkap Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> – Olahraga kardio seperti lari, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang telah lama menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas fisik tersebut terbukti membantu meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit.</p>
<p>Namun, para ahli mengingatkan bahwa latihan kardio saja belum cukup. Latihan kekuatan atau angkat beban juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari otot, jantung, hingga fungsi otak.</p>
<p>Dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Denny Agustiningsih, menjelaskan bahwa sebagian besar tubuh manusia tersusun atas jaringan otot. Saat otot digunakan untuk beraktivitas, tubuh akan melepaskan protein seperti myosin dan actin yang berperan dalam berbagai proses biologis.</p>
<p>Menurutnya, protein tersebut membantu proses perbaikan jaringan, regenerasi sel, penyembuhan, hingga mendukung pencegahan berbagai penyakit melalui komunikasi dengan organ-organ lain, termasuk jantung dan otak.</p>
<p>&#8220;Itulah sebabnya latihan beban sangat penting karena mampu merangsang pelepasan protein yang berperan menjaga kesehatan tubuh,&#8221; ujar Denny dikutip dari laman ugm, Senin (13/7).</p>
<p><b>Kardio dan Angkat Beban Saling Melengkapi</b></p>
<p>Denny menegaskan tidak ada jenis olahraga yang lebih baik dibandingkan yang lain. Kardio dan latihan beban memiliki manfaat berbeda sehingga keduanya sebaiknya dilakukan secara seimbang.</p>
<p>Olahraga kardio berfungsi meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, sedangkan latihan beban lebih efektif menjaga kekuatan otot sekaligus merangsang proses regenerasi jaringan tubuh.</p>
<p>Saat seseorang berlatih beban, sebagian serat otot mengalami kerusakan ringan. Kondisi tersebut memicu tubuh melakukan proses pemulihan sehingga otot menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.</p>
<p>Mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik yang melibatkan otot-otot besar sebanyak tiga hingga lima kali setiap pekan.</p>
<p>Aktivitas tersebut dapat berupa lari, berenang, atau bersepeda. Selain itu, latihan kekuatan dan kelenturan disarankan dilakukan minimal dua kali dalam seminggu agar kebugaran tubuh tetap terjaga secara optimal.</p>
<p><b>Latihan Beban Tidak Harus di Gym</b></p>
<p>Menurut Denny, latihan beban tidak selalu membutuhkan peralatan khusus atau dilakukan di pusat kebugaran.</p>
<p>Gerakan sederhana seperti push-up, pull-up, plank, squat, atau latihan menggunakan kursi di rumah sudah cukup untuk melatih kekuatan otot. Pilates juga dapat menjadi alternatif olahraga yang efektif meningkatkan kekuatan dan stabilitas tubuh.</p>
<p>Ia menyarankan latihan otot dimulai sejak usia muda. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, massa dan kekuatan otot akan menurun apabila jarang digunakan. Dengan menjaga kekuatan otot sejak dini, risiko tubuh menjadi lemah, mudah membungkuk, hingga kehilangan kemandirian saat lanjut usia dapat dikurangi.</p>
<p><b>Bermanfaat untuk Jantung dan Otak</b></p>
<p>Selain memperkuat otot, latihan beban juga memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.</p>
<p>Ketika otot bekerja lebih keras, kebutuhan oksigen dan nutrisi meningkat sehingga jantung akan memompa darah lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, intensitas latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan ditingkatkan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.</p>
<p>Tak hanya itu, latihan kekuatan juga berkontribusi terhadap kesehatan otak. Aliran darah yang meningkat saat berolahraga membantu otak memperoleh pasokan oksigen yang lebih baik sekaligus merangsang pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan suasana hati.</p>
<p>Menurut Denny, sirkulasi darah yang baik juga mendukung kemampuan berpikir, konsentrasi, serta fungsi kognitif secara keseluruhan.</p>
<p><b>Lakukan Secara Rutin dan Seimbang</b></p>
<p>Untuk memperoleh manfaat maksimal, Denny menyarankan orang dewasa melakukan olahraga kardio selama sekitar 45 menit per sesi sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu. Sementara itu, latihan beban dapat dilakukan dua hingga tiga kali setiap pekan dengan memulai dari beban ringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemanasan (<i>stretching</i>) sebelum berolahraga dan pendinginan setelah latihan untuk mengurangi risiko cedera.</p>
<p>Menurutnya, menjaga keseimbangan antara latihan kardio dan latihan kekuatan merupakan investasi kesehatan jangka panjang karena otot dan tulang menjadi bagian tubuh yang paling cepat mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai kemampuan berpikir kita masih baik, tetapi kondisi tubuh sudah lemah karena otot dan tulang tidak pernah dilatih,&#8221; tutup Denny.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/16/dokter-ugm-ungkap-manfaat-angkat-beban-untuk-jantung-dan-otak/">Dokter UGM Ungkap Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/16/dokter-ugm-ungkap-manfaat-angkat-beban-untuk-jantung-dan-otak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendengkur Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius! Ini Faktanya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/22/mendengkur-ternyata-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius-ini-faktanya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/22/mendengkur-ternyata-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius-ini-faktanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:05:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas tidur]]></category>
		<category><![CDATA[mendengkur]]></category>
		<category><![CDATA[OSA]]></category>
		<category><![CDATA[sleep apnea]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebiasaan mendengkur saat tidur malam kerap dianggap hal sepele. Namun, kondisi ini ternyata tidak hanya mengganggu kenyamanan tidur, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan mental hingga kemampuan daya ingat seseorang. Dalam sejumlah kasus, mendengkur dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur yang lebih serius. Spesialis tidur, Nitin, menjelaskan bahwa mendengkur memang umum terjadi dan sering dikaitkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/22/mendengkur-ternyata-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius-ini-faktanya/">Mendengkur Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius! Ini Faktanya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan mendengkur saat tidur malam kerap dianggap hal sepele. Namun, kondisi ini ternyata tidak hanya mengganggu kenyamanan tidur, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan mental hingga kemampuan daya ingat seseorang. Dalam sejumlah kasus, mendengkur dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur yang lebih serius.</p>
<p>Spesialis tidur, Nitin, menjelaskan bahwa mendengkur memang umum terjadi dan sering dikaitkan dengan kelelahan maupun proses penuaan. “Namun dalam beberapa kasus, mendengkur dapat menandakan obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan ketika pernapasan berhenti dan kembali berulang saat tidur,” ujarnya dikutip dari warta Hindustan Times.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kualitas tidur memiliki peran penting bagi fungsi otak, terutama dalam proses pemulihan, pengolahan informasi, dan penyimpanan memori. Jika fase tidur terganggu, maka proses pemulihan otak juga ikut terhambat.</p>
<p>Menurut Nitin, mendengkur yang berkaitan dengan sleep apnea dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah secara berulang. Kondisi ini juga berpengaruh pada terganggunya fase rapid eye movement (REM), yang berperan penting dalam pemulihan fungsi otak.</p>
<p>Dalam jangka panjang, gangguan tersebut dapat menurunkan fungsi kognitif, seperti melemahnya daya ingat, berkurangnya konsentrasi, hingga menurunnya kemampuan belajar. Penderita mendengkur berat sering kali tidak menyadari bahwa kualitas tidurnya buruk. Akibatnya, pada siang hari mereka bisa mengalami kelelahan, mudah tersinggung, sulit fokus, hingga penurunan performa kerja.</p>
<p>Nitin juga menyebutkan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas emosi, termasuk mudah mengantuk berlebihan, menjadi lebih sensitif, serta mengalami gangguan konsentrasi yang berulang. Dalam beberapa kasus, hal tersebut juga dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.</p>
<p>Lebih lanjut, mendengkur dan sleep apnea juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit serius, seperti hipertensi, stroke, diabetes, hingga gangguan jantung. Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan menjaga berat badan ideal, tidur dengan posisi miring, berhenti merokok, serta menghindari konsumsi alkohol dan makanan berat sebelum tidur.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/22/mendengkur-ternyata-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius-ini-faktanya/">Mendengkur Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius! Ini Faktanya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/22/mendengkur-ternyata-bisa-jadi-tanda-penyakit-serius-ini-faktanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:58:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Geriatri]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir. Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Jumlah penderita Alzheimer di Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya populasi lanjut usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 4,2 juta warga mengalami penyakit tersebut, menjadikannya salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi masyarakat yang semakin menua. Alzheimer merupakan kondisi yang muncul akibat menurunnya fungsi otak sehingga memengaruhi kemampuan mengingat, perilaku, serta proses berpikir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang terjadi saat jaringan otak dan jalur penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan, sehingga kinerja otak melambat. Ia memaparkan 15 faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer: diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, paparan polusi, kebiasaan merokok, depresi, tingkat pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang berolahraga, minim interaksi sosial, riwayat cedera kepala, kurang paparan sinar matahari, serta jarang melakukan aktivitas luar ruang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Faktor ini tidak menjamin seseorang pasti terkena Alzheimer, tapi dapat memperbesar risiko demensia,” ujarnya dilansir dari laman ugm Selasa (25/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, aktivitas fisik adalah langkah paling sederhana dan terbukti mampu menunda munculnya Alzheimer. Latihan tidak harus berat—berjalan kaki 30 menit sehari pun sudah memberikan manfaat besar. Target langkah dapat disesuaikan dengan usia: 3.000–5.000 langkah bagi lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk kelompok usia muda. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tidak perlu sekaligus 30 menit. Bisa dicicil, misalnya 10 menit pagi dan 7 menit sore, asal totalnya setengah jam per hari,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Probo juga merekomendasikan waktu terbaik untuk bergerak adalah pukul 07.00–10.00, karena paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur. Bagi lansia dengan keterbatasan gerak, aktivitas dapat disesuaikan, seperti senam otak, latihan otot ringan, atau gerakan tubuh sederhana. “Yang penting tubuh tetap aktif. Kurang bergerak justru mempercepat risiko demensia,” pesannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia turut memperkenalkan metode “MAS OK” sebagai pedoman pencegahan Alzheimer sejak usia muda.</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">M (Mother of Learning): membiasakan membaca, mendengar, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang kerja otak.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">A (Agama): menjalankan aktivitas spiritual, berdoa, dan sujud untuk menenangkan serta menstabilkan pikiran.<br />
</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">S (Seni dan Sosial): aktif dalam kegiatan seni dan interaksi sosial guna menjaga kesehatan mental.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ia menyederhanakan gaya hidup sehat melalui rumus “OK”, yang meliputi: minum obat rutin bagi penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa identitas lansia, menjaga interaksi sosial, dan berolahraga secara teratur. “Intinya, penanganan demensia Alzheimer sangat bergantung pada penyebabnya, karena cara pencegahannya beragam,” tutup dr. Probo.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/">Tembus 4,2 Juta, Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Cegah Alzheimer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/29/tembus-42-juta-dokter-ugm-ungkap-cara-sederhana-cegah-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diresmikan Presiden Prabowo, RSPON Mahar Mardjono Jadi Rumah Sakit Otak Tercanggih</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/27/diresmikan-presiden-prabowo-rspon-mahar-mardjono-jadi-rumah-sakit-otak-tercanggih/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/27/diresmikan-presiden-prabowo-rspon-mahar-mardjono-jadi-rumah-sakit-otak-tercanggih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 06:11:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anti-gravity treadmill]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas Medis Canggih]]></category>
		<category><![CDATA[Fisioterapi Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[RSPON Mahar Mardjono]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Otak Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Robotik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Cawang, Jakarta Timur, mendapat apresiasi tinggi dari para pasien setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (26/8). Kehadiran gedung baru beserta fasilitas canggih di dalamnya dinilai mampu memberikan semangat baru dalam proses pemulihan. Mutia, salah satu pasien dengan diagnosis AVM (Arteriovenous Malformation) yang tengah menjalani [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/27/diresmikan-presiden-prabowo-rspon-mahar-mardjono-jadi-rumah-sakit-otak-tercanggih/">Diresmikan Presiden Prabowo, RSPON Mahar Mardjono Jadi Rumah Sakit Otak Tercanggih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Cawang, Jakarta Timur, mendapat apresiasi tinggi dari para pasien setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (26/8). Kehadiran gedung baru beserta fasilitas canggih di dalamnya dinilai mampu memberikan semangat baru dalam proses pemulihan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mutia, salah satu pasien dengan diagnosis AVM (Arteriovenous Malformation) yang tengah menjalani terapi robotik, mengaku merasakan kemajuan yang nyata. Ia juga menilai suasana gedung baru memberikan energi positif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kekuatan kaki saya semakin membaik, alhamdulillah. Pola jalannya juga lebih bagus,” ungkap Mutia setelah 12 kali menjalani terapi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal senada disampaikan Aslam Harahap, pasien terapi anti-gravity treadmill. Menurutnya, pelayanan di RSPON kini jauh lebih baik, terutama dari sisi kenyamanan dan ketepatan waktu dokter.</span></p>
<figure id="attachment_12056" aria-describedby="caption-attachment-12056" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12056" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1.jpg" alt="Diresmikan Presiden Prabowo, RSPON Mahar Mardjono Jadi Rumah Sakit Otak Tercanggih" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/RSPON1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-12056" class="wp-caption-text">Salah satu fasilitas Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta, Selasa (26/08/2025) (katafoto/HO/BPMI Setpres/Muchlis Jr)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Gedungnya lebih nyaman, pelayanannya oke, hampir tiga kali lebih baik. Dokter, perawat, teknisi semuanya ramah dan sigap. Kalau saya kontrol, dokter sudah siap, jadi tidak perlu menunggu. Mudah-mudahan rumah sakit lain di Indonesia bisa mencontoh pelayanan di sini,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Salman, pasien fisioterapi, juga merasakan pengalaman serupa. Ia mengaku lebih nyaman ketika pertama kali memasuki ruang perawatan baru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Baru kali ini saya merasakan fasilitas yang benar-benar nyaman. Sangat membantu pasien,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hadirnya gedung dan fasilitas baru RSPON Mahar Mardjono tidak hanya meningkatkan kualitas layanan medis, tetapi juga menumbuhkan optimisme bagi pasien serta keluarga. Dengan dukungan teknologi modern dan pelayanan yang semakin profesional, rumah sakit ini diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit saraf dan otak.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/27/diresmikan-presiden-prabowo-rspon-mahar-mardjono-jadi-rumah-sakit-otak-tercanggih/">Diresmikan Presiden Prabowo, RSPON Mahar Mardjono Jadi Rumah Sakit Otak Tercanggih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/27/diresmikan-presiden-prabowo-rspon-mahar-mardjono-jadi-rumah-sakit-otak-tercanggih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
