<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesejahteraan Lansia - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kesejahteraan-lansia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kesejahteraan-lansia/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 03:04:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kesejahteraan Lansia - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kesejahteraan-lansia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mayoritas Lansia Masih Terjebak Kemiskinan, Ekonom Beberkan Solusinya</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/17/mayoritas-lansia-masih-terjebak-kemiskinan-ekonom-beberkan-solusinya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/17/mayoritas-lansia-masih-terjebak-kemiskinan-ekonom-beberkan-solusinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 03:04:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[investasi hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[KUR pensiunan]]></category>
		<category><![CDATA[lansia Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Informal]]></category>
		<category><![CDATA[sandwich generation]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan pensiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 41,75 persen lanjut usia (lansia) di Indonesia berada dalam kelompok rumah tangga dengan tingkat pengeluaran 40 persen terbawah. Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya kerentanan ekonomi yang dihadapi lansia dan berpotensi membuat mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Situasi ini diperparah oleh belum meratanya sistem perlindungan pensiun di Indonesia. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/mayoritas-lansia-masih-terjebak-kemiskinan-ekonom-beberkan-solusinya/">Mayoritas Lansia Masih Terjebak Kemiskinan, Ekonom Beberkan Solusinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 41,75 persen lanjut usia (lansia) di Indonesia berada dalam kelompok rumah tangga dengan tingkat pengeluaran 40 persen terbawah. Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya kerentanan ekonomi yang dihadapi lansia dan berpotensi membuat mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan.</p>
<p>Situasi ini diperparah oleh belum meratanya sistem perlindungan pensiun di Indonesia. Akibatnya, hanya sekitar lima persen lansia yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri melalui dana pensiun yang dimiliki.</p>
<p>Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, menilai perlu adanya reformasi dalam sistem jaminan hari tua agar kesejahteraan masyarakat saat memasuki usia pensiun dapat lebih terjamin.</p>
<p>Menurut Eddy, salah satu persoalan utama terletak pada kecilnya kontribusi dana pensiun yang saat ini dipotong dari penghasilan pekerja. Ia menjelaskan bahwa iuran jaminan hari tua yang berlaku saat ini hanya sebesar 1 persen dari gaji pekerja, ditambah kontribusi perusahaan sebesar 2 persen dari gaji kotor.</p>
<p>Ia menyarankan agar besaran iuran tersebut ditingkatkan. Menurutnya, pekerja sebaiknya menyisihkan sekitar 5 hingga 6 persen dari gaji, sementara perusahaan memberikan kontribusi sebesar 8 hingga 9 persen dari gaji kotor.</p>
<p>“Angka yang memadai sekitar 14-15% dari gaji kotor walau itupun kemungkinan masih pas-pasan di kemudian hari, tetapi tetap lebih baik daripada sistem sekarang,” jelasnya, Jumat (11/6).</p>
<p>Meski demikian, Eddy mengakui kebijakan tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha maupun pekerja sektor informal. Kelompok ini umumnya tidak memiliki akses terhadap Dana Pensiun Pemberi Kerja maupun skema Dana Pensiun Lembaga Keuangan, sehingga membutuhkan disiplin keuangan yang lebih tinggi.</p>
<p>Karena itu, ia mendorong para wirausahawan dan pekerja nonformal untuk mulai menyiapkan dana hari tua secara mandiri melalui tabungan maupun investasi.</p>
<p>“Sebaiknya wirausaha dan pekerja informal menyisihkan 10-20% untuk tabungan hari tua atau investasi,” ujarnya.</p>
<p>Selain mendorong peningkatan iuran pensiun, Eddy juga menilai pemerintah perlu mengambil langkah lain untuk memperkuat perlindungan ekonomi bagi lansia. Salah satunya dengan merevisi regulasi terkait besaran kontribusi dana pensiun dari pekerja maupun perusahaan agar dana yang terkumpul lebih memadai saat memasuki masa pensiun.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah juga dinilai perlu memperluas ketersediaan fasilitas kesehatan dan pusat perawatan lansia guna mendukung kualitas hidup kelompok usia rentan tersebut.</p>
<p>Eddy juga mengusulkan pemberian akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi para pensiunan. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha dan menciptakan sumber penghasilan setelah tidak lagi bekerja secara aktif.</p>
<p>Selain itu, ia menilai kebijakan usia pensiun wajib perlu dievaluasi. Dengan memberikan fleksibilitas dalam menentukan masa pensiun, pekerja dapat memilih waktu yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.</p>
<p>“Apabila pemerintah dapat menjalankan langkah tersebut, pekerja akan sangat terbantu dalam menghadapi usia rentan mendatang dengan menikmati hasil kerja yang dilakukan di usia produktif,” katanya.</p>
<p>Lebih jauh, Eddy menilai pembenahan sistem jaminan hari tua juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi fenomena sandwich generation yang banyak dialami generasi muda Indonesia. Dalam kondisi ini, seseorang harus menanggung kebutuhan hidup anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut.</p>
<p>Menurutnya, sistem pensiun yang lebih kuat akan membuat para lansia memiliki kemandirian finansial sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada keluarga.</p>
<p>“Sandwich generation itu sangat menyiksa. Apabila kebijakan pemerintah dan perusahaan diperbaiki, niscaya itu dapat membantu para pensiunan serta membantu generasi berikutnya,” tuturnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/mayoritas-lansia-masih-terjebak-kemiskinan-ekonom-beberkan-solusinya/">Mayoritas Lansia Masih Terjebak Kemiskinan, Ekonom Beberkan Solusinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/17/mayoritas-lansia-masih-terjebak-kemiskinan-ekonom-beberkan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika 50 Lansia Mengikuti Wisuda Perdana di Sekolah Lansia Aisyiyah Garut</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/12/17/ketika-50-lansia-mengikuti-wisuda-perdana-di-sekolah-lansia-aisyiyah-garut/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/12/17/ketika-50-lansia-mengikuti-wisuda-perdana-di-sekolah-lansia-aisyiyah-garut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 05:10:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyiyah Garut]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia Garut]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Program Inklusi Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Program Sosial Aisyiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Lansia Berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda Sekolah Lansia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=6812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Garut  &#8211; Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Garut sukses menyelenggarakan Wisuda Sekolah Lansia Berdaya Program Inklusi Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Tarogong Kidul, pada Sabtu (14/12). Sebanyak 50 peserta lansia berasal dari Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, dan Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening dalam program tersebut. Ketua PDA Kabupaten Garut, Eti Nurul Hayati, mengatakan bahwa para peserta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/17/ketika-50-lansia-mengikuti-wisuda-perdana-di-sekolah-lansia-aisyiyah-garut/">Ketika 50 Lansia Mengikuti Wisuda Perdana di Sekolah Lansia Aisyiyah Garut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Garut</b><span class="Apple-converted-space">  </span>&#8211; Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Garut sukses menyelenggarakan Wisuda Sekolah Lansia Berdaya Program Inklusi Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Tarogong Kidul, pada Sabtu (14/12). Sebanyak 50 peserta lansia berasal dari Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, dan Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening dalam program tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ketua PDA Kabupaten Garut, Eti Nurul Hayati, mengatakan bahwa para peserta telah menyelesaikan 10 sesi pertemuan, termasuk kegiatan outbound di Binar Alam View, Kecamatan Pangatikan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Setiap pertemuan memberikan berbagai materi yang bermanfaat, seperti senam otak, olahraga, hingga pemeriksaan kesehatan. Kami bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mendukung program ini,&#8221; ujar Eti dikutip dari laman garutkab. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Program Sekolah Lansia Berdaya yang dimulai pada Juli 2024 ini menjadi angkatan pertama yang diwisuda. Eti mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merancang program lanjutan berupa sekolah lansia tingkat madya.</span></p>
<figure id="attachment_6810" aria-describedby="caption-attachment-6810" style="width: 1118px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-6810 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1.jpg" alt="Ketika 50 Lansia Mengikuti Wisuda Perdana di Sekolah Lansia Aisyiyah Garut" width="1118" height="746" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1.jpg 1118w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/12/Wisuda-Lansia1-1068x713.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1118px) 100vw, 1118px" /><figcaption id="caption-attachment-6810" class="wp-caption-text">Sebanyak 50 peserta lansia berasal dari Desa Sindanggalih dan Desa Pasanggrahan menunggu panggilan wisuda perdana di Sekolah Lansia Berdaya Program Inklusi Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Tarogong Kidul, Sabtu (14/12/2024). (katafoto/HO/garutberkabar)</figcaption></figure>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Harapan kami, sekolah ini dapat terus berlanjut agar lansia bisa tetap sehat, bertaqwa, mandiri, dan bermartabat,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurut Eti, minat masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Awalnya, setiap desa hanya dijatah 23 peserta, tetapi jumlah pendaftar mencapai 50 orang. Seleksi dilakukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan peserta. Selain itu, keluarga pendamping lansia juga mendapatkan pelatihan khusus.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Pendamping dilatih cara merawat lansia, menjaga kebersihan, membantu kegiatan sehari-hari seperti mandi dan berpakaian, serta membiasakan olahraga ringan. Ini bertujuan agar lansia tetap sehat dan bugar,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Eti berharap program ini tidak hanya berdampak positif pada para lansia, tetapi juga meningkatkan kesadaran keluarga untuk mendukung mereka lebih baik di rumah.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Salah satu wisudawan terbaik, Juariah (66) dari Desa Pasanggrahan, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan melalui program ini.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Saya sangat bahagia, rasanya seperti diperhatikan meskipun sudah tua. Semoga ke depannya ada lagi program bermanfaat seperti ini,&#8221; ujarnya </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Dengan keberhasilan wisuda angkatan pertama ini, PDA Kabupaten Garut optimistis bahwa Sekolah Lansia Berdaya akan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kualitas hidup para lansia di masa mendatang.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/17/ketika-50-lansia-mengikuti-wisuda-perdana-di-sekolah-lansia-aisyiyah-garut/">Ketika 50 Lansia Mengikuti Wisuda Perdana di Sekolah Lansia Aisyiyah Garut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/12/17/ketika-50-lansia-mengikuti-wisuda-perdana-di-sekolah-lansia-aisyiyah-garut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
