<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keselamatan Penerbangan - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/keselamatan-penerbangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/keselamatan-penerbangan/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 06:31:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Keselamatan Penerbangan - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/keselamatan-penerbangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mulai 15 April Bawa Power Bank di Pesawat dari Singapura Dibatasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/08/mulai-15-april-bawa-power-bank-di-pesawat-dari-singapura-dibatasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/08/mulai-15-april-bawa-power-bank-di-pesawat-dari-singapura-dibatasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 06:31:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan Baru]]></category>
		<category><![CDATA[aturan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[power bank]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Traveler]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Bagi kamu yang akan terbang dari Singapura, ada aturan baru terkait penggunaan dan membawa power bank yang perlu diperhatikan. Kebijakan ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan penerbangan. Jika tidak dipatuhi, penumpang bahkan bisa diminta membuang perangkat yang melebihi batas sebelum naik pesawat. Aturan ini berlaku untuk seluruh penerbangan yang berangkat dari Singapura dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/08/mulai-15-april-bawa-power-bank-di-pesawat-dari-singapura-dibatasi/">Mulai 15 April Bawa Power Bank di Pesawat dari Singapura Dibatasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Bagi kamu yang akan terbang dari Singapura, ada aturan baru terkait penggunaan dan membawa power bank yang perlu diperhatikan. Kebijakan ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan penerbangan. Jika tidak dipatuhi, penumpang bahkan bisa diminta membuang perangkat yang melebihi batas sebelum naik pesawat.</p>
<p>Aturan ini berlaku untuk seluruh penerbangan yang berangkat dari Singapura dan diumumkan oleh Civil Aviation Authority of Singapore. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Rabu, 15 April 2026.</p>
<p>Dalam ketentuan terbaru, setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal dua unit power bank ke dalam kabin. Jika jumlahnya melebihi batas tersebut, maka kelebihannya wajib dibuang sebelum penerbangan.</p>
<p>Selain pembatasan jumlah, terdapat aturan tambahan yang harus dipatuhi selama di dalam pesawat:</p>
<ul>
<li>Power bank tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat lain</li>
<li>Power bank tidak boleh diisi ulang selama penerbangan</li>
<li>Perangkat harus disimpan dengan aman di dalam kabin</li>
</ul>
<p>Kebijakan ini merupakan penyesuaian dari standar keselamatan terbaru yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization pada 2 April 2026. Pembatasan dilakukan untuk meminimalkan potensi bahaya di dalam pesawat.</p>
<p>Baterai lithium pada power bank memiliki sejumlah risiko, seperti panas berlebih, korsleting, hingga potensi kebakaran di kabin. Risiko tersebut dinilai dapat mengancam keselamatan penerbangan jika tidak dikendalikan dengan ketat.</p>
<p>Aturan ini berlaku untuk seluruh maskapai yang berangkat dari Singapura. Pihak maskapai akan menyampaikan informasi terkait kebijakan tersebut kepada penumpang sebelum keberangkatan.</p>
<p>Sejumlah maskapai seperti Singapore Airlines dan Scoot sebenarnya telah lebih dulu melarang penggunaan dan pengisian daya power bank selama penerbangan sejak April 2025. Dengan kebijakan baru ini, seluruh maskapai kini wajib mengikuti pembatasan jumlah perangkat tersebut.</p>
<p>Otoritas penerbangan juga memberikan waktu kepada maskapai untuk melakukan sosialisasi kepada penumpang. Informasi akan dipasang di berbagai titik strategis di bandara agar mudah terlihat, serta didukung pelatihan khusus bagi petugas layanan dan keamanan demi kelancaran proses pemeriksaan.</p>
<p>Selain aturan baru, beberapa ketentuan lama tetap diberlakukan, antara lain:</p>
<ul>
<li>Power bank tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar</li>
<li>Kapasitas harus sesuai standar keselamatan yang berlaku</li>
<li>Setiap perangkat wajib dilindungi secara individual untuk mencegah korsleting</li>
<li>Disarankan menggunakan kantong pelindung khusus</li>
</ul>
<p>Maskapai juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan yang lebih ketat. Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk selalu memeriksa kebijakan masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan.</p>
<p>Dengan memahami aturan ini, perjalanan bisa berjalan lebih lancar tanpa kendala di bandara. Pastikan jumlah power bank yang dibawa sesuai ketentuan agar tidak perlu membuangnya sebelum terbang.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/08/mulai-15-april-bawa-power-bank-di-pesawat-dari-singapura-dibatasi/">Mulai 15 April Bawa Power Bank di Pesawat dari Singapura Dibatasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/08/mulai-15-april-bawa-power-bank-di-pesawat-dari-singapura-dibatasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bandara di Sumba Naik Kelas, AirNav Perluas Control Tower hingga NTT</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/26/bandara-di-sumba-naik-kelas-airnav-perluas-control-tower-hingga-ntt/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/26/bandara-di-sumba-naik-kelas-airnav-perluas-control-tower-hingga-ntt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 14:12:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERHUBUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[ADC TWR]]></category>
		<category><![CDATA[AirNav Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Lede Kalumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Control Tower]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub.]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Tambolaka]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; AirNav Indonesia meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandar Udara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dari sebelumnya Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR). Peningkatan layanan tersebut resmi berlaku mulai 22 Januari 2026. Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, dalam keterangan resmi pada Senin (26/1), menyatakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/bandara-di-sumba-naik-kelas-airnav-perluas-control-tower-hingga-ntt/">Bandara di Sumba Naik Kelas, AirNav Perluas Control Tower hingga NTT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tangerang</b> &#8211; AirNav Indonesia meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandar Udara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dari sebelumnya Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR). Peningkatan layanan tersebut resmi berlaku mulai 22 Januari 2026.</p>
<p>Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, dalam keterangan resmi pada Senin (26/1), menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan wujud komitmen AirNav Indonesia dalam memperkuat aspek keselamatan, keamanan, serta efisiensi operasional penerbangan nasional.</p>
<p>Ia menjelaskan, layanan AFIS berfungsi memberikan informasi lalu lintas penerbangan dan kondisi bandara kepada pilot tanpa kewenangan pengendalian langsung. Sementara itu, melalui layanan Tower (ADC/TWR), Air Traffic Controller (ATC) memiliki otoritas untuk mengendalikan pergerakan pesawat, baik di area darat maupun ruang udara sekitar bandara. Dengan demikian, pengaturan lalu lintas udara dapat berlangsung lebih sistematis, aman, dan efisien.</p>
<p>&#8220;Pengoperasian layanan Tower di Bandara Lede Kalumbang merupakan bagian dari strategi nasional AirNav Indonesia dalam memperkuat keselamatan penerbangan, termasuk di wilayah yang tengah berkembang seperti Sumba Barat Daya,&#8221; ujar Avirianto Suratno.</p>
<p>Peningkatan layanan ini tidak hanya menandai bertambahnya kapasitas operasional, tetapi juga mencerminkan kesiapan sumber daya manusia, sistem, serta fasilitas navigasi penerbangan yang memadai.</p>
<p>Bandara Lede Kalumbang sendiri sebelumnya dikenal sebagai Bandara Tambolaka, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 206 Tahun 2022 pada 7 November 2022.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Lebih lanjut disampaikan, proses peningkatan pelayanan ini telah dilakukan secara bertahap sejak 2019, meliputi penyusunan Konsep Operasi (Konops), sertifikasi pelayanan navigasi penerbangan, verifikasi manual operasi dan fasilitas, hingga pemenuhan standar kompetensi personel. Sebanyak lima ATC Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan memperoleh rating Tower (TWR–WATK) dari regulator.</p>
<p>Peran Kementerian Perhubungan sebagai regulator diwujudkan melalui penerbitan Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan oleh Direktorat Navigasi Penerbangan. Implementasi layanan Tower tersebut diberlakukan sesuai AIRAC AIP Amendment 170 yang efektif pada 22 Januari 2026.</p>
<p>&#8220;Kami berharap peningkatan layanan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya,&#8221; tutup Avirianto.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/bandara-di-sumba-naik-kelas-airnav-perluas-control-tower-hingga-ntt/">Bandara di Sumba Naik Kelas, AirNav Perluas Control Tower hingga NTT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/26/bandara-di-sumba-naik-kelas-airnav-perluas-control-tower-hingga-ntt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Take-Off dan Landing?</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/20/kenapa-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-take-off-dan-landing/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/20/kenapa-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-take-off-dan-landing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 01:44:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Aviation Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Landing]]></category>
		<category><![CDATA[Penumpang Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Pramugari]]></category>
		<category><![CDATA[Take Off]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling Aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa pramugari selalu meminta penumpang membuka penutup jendela saat pesawat lepas landas atau mendarat? Sekilas terdengar sepele, bahkan mungkin dianggap hanya formalitas belaka. Namun ternyata, aturan ini punya alasan keselamatan yang sangat penting. 1. Meningkatkan Kewaspadaan Penumpang dan Kru Take-off dan landing adalah fase paling rawan dalam penerbangan. Statistik mencatat, sebagian besar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/20/kenapa-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-take-off-dan-landing/">Kenapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Take-Off dan Landing?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa pramugari selalu meminta penumpang membuka penutup jendela saat pesawat lepas landas atau mendarat? Sekilas terdengar sepele, bahkan mungkin dianggap hanya formalitas belaka. Namun ternyata, aturan ini punya alasan keselamatan yang sangat penting.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>1. Meningkatkan Kewaspadaan Penumpang dan Kru</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Take-off dan landing adalah fase paling rawan dalam penerbangan. Statistik mencatat, sebagian besar insiden terjadi pada dua momen ini. Dengan jendela terbuka, penumpang maupun kru bisa langsung melihat kondisi di luar, misalnya jika ada asap, api, atau puing. Informasi cepat ini bisa membantu kru mengambil keputusan darurat dengan segera.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>2. Mempercepat Proses Evakuasi</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jika terjadi keadaan darurat saat mendarat, setiap detik sangat berharga. Membuka jendela memungkinkan awak kabin mengecek situasi di luar sebelum pintu darurat dibuka. Mereka bisa memastikan sisi pesawat aman dari bahaya sebelum memandu penumpang keluar.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>3. Adaptasi Mata terhadap Cahaya</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perbedaan pencahayaan antara dalam kabin dan luar pesawat bisa sangat ekstrem. Membuka penutup jendela membantu mata penumpang beradaptasi lebih cepat dengan kondisi cahaya luar, baik siang maupun malam. Jadi, jika harus evakuasi mendadak, mata sudah siap dan penumpang bisa bergerak lebih cepat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>4. Memudahkan Pengamatan dari Luar</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bukan hanya kru kabin, petugas bandara atau tim penyelamat di darat juga terbantu dengan jendela yang terbuka. Dari luar, mereka bisa mengamati kondisi dalam kabin dan segera bertindak jika ada tanda bahaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Membuka penutup jendela saat take-off dan landing bukanlah aturan iseng. Ini adalah prosedur keselamatan standar internasional yang dirancang untuk melindungi penumpang. Jadi, lain kali kamu naik pesawat dan diminta membuka jendela, ingatlah: itu bukan soal kenyamanan, tapi demi keselamatan semua orang di dalam pesawat.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/20/kenapa-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-take-off-dan-landing/">Kenapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Take-Off dan Landing?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/20/kenapa-jendela-pesawat-harus-dibuka-saat-take-off-dan-landing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AirNav dan FAA Sepakati Pengembangan Teknologi Navigasi Penerbangan</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/27/airnav-dan-faa-sepakati-pengembangan-teknologi-navigasi-penerbangan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/27/airnav-dan-faa-sepakati-pengembangan-teknologi-navigasi-penerbangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2024 02:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INDUSTRI]]></category>
		<category><![CDATA[KATA EKBIS]]></category>
		<category><![CDATA[AirNav Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FAA]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama Navigasi Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[MoU AirNav dan FAA]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Penerbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bangkok &#8211; AirNav Indonesia, sebagai Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (Perum LPPNPI), telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat, pada Selasa (26/11). Penandatanganan di sela-sela acara Thirty-Fifth Meeting of the Asia/Pacific Air Navigation Planning and Implementation Regional Group (APANPIRG/35) diselenggarakan di Bangkok, Thailand. MoU yang ditandatangani Direktur Utama AirNav [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/27/airnav-dan-faa-sepakati-pengembangan-teknologi-navigasi-penerbangan/">AirNav dan FAA Sepakati Pengembangan Teknologi Navigasi Penerbangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Bangkok</b> &#8211; AirNav Indonesia, sebagai Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (Perum LPPNPI), telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat, pada Selasa (26/11). Penandatanganan di sela-sela acara <i>Thirty-Fifth Meeting of the Asia/Pacific Air Navigation Planning and Implementation Regional Group</i> (APANPIRG/35) diselenggarakan di Bangkok, Thailand.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">MoU yang ditandatangani Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana Banguningsih Pramesti, dan Direktur Operasi FAA Air Traffic Organization, Timothy Arel bertujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang navigasi penerbangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, pada pengembangan teknologi dan peningkatan keselamatan penerbangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang navigasi penerbangan, terutama dalam pengembangan teknologi dan peningkatan keselamatan,&#8221; ujar Polana dikutip dari keterangan tertulis AirNav. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1"> Polana menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan komitmen Kementerian BUMN untuk menciptakan masa depan navigasi penerbangan yang lebih aman dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kerja sama ini mencakup berbagai topik strategis, seperti:</span></p>
<ol class="ol1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Pengembangan infrastruktur CNS (komunikasi, navigasi, dan surveilans) serta otomatisasi.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Desain dan pengembangan ruang udara beserta prosedurnya.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Pengembangan metodologi pengolahan data penerbangan.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Perencanaan keteraturan lalu lintas penerbangan (ATFM).</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Operasional penerbangan tanpa awak (termasuk drone).</span></li>
</ol>
<p class="p1"><span class="s1">Polana menegaskan bahwa kemitraan dapat mendorong pengembangan teknologi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan keselamatan penerbangan yang lebih baik, tidak hanya di ruang udara Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Penandatanganan ini bukan hanya tentang membangun kemitraan, tetapi juga menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk mendukung kemajuan industri penerbangan global. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan layanan penerbangan yang aman dan efisien,&#8221; tutup Polana.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/27/airnav-dan-faa-sepakati-pengembangan-teknologi-navigasi-penerbangan/">AirNav dan FAA Sepakati Pengembangan Teknologi Navigasi Penerbangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/27/airnav-dan-faa-sepakati-pengembangan-teknologi-navigasi-penerbangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
