<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konservasi satwa - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 10:27:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Konservasi satwa - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 10:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gakkum Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Ilegal Satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sisik Trenggiling]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggiling]]></category>
		<category><![CDATA[Wildlife Crime]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menahan seorang tersangka berinisial TT (59) terkait kasus penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja. Kasus ini terungkap setelah petugas memeriksa sebuah peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.  Muatan tersebut tercatat dalam dokumen ekspor, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/">Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menahan seorang tersangka berinisial TT (59) terkait kasus penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja. Kasus ini terungkap setelah petugas memeriksa sebuah peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Muatan tersebut tercatat dalam dokumen ekspor, sebagai teripang atau cucumber fish dan produk makanan kering. Namun, hasil pemeriksaan fisik menemukan 99 karton yang berisi sisik trenggiling, satwa dilindungi yang perdagangannya dilarang.</p>
<p>Perbedaan antara dokumen ekspor dan isi peti kemas menjadi awal terbongkarnya dugaan penyamaran bagian tubuh satwa liar melalui jalur logistik resmi. Aparat menduga keterlibatan sejumlah pihak dalam jaringan penyelundupan mulai dari pengumpulan barang, penyimpanan, pengurusan dokumen ekspor, penggunaan perusahaan sebagai formalitas eksportir, hingga pengaturan pengiriman ke luar negeri.</p>
<p>Selain menahan TT, penyidik juga telah mengidentifikasi pihak lain yang diduga sebagai pemilik barang dan saat ini masih dalam pengejaran. Setelah menjalani proses penyidikan dan koordinasi dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya, TT resmi ditangkap dan ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba.</p>
<figure id="attachment_17333" aria-describedby="caption-attachment-17333" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17333" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c.jpg" alt="Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja" width="1000" height="666" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-768x511.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-17333" class="wp-caption-text">Petugas Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara membawa .053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja di di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (katafoto/HO/Humas Kemenhut)</figcaption></figure>
<p>Dikutip dalam keterangan tertulis (24/05), tersangka dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf f juncto Pasal 21 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya beserta ketentuan pidana terkait lainnya. TT terancam hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda mulai Rp200 juta hingga Rp5 miliar.</p>
<p>Kasus penyelundupan lebih dari 3 ton sisik trenggiling ke Kamboja memperlihatkan modus penyamaran bagian tubuh satwa dilindungi sebagai komoditas legal untuk masuk ke pasar gelap internasional melalui jalur ekspor resmi.</p>
<p>Pada periode sebelumnya, berdasar data Gakkum Kehutanan menunjukkan adanya perubahan pola perdagangan trenggiling. kasus yang banyak ditemukan berkaitan dengan perdagangan trenggiling hidup. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan bergeser menjadi bagian tubuh satwa berupa sisik dengan jumlah yang jauh lebih besar.</p>
<p>Perubahan pola tersebut menunjukkan perdagangan trenggiling dilakukan secara lebih terorganisasi, mulai dari perburuan di alam, pengumpulan, penyimpanan, penyamaran komoditas, hingga pengiriman melalui jalur logistik. Dalam kasus ini, dugaan keterlibatan jaringan lintas negara melibatkan koordinasi dengan INTERPOL dan otoritas negara terkait.</p>
<p>Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menegaskan bahwa penahanan TT menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan yang lebih besar.</p>
<p>“Penyidik mendalami siapa pemilik barang, siapa yang mengurus dokumen, siapa yang menggunakan perusahaan sebagai formalitas eksportir, siapa yang memfasilitasi pengiriman, dan siapa yang menikmati keuntungan dari penyelundupan ini. Modus penyamaran sebagai teripang dan makanan kering menunjukkan bahwa pelaku berupaya memakai jalur ekspor legal untuk membawa bagian tubuh satwa dilindungi ke pasar ilegal luar negeri. Karena itu, kami memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai, Korwas PPNS Polda Metro Jaya, dan instansi terkait agar perkara ini tidak berhenti pada pelaku teknis,” tegas Aswin.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/">Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 01:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bronx Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Leuser]]></category>
		<category><![CDATA[IBioFund]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Manusela]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Way Kambas]]></category>
		<category><![CDATA[WCS]]></category>
		<category><![CDATA[Wildlife Conservation Society]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16907</guid>

					<description><![CDATA[<p>New York &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.  Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>New York</b> &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New York. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan Joint Statement sebagai langkah memperkuat kemitraan jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.</p>
<p>Kesepakatan bersama itu turut mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks yang digagas Pemerintah Indonesia untuk menciptakan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif, tangguh, dan berkelanjutan dari sisi pendanaan.</p>
<p>WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional percontohan, yakni Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat kawasan tersebut dikenal memiliki ekosistem unik dan tingkat keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan manfaat lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diproyeksikan menjadi mekanisme pendanaan yang mendukung visi Task Force. Kehadiran IBioFund diharapkan mampu mendorong pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengelolaan taman nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.</p>
<p>Delegasi Indonesia juga meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo yang terintegrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat aslinya.</p>
<p>Raja Juli Antoni menegaskan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, serta kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan penghidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni.</p>
<p>Sementara itu, Executive Vice President dan COO WCS mengapresiasi atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin dengan Indonesia.</p>
<p>“WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Bentang Alam Seblat]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[drone thermal]]></category>
		<category><![CDATA[gajah Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[hutan Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan gajah]]></category>
		<category><![CDATA[satwa liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bengkulu &#8211; Bentang Alam Seblat (BAS) terus menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera. Sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau pergerakan gajah liar di kawasan tersebut. Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone ini menjadi metode pertama yang diterapkan di kawasan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/">Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bengkulu </b>&#8211; Bentang Alam Seblat (BAS) terus menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera. Sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau pergerakan gajah liar di kawasan tersebut.</p>
<p>Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone ini menjadi metode pertama yang diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat dalam mendukung pemantauan populasi gajah secara lebih efektif dan minim gangguan.</p>
<p>Hasil monitoring, mengidentifikasi satu kelompok Gajah Sumatera yang terdiri dari 17 ekor. Kelompok tersebut mencakup empat ekor anakan dan 13 ekor gajah remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan gajah dinilai menjadi indikator penting bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.</p>
<p>Kegiatan pemantauan ini menjadi semakin penting setelah adanya kasus kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah kematian gajah juga pernah tercatat terjadi di kawasan Bentang Alam Seblat dan wilayah sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir. Gajah Sumatera masih menghadapi tekanan serius, mulai dari konflik antara manusia dan satwa liar, kerusakan habitat, hingga ancaman lainnya.</p>
<p>Pemanfaatan drone thermal menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam memperkuat upaya konservasi gajah sumatera di habitat aslinya. Teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan dilakukan di area yang sulit dijangkau sekaligus mengurangi gangguan terhadap perilaku alami satwa liar.</p>
<p>Selain itu, data hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan penggunaan drone thermal menjadi terobosan baru yang sangat membantu tim konservasi di lapangan.</p>
<p>“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya.</p>
<p>Agung menambahkan, kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru satu dari beberapa kelompok Gajah Sumatera yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat. Karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/">Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 08:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bengkulu Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[eksitu Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jerat pemburu]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Batua]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sinta]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Satwa Lembah Hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lampung &#8211; Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir dalam konservasi satwa liar di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung. Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta) hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/">Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Lampung</b> &#8211; Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir dalam konservasi satwa liar di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung.</p>
<p>Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta) hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung.</p>
<p><b>Kisah Kyai Batua dan Sinta, Korban Jerat yang Selamat</b></p>
<p>Kyai Batua sebelumnya diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan pada 2-4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Ia ditemukan dalam kondisi terjerat. Akibat luka serius pada kaki depan kanan, Kyai Batua harus menjalani tindakan amputasi pada 5 Juli 2019.</p>
<p>Sementara itu, Sinta merupakan individu Harimau Sumatera yang diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi cedera berat akibat jerat. Pada saat proses evakuasi, ditemukan cacat pada kaki belakang kanan.</p>
<p><b>Perkawinan Berdasarkan Program Global</b></p>
<p>Perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Pada usia tiga bulan kini, kedua anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, mengapresiasi atas sinergi yang telah terjalin.</p>
<p>&#8220;Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat,&#8221; ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kemenhut.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi.</p>
<p>Komisaris Utama Lembaga Konservasi Taman Satwa PT. Lembah Hijau menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi untuk berkembang biak secara optimal dalam pengelolaan yang tepat. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan populasi Harimau Sumatera,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/">Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 02:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[animal welfare]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Benggala]]></category>
		<category><![CDATA[harimau putih]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[KSDAE]]></category>
		<category><![CDATA[satwa langka]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Safari Prigen]]></category>
		<category><![CDATA[wildlife]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Taman Safari Indonesia II Prigen mencatat kelahiran tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026. Capaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa pendekatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengelolaan genetik yang tepat mampu menjaga keberlanjutan populasi satwa liar. Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026, kemudian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/">Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Taman Safari Indonesia II Prigen mencatat kelahiran tiga anak harimau benggala (<i>Panthera tigris tigris</i>) pada awal Maret 2026. Capaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa pendekatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengelolaan genetik yang tepat mampu menjaga keberlanjutan populasi satwa liar.</p>
<p>Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026, kemudian disusul satu anak harimau benggala putih pada 3 Maret 2026. Ketiganya merupakan hasil pasangan indukan Anja dan Rinjani. Kelahiran tersebut tidak hanya menambah jumlah populasi, tetapi juga menunjukkan keberagaman genetik yang terjaga dalam praktik konservasi <i>ex-situ</i>.</p>
<p>Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan<span class="Apple-converted-space">  </span>Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa keberhasilan reproduksi ini menjadi bagian penting dalam strategi nasional pelestarian keanekaragaman hayati.</p>
<p>“Keberhasilan reproduksi ini menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga jumlah populasi, tetapi juga memastikan kualitas genetiknya. Negara mendorong pengelolaan konservasi yang berbasis sains, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran harimau benggala putih yang berasal dari gen resesif langka—menjadi indikator penting dalam pengelolaan populasi yang sehat. Keanekaragaman genetik berperan krusial dalam meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan, menjaga ketahanan populasi, serta menekan risiko gangguan genetik.</p>
<p>“Konservasi adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan seperti ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga satwa liar dan habitatnya,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, indukan dan ketiga anak harimau dilaporkan dalam kondisi sehat dan berada di bawah pemantauan intensif tim medis serta perawat satwa. Pemerintah memastikan bahwa aspek kesejahteraan satwa (<i>animal welfare</i>) tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas konservasi.</p>
<p>Kementerian Kehutanan terus memperkuat program konservasi baik <i>in-situ</i>maupun <i>ex-situ </i>dengan peningkatan standar pengelolaan lembaga konservasi, pengawasan keberlanjutan genetik, hingga penguatan edukasi publik terkait pentingnya pelestarian satwa liar.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/">Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 16:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bali]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[elephant riding]]></category>
		<category><![CDATA[gajah Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[KSDAE]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata etis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa dengan menghentikan seluruh kegiatan menunggang gajah. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 1 Januari 2026 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan sekaligus mendorong praktik pariwisata yang lebih beretika dan berkelanjutan. Penghentian atraksi elephant riding bukan merupakan keputusan sepihak. Langkah ini merupakan tindak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/">Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa dengan menghentikan seluruh kegiatan menunggang gajah. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 1 Januari 2026 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan sekaligus mendorong praktik pariwisata yang lebih beretika dan berkelanjutan.</p>
<p>Penghentian atraksi elephant riding bukan merupakan keputusan sepihak. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh lembaga konservasi di Indonesia untuk menghentikan peragaan gajah tunggang. Dalam proses implementasinya, Bali Zoo menjalin koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali guna memastikan kebijakan berjalan sesuai regulasi.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Bali Zoo menempatkan peningkatan kualitas hidup gajah sebagai prioritas utama. Tanpa aktivitas menunggang, gajah memiliki kesempatan lebih besar untuk bergerak bebas, membangun interaksi sosial, serta mengekspresikan perilaku alaminya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan fisik dan kondisi psikologis satwa dalam jangka panjang.</p>
<p>Meski atraksi menunggang gajah dihentikan, pihak pengelola memastikan pengalaman wisata pengunjung tetap menarik dan bermakna. Konsep wisata kini difokuskan pada kegiatan yang lebih edukatif dan berorientasi pada konservasi. Sejumlah program alternatif dikembangkan, seperti edukasi konservasi bagi pengunjung serta kegiatan <i>environmental enrichment</i> atau pengayaan lingkungan bagi satwa.</p>
<p>Dengan pendekatan ini, pengunjung diajak mengenal lebih dalam kebutuhan, karakter, dan perilaku gajah secara alami tanpa melibatkan interaksi eksploitatif.</p>
<p>Saat ini, Bali Zoo merawat 14 ekor gajah Sumatera (<i>Elephas maximus sumatranus</i>), yang terdiri dari empat gajah jantan dan sepuluh gajah betina dengan rentang usia antara tiga hingga 45 tahun. Seluruh satwa tersebut akan terus mendapatkan perawatan intensif sesuai dengan standar kesejahteraan hewan yang berlaku.</p>
<p>Informasi mengenai penghentian aktivitas gajah tunggang pertama kali diumumkan melalui akun media sosial resmi Bali Zoo pada Rabu, 14 Januari 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/">Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 23:56:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Burung Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasliaran burung.]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Liar Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Penyelundupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=7975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025. Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Upaya pelestarian satwa liar terus memberikan hasil positif. Tim Matawali dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, bekerja sama dengan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan burung liar yang dikirim dari Bali ke Jember melalui bus pada 25 Januari 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Informasi terkait pengiriman ilegal ini diterima dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Satpel Ketapang, Banyuwangi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>72 Burung Liar Disita</b><br />
Dalam operasi tersebut, tim menemukan 72 ekor burung liar yang terdiri dari 68 ekor Merbah Cerukcuk dan 4 ekor Sikatan Rimba Dada Coklat. Sayangnya, enam burung ditemukan dalam kondisi mati, sedangkan 66 lainnya berhasil diselamatkan dan diamankan dalam lima kotak pengangkut.</span></p>
<figure id="attachment_7977" aria-describedby="caption-attachment-7977" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7977" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg" alt="Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-foto-burung1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-7977" class="wp-caption-text">Sejumlah burung liar berhasil diamankan Tim BKSDA Jatim, sebelumnya diselundupkan dari Bali ke Jember. (katafoto/HO/Balai Besar KSDA Jawa Timur)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Rencananya, seluruh burung yang berhasil diselamatkan ini akan diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Selanjutnya, kami bersama tim BKHIT akan melakukan proses pelepasliaran di kawasan konservasi Gunung Ijen,” ujar Dwi Putro Sugiarto, Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, dikutip dalam keterangan tertulis pada Senin (27/1)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Pentingnya Pengawasan dan Pelepasliaran</b><br />
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap perdagangan ilegal satwa liar harus terus diperketat. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga ekosistem dan satwa liar. Proses pelepasliaran di kawasan konservasi diharapkan mampu memulihkan populasi burung-burung tersebut di habitat alaminya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Gunung Ijen dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena ekosistemnya yang mendukung keberlangsungan hidup burung-burung tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati melalui tindakan tegas terhadap perdagangan ilegal satwa liar.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/">Tim Konservasi Gagalkan Penyelundupan 72 Burung Liar dari Bali ke Jember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/01/28/tim-konservasi-gagalkan-penyelundupan-72-burung-liar-dari-bali-ke-jember/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banteng Jawa Hidup Kembali di Pangandaran, Langkah Besar Konservasi Alam</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/12/11/banteng-jawa-hidup-kembali-di-pangandaran-langkah-besar-konservasi-alam/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/12/11/banteng-jawa-hidup-kembali-di-pangandaran-langkah-besar-konservasi-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 16:08:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Banteng Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Alam Pananjung]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasliaran Satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Reintroduksi Satwa Langka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=6595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pangandaran &#8211; Sebanyak empat ekor Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) dilepas di Cagar Alam (CA) Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (11/12). Program pelepasliaran oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni ini merupakan bagian dari upaya reintroduksi Banteng Jawa, yang sebelumnya pernah ada secara alami di kawasan tersebut namun dinyatakan punah. Populasi banteng di CA Pananjung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/11/banteng-jawa-hidup-kembali-di-pangandaran-langkah-besar-konservasi-alam/">Banteng Jawa Hidup Kembali di Pangandaran, Langkah Besar Konservasi Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Pangandaran</b> &#8211; Sebanyak empat ekor Banteng Jawa (<i>Bos javanicus javanicus</i>) dilepas di Cagar Alam (CA) Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (11/12). Program pelepasliaran oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni ini merupakan bagian dari upaya reintroduksi Banteng Jawa, yang sebelumnya pernah ada secara alami di kawasan tersebut namun dinyatakan punah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Populasi banteng di CA Pananjung Pangandaran tercatat sebanyak 60-90 ekor pada tahun 1979 berdasarkan hasil inventarisasi. Namun, bencana alam berupa abu vulkanik dari letusan Gunung Galunggung pada 1982-1983 mengakibatkan padang savana—habitat utama banteng—tertutup, sehingga populasi mereka terus menurun. Banteng terakhir di kawasan ini dilaporkan terlihat pada tahun 2003.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Program reintroduksi ini bertujuan untuk memulihkan populasi Banteng Jawa dengan meningkatkan keragaman genetik melalui individu-individu dari populasi terpisah di beberapa taman nasional di Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Reintroduksi ini bertujuan menjaga populasi Banteng Jawa sebagai spesies unik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali, khususnya di kawasan Pangandaran,&#8221; ujar Raja Juli Antoni dikutip dari keterangan tertulis kementerian kehutanan,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Raja Juli mengapresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan, Balai Besar KSDA Jawa Barat, Taman Safari Indonesia, masyarakat setempat, serta pihak lain yang terlibat dalam upaya ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kementerian dan institusi lain untuk mereplikasi program serupa, tentu dengan menyesuaikan spesies dan habitat di masing-masing daerah,&#8221; imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan bahwa reintroduksi Banteng Jawa tidak hanya membantu memulihkan ekosistem, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pariwisata lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini akan menjadi destinasi wisata baru yang menarik lebih banyak pengunjung ke Pangandaran,&#8221; ujar Bupati Jeje.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk memastikan keberhasilan reintroduksi, sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, antara lain:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1"><b>Kajian Habitat</b>: Evaluasi daya dukung dan daya tampung kawasan.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1"><b>Pemulihan Ekosistem</b>: Pemulihan padang rumput seluas ±7,12 hektare di Blok Cikamal (±6,05 hektare) dan Blok Nangorak (±1,07 hektare).</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1"><b>Fasilitas Pendukung</b>: Pembangunan kandang habituasi dan feeding ground dengan penanaman rumput pakan.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1"><b>Keterlibatan Publik</b>: Forum diskusi untuk meningkatkan dukungan masyarakat.</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari dua pasang banteng (empat individu), masing-masing berasal dari PT Taman Safari Indonesia I Bogor (1 betina), PT Taman Safari Indonesia II Prigen (1 betina), dan PT Taman Safari Indonesia III Gianyar Bali (2 jantan). Semua banteng merupakan hasil program pengembangbiakan terkontrol.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Seperti diketahui, Cagar Alam Pananjung Pangandaran memiliki luas ±454,62 hektare dengan dukungan kawasan Taman Wisata Alam seluas ±34,32 hektare di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Banteng Jawa, yang tersebar alami di Pulau Jawa, saat ini dapat ditemukan di beberapa taman nasional seperti Ujung Kulon, Meru Betiri, Baluran, dan Alas Purwo. Habitat di CA Pananjung Pangandaran dinilai sangat ideal untuk mendukung perkembangan populasi spesies ini.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/12/11/banteng-jawa-hidup-kembali-di-pangandaran-langkah-besar-konservasi-alam/">Banteng Jawa Hidup Kembali di Pangandaran, Langkah Besar Konservasi Alam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/12/11/banteng-jawa-hidup-kembali-di-pangandaran-langkah-besar-konservasi-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelima Lutung Budeng Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/10/29/kelima-lutung-budeng-hasil-rehabilitasi-dilepasliarkan-di-cagar-alam-pulau-sempu/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/10/29/kelima-lutung-budeng-hasil-rehabilitasi-dilepasliarkan-di-cagar-alam-pulau-sempu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Oct 2024 23:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Alam Pulau Sempu]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Lutung Budeng Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasliaran lutung budeng]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi satwa liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=4893</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malang &#8211; Bella, Sarah, Tejo, Supri, dan Yudi adalah lima ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yang dilepasliarkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Javan Langur Centre &#8211; The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang, pada Senin (28/10). Pelepasliaran ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda! Kelima lutung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/10/29/kelima-lutung-budeng-hasil-rehabilitasi-dilepasliarkan-di-cagar-alam-pulau-sempu/">Kelima Lutung Budeng Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><strong>Malang</strong> &#8211; Bella, Sarah, Tejo, Supri, dan Yudi adalah lima ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yang dilepasliarkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Javan Langur Centre &#8211; The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang, pada Senin (28/10). Pelepasliaran ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda!</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kelima lutung tersebut berasal dari hasil penegakan hukum pada tahun 2023 di beberapa daerah di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Probolinggo. Selama hampir dua tahun, lutung-lutung ini menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa di Coban Talun, Kota Batu. Pada masa rehabilitasi tersebut, mereka menerima perawatan agar terbebas dari berbagai penyakit bawaan atau yang bisa ditularkan dari manusia (zoonosis).</span></p>
<figure id="attachment_4892" aria-describedby="caption-attachment-4892" style="width: 899px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4892" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2.jpg" alt="Kelima Lutung Budeng Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu" width="899" height="600" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2.jpg 899w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-768x513.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-696x465.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/10/Lutung2-629x420.jpg 629w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /><figcaption id="caption-attachment-4892" class="wp-caption-text"><br />Petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Javan Langur Centre &#8211; The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) saat melepasliarkan 5 Lutung Budeng di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang,Senin (28/10/2024). (katafoto/HO/Balai Besar KSDA Jawa Timur)</figcaption></figure>
<p class="p2"><span class="s1">Iwan Kurniawan, Manajer JLC-TAFIP, menyebutkan bahwa pihaknya memberikan pelatihan perilaku kepada kelima lutung melalui kegiatan pengkayaan lingkungan (environmental enrichment) dengan harapan dapat membangkitkan naluri alami lutung-lutung tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Ada tiga unsur penting dalam proses rehabilitasi lutung ini, yaitu adaptasi lingkungan, adaptasi pakan, dan adaptasi sosial. Ketiga hal ini perlu dipenuhi sebelum lutung-lutung tersebut dinyatakan layak dilepasliarkan,” ujar Iwan dikutip dari keterangan tertulis menlhk.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sebelum dilepasliarkan, kelima lutung menjalani masa habituasi selama beberapa hari di Cagar Alam Pulau Sempu. Mereka ditempatkan dalam kandang pelepasan berbahan jaring polinet untuk membantu lutung beradaptasi dengan lingkungan baru mereka.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, secara terpisah mengatakan bahwa ini adalah kali keempat Lutung Budeng dilepasliarkan di cagar alam yang terletak di Malang Selatan tersebut, sehingga kini total ada 15 ekor lutung yang telah dilepasliarkan di sana.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Harapannya, lutung-lutung yang sudah direhabilitasi dan dilepasliarkan ini dapat bertahan hidup dan berkembang biak di Cagar Alam Pulau Sempu,” tambah Heru Rudiharta, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jatim.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Setelah pelepasliaran, tim BBKSDA Jatim dan JLC-TAFIP melakukan monitoring intensif terhadap lutung-lutung tersebut untuk memastikan mereka mampu bertahan hidup dan berkembang biak di habitat baru mereka.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/10/29/kelima-lutung-budeng-hasil-rehabilitasi-dilepasliarkan-di-cagar-alam-pulau-sempu/">Kelima Lutung Budeng Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/10/29/kelima-lutung-budeng-hasil-rehabilitasi-dilepasliarkan-di-cagar-alam-pulau-sempu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
