<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konservasi satwa - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 01:23:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Konservasi satwa - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi-satwa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terekam Kamera Jebak, Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Ujung Kulon</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/11/03/terekam-kamera-jebak-anak-badak-jawa-lahir-lagi-di-ujung-kulon/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/11/03/terekam-kamera-jebak-anak-badak-jawa-lahir-lagi-di-ujung-kulon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 01:23:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Badak]]></category>
		<category><![CDATA[Badak Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Desy]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Langka Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Ujung Kulon]]></category>
		<category><![CDATA[TNUK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=20189</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Banten &#8211; Populasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mendapat tambahan individu baru. Seekor anak badak kembali terdeteksi melalui kamera jebak pada 10 Oktober 2026. Dalam rekaman tersebut, anak badak terlihat berkubang bersama induknya yang bernama Desy. Berdasarkan analisis tim monitoring Badak Jawa Balai TNUK, anak badak tersebut merupakan kelahiran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/11/03/terekam-kamera-jebak-anak-badak-jawa-lahir-lagi-di-ujung-kulon/">Terekam Kamera Jebak, Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Ujung Kulon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Banten</b> &#8211; Populasi Badak Jawa (<i>Rhinoceros sondaicus</i>) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mendapat tambahan individu baru. Seekor anak badak kembali terdeteksi melalui kamera jebak pada 10 Oktober 2026. Dalam rekaman tersebut, anak badak terlihat berkubang bersama induknya yang bernama Desy.</p>
<p>Berdasarkan analisis tim monitoring Badak Jawa Balai TNUK, anak badak tersebut merupakan kelahiran kelima dari induk Desy. Pejantan yang diduga kuat menjadi pasangannya adalah Musofa. Desy dikenal sebagai salah satu induk badak yang produktif di Semenanjung Ujung Kulon.</p>
<p>Dalam catatan pemantauan selama bertahun-tahun, Desy telah melahirkan lima anak, yakni Arjuna pada 2013, Arum pada 2015, Hawa pada 2018, Syauki pada 2024, serta anak terbaru yang terdeteksi pada Oktober 2026.</p>
<p>Kelahiran ini menjadi kabar positif bagi upaya pelestarian Badak Jawa, satwa langka yang keberadaannya di alam liar hanya ditemukan di Indonesia. Keberhasilan reproduksi tersebut juga menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan kondisi habitat dan efektivitas perlindungan kawasan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka di dunia dan hanya ada di Indonesia,&#8221; ujar Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Mahfudz dikutip dalam keterangan tertulis.</p>
<p>Menurut Mahfudz, kelahiran anak badak dari induk Desy tidak terlepas dari upaya menjaga keamanan kawasan, termasuk melalui patroli intensif Unit Kerja Perlindungan (UKP) serta pengamanan habitat dari berbagai gangguan. Upaya tersebut diharapkan mendukung Badak Jawa agar dapat berkembang biak secara alami.</p>
<p>&#8220;Ini bukan hanya kebahagiaan TNUK, tapi kebahagiaan Indonesia dan dunia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan, termasuk upaya rasionalisasi habitat melalui Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA),&#8221; imbuh Mahfudz.</p>
<p>Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, menjelaskan bahwa anak badak tersebut pertama kali teridentifikasi pada 10 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB melalui rekaman kamera jebak. Berdasarkan pengamatan visual, anak badak terlihat sehat dan aktif mengikuti induknya. Usianya diperkirakan sekitar satu hingga dua bulan.</p>
<p>&#8220;Induk Desy sendiri terpantau dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman dalam mengasuh anak. Tim kami akan terus melakukan monitoring intensif di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman tanpa memberikan gangguan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim UKP dan Mitra yang telah bekerja tanpa henti menjaga kawasan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/11/03/terekam-kamera-jebak-anak-badak-jawa-lahir-lagi-di-ujung-kulon/">Terekam Kamera Jebak, Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Ujung Kulon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/11/03/terekam-kamera-jebak-anak-badak-jawa-lahir-lagi-di-ujung-kulon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatra Ditangkap di Semenanjung Kampar, Begini Kondisinya Sekarang</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/10/20/harimau-sumatra-ditangkap-di-semenanjung-kampar-begini-kondisinya-sekarang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/10/20/harimau-sumatra-ditangkap-di-semenanjung-kampar-begini-kondisinya-sekarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 03:38:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Konservasi Kasang Kulim]]></category>
		<category><![CDATA[satwa liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=20030</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Riau &#8211; Seekor Harimau Sumatra yang diduga terlibat dalam interaksi negatif dengan manusia di Kabupaten Pelalawan, Riau, berhasil masuk ke kandang jebak pada September 2026. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitas satwa tersebut, termasuk melalui pengujian DNA. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari kejadian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/10/20/harimau-sumatra-ditangkap-di-semenanjung-kampar-begini-kondisinya-sekarang/">Harimau Sumatra Ditangkap di Semenanjung Kampar, Begini Kondisinya Sekarang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Riau</b> &#8211; Seekor Harimau Sumatra yang diduga terlibat dalam interaksi negatif dengan manusia di Kabupaten Pelalawan, Riau, berhasil masuk ke kandang jebak pada September 2026. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitas satwa tersebut, termasuk melalui pengujian DNA.</p>
<p>Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari kejadian interaksi negatif antara manusia dan Harimau Sumatra di salah satu BPPH di lanskap Semenanjung Kampar pada Juli 2026. Sejak kejadian tersebut, Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Riau melakukan pemantauan menggunakan kamera jebak (<i>camera trap</i>) dan memasang kandang jebak (<i>box trap</i>) di sekitar lokasi.</p>
<p>Kepala BBKSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis, Ujang Holisudin, mengatakan hasil pemantauan kamera jebak menunjukkan harimau tersebut masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Untuk menghadirkan rasa aman dan penyelamatan individu Harimau maka dilakukan pemasangan boxtrap,&#8221; ujar Ujang.</p>
<p>Pada 8 September 2026, seekor Harimau Sumatra berhasil masuk ke dalam kandang jebak. Berdasarkan identifikasi awal, satwa tersebut diduga merupakan individu <i>suspect man eater</i> atau harimau yang dicurigai pernah memangsa manusia.</p>
<p>Untuk memastikan dugaan tersebut, BBKSDA Riau telah mengirimkan sampel DNA harimau ke laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasil pengujian nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.</p>
<figure id="attachment_20032" aria-describedby="caption-attachment-20032" style="width: 1100px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-20032" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe.jpg" alt="Harimau Sumatra Ditangkap di Semenanjung Kampar, Begini Kondisinya Sekarang" width="1100" height="733" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe.jpg 1100w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/10/medium_IMG_20261019_WA_0035_ffc208f3fe-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1100px) 100vw, 1100px" /><figcaption id="caption-attachment-20032" class="wp-caption-text">Seekor Harimau Sumatra saat masuk dalam kandang jebak (box trap). (katafoto/HO/Humas Kemenhut)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Untuk penanganan lebih lanjut, Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PR-HS) yang berada di Dharmasraya, Sumatera Barat akan tetapi ketersediaan kandang rehabilitasi terbatas,&#8221; kata Ujang dikutip dalam keterangan tertulis Senin (19/10)</p>
<p><b>Harimau Dirawat di Kasang Kulim</b></p>
<p>Karena keterbatasan kandang rehabilitasi, BBKSDA Riau memutuskan menitiprawatkan sementara harimau tersebut di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, Provinsi Riau.</p>
<p>Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kebutuhan observasi, pemeriksaan kondisi kesehatan satwa, serta kemudahan proses evakuasi. Kasang Kulim juga telah ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 250/Kpts-II/1999 tanggal 28 April 1999 serta dinilai memiliki sarana dan prasarana yang memadai.</p>
<p>Selama menjalani perawatan sambil menunggu hasil pengujian DNA, harimau ditempatkan di kandang khusus yang terisolasi dari pengunjung. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mendukung proses observasi sekaligus meminimalkan gangguan terhadap satwa.</p>
<p>&#8220;Selama perawatan di LK Kasang Kulim, Harimau Sumatra tetap di bawah pengawasan tim medis Balai Besar KSDA Riau bersama Tim Medis PKR Arsari serta LK Kasang Kulim guna untuk melakukan observasi dan monitoring terhadap perkembangan kondisi Harimau tersebut,&#8221; tutur Ujang.</p>
<p>Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Riau menegaskan penanganan satwa liar dilindungi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan upaya penyelamatan satwa.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/10/20/harimau-sumatra-ditangkap-di-semenanjung-kampar-begini-kondisinya-sekarang/">Harimau Sumatra Ditangkap di Semenanjung Kampar, Begini Kondisinya Sekarang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/10/20/harimau-sumatra-ditangkap-di-semenanjung-kampar-begini-kondisinya-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/26/dua-anak-harimau-sumatra-kembali-terekam-kamera-di-kerinci-seblat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/26/dua-anak-harimau-sumatra-kembali-terekam-kamera-di-kerinci-seblat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 02:45:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Camera Trap]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera Jebak]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[KSDAE]]></category>
		<category><![CDATA[Panthera tigris sumatrae]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Kerinci Seblat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) sepanjang 2026 dalam kondisi sehat dan telah memasuki fase remaja, setelah sebelumnya juga terdokumentasi pada September 2025 di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat.  Temuan tersebut menjadi sinyal menggembirakan karena menunjukkan proses reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/26/dua-anak-harimau-sumatra-kembali-terekam-kamera-di-kerinci-seblat/">Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b><i> &#8211; </i>Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan dua anak Harimau Sumatra (<i>Panthera tigris sumatrae</i>) sepanjang 2026 dalam kondisi sehat dan telah memasuki fase remaja, setelah sebelumnya juga terdokumentasi pada September 2025 di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Temuan tersebut menjadi sinyal menggembirakan karena menunjukkan proses reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami. Selain itu, habitat di kawasan Kerinci Seblat dinilai masih mampu mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup salah satu satwa kunci yang berstatus sangat terancam punah tersebut.</p>
<p>Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan keberhasilan dua anak harimau bertahan hidup hingga usia remaja merupakan indikator penting efektivitas perlindungan habitat dan pengamanan kawasan konservasi.</p>
<p>Menurutnya, hasil pemantauan tersebut juga menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi konservasi, serta berbagai pemangku kepentingan.</p>
<p>Pemantauan dilakukan menggunakan jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis oleh tim Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat bersama Yayasan Konservasi Hutan Harimau.</p>
<p>Identifikasi setiap individu harimau dilakukan melalui pola loreng yang unik pada tubuhnya. Metode tersebut memungkinkan peneliti memastikan bahwa dua harimau yang terekam pada 2026 merupakan individu yang sama dengan anak harimau yang pertama kali terdokumentasi pada September 2025.</p>
<p>Data yang diperoleh dari kamera jebak tidak hanya digunakan untuk menghitung jumlah individu Harimau Sumatra di alam liar, tetapi juga menjadi dasar ilmiah dalam memantau keberhasilan reproduksi, tingkat kelangsungan hidup anak harimau, hingga dinamika populasi di habitat alaminya.</p>
<p>Meski demikian, Harimau Sumatra masih menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari perburuan liar, pemasangan jerat, kerusakan habitat, hingga konflik antara manusia dan satwa liar.</p>
<p>Untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut, Kementerian Kehutanan terus memperkuat strategi konservasi melalui peningkatan patroli pengamanan kawasan, penegakan hukum terhadap kejahatan tumbuhan dan satwa liar, pemantauan populasi berbasis sains, serta pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.</p>
<p>&#8220;Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar merupakan harapan bagi masa depan konservasi Indonesia. Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia bagi generasi mendatang,&#8221; ujar Satyawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/26/dua-anak-harimau-sumatra-kembali-terekam-kamera-di-kerinci-seblat/">Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/26/dua-anak-harimau-sumatra-kembali-terekam-kamera-di-kerinci-seblat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/17/jangan-lewatkan-wisata-ragunan-gratiskan-tiket-masuk-pada-tanggal-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/17/jangan-lewatkan-wisata-ragunan-gratiskan-tiket-masuk-pada-tanggal-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Jakarta 499]]></category>
		<category><![CDATA[kebun binatang Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ragunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragunan Night Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[satwa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Margasatwa Ragunan]]></category>
		<category><![CDATA[tiket gratis Ragunan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17787</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyiapkan sejumlah kegiatan spesial untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Selain memberikan akses masuk gratis pada hari-hari tertentu, pengelola juga menghadirkan berbagai program edukatif dan kuis berhadiah bagi pengunjung. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/jangan-lewatkan-wisata-ragunan-gratiskan-tiket-masuk-pada-tanggal-ini/">Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyiapkan sejumlah kegiatan spesial untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Selain memberikan akses masuk gratis pada hari-hari tertentu, pengelola juga menghadirkan berbagai program edukatif dan kuis berhadiah bagi pengunjung.</p>
<p>Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.</p>
<p>Menurut Wahyudi, masyarakat dapat menikmati fasilitas masuk gratis ke kawasan Ragunan pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 sesuai kebijakan yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen mendukung rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta,&#8221; ujarnya, Rabu (17/6).</p>
<p>Pada perayaan tahun ini, Ragunan mengangkat tema &#8220;Jelajah Ragunan, Kenali Satwa, Cintai Jakarta&#8221;. Tema tersebut dihadirkan untuk mengajak masyarakat mengenal lebih dekat keanekaragaman satwa sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian dan konservasi fauna.</p>
<p>Wahyudi menuturkan, tema tersebut juga selaras dengan semangat Jakarta yang tengah bertransformasi menjadi kota global yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat mengenal lebih dekat kekayaan satwa Indonesia, menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi, serta bersama-sama merayakan perjalanan Jakarta menuju era baru yang lebih maju dan berkelanjutan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk menambah kemeriahan acara, Ragunan juga akan menggelar kuis interaktif berhadiah yang dapat diikuti pengunjung selama periode perayaan HUT Jakarta. Kegiatan tersebut dikemas sebagai sarana edukasi yang menarik, khususnya bagi keluarga dan generasi muda.</p>
<p>&#8220;Pengunjung tidak hanya diajak menjelajahi kawasan Ragunan dan mengenal berbagai koleksi satwa nusantara maupun mancanegara, tetapi juga mengikuti beragam kuis yang menguji pengetahuan tentang satwa, konservasi, serta sejarah Jakarta,&#8221; bebernya.</p>
<p>Menurut Wahyudi, peringatan HUT ke-499 Jakarta menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat posisi Ragunan sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di ibu kota.</p>
<p>&#8220;Momentum HUT Jakarta merupakan kesempatan yang baik untuk memperkuat peran Ragunan sebagai destinasi wisata edukasi unggulan yang memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain berbagai kegiatan di siang hari, layanan Ragunan Night Zoo juga direncanakan kembali hadir pada malam puncak perayaan HUT Jakarta. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung untuk melihat aktivitas satwa pada malam hari.</p>
<p>&#8220;Melalui berbagai kegiatan spesial ini, TMR mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk turut merayakan HUT ke-499 Jakarta sambil menikmati wisata edukatif yang menghibur dan penuh manfaat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/17/jangan-lewatkan-wisata-ragunan-gratiskan-tiket-masuk-pada-tanggal-ini/">Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/17/jangan-lewatkan-wisata-ragunan-gratiskan-tiket-masuk-pada-tanggal-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 10:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gakkum Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Ilegal Satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sisik Trenggiling]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggiling]]></category>
		<category><![CDATA[Wildlife Crime]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menahan seorang tersangka berinisial TT (59) terkait kasus penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja. Kasus ini terungkap setelah petugas memeriksa sebuah peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.  Muatan tersebut tercatat dalam dokumen ekspor, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/">Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menahan seorang tersangka berinisial TT (59) terkait kasus penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja. Kasus ini terungkap setelah petugas memeriksa sebuah peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Muatan tersebut tercatat dalam dokumen ekspor, sebagai teripang atau cucumber fish dan produk makanan kering. Namun, hasil pemeriksaan fisik menemukan 99 karton yang berisi sisik trenggiling, satwa dilindungi yang perdagangannya dilarang.</p>
<p>Perbedaan antara dokumen ekspor dan isi peti kemas menjadi awal terbongkarnya dugaan penyamaran bagian tubuh satwa liar melalui jalur logistik resmi. Aparat menduga keterlibatan sejumlah pihak dalam jaringan penyelundupan mulai dari pengumpulan barang, penyimpanan, pengurusan dokumen ekspor, penggunaan perusahaan sebagai formalitas eksportir, hingga pengaturan pengiriman ke luar negeri.</p>
<p>Selain menahan TT, penyidik juga telah mengidentifikasi pihak lain yang diduga sebagai pemilik barang dan saat ini masih dalam pengejaran. Setelah menjalani proses penyidikan dan koordinasi dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya, TT resmi ditangkap dan ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba.</p>
<figure id="attachment_17333" aria-describedby="caption-attachment-17333" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17333" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c.jpg" alt="Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja" width="1000" height="666" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-768x511.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/medium_Screenshot_20260524_111521_Word_ca7631109c-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-17333" class="wp-caption-text">Petugas Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara membawa .053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja di di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (katafoto/HO/Humas Kemenhut)</figcaption></figure>
<p>Dikutip dalam keterangan tertulis (24/05), tersangka dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf f juncto Pasal 21 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya beserta ketentuan pidana terkait lainnya. TT terancam hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda mulai Rp200 juta hingga Rp5 miliar.</p>
<p>Kasus penyelundupan lebih dari 3 ton sisik trenggiling ke Kamboja memperlihatkan modus penyamaran bagian tubuh satwa dilindungi sebagai komoditas legal untuk masuk ke pasar gelap internasional melalui jalur ekspor resmi.</p>
<p>Pada periode sebelumnya, berdasar data Gakkum Kehutanan menunjukkan adanya perubahan pola perdagangan trenggiling. kasus yang banyak ditemukan berkaitan dengan perdagangan trenggiling hidup. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan bergeser menjadi bagian tubuh satwa berupa sisik dengan jumlah yang jauh lebih besar.</p>
<p>Perubahan pola tersebut menunjukkan perdagangan trenggiling dilakukan secara lebih terorganisasi, mulai dari perburuan di alam, pengumpulan, penyimpanan, penyamaran komoditas, hingga pengiriman melalui jalur logistik. Dalam kasus ini, dugaan keterlibatan jaringan lintas negara melibatkan koordinasi dengan INTERPOL dan otoritas negara terkait.</p>
<p>Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menegaskan bahwa penahanan TT menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan yang lebih besar.</p>
<p>“Penyidik mendalami siapa pemilik barang, siapa yang mengurus dokumen, siapa yang menggunakan perusahaan sebagai formalitas eksportir, siapa yang memfasilitasi pengiriman, dan siapa yang menikmati keuntungan dari penyelundupan ini. Modus penyamaran sebagai teripang dan makanan kering menunjukkan bahwa pelaku berupaya memakai jalur ekspor legal untuk membawa bagian tubuh satwa dilindungi ke pasar ilegal luar negeri. Karena itu, kami memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai, Korwas PPNS Polda Metro Jaya, dan instansi terkait agar perkara ini tidak berhenti pada pelaku teknis,” tegas Aswin.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/">Modus Baru Terbongkar, 3 Ton Sisik Trenggiling Diselundupkan ke Kamboja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/29/modus-baru-terbongkar-3-ton-sisik-trenggiling-diselundupkan-ke-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 01:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bronx Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Leuser]]></category>
		<category><![CDATA[IBioFund]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Manusela]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Way Kambas]]></category>
		<category><![CDATA[WCS]]></category>
		<category><![CDATA[Wildlife Conservation Society]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16907</guid>

					<description><![CDATA[<p>New York &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.  Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>New York</b> &#8211; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mengunjungi Bronx Zoo, Amerika Serikat, guna memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada kesempatan itu, delegasi Indonesia menggelar pertemuan dengan Executive Vice President sekaligus Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society, Robert G. Menzi, bersama jajaran pimpinan senior WCS di New York. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan Joint Statement sebagai langkah memperkuat kemitraan jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.</p>
<p>Kesepakatan bersama itu turut mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks yang digagas Pemerintah Indonesia untuk menciptakan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif, tangguh, dan berkelanjutan dari sisi pendanaan.</p>
<p>WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional percontohan, yakni Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat kawasan tersebut dikenal memiliki ekosistem unik dan tingkat keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan manfaat lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diproyeksikan menjadi mekanisme pendanaan yang mendukung visi Task Force. Kehadiran IBioFund diharapkan mampu mendorong pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengelolaan taman nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.</p>
<p>Delegasi Indonesia juga meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo yang terintegrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat aslinya.</p>
<p>Raja Juli Antoni menegaskan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, serta kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan penghidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni.</p>
<p>Sementara itu, Executive Vice President dan COO WCS mengapresiasi atas kemitraan jangka panjang yang telah terjalin dengan Indonesia.</p>
<p>“WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/">Indonesia Perluas Kerja Sama Konservasi dengan WCS, Empat Taman Nasional Prioritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/15/indonesia-perluas-kerja-sama-konservasi-dengan-wcs-empat-taman-nasional-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Bentang Alam Seblat]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[drone thermal]]></category>
		<category><![CDATA[gajah Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[hutan Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan gajah]]></category>
		<category><![CDATA[satwa liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bengkulu &#8211; Bentang Alam Seblat (BAS) terus menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera. Sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau pergerakan gajah liar di kawasan tersebut. Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone ini menjadi metode pertama yang diterapkan di kawasan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/">Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bengkulu </b>&#8211; Bentang Alam Seblat (BAS) terus menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera. Sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau pergerakan gajah liar di kawasan tersebut.</p>
<p>Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone ini menjadi metode pertama yang diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat dalam mendukung pemantauan populasi gajah secara lebih efektif dan minim gangguan.</p>
<p>Hasil monitoring, mengidentifikasi satu kelompok Gajah Sumatera yang terdiri dari 17 ekor. Kelompok tersebut mencakup empat ekor anakan dan 13 ekor gajah remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan gajah dinilai menjadi indikator penting bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.</p>
<p>Kegiatan pemantauan ini menjadi semakin penting setelah adanya kasus kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah kematian gajah juga pernah tercatat terjadi di kawasan Bentang Alam Seblat dan wilayah sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir. Gajah Sumatera masih menghadapi tekanan serius, mulai dari konflik antara manusia dan satwa liar, kerusakan habitat, hingga ancaman lainnya.</p>
<p>Pemanfaatan drone thermal menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam memperkuat upaya konservasi gajah sumatera di habitat aslinya. Teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan dilakukan di area yang sulit dijangkau sekaligus mengurangi gangguan terhadap perilaku alami satwa liar.</p>
<p>Selain itu, data hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan penggunaan drone thermal menjadi terobosan baru yang sangat membantu tim konservasi di lapangan.</p>
<p>“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya.</p>
<p>Agung menambahkan, kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru satu dari beberapa kelompok Gajah Sumatera yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat. Karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/">Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/11/drone-thermal-bantu-petugas-temukan-kawanan-gajah-di-bentang-alam-seblat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 08:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bengkulu Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[eksitu Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jerat pemburu]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Batua]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sinta]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Satwa Lembah Hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lampung &#8211; Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir dalam konservasi satwa liar di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung. Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta) hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/">Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Lampung</b> &#8211; Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir dalam konservasi satwa liar di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung.</p>
<p>Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta) hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung.</p>
<p><b>Kisah Kyai Batua dan Sinta, Korban Jerat yang Selamat</b></p>
<p>Kyai Batua sebelumnya diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan pada 2-4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Ia ditemukan dalam kondisi terjerat. Akibat luka serius pada kaki depan kanan, Kyai Batua harus menjalani tindakan amputasi pada 5 Juli 2019.</p>
<p>Sementara itu, Sinta merupakan individu Harimau Sumatera yang diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi cedera berat akibat jerat. Pada saat proses evakuasi, ditemukan cacat pada kaki belakang kanan.</p>
<p><b>Perkawinan Berdasarkan Program Global</b></p>
<p>Perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Pada usia tiga bulan kini, kedua anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, mengapresiasi atas sinergi yang telah terjalin.</p>
<p>&#8220;Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat,&#8221; ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kemenhut.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi.</p>
<p>Komisaris Utama Lembaga Konservasi Taman Satwa PT. Lembah Hijau menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi untuk berkembang biak secara optimal dalam pengelolaan yang tepat. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan populasi Harimau Sumatera,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/">Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/05/dua-anak-harimau-sumatera-lahir-dari-kisah-cinta-sinta-dan-kyai-batua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 02:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[animal welfare]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Benggala]]></category>
		<category><![CDATA[harimau putih]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[KSDAE]]></category>
		<category><![CDATA[satwa langka]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Safari Prigen]]></category>
		<category><![CDATA[wildlife]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Taman Safari Indonesia II Prigen mencatat kelahiran tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026. Capaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa pendekatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengelolaan genetik yang tepat mampu menjaga keberlanjutan populasi satwa liar. Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026, kemudian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/">Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Taman Safari Indonesia II Prigen mencatat kelahiran tiga anak harimau benggala (<i>Panthera tigris tigris</i>) pada awal Maret 2026. Capaian ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa pendekatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengelolaan genetik yang tepat mampu menjaga keberlanjutan populasi satwa liar.</p>
<p>Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026, kemudian disusul satu anak harimau benggala putih pada 3 Maret 2026. Ketiganya merupakan hasil pasangan indukan Anja dan Rinjani. Kelahiran tersebut tidak hanya menambah jumlah populasi, tetapi juga menunjukkan keberagaman genetik yang terjaga dalam praktik konservasi <i>ex-situ</i>.</p>
<p>Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan<span class="Apple-converted-space">  </span>Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa keberhasilan reproduksi ini menjadi bagian penting dalam strategi nasional pelestarian keanekaragaman hayati.</p>
<p>“Keberhasilan reproduksi ini menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga jumlah populasi, tetapi juga memastikan kualitas genetiknya. Negara mendorong pengelolaan konservasi yang berbasis sains, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran harimau benggala putih yang berasal dari gen resesif langka—menjadi indikator penting dalam pengelolaan populasi yang sehat. Keanekaragaman genetik berperan krusial dalam meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan, menjaga ketahanan populasi, serta menekan risiko gangguan genetik.</p>
<p>“Konservasi adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan seperti ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga satwa liar dan habitatnya,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, indukan dan ketiga anak harimau dilaporkan dalam kondisi sehat dan berada di bawah pemantauan intensif tim medis serta perawat satwa. Pemerintah memastikan bahwa aspek kesejahteraan satwa (<i>animal welfare</i>) tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas konservasi.</p>
<p>Kementerian Kehutanan terus memperkuat program konservasi baik <i>in-situ</i>maupun <i>ex-situ </i>dengan peningkatan standar pengelolaan lembaga konservasi, pengawasan keberlanjutan genetik, hingga penguatan edukasi publik terkait pentingnya pelestarian satwa liar.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/">Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/04/kabar-gembira-taman-safari-prigen-catat-kelahiran-3-harimau-benggala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 16:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Bali]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[elephant riding]]></category>
		<category><![CDATA[gajah Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[KSDAE]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata etis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa dengan menghentikan seluruh kegiatan menunggang gajah. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 1 Januari 2026 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan sekaligus mendorong praktik pariwisata yang lebih beretika dan berkelanjutan. Penghentian atraksi elephant riding bukan merupakan keputusan sepihak. Langkah ini merupakan tindak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/">Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa dengan menghentikan seluruh kegiatan menunggang gajah. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 1 Januari 2026 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan sekaligus mendorong praktik pariwisata yang lebih beretika dan berkelanjutan.</p>
<p>Penghentian atraksi elephant riding bukan merupakan keputusan sepihak. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh lembaga konservasi di Indonesia untuk menghentikan peragaan gajah tunggang. Dalam proses implementasinya, Bali Zoo menjalin koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali guna memastikan kebijakan berjalan sesuai regulasi.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Bali Zoo menempatkan peningkatan kualitas hidup gajah sebagai prioritas utama. Tanpa aktivitas menunggang, gajah memiliki kesempatan lebih besar untuk bergerak bebas, membangun interaksi sosial, serta mengekspresikan perilaku alaminya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan fisik dan kondisi psikologis satwa dalam jangka panjang.</p>
<p>Meski atraksi menunggang gajah dihentikan, pihak pengelola memastikan pengalaman wisata pengunjung tetap menarik dan bermakna. Konsep wisata kini difokuskan pada kegiatan yang lebih edukatif dan berorientasi pada konservasi. Sejumlah program alternatif dikembangkan, seperti edukasi konservasi bagi pengunjung serta kegiatan <i>environmental enrichment</i> atau pengayaan lingkungan bagi satwa.</p>
<p>Dengan pendekatan ini, pengunjung diajak mengenal lebih dalam kebutuhan, karakter, dan perilaku gajah secara alami tanpa melibatkan interaksi eksploitatif.</p>
<p>Saat ini, Bali Zoo merawat 14 ekor gajah Sumatera (<i>Elephas maximus sumatranus</i>), yang terdiri dari empat gajah jantan dan sepuluh gajah betina dengan rentang usia antara tiga hingga 45 tahun. Seluruh satwa tersebut akan terus mendapatkan perawatan intensif sesuai dengan standar kesejahteraan hewan yang berlaku.</p>
<p>Informasi mengenai penghentian aktivitas gajah tunggang pertama kali diumumkan melalui akun media sosial resmi Bali Zoo pada Rabu, 14 Januari 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/">Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/17/tren-wisata-etis-bali-zoo-resmi-hentikan-atraksi-gajah-tunggang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
