<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konservasi - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/konservasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 02:20:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>konservasi - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/konservasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:20:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Flora Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Vanda Tricolor]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah. Salah satu anggrek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta</strong> &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Tercatat sekitar 5.000 spesies anggrek tumbuh dan tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah persebaran anggrek terbesar kedua di dunia sehingga upaya pelestarian dinilai sangat penting agar tanaman tersebut tidak punah.</p>
<p>Salah satu anggrek khas Indonesia yang menjadi ikon Daerah Istimewa Yogyakarta adalah anggrek vanda tricolor. Anggrek ini memiliki ciri khas berupa kelopak bunga berwarna putih dengan bercak cokelat kemerahan serta bibir bunga berwarna putih. Selain tampil unik, anggrek tersebut juga dikenal memiliki aroma harum yang kuat pada pagi hari dan banyak ditemukan di kawasan lereng Gunung Merapi.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Endang Semiarti, mengatakan anggrek vanda tricolor memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap suhu panas. “Selain itu, anggrek vanda tricolor memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap panas. Hal ini terbukti pada saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, anggrek ini masih ditemukan dan bertahan di habitatnya,” kata Endang dikutip dari laman ugm.</p>
<p>Menurut Endang, hingga kini sedikitnya terdapat 59 jenis anggrek Merapi yang dilestarikan di Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Namun jumlah tersebut dapat berkurang akibat berbagai faktor, mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Di sisi lain, peluang ditemukannya spesies baru masih terbuka lebar melalui eksplorasi hutan yang dilakukan masyarakat maupun peneliti. “Banyak spesies anggrek di hutan-hutan yang belum teridentifikasi jenisnya,” ujarnya.</p>
<p>Endang menilai konservasi anggrek perlu melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu caranya ialah mengedukasi warga di sekitar lereng gunung dan kawasan hutan agar membudidayakan anggrek di pekarangan rumah dengan kondisi menyerupai habitat aslinya.</p>
<p>“Saya bersama para pecinta anggrek mengedukasi warga sekitar hutan untuk melakukan konservasi mandiri dengan pengilangan dan penaburan biji yang lebih sederhana agar mudah diikuti semua orang,” ucapnya.</p>
<p>Selain melalui metode sederhana, upaya pelestarian juga dilakukan lewat inovasi penelitian. Endang bersama para mahasiswa mengembangkan teknik kultur in vitro untuk berbagai jenis anggrek yang dikumpulkan dari sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p>Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah memproyeksikan anggrek vanda tricolor sebagai ikon daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui instruksi penanaman anggrek di berbagai instansi perkantoran di wilayah Yogyakarta.</p>
<p>Tak hanya pemerintah, Komunitas Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian anggrek. Komunitas ini melakukan budidaya terhadap berbagai temuan anggrek baru dengan menyesuaikan kondisi habitat aslinya.</p>
<p>“Selain itu, PAI banyak mengadakan kompetisi ataupun seminar sebagai inisiasi edukatif serta konservatif,” ujarnya.</p>
<p>Endang berharap kekayaan anggrek Indonesia dapat terus terjaga sekaligus semakin dikenal masyarakat luas. Ia pun aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menulis buku berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.</p>
<p>“Anggrek adalah identitas bangsa, maka tugas kita bersama adalah memastikan kelestariannya,” harapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/">Mengenal Anggrek Vanda Tricolor yang Bertahan dari Erupsi Merapi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/18/mengenal-anggrek-vanda-tricolor-yang-bertahan-dari-erupsi-merapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 03:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas Laut]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[KOBI]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[PRBE]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Spesies Baru 2025]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam. Sebagian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Sepanjang 2025, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat keberhasilan mengidentifikasi 51 spesies baru. Temuan tersebut meliputi 32 fauna, 16 flora, serta tiga mikroba. Dari jumlah itu, 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu krustasea dari Vietnam.</p>
<p>Sebagian besar spesies yang ditemukan di Indonesia merupakan organisme endemik yang hanya hidup di habitat tertentu. Hal ini menegaskan arti penting temuan tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan konservasi. Capaian ini juga kembali mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dengan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Budi Setiadi Daryono, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengumpulan data primer menjadi fondasi penting dalam eksplorasi lingkungan dan perlindungan ekosistem.</p>
<p>“Nah ini yang membuat kita senang, bahwa penentuan spesies itu sudah semakin presisi, datanya semakin valid dan terverifikasi. Jadi sebagai orang yang berkecimpung di bidang biodiversitas, justru ini yang harus didorong oleh pemerintah melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi,” ujarnya dikutip dari laman ugm, Jumat (13/2).</p>
<p>Ia menekankan, karakter endemik pada banyak spesies baru tersebut menjadikannya bernilai strategis dalam agenda konservasi nasional. Pendataan yang berkelanjutan dinilai krusial agar kekayaan hayati tidak hilang sebelum sempat teridentifikasi.</p>
<p>“Bahayanya kalau kita belum bisa mendata sementara ekosistemnya sudah rusak, kita tidak bisa mengetahui apakah spesies tersebut sudah punah atau belum karena kita tidak punya data,” ujarnya.</p>
<p>Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada ini juga menyoroti bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia tidak hanya berada di daratan, tetapi dominan di wilayah laut. Dengan luas perairan yang sangat besar, pendataan biodiversitas laut menurutnya perlu menjadi prioritas karena masih minim data dan belum tergarap optimal.</p>
<p>“Biodiversitas di laut adalah emas tersembunyi. Jika data sudah lengkap, harus didorong untuk konservasi berkelanjutan dan melihat potensinya yang ke depan dapat bermanfaat bagi pengembangan industri,” ujarnya.</p>
<p>Di tengah ancaman degradasi lingkungan, temuan 51 spesies baru menjadi kabar positif bagi riset dan pelestarian hayati. Dalam penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), Budi menjelaskan setidaknya dibutuhkan delapan indikator utama, seperti sensus populasi, estimasi dan kelengkapan populasi, indeks populasi, biomassa, catch per unit effort, serta indikator pendukung lainnya.</p>
<p>“Data tersebut digunakan untuk melihat status spesies, apakah terancam atau sudah punah. Selain itu, indeks ini juga dapat menunjukkan tren jumlah populasi sehingga dapat diketahui langkah penanganan yang tepat,” tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, data biodiversitas sebenarnya telah tersebar di berbagai kementerian, lembaga riset, dan perguruan tinggi, namun belum terintegrasi secara menyeluruh. Kehadiran KOBI bertujuan menghimpun serta mengelola data tersebut agar menjadi indeks biodiversitas nasional yang dapat memantau kondisi dan tren keanekaragaman hayati Indonesia.</p>
<p>Dalam rentang 2020–2024, tercatat 16.312 data keanekaragaman hayati berhasil dihimpun, terdiri atas 1.912 famili, 4.606 genus, dan 7.904 spesies. Kolaborasi KOBI bersama UGM dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis data nasional.</p>
<p>“Data biodiversitas Indonesia itu sebenarnya sudah ada di berbagai lembaga, tetapi belum terintegrasi. Melalui KOBI bersama UGM, kita mencoba menghimpun dan mengelola data tersebut agar bisa menjadi indeks biodiversitas nasional,” ucapnya.</p>
<p>Budi berharap dukungan pemerintah terhadap eksplorasi dan pendataan, terutama di wilayah yang masih minim informasi seperti kawasan laut, dapat terus ditingkatkan.</p>
<p>“Kita berharap data-data biodiversitas yang sudah ada terus dilengkapi, baik melalui data sekunder maupun data primer dari hasil eksplorasi. Negara perlu mensupport para ilmuwan dan pemerhati lingkungan agar kekayaan hayati Indonesia dapat terungkap dan tetap terjaga,” pungkas Budi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/">BRIN Temukan 51 Spesies Baru, KOBI Satukan Data Keanekaragaman Hayati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/02/16/brin-temukan-51-spesies-baru-kobi-satukan-data-keanekaragaman-hayati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lahan Kritis di Jawa Tengah Menyusut 75 Ribu Hektare dalam Tiga Tahun</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/16/lahan-kritis-di-jawa-tengah-menyusut-75-ribu-hektare-dalam-tiga-tahun/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/16/lahan-kritis-di-jawa-tengah-menyusut-75-ribu-hektare-dalam-tiga-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 15:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[dlkh jateng]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[hutan jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[lahan kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[perhutanan sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Luas lahan kritis di Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Total area yang berhasil dipulihkan mencapai sekitar 75 ribu hektare, seiring penguatan pelaksanaan program perhutanan sosial di berbagai wilayah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyampaikan bahwa berdasarkan data periode 2022–2024, luas lahan kritis di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/16/lahan-kritis-di-jawa-tengah-menyusut-75-ribu-hektare-dalam-tiga-tahun/">Lahan Kritis di Jawa Tengah Menyusut 75 Ribu Hektare dalam Tiga Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Semarang</strong> &#8211; Luas lahan kritis di Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Total area yang berhasil dipulihkan mencapai sekitar 75 ribu hektare, seiring penguatan pelaksanaan program perhutanan sosial di berbagai wilayah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyampaikan bahwa berdasarkan data periode 2022–2024, luas lahan kritis di provinsi ini sebelumnya tercatat sekitar 392 ribu hektare. Saat ini, angkanya menyusut menjadi 317.629 hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pernyataan tersebut disampaikan Widi dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial yang digelar di Kantor DLHK Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (15/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menilai capaian tersebut sebagai hasil positif, namun menegaskan bahwa upaya pemulihan harus terus dilanjutkan, terutama melalui optimalisasi program perhutanan sosial yang melibatkan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Terjadi penurunan yang cukup signifikan terhadap luasan lahan kritis di Jawa Tengah, dan ini perlu terus kita dorong,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan bahwa perhutanan sosial tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar hutan, tetapi juga harus tetap menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, pengelolaan hutan berbasis perhutanan sosial perlu disertai pendampingan menyeluruh agar pemanfaatan lahan tidak mengabaikan peran hutan sebagai penjaga keseimbangan lingkungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pendekatan perhutanan sosial tidak boleh mengesampingkan fungsi kawasan hutan itu sendiri,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sumarno juga mendorong penerapan skema pemanfaatan lahan yang terukur, antara lain dengan komposisi 50 persen tanaman keras, 30 persen tanaman keras produktif seperti buah-buahan, serta 20 persen tanaman semusim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan pola tersebut, ia optimistis pemulihan lahan kritis dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian hutan di Jawa Tengah agar tetap berfungsi sebagai penopang ekosistem alam.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/16/lahan-kritis-di-jawa-tengah-menyusut-75-ribu-hektare-dalam-tiga-tahun/">Lahan Kritis di Jawa Tengah Menyusut 75 Ribu Hektare dalam Tiga Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/16/lahan-kritis-di-jawa-tengah-menyusut-75-ribu-hektare-dalam-tiga-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sisik Trenggiling Senilai Miliaran Rupiah Gagal Diselundupkan dari Batam</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/01/sisik-trenggiling-senilai-miliaran-rupiah-gagal-diselundupkan-dari-batam/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/01/sisik-trenggiling-senilai-miliaran-rupiah-gagal-diselundupkan-dari-batam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 13:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa dilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Sisik Trenggiling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batam &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya perdagangan ilegal satwa dilindungi dengan mengamankan 21,8 kilogram sisik trenggiling (Manis Javanica). Kasus ini diungkap pada Jumat (29/8) sekitar pukul 14.45 WIB di kawasan Bengkong, Kota Batam, tepatnya di samping Laundry Mama SMP Negeri 4 Batam. Penindakan tersebut dipimpin langsung oleh tim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/01/sisik-trenggiling-senilai-miliaran-rupiah-gagal-diselundupkan-dari-batam/">Sisik Trenggiling Senilai Miliaran Rupiah Gagal Diselundupkan dari Batam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Batam</b> &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya perdagangan ilegal satwa dilindungi dengan mengamankan 21,8 kilogram sisik trenggiling (Manis Javanica).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kasus ini diungkap pada Jumat (29/8) sekitar pukul 14.45 WIB di kawasan Bengkong, Kota Batam, tepatnya di samping Laundry Mama SMP Negeri 4 Batam. Penindakan tersebut dipimpin langsung oleh tim Ditreskrimsus Polda Kepri.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mewakili Dirreskrimsus Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, menyampaikan bahwa barang bukti berupa sisik trenggiling tersebut termasuk satwa dilindungi yang tercantum dalam Appendix I CITES serta Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa sisik trenggiling ini memiliki nilai sekitar Rp60 juta per kilogram, dengan total perkiraan mencapai Rp1,2 miliar. Rencananya, barang haram tersebut akan diselundupkan ke Vietnam melalui Malaysia. Bahkan, di pasar gelap internasional, nilainya bisa mencapai tiga kali lipat lebih tinggi,” jelas Ruslaeni, Minggu (31/8).</span></p>
<figure id="attachment_12173" aria-describedby="caption-attachment-12173" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12173" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1.jpg" alt="Sisik Trenggiling Senilai Miliaran Rupiah Gagal Diselundupkan dari Batam" width="1000" height="668" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1-768x513.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/09/Trenggiling1-696x465.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-12173" class="wp-caption-text">Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan 21,8 kilogram sisik trenggiling (Manis Javanica) yang akan diselundupkan ke Vietnam. (katafoto/HO/Humas Polri)</figcaption></figure>
<p class="p2"><span class="s1">Meski tidak ada tersangka yang diamankan dalam operasi ini, barang bukti tetap diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polda Kepri memastikan akan menelusuri jaringan penyelundupan yang terlibat dalam kasus tersebut. </span><span class="s1">Barang bukti ini juga menjadi dasar penegakan hukum sebagaimana diatur dalam:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024</b> tentang perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1"><b>Pasal 21 ayat (2) huruf c jo Pasal 40A ayat (1) huruf f</b>, yang melarang penyimpanan, kepemilikan, pengangkutan, maupun perdagangan satwa dilindungi dalam bentuk hidup maupun bagian tubuhnya.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p2"><span class="s1">Polda Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas kejahatan yang mengancam kelestarian lingkungan hidup. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam perdagangan satwa liar, baik dengan membeli maupun memperjualbelikannya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Perlindungan satwa adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang,” tegas Ruslaeni.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/01/sisik-trenggiling-senilai-miliaran-rupiah-gagal-diselundupkan-dari-batam/">Sisik Trenggiling Senilai Miliaran Rupiah Gagal Diselundupkan dari Batam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/01/sisik-trenggiling-senilai-miliaran-rupiah-gagal-diselundupkan-dari-batam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 02:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[biologi molekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Cherax]]></category>
		<category><![CDATA[fauna Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[lobster air tawar]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Barat]]></category>
		<category><![CDATA[riset biologi]]></category>
		<category><![CDATA[spesies baru]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul “Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”, yang dimuat di jurnal Arthropoda (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus Cherax di wilayah Papua Barat. Artikel ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul <i>“Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”</i>, yang dimuat di jurnal <i>Arthropoda</i> (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus <i>Cherax</i> di wilayah Papua Barat. Artikel ini dipublikasikan secara terbuka pada 6 Juni 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara UGM, peneliti independen dari Jerman, serta lembaga riset di Berlin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Papua merupakan kawasan dengan kekayaan hayati luar biasa, namun banyak potensi yang belum terungkap. Penemuan ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam yang tersimpan di sana,” ujar Dr. Rury Eprilurahman, dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus salah satu penulis dalam penelitian ini, Kamis (19/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman UGM, ketujuh spesies yang ditemukan diberi nama <i>Cherax veritas</i>, <i>Cherax arguni</i>, <i>Cherax kaimana</i>, <i>Cherax nigli</i>, <i>Cherax bomberai</i>, <i>Cherax farhadii</i>, dan <i>Cherax doberai</i>. Spesies-spesies ini ditemukan di wilayah-wilayah terpencil seperti Misool, Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni—daerah yang masih memiliki ekosistem air tawar yang relatif murni dan belum banyak terjamah aktivitas manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses identifikasi dilakukan dengan pendekatan integratif, memadukan analisis morfologi (ciri fisik) dengan filogeni molekuler menggunakan gen mitokondria 16S dan COI. Metode ini memungkinkan identifikasi yang akurat dan ilmiah. “Kami tidak hanya menilai penampilan fisik dan warna tubuh, tetapi juga membandingkan DNA untuk memastikan keunikannya sebagai spesies tersendiri,” jelas Rury.</span></p>
<figure id="attachment_10392" aria-describedby="caption-attachment-10392" style="width: 1083px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10392" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1083" height="721" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg 1083w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-768x511.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-696x463.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1083px) 100vw, 1083px" /><figcaption id="caption-attachment-10392" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax arguni di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Menariknya, sebagian spesimen awal diperoleh dari pasar akuarium hias internasional, dengan nama-nama populer seperti <i>Cherax sp. “Red Cheek”</i>, <i>“Amethyst”</i>, dan <i>“Peacock”</i>. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan satwa eksotik, jika dikelola dengan etis, bisa menjadi pintu masuk bagi penemuan ilmiah. Menurut Rury, kerja sama dengan komunitas penghobi hewan akuatik menjadi sangat penting. Beberapa kolektor lokal bahkan turut membantu pencarian spesimen di alam. “Banyak informasi awal kami justru berasal dari komunitas pecinta lobster hias. Data itu kami tindak lanjuti secara ilmiah dan sistematis,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan analisis DNA dan karakter fisik, ketujuh spesies baru ini masuk dalam kelompok <i>Cherax</i> bagian utara (northern lineage), yang sebelumnya hanya mencakup 28 spesies—kini bertambah menjadi 35. Hal ini menguatkan posisi Papua Barat sebagai salah satu pusat evolusi penting bagi genus <i>Cherax</i>, berbeda dari kerabatnya yang ada di Australia maupun Papua Nugini.</span></p>
<figure id="attachment_10393" aria-describedby="caption-attachment-10393" style="width: 1087px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10393" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1087" height="724" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg 1087w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1087px) 100vw, 1087px" /><figcaption id="caption-attachment-10393" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax nigli di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Masing-masing spesies memiliki karakter unik, baik dari segi warna tubuh, bentuk capit (chelae), maupun struktur rostrumnya. Salah satunya, <i>Cherax arguni</i>, memiliki warna biru tua dengan belang krem serta capit putih transparan yang khas. Berdasarkan analisis filogeni molekuler, <i>Cherax arguni</i> merupakan kerabat dekat dari <i>Cherax bomberai</i>, namun memiliki jarak genetik yang cukup untuk dikategorikan sebagai spesies terpisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Bayesian dan Maximum Likelihood terhadap data DNA mitokondria, yang menjadi acuan utama dalam menentukan batas antarspesies. “Perbedaan sekuens DNA mitokondria antarspesies bisa mencapai 11 persen, menandakan bahwa mereka telah mengalami isolasi evolusioner dalam waktu lama,” jelas Rury.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penemuan ini sekaligus menyoroti pentingnya upaya konservasi spesies air tawar di Papua, yang kini mulai menghadapi tekanan dari aktivitas manusia dan degradasi lingkungan. Rury menekankan bahwa banyak dari spesies ini hanya ditemukan di sungai-sungai kecil yang belum terpetakan secara ekologis. Beberapa bahkan hanya ditemukan di satu titik lokasi, menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan sekecil apapun. Demi menjaga keberlanjutan, lokasi detail habitat tidak diungkap dalam publikasi. “Kami harus menjaga keseimbangan antara eksplorasi ilmiah dan pelestarian alam, terutama karena banyak dari spesies ini tinggal di wilayah yang mulai terdampak aktivitas manusia,” tambahnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
