<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kredit UMKM - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kredit-umkm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kredit-umkm/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 02:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kredit UMKM - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kredit-umkm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akses Kredit Masih Seret, Bank Digital Siap Ubah Nasib UMKM</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/09/akses-kredit-masih-seret-bank-digital-siap-ubah-nasib-umkm/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/09/akses-kredit-masih-seret-bank-digital-siap-ubah-nasib-umkm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 02:20:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[AI perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Amar Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusi Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional. Strategi ini sekaligus menjadi langkah perseroan untuk mengoptimalkan peran perbankan digital di tengah fase pemulihan ekonomi. Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyebut pendekatan tersebut penting untuk membuka potensi besar UMKM yang selama ini belum [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/09/akses-kredit-masih-seret-bank-digital-siap-ubah-nasib-umkm/">Akses Kredit Masih Seret, Bank Digital Siap Ubah Nasib UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional. Strategi ini sekaligus menjadi langkah perseroan untuk mengoptimalkan peran perbankan digital di tengah fase pemulihan ekonomi.</p>
<p>Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyebut pendekatan tersebut penting untuk membuka potensi besar UMKM yang selama ini belum dimaksimalkan. Ia menegaskan, sebagai institusi pembiayaan digital, pihaknya ingin menghadirkan kemudahan akses bagi pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnisnya.</p>
<p>“Melalui solusi keuangan digital yang mudah diakses dan andal, kami ingin membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membangkitkan potensi besar UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” kata Vishal.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 64,2 juta unit. Sektor ini menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Namun demikian, persoalan akses pembiayaan masih menjadi tantangan besar. Target pemerintah untuk meningkatkan porsi kredit UMKM hingga 30% dari total kredit perbankan belum terealisasi, dengan capaian pada 2025 baru sekitar 19,4%.</p>
<p>Vishal menilai digitalisasi mampu menghadirkan proses yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta sistem yang lebih aman, sehingga mendorong inklusi keuangan secara lebih luas.</p>
<p>Pandangan serupa disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda. Ia menilai keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi kendala utama bagi UMKM. Dalam forum Digital Banking &amp; Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant, Nailul mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha kecil masih mengandalkan modal pribadi atau pinjaman keluarga akibat hambatan administratif serta tingginya biaya layanan perbankan.</p>
<p>“Dalam konteks ini, kehadiran bank digital dan skema pembiayaan berbasis kemampuan (ability-based financing) menjadi peluang untuk memperluas akses keuangan, terutama di daerah yang masih bergantung pada pinjaman informal,” kata Nailul.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nilai transaksi pembayaran digital diperkirakan menembus Rp4.000 triliun pada 2026, didorong oleh meningkatnya penetrasi internet, penggunaan perangkat mobile, serta pesatnya adopsi QRIS baik dari sisi pengguna maupun merchant. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa isu keamanan data dan keterbatasan talenta digital masih menjadi tantangan utama.</p>
<p>“Ke depan, penguatan literasi, inklusi keuangan, serta inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Nailul.</p>
<p><b>Perkuat Sistem Layanan</b></p>
<p>Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, perusahaan juga berupaya meningkatkan kesiapan usaha serta tata kelola bisnis yang lebih baik.Melalui layanan Amar Bank Bisnis, pelaku UMKM didorong untuk membangun sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.</p>
<p>“Solusi ini tidak hanya membantu efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih tertata, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan, sehingga akses terhadap pembiayaan formal menjadi semakin terbuka,” ujar Josua.</p>
<p>Dari sisi teknologi, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memperkuat inovasi, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses perbankan.</p>
<p>“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, kami terus mengembangkan infrastruktur dan mengeksplorasi inovasi baru untuk mendorong produktivitas dan efisiensi. Melalui otomatisasi, proses underwriting secara real-time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan aman,” ujar Kevin.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/09/akses-kredit-masih-seret-bank-digital-siap-ubah-nasib-umkm/">Akses Kredit Masih Seret, Bank Digital Siap Ubah Nasib UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/09/akses-kredit-masih-seret-bank-digital-siap-ubah-nasib-umkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/11/umkm-disebut-sleeping-giant-amar-bank-siapkan-solusi-perbankan-digital/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/11/umkm-disebut-sleeping-giant-amar-bank-siapkan-solusi-perbankan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:28:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[AI perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Amar Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Celios]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Nailul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan digital]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Vishal Tulsian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan bahwa perbankan digital memiliki peran penting sebagai penggerak dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini dinilai semakin relevan dengan besarnya potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Digital Banking &#38; Economic [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/11/umkm-disebut-sleeping-giant-amar-bank-siapkan-solusi-perbankan-digital/">UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan bahwa perbankan digital memiliki peran penting sebagai penggerak dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini dinilai semakin relevan dengan besarnya potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Digital Banking &amp; Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant yang di Jakarta, Selasa (10/3). Dalam forum tersebut, Amar Bank menyoroti sektor UMKM sebagai “sleeping giant” atau raksasa yang masih tertidur karena memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya berkembang akibat keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal serta proses pembiayaan yang kerap memerlukan banyak persyaratan.</p>
<p>Potensi besar UMKM di Indonesia sebenarnya sudah terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai sekitar 64,2 juta unit usaha. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional, menjadikannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.</p>
<p>Namun demikian, peluang besar tersebut masih terhambat oleh keterbatasan akses pembiayaan. Pemerintah menargetkan porsi pembiayaan UMKM mencapai 30 persen dari total kredit perbankan. Meski demikian, penyaluran kredit kepada sektor ini pada 2025 masih berada di kisaran 19,4 persen dari total kredit perbankan nasional.</p>
<figure id="attachment_15513" aria-describedby="caption-attachment-15513" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15513" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856.jpg" alt="UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04856-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15513" class="wp-caption-text">Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda memaparkan materi terkait outlook perbankan dan ekonomi digital Indonesia di Amar Bank, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>Melihat kondisi tersebut, Amar Bank menilai perbankan digital dapat memainkan peran strategis untuk “membangunkan” potensi UMKM melalui proses layanan yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta sistem keamanan transaksi yang lebih kuat agar pertumbuhan ekonomi digital menjadi lebih inklusif dan tangguh pada 2026.</p>
<p>“Kami melihat potensi besar UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu diakselerasi pertumbuhannya. Melalui solusi keuangan digital yang aman, andal, dan mudah diakses, perbankan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing. Di Amar Bank, kami berkomitmen untuk awakening Indonesia’s sleeping giant dengan memberdayakan jutaan UMKM agar dapat memanfaatkan ekosistem keuangan digital secara optimal serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian.</p>
<p>Pandangan tersebut juga disampaikan oleh Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies, Nailul Huda. Ia menilai keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Indonesia. Meskipun pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM sebesar 30 persen dari total kredit perbankan, realisasinya hingga kini masih berada di sekitar 20 persen.</p>
<p>“Ini disebabkan salah satunya oleh tingkat adopsi layanan keuangan yang masih timpang antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Selain itu, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan administratif dalam mengakses pembiayaan dari perbankan, sehingga mereka masih mengandalkan modal pribadi maupun pinjaman dari keluarga,” jelas Nailul.</p>
<p>Tantangan pembiayaan tersebut juga muncul di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Dalam konteks ini, kehadiran Amar Bank dinilai dapat memberikan solusi yang lebih praktis dan relevan bagi pelaku usaha.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi yang mampu membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai hambatan dalam mengakses layanan keuangan formal, khususnya dalam meningkatkan kesiapan bisnis dan pengelolaan usaha.</p>
<figure id="attachment_15515" aria-describedby="caption-attachment-15515" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15515" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866.jpg" alt="UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/amarFER04866-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15515" class="wp-caption-text">Senior Vice President of MSME Josua Sloane Solagracia (kedua kanan), Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, Head of Finance Yosua Sulivan dan Direktur Teknologi Informasi &amp; Operasional Amar Bank Kevin Kane pada acara Digital Bank &amp; Economic Outlook 2026 di Amar Bank, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>“Amar Bank membantu pelaku UMKM menata administrasi dan pengelolaan keuangan usaha secara lebih rapi, terstruktur, dan terdokumentasi melalui Amar Bank Bisnis. Solusi ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan dan mengakses pembiayaan formal secara lebih luas,” ujar Josua.</p>
<p><b>Optimisme Amar Bank di Tahun Kuda Api</b></p>
<p>Di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik, Amar Bank tetap optimistis menjadikan Tahun Kuda Api sebagai momentum untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.</p>
<p>Sepanjang 2025, Amar Bank mencatat kinerja yang positif dengan profitabilitas yang stabil serta pertumbuhan penyaluran kredit. Menurut Head of Finance Amar Bank, Yosua Sullivan, capaian tersebut didukung oleh strategi penyaluran kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang kuat sehingga rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga pada level sehat.</p>
<p>Pada tahun ini, Amar Bank berencana memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta menghadirkan berbagai inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dan analisis data juga akan terus dikembangkan untuk menghadirkan proses pengajuan yang lebih sederhana, keputusan kredit yang lebih cepat, serta layanan yang lebih aman.</p>
<p>Dari sisi teknologi, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menegaskan bahwa perusahaan terus mendorong inovasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligenceuntuk meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi proses perbankan.</p>
<p>“Seiring dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, Amar Bank akan terus mengeksplorasi berbagai inovasi dan membangun infrastruktur teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi bank. Melalui penerapan otomatisasi, proses underwriting secara real-time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, aman, dan akurat. Pada akhirnya, pendekatan ini memungkinkan Amar Bank untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah, sekaligus mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan finansial mereka,” kata Kevin.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/11/umkm-disebut-sleeping-giant-amar-bank-siapkan-solusi-perbankan-digital/">UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/11/umkm-disebut-sleeping-giant-amar-bank-siapkan-solusi-perbankan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian UMKM Targetkan Penghapusan Piutang Macet Rampung April 2025</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/19/kementerian-umkm-targetkan-penghapusan-piutang-macet-rampung-april-2025/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/19/kementerian-umkm-targetkan-penghapusan-piutang-macet-rampung-april-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 07:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Penghapusan Piutang Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Penghapusan Piutang UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[PP Nomor 47 Tahun 2024]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan proses penghapusan piutang macet UMKM dapat selesai pada April 2025, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet Kepada UMKM. Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Selasa (19/11), Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan bahwa kebijakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/19/kementerian-umkm-targetkan-penghapusan-piutang-macet-rampung-april-2025/">Kementerian UMKM Targetkan Penghapusan Piutang Macet Rampung April 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan proses penghapusan piutang macet UMKM dapat selesai pada April 2025, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet Kepada UMKM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Selasa (19/11), Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan bahwa kebijakan ini hanya berlaku bagi UMKM yang masuk dalam daftar penghapusbukuan bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jangan sampai kebijakan ini disalahartikan seolah berlaku untuk semua pelaku UMKM. Ini hanya diperuntukkan bagi UMKM yang telah tercatat dalam daftar penghapusbukuan,&#8221; tegas Maman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Maman menjelaskan bahwa UMKM yang memenuhi kriteria hapus buku dapat dihapus tagih kreditnya oleh bank BUMN. Saat ini, terdapat ratusan ribu UMKM yang tercatat dalam kategori tersebut. Namun, proses penghapusan piutang masih menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bank Himbara, yang biasanya memerlukan waktu 45–60 hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kementerian UMKM berharap agar proses RUPS dapat dipercepat menjadi 10 hari sehingga bank segera dapat menetapkan kuota hapus tagih. “Kami terus mendorong percepatan ini agar pelaksanaan sesuai target,” ujar Maman dikutip dari laman antara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam upaya mempercepat penghapusan piutang macet, Kementerian UMKM telah menyusun sejumlah langkah strategis, di antaranya:</span></p>
<ol class="ol1">
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Pendataan UMKM di sektor-sektor seperti perkebunan, pertanian, perikanan, kelautan, serta industri mode dan kuliner.</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk bank Himbara, badan layanan umum (BLU), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</span></li>
<li class="li2"><b></b><span class="s1">Pembentukan tim khusus yang melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BI, dan OJK.</span></li>
</ol>
<p class="p1"><span class="s1">Kebijakan penghapusan piutang macet ini berlaku selama enam bulan sejak PP Nomor 47 Tahun 2024 diundangkan pada 5 November 2024. Jika target belum tercapai dalam periode tersebut, Kementerian UMKM akan mengajukan permohonan perpanjangan kepada presiden.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Merujuk pada PP tersebut, penghapusan tagih kredit hanya berlaku untuk:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Kredit dengan nilai pokok maksimal Rp500 juta per debitur.</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Kredit yang telah dihapusbukukan minimal lima tahun sejak PP berlaku.</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Kredit yang tidak dijamin asuransi atau penjaminan kredit.</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Kredit tanpa agunan, atau dengan agunan yang tidak memungkinkan untuk dijual.</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami optimis langkah ini dapat membantu U</span><span class="s1">MKM untuk bangkit dan lebih fokus pada pengembangan usaha,” imbuh Maman.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/19/kementerian-umkm-targetkan-penghapusan-piutang-macet-rampung-april-2025/">Kementerian UMKM Targetkan Penghapusan Piutang Macet Rampung April 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/19/kementerian-umkm-targetkan-penghapusan-piutang-macet-rampung-april-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRI Optimis Hadapi Tantangan Global dengan Kinerja Positif di 2024</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/01/bri-optimis-hadapi-tantangan-global-dengan-kinerja-positif-di-2024/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/01/bri-optimis-hadapi-tantangan-global-dengan-kinerja-positif-di-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 05:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[KATA EKBIS]]></category>
		<category><![CDATA[AgenBRILink]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja BRI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Laba Bersih BRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=4936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja positif berhasil mencapai laba bersih sebesar Rp45,36 triliun secara konsolidasi hingga akhir Triwulan III 2024 dengan fokus memperkuat fundamental kinerja. Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam keterangan tertulis pada Jumat (1/11) “Capaian ini terwujud berkat fokus BRI dalam memperkuat fundamental kinerja serta strategi respons [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/01/bri-optimis-hadapi-tantangan-global-dengan-kinerja-positif-di-2024/">BRI Optimis Hadapi Tantangan Global dengan Kinerja Positif di 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja positif berhasil mencapai laba bersih sebesar Rp45,36 triliun secara konsolidasi hingga akhir Triwulan III 2024 dengan fokus memperkuat fundamental kinerja. Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam keterangan tertulis pada Jumat (1/11)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Capaian ini terwujud berkat fokus BRI dalam memperkuat fundamental kinerja serta strategi respons yang tepat terhadap dinamika pasar,&#8221; ungkap Sunarso.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.353,36 triliun hingga akhir September 2024, tumbuh 8,21 persen (yoy). Dari total kredit tersebut, 81,70% atau sekitar Rp1.105,70 triliun disalurkan kepada segmen UMKM. Penyaluran kredit yang positif ini juga meningkatkan aset BRI sebesar 5,94% yoy menjadi Rp1.961,92 triliun. BRI memprioritaskan dukungan pada segmen UMKM untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,&#8221; imbuh Sunarso.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kredit BRI yang terus tumbuh memungkinkan pengelolaan kualitas aset yang baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI membaik menjadi 2,90% pada Triwulan III 2024, turun dari 3,07% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rasio Loan at Risk (LAR) juga menurun dari 13,80% pada akhir Triwulan III 2023 menjadi 11,66% pada akhir Triwulan III 2024.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BRI berhasil menurunkan rasio NPL dan LAR ini melalui strategi pengelolaan risiko yang disiplin di semua lini bisnis. BRI aktif memantau kualitas kredit dengan menggunakan Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah kredit lebih awal. BRI juga memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain memperbaiki kualitas kredit, BRI menjaga pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 215,44%. &#8220;BRI menerapkan langkah-langkah mitigasi risiko seperti selective growth, pemantauan kredit proaktif, penguatan pencadangan, serta penyelesaian kredit bermasalah dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah,&#8221; tambah Sunarso.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di sisi liabilities, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.362,42 triliun atau tumbuh 5,59% yoy. Dana murah (CASA) mendominasi DPK BRI dengan porsi 64,17%, meningkat dibandingkan 63,64% pada periode yang sama tahun lalu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Transformasi digital yang dilakukan BRI menjadi salah satu faktor utama dalam peningkatan dana murah. Melalui super app BRImo, BRI menawarkan solusi perbankan yang terintegrasi dan mudah diakses nasabah kapan saja. Inovasi ini juga mendorong peningkatan jumlah nasabah tabungan, terutama kalangan milenial dan generasi muda yang semakin digital-savvy. Hingga akhir September 2024, BRImo mencatatkan 37,14 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp4.034 triliun, tumbuh 35,20% yoy.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan mengembangkan layanan hybrid bank, BRI memperluas jangkauan perbankan ke segmen-segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal, termasuk masyarakat di daerah terpencil melalui AgenBRILink. Hal ini sejalan dengan misi BRI untuk mendukung inklusi keuangan nasional dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep sharing economy.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga akhir September 2024, BRI memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink yang tersebar di 62.227 desa di seluruh Indonesia. Agen-agen tersebut mencatatkan transaksi sebesar Rp1.170 triliun dari 859 juta transaksi finansial sepanjang Januari hingga September 2024.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kinerja positif BRI hingga Triwulan III 2024 juga didukung oleh likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 89,18% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,76%. Kedepan, BRI akan terus mengelola likuiditas secara prudent untuk memastikan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sunarso optimis menutup tahun 2024 dengan capaian positif. “BRI optimis menutup tahun 2024 ini dengan kinerja positif, dengan fokus memperkuat fundamental kinerja dan membentuk ketangguhan sehingga BRI selalu siap menghadapi berbagai tantangan, baik global maupun domestik,” imbuhnya </span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/01/bri-optimis-hadapi-tantangan-global-dengan-kinerja-positif-di-2024/">BRI Optimis Hadapi Tantangan Global dengan Kinerja Positif di 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/01/bri-optimis-hadapi-tantangan-global-dengan-kinerja-positif-di-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
