<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kulonprogo - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/kulonprogo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/kulonprogo/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 01:37:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Kulonprogo - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/kulonprogo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Disangka, Warga Bantul dan Kulonprogo Bangun Jembatan Apung Rp150 Juta</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/21/tak-disangka-warga-bantul-dan-kulonprogo-bangun-jembatan-apung-rp150-juta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/21/tak-disangka-warga-bantul-dan-kulonprogo-bangun-jembatan-apung-rp150-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 01:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Apung]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonprogo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Progo]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Sebuah jembatan unik di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mencuri perhatian publik. Dibangun dari rangka besi, bilah kayu, dan drum plastik bekas, jembatan ini membentang di atas derasnya aliran Sungai Progo. Meski sederhana, jembatan selebar 2 meter dengan panjang sekitar 30 meter tersebut menjadi penghubung vital [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/21/tak-disangka-warga-bantul-dan-kulonprogo-bangun-jembatan-apung-rp150-juta/">Tak Disangka, Warga Bantul dan Kulonprogo Bangun Jembatan Apung Rp150 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Sebuah jembatan unik di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mencuri perhatian publik. Dibangun dari rangka besi, bilah kayu, dan drum plastik bekas, jembatan ini membentang di atas derasnya aliran Sungai Progo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski sederhana, jembatan selebar 2 meter dengan panjang sekitar 30 meter tersebut menjadi penghubung vital bagi warga Bantul dan Kulonprogo. Sejak resmi digunakan kurang dari sepekan, akses ini sudah ramai dilintasi kendaraan roda dua hingga mobil pribadi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jembatan apung ini murni hasil gotong royong warga. Salah satu penggagasnya, Sugiman (50), warga Temben, Kulonprogo, menuturkan bahwa ide pembangunan lahir dari kebutuhan distribusi tahu yang ia kelola bersama rekannya, Sukidi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dengan jembatan ini, distribusi tahu bisa lebih cepat dan biaya lebih hemat. Kalau sebelumnya harus memutar sampai satu jam perjalanan, sekarang jauh lebih efisien,” ujarnya dikutip dari laman berita satu pada Rabu (20/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses pembangunan memakan waktu sekitar dua bulan dengan biaya Rp150 juta yang dikumpulkan secara patungan. Kendati demikian, Sugiman tak menampik adanya risiko jika jembatan diterjang banjir besar. “Kalau banjir besar, ya pasrah. Harapan kami, pemerintah bisa membangunkan jembatan permanen yang lebih aman,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keberadaan jembatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sujono, seorang pedagang asal Pajangan, Bantul, mengaku sangat terbantu dengan adanya akses baru tersebut. “Sekarang jarak jadi lebih dekat, bisa kejar setoran. Jembatan ini kuat, mobil pikap saya aman melintas,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Secara teknis, jembatan ditopang dengan puluhan drum plastik bekas yang membuatnya tetap terapung. Bagian alas dan pagar terbuat dari kayu setebal 2 sentimeter, sementara enam seling baja dipasang sebagai pengikat untuk menjaga kestabilan. Konstruksi ini diklaim mampu menahan beban hingga 1,5 ton.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih dari sekadar akses darurat, jembatan apung ini menjadi bukti ketangguhan warga Bantul dan Kulonprogo dalam menghadapi tantangan alam. Kehadirannya tidak hanya membuka jalan baru, tetapi juga menguatkan roda perekonomian masyarakat di dua kabupaten tersebut.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/21/tak-disangka-warga-bantul-dan-kulonprogo-bangun-jembatan-apung-rp150-juta/">Tak Disangka, Warga Bantul dan Kulonprogo Bangun Jembatan Apung Rp150 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/21/tak-disangka-warga-bantul-dan-kulonprogo-bangun-jembatan-apung-rp150-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 14:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonprogo]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban Tanpa Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Al Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Sarangan Daun Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Suasana pembagian daging kurban di Masjid Al Ikhlas, Padukuhan Kopat, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta, tahun ini terasa istimewa. Di halaman masjid, tampak ratusan anyaman daun kelapa yang tertata rapi, menggantikan peran kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. Alih-alih menggunakan plastik sekali pakai, panitia dan warga sekitar memilih memakai sarangan, wadah tradisional [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/">Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Suasana pembagian daging kurban di Masjid Al Ikhlas, Padukuhan Kopat, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta, tahun ini terasa istimewa. Di halaman masjid, tampak ratusan anyaman daun kelapa yang tertata rapi, menggantikan peran kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Alih-alih menggunakan plastik sekali pakai, panitia dan warga sekitar memilih memakai <i>sarangan</i>, wadah tradisional dari daun kelapa tua yang selama ini dikenal dalam tradisi kenduri atau hajatan. Sedikitnya 300 sarangan disiapkan sejak Kamis malam (5 Juni 2025) untuk mendistribusikan daging kurban kepada warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami pakai daun kelapa dan daun jati untuk membuat sarangan. Ini jadi wadah pembagian daging kurban tahun ini,” ujar Saleh Riyadi, panitia kurban Masjid Al Ikhlas, Jumat (6/6/2025).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari laman berita satu, penggunaan sarangan bukan hanya demi mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Dulu, sarangan lazim digunakan masyarakat saat acara kenduri atau syukuran. Kini, tradisi itu kembali dihidupkan lewat momen Idul Adha.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dulu sarangan ini memang biasa dipakai buat kenduri. Sekarang kita hidupkan lagi, sekaligus menjaga lingkungan,” tambah Saleh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun ini menjadi kali pertama Masjid Al Ikhlas menerapkan penggunaan sarangan untuk kurban. Inisiatif ini juga menjadi respons nyata terhadap surat edaran Bupati Kulonprogo yang mendorong masyarakat menghindari plastik dalam distribusi daging kurban.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, memberikan apresiasi atas langkah warga Padukuhan Kopat tersebut. Ia menyebut, penggunaan wadah ramah lingkungan ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya sangat mengapresiasi warga Padukuhan Kopat. Mereka menindaklanjuti imbauan bupati dengan baik. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah plastik,” ujar Ambar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun ini, Masjid Al Ikhlas menyembelih tiga ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada sekitar 300 keluarga yang tersebar di empat padukuhan di wilayah tersebut.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/">Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
