<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Likuiditas Perbankan - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/likuiditas-perbankan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/likuiditas-perbankan/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2026 07:52:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Likuiditas Perbankan - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/likuiditas-perbankan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bank Jakarta Optimistis Tetap Tumbuh Meski Cost of Fund Terus Meningkat</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/01/bank-jakarta-optimistis-tetap-tumbuh-meski-cost-of-fund-terus-meningkat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/01/bank-jakarta-optimistis-tetap-tumbuh-meski-cost-of-fund-terus-meningkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 23:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Day 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Likuiditas Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[NPL Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Digital Bank]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Bank Jakarta memilih mengedepankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (cost of fund) serta perubahan lanskap industri keuangan. Perseroan menegaskan tidak akan memaksakan ekspansi demi mengejar pertumbuhan yang tinggi. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga kualitas pertumbuhan bisnis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/01/bank-jakarta-optimistis-tetap-tumbuh-meski-cost-of-fund-terus-meningkat/">Bank Jakarta Optimistis Tetap Tumbuh Meski Cost of Fund Terus Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> – Bank Jakarta memilih mengedepankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (cost of fund) serta perubahan lanskap industri keuangan. Perseroan menegaskan tidak akan memaksakan ekspansi demi mengejar pertumbuhan yang tinggi.</p>
<p>Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian.</p>
<p>&#8220;Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas,&#8221; ujar Agus dalam diskusi Shaping the Next Era of Indonesia&#8217;s Capital Market pada Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6).</p>
<p>Menurut Agus, kondisi industri perbankan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dibanding beberapa tahun sebelumnya. Selain ketidakpastian ekonomi global, perbankan juga mulai merasakan tekanan dari kenaikan biaya penghimpunan dana yang berpotensi memengaruhi kinerja sektor tersebut.</p>
<p>Ia mengungkapkan, suku bunga deposito dalam lelang dana bahkan sempat mencapai 11,5 persen. Kondisi itu menjadi sinyal bahwa biaya dana bagi industri perbankan diperkirakan akan terus meningkat.</p>
<p>&#8220;Ini sudah warning bagi perbankan. Artinya cost of fund perbankan ini akan naik sangat signifikan ke depan,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski biaya dana meningkat, Agus memastikan Bank Jakarta tetap melanjutkan strategi ekspansi secara terukur. Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas portofolio pembiayaan.</p>
<p>Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas sumber pendanaan melalui diversifikasi, termasuk memaksimalkan dana murah (low-cost fund) yang berasal dari ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p><b>Fundamental Perbankan Masih Solid</b></p>
<p>Di tengah berbagai tantangan tersebut, Agus menilai fundamental industri perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang kuat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, tingkat permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terkendali.</p>
<p>&#8220;Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, industri keuangan dalam beberapa tahun terakhir dihadapkan pada berbagai dinamika yang sulit diprediksi. Mulai dari pandemi, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional telah memengaruhi arah pasar keuangan dan menuntut perbankan untuk lebih adaptif.</p>
<p>Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, Bank Jakarta terus mempercepat transformasi di berbagai bidang. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, peningkatan manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif.</p>
<p>Agus menambahkan, perubahan perilaku nasabah juga menjadi faktor penting yang mendorong transformasi sektor perbankan. Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya mempertimbangkan produk yang ditawarkan, tetapi juga kualitas pengalaman layanan yang diberikan.</p>
<p>&#8220;Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan mengusung strategi <i>selective growth</i> yang dibarengi transformasi berkelanjutan, Bank Jakarta optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri keuangan yang terus berkembang.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/01/bank-jakarta-optimistis-tetap-tumbuh-meski-cost-of-fund-terus-meningkat/">Bank Jakarta Optimistis Tetap Tumbuh Meski Cost of Fund Terus Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/01/bank-jakarta-optimistis-tetap-tumbuh-meski-cost-of-fund-terus-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPS: Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN Perkuat Likuiditas Perbankan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/23/lps-dana-rp200-triliun-di-bank-bumn-perkuat-likuiditas-perbankan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/23/lps-dana-rp200-triliun-di-bank-bumn-perkuat-likuiditas-perbankan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 14:05:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[200 Triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Likuiditas Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[LPS]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkat Bunga Penjaminan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai langkah pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun melalui Bank Indonesia (BI) ke sejumlah bank BUMN akan memberikan dorongan signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional. Adapun bank yang menerima dana tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dari jumlah tersebut, Bank Mandiri, BRI, dan BNI memperoleh alokasi terbesar, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/23/lps-dana-rp200-triliun-di-bank-bumn-perkuat-likuiditas-perbankan/">LPS: Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN Perkuat Likuiditas Perbankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai langkah pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun melalui Bank Indonesia (BI) ke sejumlah bank BUMN akan memberikan dorongan signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun bank yang menerima dana tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dari jumlah tersebut, Bank Mandiri, BRI, dan BNI memperoleh alokasi terbesar, masing-masing Rp55 triliun. Sementara itu, BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami tentu mendukung kebijakan Kementerian Keuangan dalam menyalurkan dana ke perbankan guna memperkuat likuiditas,” ujar Pelaksana Tugas Ketua Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono, saat konferensi pers terkait Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Senin (22/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Didik, penempatan dana pemerintah ini dapat mengurangi dominasi pemilik dana besar dalam menentukan suku bunga di perbankan. Ia juga menegaskan bahwa bank tetap memiliki kewajiban untuk menyalurkan kredit ke sektor riil yang produktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bagaimanapun bank harus mendorong pembiayaan ke sektor-sektor yang layak, agar penyaluran kredit bisa berjalan optimal,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih jauh, Didik menyebut kebijakan tersebut juga berpotensi memengaruhi pergerakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Dengan likuiditas yang lebih longgar, persaingan bunga antarbank diperkirakan akan lebih terkendali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, ia menekankan bahwa dana yang ditempatkan pemerintah harus dikelola secara sehat. “Kami berharap penyaluran kredit tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian, sehingga tidak menimbulkan Non Performing Loan (NPL) yang bisa membebani kondisi keuangan bank,” tegas Didik.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/23/lps-dana-rp200-triliun-di-bank-bumn-perkuat-likuiditas-perbankan/">LPS: Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN Perkuat Likuiditas Perbankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/23/lps-dana-rp200-triliun-di-bank-bumn-perkuat-likuiditas-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Bank Himbara</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/12/dorong-pertumbuhan-ekonomi-menkeu-purbaya-suntik-rp200-triliun-ke-bank-himbara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/12/dorong-pertumbuhan-ekonomi-menkeu-purbaya-suntik-rp200-triliun-ke-bank-himbara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 13:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BNI]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Bank BTN]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Himbara]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Syariah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Rp200 Triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Likuiditas Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah mulai menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (12/9), Menkeu merinci alokasi dana tersebut. Bank Mandiri, BRI, dan BNI [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/12/dorong-pertumbuhan-ekonomi-menkeu-purbaya-suntik-rp200-triliun-ke-bank-himbara/">Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Bank Himbara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah mulai menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (12/9), Menkeu merinci alokasi dana tersebut. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapat Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp10 triliun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dana Rp200 triliun sudah mulai disalurkan hari ini ke sistem perbankan,” kata Purbaya. Ia optimistis tambahan likuiditas tersebut mampu menggerakkan sektor riil dan mempercepat pemulihan ekonomi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkeu menegaskan bahwa dana ini bukan bersifat darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya mengendap di bank sentral. Dengan penempatan di bank komersial, dana tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk penyaluran kredit.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tujuan utamanya adalah menciptakan likuiditas dalam sistem keuangan dan mendorong aktivitas perekonomian,” jelasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/12/dorong-pertumbuhan-ekonomi-menkeu-purbaya-suntik-rp200-triliun-ke-bank-himbara/">Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Bank Himbara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/12/dorong-pertumbuhan-ekonomi-menkeu-purbaya-suntik-rp200-triliun-ke-bank-himbara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
