<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Modifikasi Cuaca - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/modifikasi-cuaca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/modifikasi-cuaca/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 01:34:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Modifikasi Cuaca - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/modifikasi-cuaca/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 02:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini kerap dikenal masyarakat sebagai “hujan buatan”. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan teknologi tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan, melainkan upaya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/">Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini kerap dikenal masyarakat sebagai “hujan buatan”. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan teknologi tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih luas, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan, melainkan upaya mengatur distribusi curah hujan sesuai kebutuhan wilayah tertentu.</p>
<p>“Yang jelas masih banyak pemahaman masyarakat yang keliru yang menganggap kalau ada operasi modifikasi cuaca itu pasti terjadi hujan. Padahal yang kita lakukan itu tidak membuat hujan,” ujar Budi dalam InfoBMKG, Selasa (19/5).</p>
<p>Menurutnya, OMC merupakan teknologi pengelolaan air di atmosfer dengan memanfaatkan parameter cuaca dan rekayasa awan. Penerapannya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengurangi risiko banjir dan kekeringan hingga menjaga cadangan air di wilayah strategis.</p>
<p>Budi mengatakan OMC kini menjadi bagian dari strategi nasional pengelolaan air secara terintegrasi. Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, yang memiliki keterkaitan dengan sektor energi, pangan, dan kebutuhan air masyarakat.</p>
<p>Air dari Danau Toba dimanfaatkan untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air, termasuk kebutuhan industri seperti Inalum. Selain itu, aliran airnya juga digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian dan air baku di wilayah hilir.</p>
<p>&#8220;Kalau kita bicara nexus (keterkaitan) antara pangan, energi, dan air, pengelolaan melalui OMC ini menjadi satu paket yang saling terhubung dan memberi manfaat luas,” jelas Budi.</p>
<p>BMKG menjelaskan strategi pelaksanaan OMC berbeda-beda tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk pengisian waduk atau danau, hujan diarahkan turun di daerah tangkapan air atau catchment area agar suplai air masuk maksimal ke sistem waduk.</p>
<p>Sementara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan diarahkan membasahi wilayah gambut dan area rawan kebakaran guna menjaga kelembapan tanah. Adapun dalam mitigasi banjir, hujan diupayakan bergeser ke laut atau wilayah nonkritis agar tidak menambah curah hujan di daratan.</p>
<p>“Untuk waduk lebih presisi, untuk karhutla fokus pada pembasahan lahan, sedangkan untuk banjir strateginya berbeda lagi,” kata Budi.</p>
<p>OMC disebut telah rutin diterapkan di sejumlah wilayah Indonesia seperti DAS Brantas di Jawa Timur serta DAS Citarum di Jawa Barat yang mencakup Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Teknologi tersebut juga rutin digunakan di kawasan Danau Toba.</p>
<p>Pada 2026, operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung sekitar 50 hari dan dibagi dalam dua tahap menyesuaikan masa peralihan musim hujan ke kemarau.</p>
<p>Budi mengakui tantangan terbesar pelaksanaan OMC bukan hanya aspek teknis, tetapi juga persepsi masyarakat yang kerap mengaitkan kegiatan tersebut dengan dampak negatif, mulai dari isu kualitas air hingga gangguan kesehatan.</p>
<p>Namun, BMKG memastikan bahan semai yang digunakan aman bagi lingkungan.</p>
<p>&#8220;BMKG memastikan seluruh proses menggunakan bahan semai yang ramah lingkungan. Bahan semai yang kita gunakan adalah natrium klorida, tidak mengandung unsur berbahaya seperti nitrit atau fosfor,” jelasnya.</p>
<p>BMKG juga rutin melakukan pengujian kualitas air sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan OMC untuk memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan.</p>
<p>Terkait isu banjir, BMKG menegaskan seluruh kegiatan OMC dilakukan berdasarkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk analisis arah angin, jalur awan, dan lokasi penyemaian.</p>
<p>Meski dinilai penting sebagai teknologi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, BMKG menekankan OMC bukan solusi utama dalam penanganan persoalan lingkungan.</p>
<p>&#8220;OMC adalah alat bantu mitigasi. Solusi jangka panjang tetap pada perbaikan lingkungan dan infrastruktur air di daratan,” pungkas Budi Harsoyo.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/">Bukan Sekadar Hujan Buatan, BMKG Bongkar Fakta Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/20/bukan-sekadar-hujan-buatan-bmkg-bongkar-fakta-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 10:30:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa pihaknya mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino seiring memasuki musim kemarau di Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang berisiko menimbulkan dampak luas di wilayah ibu kota. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/">Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa pihaknya mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino seiring memasuki musim kemarau di Jakarta.</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang berisiko menimbulkan dampak luas di wilayah ibu kota.</p>
<p>Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun 2023.</p>
<p>“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” ujar Marulitua, Jumat (24/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, BPBD DKI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan alat water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat serupa yang tersedia di sejumlah gedung untuk membantu mengurangi tingkat polusi udara.</p>
<p>Dilansir dari laman berita jakarta, BPBD DKI juga tengah menyusun rencana bersama BMKG terkait pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca selama musim kemarau, khususnya saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2024.</p>
<p>Menurut Marulitua, pendekatan teknologi yang digunakan berbeda dengan penanganan saat musim hujan, karena lebih difokuskan pada upaya mengurangi dampak kekeringan.</p>
<p>“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisir,” katanya.</p>
<p>Seluruh langkah tersebut nantinya akan dirumuskan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Kebijakan itu juga mencakup pengaktifan Satgas Air Bersih serta koordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terpenuhi.</p>
<p>Sebagai langkah tambahan, BPBD DKI juga menyiapkan mobil tangki air yang dapat dikerahkan kapan saja untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/">Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 09:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Bodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Awan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan dengan memecah konsentrasi awan hujan agar risiko hujan lebat di wilayah Jakarta dapat ditekan. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir di Ibu Kota tidak hanya ditentukan oleh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/">Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan dengan memecah konsentrasi awan hujan agar risiko hujan lebat di wilayah Jakarta dapat ditekan.</p>
<p>Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir di Ibu Kota tidak hanya ditentukan oleh kondisi cuaca di Jakarta, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh wilayah penyangga di sekitarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, ia meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperluas cakupan Operasi Modifikasi Cuaca, tidak terbatas pada langit Jakarta saja, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok.</p>
<p>“Kami menyampaikan kepada BMKG agar fokus modifikasi cuaca tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga. Saat ini, Pemprov DKI melakukan OMC di Jakarta, sementara BMKG menangani area di luar Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (22/1).</p>
<p>Pramono menjelaskan, pemantauan potensi curah hujan tinggi telah dilakukan sejak pagi hari secara intensif. Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan BMKG telah melakukan dua kali penyemaian awan.</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan mampu menekan intensitas hujan yang diperkirakan dapat berlangsung hingga delapan jam ke depan.</p>
<p>“Jika tidak dilakukan modifikasi cuaca, hujan diperkirakan masih akan terus turun. Sejak pukul 07.30 pagi, kami sudah mulai melakukan OMC,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/">Hujan Lebat Mengancam, Jakarta Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/22/hujan-lebat-mengancam-jakarta-kerahkan-operasi-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siaga Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Andalkan 1.000 Lebih Pompa Air</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/29/siaga-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-andalkan-1-000-lebih-pompa-air/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/29/siaga-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-andalkan-1-000-lebih-pompa-air/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:51:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pompa Air Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14547</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan infrastruktur ibu kota dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pengoperasian ribuan pompa air yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis untuk mengendalikan genangan. Pramono menyebutkan, Jakarta saat ini memiliki lebih dari seribu unit pompa, terdiri dari sekitar 600 pompa mobile dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/29/siaga-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-andalkan-1-000-lebih-pompa-air/">Siaga Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Andalkan 1.000 Lebih Pompa Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan infrastruktur ibu kota dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pengoperasian ribuan pompa air yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis untuk mengendalikan genangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pramono menyebutkan, Jakarta saat ini memiliki lebih dari seribu unit pompa, terdiri dari sekitar 600 pompa mobile dan 600 pompa stasioner yang siap digunakan kapan saja. Kesiapan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam mengantisipasi dampak curah hujan tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jakarta sudah siap menghadapi cuaca ekstrem karena kami memiliki lebih dari seribu pompa yang siaga di berbagai titik,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Senin (29/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia optimistis sistem pompa yang tersedia mampu mempercepat penanganan limpasan air. Pengalaman saat hujan deras beberapa waktu lalu menjadi bukti, di mana genangan dapat surut dalam waktu relatif singkat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dengan curah hujan tinggi kemarin, genangan bisa teratasi kurang dari dua jam. Pengalaman ini akan terus kami terapkan ke depan,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain kesiapan infrastruktur, Pramono memastikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah antisipasi menyusul peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Koordinasi intensif dengan BMKG, lanjut Pramono, sudah dilakukan sejak sekitar dua pekan lalu untuk memetakan potensi risiko hujan lebat di wilayah Jakarta. Pemprov DKI juga telah beberapa kali menerapkan teknologi modifikasi cuaca sebagai upaya mitigasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Informasi dari BMKG sudah kami terima sejak 15 hari lalu. Pemerintah Jakarta juga telah melakukan modifikasi cuaca, dan hasilnya terlihat dari penurunan intensitas hujan seperti yang diprediksi,” tutup Pramono.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/29/siaga-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-andalkan-1-000-lebih-pompa-air/">Siaga Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Andalkan 1.000 Lebih Pompa Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/29/siaga-cuaca-ekstrem-pemprov-dki-andalkan-1-000-lebih-pompa-air/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 14:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumatera &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 174 korban jiwa, 79 orang masih hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka. Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/">Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="124" data-end="439"><strong>Sumatera</strong> &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 174 korban jiwa, 79 orang masih hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka.</p>
<p data-start="441" data-end="768">Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan 42 orang hilang, dengan sebaran di Tapanuli Tengah (51), Tapanuli Selatan (32), Kota Sibolga (17), Tapanuli Utara (11), Humbang Hasundutan (6), Padang Sidempuan (1), dan Pakpak Barat (2). Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.</p>
<p data-start="770" data-end="946">“Perkembangan data masih terus kami perbarui karena ada sejumlah lokasi yang belum dapat dijangkau,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.</p>
<p data-start="948" data-end="1359">Lokasi pengungsian ditemukan di beberapa daerah, terutama Mandailing Natal yang tersebar di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan. Humbang Hasundutan melaporkan satu titik pengungsian. Kondisi infrastruktur juga terdampak parah, seperti putusnya jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan kerusakan pada beberapa ruas jalan di Mandailing Natal. Upaya pembukaan akses terus dilakukan menggunakan alat berat.</p>
<figure id="attachment_13912" aria-describedby="caption-attachment-13912" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13912" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711.jpg" alt="Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA00711-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-13912" class="wp-caption-text">Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI.Suharyanto saat konfrensi pers perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11/2025) (katafoto/HO/BNPB)</figcaption></figure>
<p data-start="1361" data-end="1799">Bantuan logistik telah dikirim ke wilayah terdampak, termasuk beras, makanan siap saji, tenda, terpal, dan perlengkapan keluarga. Dukungan dari pemerintah pusat melibatkan personel BNPB, TNI/Polri, serta bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, perahu LCR, tenda, dan perangkat pendukung lainnya. Alutsista seperti pesawat Caravan dan helikopter Airbus EC 155 juga dikerahkan untuk distribusi logistik dan mobilisasi alat berat.</p>
<p data-start="1801" data-end="1951">Gangguan jaringan komunikasi menjadi kendala utama, sehingga BNPB mendistribusikan perangkat internet Starlink ke titik pengungsian dan posko darurat.</p>
<p data-start="1953" data-end="2243">Sementara itu, di Aceh terdata 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Sebanyak 20 kabupaten/kota melaporkan titik pengungsian, di antaranya 96 titik di Kota Lhokseumawe. Total pengungsi mencapai 4.846 KK.</p>
<p data-start="2245" data-end="2623">Sejumlah akses transportasi di Aceh lumpuh akibat longsor dan rusaknya jembatan, termasuk jalur utama perbatasan Sumut–Aceh. Sejumlah daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah tidak dapat ditembus via darat. Bandara Perintis Gayo Lues dan Rembele Bener Meriah menjadi jalur utama mobilitas bantuan. Starlink juga telah dipasang untuk memperkuat komunikasi darurat.</p>
<p data-start="2625" data-end="3104">Di Sumatra Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka di wilayah Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Terdapat 50 titik pengungsian di Pesisir Selatan, tiga titik di Kota Padang, dan beberapa titik lainnya di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Total pengungsi mencapai 3.900 KK. Kerusakan infrastruktur meliputi lima jembatan rusak berat di Padang Pariaman serta gangguan akses di jalur nasional Bukittinggi–Padang.</p>
<p data-start="3106" data-end="3340">BNPB telah menyalurkan bantuan logistik ke Tanah Datar dan Bukittinggi, termasuk paket pangan, hygiene kit, kasur lipat, serta makanan siap saji. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, tenda, LCR, dan bahan konsumsi juga telah tiba.</p>
<p data-start="3342" data-end="3922">Sebagai upaya mitigasi, BNPB bersama BMKG dan instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. OMC bertujuan menekan potensi hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan longsor. Di Aceh, OMC mulai berjalan hari ini dengan pesawat PK-SNP dari Bandara Sultan Iskandar Muda. Di Sumatra Utara, operasi sudah berlangsung sejak Kamis (27/11/2025) dengan empat sortie dan penggunaan 3.200 kg bahan semai NaCl dan CaO. Di Sumatra Barat, operasi dijadwalkan dimulai Sabtu (29/11/2025) menggunakan pesawat PK-DPI dan PK-SNK.</p>
<p data-start="3924" data-end="4212">Saat ini, Kepala BNPB memimpin penanganan darurat dari Silangit–Tapanuli Utara, didampingi Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan. Selanjutnya, peninjauan ke Aceh dan Sumatra Barat akan dilakukan bertahap bersama Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta Sekretaris Utama BNPB.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/">Longsor dan Banjir Lumpuhkan Sumatra, BNPB Sebut 174 Tewas Puluhan Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/28/longsor-dan-banjir-lumpuhkan-sumatra-bnpb-sebut-174-tewas-puluhan-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekayasa Cuaca di Jawa Tengah Berhasil Tekan Hujan 70 Persen, Warga Tetap Siaga</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/03/rekayasa-cuaca-di-jawa-tengah-berhasil-tekan-hujan-70-persen-warga-tetap-siaga/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/03/rekayasa-cuaca-di-jawa-tengah-berhasil-tekan-hujan-70-persen-warga-tetap-siaga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 12:37:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Hujan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Upaya modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di langit Jawa Tengah berhasil menurunkan intensitas hujan hingga 70 persen. Namun, masyarakat diimbau tetap siaga karena puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025. Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa hingga awal November ini, pihaknya telah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/03/rekayasa-cuaca-di-jawa-tengah-berhasil-tekan-hujan-70-persen-warga-tetap-siaga/">Rekayasa Cuaca di Jawa Tengah Berhasil Tekan Hujan 70 Persen, Warga Tetap Siaga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Semarang</b> &#8211; Upaya modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di langit Jawa Tengah berhasil menurunkan intensitas hujan hingga 70 persen. Namun, masyarakat diimbau tetap siaga karena puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa hingga awal November ini, pihaknya telah melakukan 48 sortie penerbangan untuk menyemai garam (NaCl) di langit wilayah Pantura Jawa Tengah. Setiap penerbangan membawa sekitar 1 ton garam, dengan total 48 ton yang telah digunakan untuk mengendalikan pembentukan awan hujan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Secara persentase, curah hujan berhasil ditekan hingga 70 persen. Intervensi difokuskan di wilayah yang masih tergenang dan di daerah hulu sungai yang mengarah ke Pantura,” ujar Agus dikutip dari laman jatengprov, Senin (3/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir sudah melampaui kondisi normal. Tanpa rekayasa cuaca, potensi banjir di Semarang, Demak, dan sekitarnya bisa semakin parah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Agus menambahkan, modifikasi cuaca seharusnya tidak perlu dilakukan jika infrastruktur pengendalian banjir berfungsi optimal. Sistem drainase, pompanisasi ke laut, dan kolam retensi yang baik dapat membantu menyalurkan air hujan tanpa perlu intervensi tambahan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Awan yang berpotensi menurunkan hujan di daratan sebisa mungkin kami alihkan ke wilayah perairan. Tujuannya agar curah hujan tidak memperparah genangan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski demikian, Agus menegaskan bahwa keberhasilan modifikasi cuaca bukan satu-satunya solusi dalam pengendalian banjir. Kolaborasi antarinstansi dan kesiapsiagaan masyarakat tetap dibutuhkan untuk mencegah bencana yang lebih besar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa Tengah BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi puncak musim hujan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita sudah memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Waspadai potensi hujan deras di bulan November hingga Desember yang diperkirakan cukup signifikan,” ujar Fikri.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/03/rekayasa-cuaca-di-jawa-tengah-berhasil-tekan-hujan-70-persen-warga-tetap-siaga/">Rekayasa Cuaca di Jawa Tengah Berhasil Tekan Hujan 70 Persen, Warga Tetap Siaga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/03/rekayasa-cuaca-di-jawa-tengah-berhasil-tekan-hujan-70-persen-warga-tetap-siaga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi Modifikasi Cuaca Jateng Diperluas, BNPB Kirim Pesawat Tambahan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/29/operasi-modifikasi-cuaca-jateng-diperluas-bnpb-kirim-pesawat-tambahan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/29/operasi-modifikasi-cuaca-jateng-diperluas-bnpb-kirim-pesawat-tambahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 15:08:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[TMC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperluas jangkauan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengendalikan curah hujan dan menekan potensi banjir di seluruh kabupaten/kota. Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penangguhan, menyebut penggunaan TMC terbukti efektif meminimalisasi risiko banjir di daerah rawan. Menurutnya, berkat operasi TMC selama lima hari terakhir, genangan di wilayah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/29/operasi-modifikasi-cuaca-jateng-diperluas-bnpb-kirim-pesawat-tambahan/">Operasi Modifikasi Cuaca Jateng Diperluas, BNPB Kirim Pesawat Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Semarang</b> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperluas jangkauan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengendalikan curah hujan dan menekan potensi banjir di seluruh kabupaten/kota.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penangguhan, menyebut penggunaan TMC terbukti efektif meminimalisasi risiko banjir di daerah rawan. Menurutnya, berkat operasi TMC selama lima hari terakhir, genangan di wilayah Semarang dan Demak kini berangsur surut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Efektivitasnya cukup terlihat. Biasanya laporan bencana datang dari banyak titik, tapi kali ini hanya bersifat lokal dan tidak meluas,” ujarnya seusai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (29/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bergas mengungkapkan, BNPB akan menambah satu unit pesawat untuk memperkuat operasi TMC di Jawa Tengah. Saat ini, hanya satu pesawat yang beroperasi di kawasan Pantura, sehingga cakupan wilayah masih terbatas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan tambahan armada tersebut, operasi TMC akan menjangkau wilayah Solo Raya dan Jateng bagian selatan, sehingga mitigasi bencana banjir dapat dilakukan lebih merata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semua potensi rawan bencana akan kita jangkau dengan modifikasi cuaca. Karena satu pesawat belum cukup, maka akan ditambah,” tambah Bergas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menjelaskan, posko operasi TMC berada di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Pesawat akan beroperasi berdasarkan hasil pemantauan awan dari BMKG, untuk menentukan waktu dan lokasi penyemaian yang tepat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Operasi TMC di Jawa Tengah dimulai sejak Sabtu (25/10) dan dijadwalkan berakhir pada hari ini. Namun, perpanjangan masa operasi masih menunggu hasil evaluasi dari BPBD dan BNPB.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif langkah BNPB menambah satu unit pesawat guna memperluas jangkauan modifikasi cuaca.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia berharap, langkah ini mampu mengendalikan intensitas hujan, mempercepat penanganan banjir di kawasan Pantura, sekaligus mengantisipasi potensi bencana di wilayah lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rekayasa cuaca akan terus diperkuat. Nantinya, satu pesawat tambahan akan membackup wilayah Solo karena awan dari daerah itu banyak bergerak ke Pantura,” tegas Gubernur Luthfi.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/29/operasi-modifikasi-cuaca-jateng-diperluas-bnpb-kirim-pesawat-tambahan/">Operasi Modifikasi Cuaca Jateng Diperluas, BNPB Kirim Pesawat Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/29/operasi-modifikasi-cuaca-jateng-diperluas-bnpb-kirim-pesawat-tambahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejak Januari 2025 Karhutla Riau Hanguskan 1.404 Hektare, Rokan Hilir Terluas</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/02/sejak-januari-2025-karhutla-riau-hanguskan-1-404-hektare-rokan-hilir-terluas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/02/sejak-januari-2025-karhutla-riau-hanguskan-1-404-hektare-rokan-hilir-terluas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 06:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Helikopter Water Bombing]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pemadaman karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Rokan Hilir]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Panas Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riau &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau sejak Januari 2025 telah menghanguskan lahan seluas 1.404,38 hektare. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kabupaten Rokan Hilir mencatatkan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 280,25 hektare. Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menyebutkan bahwa selain Rokan Hilir, kebakaran juga meluas di sejumlah wilayah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/02/sejak-januari-2025-karhutla-riau-hanguskan-1-404-hektare-rokan-hilir-terluas/">Sejak Januari 2025 Karhutla Riau Hanguskan 1.404 Hektare, Rokan Hilir Terluas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Riau</b> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau sejak Januari 2025 telah menghanguskan lahan seluas 1.404,38 hektare. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kabupaten Rokan Hilir mencatatkan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 280,25 hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menyebutkan bahwa selain Rokan Hilir, kebakaran juga meluas di sejumlah wilayah lain seperti Rokan Hulu, Kota Dumai, Meranti, dan Kampar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Yang terluas berada di Rokan Hilir dengan 280,5 hektare, disusul Rokan Hulu 232,3 hektare, Kampar 225,5 hektare, dan Meranti 185,2 hektare,&#8221; ujar Edy dikutip dari laman berita satu pada Jumat (01/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, kebakaran di wilayah lainnya tercatat sebagai berikut: Pelalawan 96,5 hektare, Siak 94,69 hektare, Bengkalis 78,7 hektare, Dumai 65,38 hektare, Indragiri Hulu 52,25 hektare, Pekanbaru 51,36 hektare, Indragiri Hilir 41,5 hektare, dan Kuantan Singingi seluas 3,5 hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk menangani kebakaran ini, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api telah dikerahkan ke sejumlah titik lokasi. Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan lewat jalur darat, tetapi juga melalui udara dengan bantuan lima helikopter water bombing dan dua helikopter patroli milik BNPB.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Guna memperkuat upaya penanganan dari udara, pemerintah juga mengoperasikan satu unit pesawat modifikasi cuaca untuk menyemai garam ke awan demi mempercepat turunnya hujan buatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sudah dilakukan 31 sorti, dan setiap sorti membawa 800 kilogram garam,&#8221; jelas Edy.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 71 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Riau per Jumat (1/8), dengan Rokan Hilir dan Meranti menjadi daerah dengan titik panas terbanyak masing-masing 32 dan 30 titik.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/02/sejak-januari-2025-karhutla-riau-hanguskan-1-404-hektare-rokan-hilir-terluas/">Sejak Januari 2025 Karhutla Riau Hanguskan 1.404 Hektare, Rokan Hilir Terluas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/02/sejak-januari-2025-karhutla-riau-hanguskan-1-404-hektare-rokan-hilir-terluas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov DKI Siaga Cuaca Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Dijalankan</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/09/pemprov-dki-siaga-cuaca-ekstrem-operasi-modifikasi-cuaca-dijalankan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/09/pemprov-dki-siaga-cuaca-ekstrem-operasi-modifikasi-cuaca-dijalankan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 16:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[antisipasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[curah hujan DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta siaga hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau perkembangan cuaca dan potensi curah hujan tinggi guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi, terutama banjir. Menurut Pramono, apabila curah hujan terpantau meningkat secara signifikan, maka Pemprov tidak akan ragu untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah pencegahan. &#8220;Saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/09/pemprov-dki-siaga-cuaca-ekstrem-operasi-modifikasi-cuaca-dijalankan/">Pemprov DKI Siaga Cuaca Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Dijalankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau perkembangan cuaca dan potensi curah hujan tinggi guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi, terutama banjir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Pramono, apabila curah hujan terpantau meningkat secara signifikan, maka Pemprov tidak akan ragu untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah pencegahan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saat ini kami terus melakukan pemantauan. Karena cuaca ekstrem bisa berubah sewaktu-waktu. Jika memang dibutuhkan, tentu kita akan lakukan modifikasi cuaca,&#8221; ujarnya di Jakarta, Rabu (9/7).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC nantinya akan dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sejauh ini, intensitas hujan di wilayah Jakarta masih terbilang moderat dibandingkan daerah lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kalau kita lihat, dari kemarin sampai hari ini curah hujan di Jakarta belum terlalu tinggi. Justru wilayah di hulu yang intensitasnya cukup besar. Kalau hujan di atas diarahkan ke Jakarta atau ke laut, bebannya bisa beralih ke Jakarta,&#8221; paparnya dikutip dari laman berita jakarta. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meskipun demikian, Pramono menyebutkan bahwa banjir yang terjadi di beberapa titik di Ibu Kota telah ditangani dengan cukup baik. Pemprov DKI juga tengah melakukan pembersihan saluran air, terutama di kawasan jalan protokol, untuk menghindari genangan air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Beberapa lokasi seperti di kawasan Kuningan kerap mengalami sumbatan akibat ranting dan dahan. Saya sudah instruksikan agar jenis saluran seperti itu diganti supaya tidak mudah tersumbat,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/09/pemprov-dki-siaga-cuaca-ekstrem-operasi-modifikasi-cuaca-dijalankan/">Pemprov DKI Siaga Cuaca Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Dijalankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/09/pemprov-dki-siaga-cuaca-ekstrem-operasi-modifikasi-cuaca-dijalankan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OMC Kembali Digelar , Langkah Efektif Hadapi Cuaca Ekstrem dan Banjir Jakarta</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/02/17/omc-kembali-digelar-langkah-efektif-hadapi-cuaca-ekstrem-dan-banjir-jakarta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/02/17/omc-kembali-digelar-langkah-efektif-hadapi-cuaca-ekstrem-dan-banjir-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 04:46:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC 2025]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=8604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi cuaca ekstrem serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Pada hari ketiga pelaksanaannya, (16/02) Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), serta PT [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/17/omc-kembali-digelar-langkah-efektif-hadapi-cuaca-ekstrem-dan-banjir-jakarta/">OMC Kembali Digelar , Langkah Efektif Hadapi Cuaca Ekstrem dan Banjir Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi cuaca ekstrem serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada hari ketiga pelaksanaannya, (16/02) Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) dalam upaya ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pelaksana tugas (Plt) Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyatakan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Sementara itu, pertumbuhan awan hujan di kawasan Banten, Jakarta, dan Jawa Barat secara umum memiliki kecenderungan cukup tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Prediksi kelembaban udara di setiap lapisannya cukup lembab mencapai 100 persen,”ujar Budi dikutip dalam laman berita jakarta pada Senin (17/2).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari Operasi Modifikasi Cuaca kali ini adalah mengurangi tingkat ekstremitas cuaca yang berpotensi menyebabkan banjir apabila tidak diantisipasi dengan baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Budi, intensitas curah hujan yang dapat memicu banjir di Jakarta berada di atas 50 mm per hari. Oleh karena itu, jika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas melebihi ambang batas tersebut, maka akan dilakukan penyemaian awan untuk mengendalikan curah hujan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sebaliknya jika diprediksi curah hujannya normal-normal saja, maka akan kita biarkan sel awan itu menjadi hujan di atas wilayah Jakarta. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika selama periode pelaksanaan OMC, Jakarta menjadi kekeringan, seperti banyak anggapan masyarakat yang masih keliru menilai saat ini,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta yang juga bertindak sebagai juru bicara pelaksanaan OMC 2025, Michael Sitanggang, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan OMC kemarin hanya dilakukan satu sorti dengan area penyemaian di sektor Barat Daya-Barat Laut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Area ini untuk menurunkan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada siang hari,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Michael juga menjelaskan bahwa sejak dimulainya OMC hingga hari ketiga, telah dilakukan lima sorti dengan penggunaan total empat ton garam NaCl food grade sebagai bahan semai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif dalam mengurangi risiko cuaca ekstrem serta mencegah bencana hidrometeorologi di Jakarta,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/17/omc-kembali-digelar-langkah-efektif-hadapi-cuaca-ekstrem-dan-banjir-jakarta/">OMC Kembali Digelar , Langkah Efektif Hadapi Cuaca Ekstrem dan Banjir Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/02/17/omc-kembali-digelar-langkah-efektif-hadapi-cuaca-ekstrem-dan-banjir-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
