<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>musim kemarau - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/musim-kemarau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/musim-kemarau/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 00:40:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>musim kemarau - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/musim-kemarau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BMKG Ungkap Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/06/bmkg-ungkap-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-agustus/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/06/bmkg-ungkap-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-agustus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 02:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Heatwave]]></category>
		<category><![CDATA[iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[kemarau 2026]]></category>
		<category><![CDATA[klimatologi]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[suhu panas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Saat ini, sebagian besar wilayah masih berada dalam fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan bahwa awal musim kemarau berlangsung secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah.  [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/06/bmkg-ungkap-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-agustus/">BMKG Ungkap Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Saat ini, sebagian besar wilayah masih berada dalam fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan bahwa awal musim kemarau berlangsung secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>“Mayoritas wilayah Indonesia puncak kemaraunya terjadi pada Agustus. Ada yang lebih awal di Juli, ada juga yang mundur ke September, tetapi sebagian besar berada di Agustus,” ujarnya dalam Podcast Temu Tamu BMKG di Jakarta, Selasa (5/5).</p>
<p>Ardhasena menambahkan, kondisi cuaca yang terasa lebih gerah belakangan ini merupakan bagian dari fase transisi musim. Meski suhu udara meningkat, karakter utama kemarau tahun ini bukan pada panas ekstrem, melainkan tingkat kekeringan yang cenderung lebih tinggi.</p>
<p>“Yang perlu diperhatikan adalah sifat kemaraunya yang lebih kering. Kenaikan suhu relatif masih dalam batas wajar, tidak ekstrem seperti di Eropa atau Asia Timur yang bisa mencapai di atas 45 derajat Celsius,” jelasnya.</p>
<p>Terkait potensi gelombang panas (heatwave), Ardhasena menilai kemungkinan terjadinya fenomena tersebut di Indonesia relatif kecil. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi perairan.</p>
<p>“Wilayah dengan gelombang panas ekstrem biasanya memiliki daratan luas seperti di Australia, Asia Timur, atau Afrika Utara. Di Indonesia, pergerakan udara cenderung naik sehingga sulit terjadi penumpukan panas ekstrem,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa sistem sirkulasi atmosfer di Indonesia turut menjaga kondisi tersebut. Dominasi pergerakan udara ke atas membuat potensi terbentuknya gelombang panas menjadi tidak signifikan. El Nino merupakan anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang terjadi secara periodik setiap 3 hingga 7 tahun.</p>
<p>“Tren kemunculan El Nino tahun ini cukup signifikan. Fenomena ini terjadi akibat perpindahan pusat panas laut dari Pasifik Barat ke Pasifik Tengah dan Timur,” jelasnya.</p>
<p>Perubahan tersebut menyebabkan pusat pembentukan awan dan hujan bergeser ke wilayah Pasifik Tengah hingga Amerika Latin. Dampaknya, Indonesia berpotensi mengalami penurunan curah hujan akibat dominasi pergerakan udara turun.</p>
<p>“Ketika awan dan hujan bergeser ke Pasifik Tengah, wilayah Indonesia justru mengalami penurunan hujan. Inilah yang memperkuat kondisi kemarau menjadi lebih kering,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena yang melibatkan interaksi antara laut dan atmosfer dalam skala global.</p>
<p>“Ini fenomena yang ter-couple antara laut dan atmosfer, dengan skala ribuan kilometer dan berdampak ke banyak wilayah dunia,” tambahnya.</p>
<p>Dampak El Nino pun berbeda di setiap kawasan. Di Indonesia dan Australia, fenomena ini cenderung memicu kondisi lebih kering, sementara di wilayah Amerika Latin justru meningkatkan curah hujan. BMKG juga mengimbau kepada masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan sektor pertanian.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/06/bmkg-ungkap-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-agustus/">BMKG Ungkap Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/06/bmkg-ungkap-puncak-kemarau-2026-diprediksi-terjadi-agustus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 00:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas Catursasi]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[BUMD]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi air]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[kemarau 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Air]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 123 juta liter air bersih telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi potensi kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara menyeluruh. “Tahun 2026 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/">Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 123 juta liter air bersih telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi potensi kekeringan.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara menyeluruh.</p>
<p>“Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/ kota, sudah disiapkan 123 juta liter air. Ada 18 kabupaten/ kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan,” ujarnya saat rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5).</p>
<p>Bergas menjelaskan, meskipun saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih diguyur hujan, musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada Juni, khususnya di Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_16561" aria-describedby="caption-attachment-16561" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16561" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1.jpg" alt="Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0078-scaled-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-16561" class="wp-caption-text">Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5/2026). (katafoto/HO/Humas Jateng)</figcaption></figure>
<p>“Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/ kota sudah bisa mendistribusikan 54 juta liter air,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kesiapan distribusi air bersih juga telah didukung dengan pemetaan sarana dan prasarana, termasuk armada distribusi. Namun demikian, pihaknya masih melakukan kajian terkait kebutuhan anggaran distribusi, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan menghadapi musim kemarau telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk dalam pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.</p>
<p>Ia menegaskan, pemerintah provinsi juga akan menggandeng sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) untuk memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan.</p>
<p>“Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/">Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/05/tak-mau-kecolongan-jateng-siapkan-123-juta-liter-air-hadapi-kemarau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monsun Australia Bawa Udara Kering, Tapi Hujan Lebat Masih Terjadi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/25/monsun-australia-bawa-udara-kering-tapi-hujan-lebat-masih-terjadi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/25/monsun-australia-bawa-udara-kering-tapi-hujan-lebat-masih-terjadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[enso]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[iod]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[MJO]]></category>
		<category><![CDATA[monsun australia]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Monsun Australia yang kian menguat menjadi sinyal awal peralihan musim di Indonesia. Sejumlah wilayah mulai bergerak menuju fase kemarau secara bertahap, meskipun dalam sepekan ke depan peluang hujan masih tetap ada di berbagai daerah. Dalam prakiraan cuaca mingguan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (24/4) menyampaikan bahwa faktor variabilitas iklim global [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/25/monsun-australia-bawa-udara-kering-tapi-hujan-lebat-masih-terjadi/">Monsun Australia Bawa Udara Kering, Tapi Hujan Lebat Masih Terjadi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Monsun Australia yang kian menguat menjadi sinyal awal peralihan musim di Indonesia. Sejumlah wilayah mulai bergerak menuju fase kemarau secara bertahap, meskipun dalam sepekan ke depan peluang hujan masih tetap ada di berbagai daerah.</p>
<p>Dalam prakiraan cuaca mingguan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (24/4) menyampaikan bahwa faktor variabilitas iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam kondisi netral. Artinya, kedua fenomena tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola cuaca di Tanah Air.</p>
<p>Di sisi lain, penguatan Monsun Australia diperkirakan mulai membawa massa udara kering ke Indonesia. Dominasi angin timur juga semakin terasa, menjadi penanda bahwa sebagian wilayah mulai mengalami transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.</p>
<p>Meski begitu, BMKG menegaskan bahwa peluang hujan masih tetap ada karena dipicu dinamika atmosfer lainnya. Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 1 dan bergerak melintasi wilayah Aceh, Sumatra Utara, hingga Papua Selatan.</p>
<p>Aktivitas gelombang atmosfer turut berperan dalam pembentukan hujan. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di berbagai wilayah seperti Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial juga terpantau aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, serta Papua bagian tengah hingga selatan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16249" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1.png" alt="Monsun Australia Bawa Udara Kering, Tapi Hujan Lebat Masih Terjadi" width="1000" height="532" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1.png 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1-300x160.png 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1-768x409.png 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1-150x80.png 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/screenshot-1777047721757_1-696x370.png 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Selain itu, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh yang membentuk zona konvergensi dari Sumatra Utara hingga Aceh. Kondisi ini diperkuat oleh tingkat labilitas atmosfer yang masih tinggi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.</p>
<p>Untuk periode 24–26 April 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.</p>
<p>BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, khususnya di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku, dan Papua Selatan.</p>
<p>Memasuki periode 27–30 April 2026, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang mendominasi. Namun, potensi hujan lebat tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.</p>
<p>BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik situs web, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial @infobmkg, agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan terencana.</p>
<p>“Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem,” imbau BMKG.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/25/monsun-australia-bawa-udara-kering-tapi-hujan-lebat-masih-terjadi/">Monsun Australia Bawa Udara Kering, Tapi Hujan Lebat Masih Terjadi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/25/monsun-australia-bawa-udara-kering-tapi-hujan-lebat-masih-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 10:30:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa pihaknya mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino seiring memasuki musim kemarau di Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang berisiko menimbulkan dampak luas di wilayah ibu kota. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/">Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa pihaknya mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino seiring memasuki musim kemarau di Jakarta.</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang berisiko menimbulkan dampak luas di wilayah ibu kota.</p>
<p>Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun 2023.</p>
<p>“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” ujar Marulitua, Jumat (24/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, BPBD DKI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan alat water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat serupa yang tersedia di sejumlah gedung untuk membantu mengurangi tingkat polusi udara.</p>
<p>Dilansir dari laman berita jakarta, BPBD DKI juga tengah menyusun rencana bersama BMKG terkait pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca selama musim kemarau, khususnya saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2024.</p>
<p>Menurut Marulitua, pendekatan teknologi yang digunakan berbeda dengan penanganan saat musim hujan, karena lebih difokuskan pada upaya mengurangi dampak kekeringan.</p>
<p>“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisir,” katanya.</p>
<p>Seluruh langkah tersebut nantinya akan dirumuskan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering. Kebijakan itu juga mencakup pengaktifan Satgas Air Bersih serta koordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terpenuhi.</p>
<p>Sebagai langkah tambahan, BPBD DKI juga menyiapkan mobil tangki air yang dapat dikerahkan kapan saja untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/">Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/24/jakarta-siaga-el-nino-ini-3-ancaman-serius-yang-diwaspadai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Sampai Mogok! Tips Wajib Rawat Mobil di Musim El Nino</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/17/jangan-sampai-mogok-tips-wajib-rawat-mobil-di-musim-el-nino/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/17/jangan-sampai-mogok-tips-wajib-rawat-mobil-di-musim-el-nino/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 23:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MOBIL]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Motors]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Otomotif Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perawatan Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[safety driving]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[tips mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16006</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Bayangkan ketika berkendara di siang hari saat musim kemarau. Terik matahari terasa menyengat, suhu kabin meningkat, dan mesin mobil mulai bekerja lebih berat dari biasanya. Namun, menjelang sore, cuaca tiba-tiba berubah drastis—langit menggelap dan hujan deras turun tanpa peringatan. Jalan menjadi licin, jarak pandang menurun, sementara wiper yang sudah aus tidak lagi mampu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/17/jangan-sampai-mogok-tips-wajib-rawat-mobil-di-musim-el-nino/">Jangan Sampai Mogok! Tips Wajib Rawat Mobil di Musim El Nino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Bayangkan ketika berkendara di siang hari saat musim kemarau. Terik matahari terasa menyengat, suhu kabin meningkat, dan mesin mobil mulai bekerja lebih berat dari biasanya. Namun, menjelang sore, cuaca tiba-tiba berubah drastis—langit menggelap dan hujan deras turun tanpa peringatan. Jalan menjadi licin, jarak pandang menurun, sementara wiper yang sudah aus tidak lagi mampu bekerja maksimal.</p>
<p>Kondisi seperti ini kerap terjadi saat fenomena El Nino. Perubahan cuaca ekstrem dari panas ke hujan lebat menuntut kendaraan dalam kondisi prima agar tetap aman digunakan.</p>
<p>Agar perjalanan tetap nyaman dan terhindar dari risiko di jalan, berikut beberapa hal penting yang perlu diperiksa sebelum berkendara, khususnya bagi pengguna mobil Mitsubishi Motors.</p>
<p><b>Pastikan Sistem Pendingin Mesin Berfungsi Optimal</b></p>
<p>Cuaca panas membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga sistem pendingin menjadi sangat krusial untuk mencegah overheat. Periksa kondisi radiator, cairan coolant, kipas pendingin, serta selang-selangnya agar tetap dalam kondisi baik.</p>
<p><b>Performa AC Harus Tetap Maksimal</b></p>
<p>Berkendara tanpa AC yang dingin di tengah cuaca panas tentu tidak nyaman dan bisa mengganggu konsentrasi. Pastikan freon tidak berkurang atau bocor, serta komponen seperti kondensor, evaporator, dan filter AC dalam kondisi bersih dari debu.</p>
<p><b>Periksa Karet dan Seal untuk Antisipasi Hujan</b></p>
<p>Meski cuaca didominasi panas, hujan deras bisa datang sewaktu-waktu. Oleh karena itu, cek karet pintu agar tidak getas atau robek, pastikan seal kaca tidak bocor, dan karet wiper masih elastis agar mampu menyapu air dengan baik.</p>
<p><b>Kondisi Ban Harus Siap Hadapi Cuaca Ekstrem</b></p>
<p>Ban menjadi komponen vital karena langsung bersentuhan dengan jalan. Saat panas, tekanan ban bisa meningkat, sedangkan saat hujan risiko aquaplaning bertambah. Pastikan ketebalan tapak ban masih sesuai standar TWI, tekanan angin ideal, serta tidak ada retak atau benjolan pada dinding ban.</p>
<p><b>Siapkan Emergency Kit</b></p>
<p>Cuaca ekstrem bisa memicu kondisi darurat. Karena itu, selalu siapkan perlengkapan seperti dongkrak, kunci roda, segitiga pengaman, senter, kabel jumper aki, kotak P3K, serta jas hujan atau payung. Jangan lupa membawa air minum yang cukup agar tetap terhidrasi selama perjalanan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/17/jangan-sampai-mogok-tips-wajib-rawat-mobil-di-musim-el-nino/">Jangan Sampai Mogok! Tips Wajib Rawat Mobil di Musim El Nino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/17/jangan-sampai-mogok-tips-wajib-rawat-mobil-di-musim-el-nino/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Panas Bikin Gerah Warga Jakarta, BPBD dan BMKG Beberkan Fakta</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/19/cuaca-panas-bikin-gerah-warga-jakarta-bpbd-dan-bmkg-beberkan-fakta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/19/cuaca-panas-bikin-gerah-warga-jakarta-bpbd-dan-bmkg-beberkan-fakta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 10:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Heatwave]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Panas]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Suhu Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta serta sebagian besar Indonesia tengah mengalami suhu udara yang cukup tinggi pada siang hari. Kendati terasa menyengat, fenomena ini bukan termasuk gelombang panas (heatwave) seperti yang terjadi di wilayah subtropis, melainkan kondisi normal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/19/cuaca-panas-bikin-gerah-warga-jakarta-bpbd-dan-bmkg-beberkan-fakta/">Cuaca Panas Bikin Gerah Warga Jakarta, BPBD dan BMKG Beberkan Fakta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta serta sebagian besar Indonesia tengah mengalami suhu udara yang cukup tinggi pada siang hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kendati terasa menyengat, fenomena ini bukan termasuk gelombang panas (heatwave) seperti yang terjadi di wilayah subtropis, melainkan kondisi normal yang masih dalam batas wajar. Cuaca panas tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, bergantung pada waktu datangnya musim hujan di masing-masing daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang saat ini berada di sekitar wilayah selatan Indonesia, termasuk Jakarta. Hal tersebut membuat intensitas penyinaran matahari terasa lebih kuat dari biasanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selain itu, cuaca yang cenderung cerah berawan membuat radiasi matahari langsung terasa di permukaan,” jelas Isnawa dikutip dari laman berita jakarta, Jumat (17/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan panas berlebih saat beraktivitas di luar ruangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Masyarakat diimbau memperhatikan waktu dan durasi paparan sinar matahari agar terhindar dari gangguan kesehatan akibat suhu panas,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Isnawa menambahkan, warga disarankan membatasi aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Gunakan perlindungan diri seperti topi, payung, atau pakaian tertutup saat beraktivitas di luar. Pastikan juga untuk banyak minum air putih guna mencegah dehidrasi serta tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memperburuk kualitas udara,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, agar dapat mengantisipasi potensi dampak dari kondisi cuaca panas yang masih berlangsung ini.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/19/cuaca-panas-bikin-gerah-warga-jakarta-bpbd-dan-bmkg-beberkan-fakta/">Cuaca Panas Bikin Gerah Warga Jakarta, BPBD dan BMKG Beberkan Fakta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/19/cuaca-panas-bikin-gerah-warga-jakarta-bpbd-dan-bmkg-beberkan-fakta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov DKI Siapkan 500 Pompa Hadapi Musim Kemarau</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/30/pemprov-dki-siapkan-500-pompa-hadapi-musim-kemarau/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/30/pemprov-dki-siapkan-500-pompa-hadapi-musim-kemarau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:51:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEGAPOLITAN]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Genangan Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[pompa banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kesiapan Pemprov DKI dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, komunikasi intensif telah dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memahami prakiraan cuaca dan potensi dampaknya bagi wilayah Jakarta. “Saya telah berdiskusi langsung dengan Kepala BMKG, dan beliau juga menyampaikan proyeksi musim kemarau secara lebih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/30/pemprov-dki-siapkan-500-pompa-hadapi-musim-kemarau/">Pemprov DKI Siapkan 500 Pompa Hadapi Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kesiapan Pemprov DKI dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, komunikasi intensif telah dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memahami prakiraan cuaca dan potensi dampaknya bagi wilayah Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya telah berdiskusi langsung dengan Kepala BMKG, dan beliau juga menyampaikan proyeksi musim kemarau secara lebih rinci kepada saya. Oleh karena itu, Pemprov DKI tentunya telah menyusun langkah antisipatif,” ujar Pramono di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (30/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menghadapi kemungkinan pergeseran waktu musim kemarau yang bisa datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan lebih dari 500 unit pompa air untuk mendukung penanganan genangan atau banjir lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman berita jakarta, selain kesiapan infrastruktur, Pramono juga menyebut bahwa sistem logistik dan distribusi pangan di Ibu Kota berjalan dengan baik, termasuk antisipasi terhadap gangguan rantai pasok.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski Jakarta tengah bersiap menghadapi kemarau, cuaca yang tak menentu di luar wilayah Jakarta juga berdampak secara tidak langsung. Pramono mencontohkan kemacetan ekstrem yang terjadi di kawasan Jakarta Barat baru-baru ini akibat curah hujan tinggi di daerah hulu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dampaknya tetap terasa di Jakarta, seperti kemacetan parah yang sempat terjadi di wilayah Jakarta Barat,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap kejadian genangan sesaat yang terjadi di Jakarta Selatan beberapa hari lalu, sebagai contoh bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara real-time.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penanganan di lapangan harus cepat dan dilakukan dari waktu ke waktu, responsif dalam setiap kondisi,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/30/pemprov-dki-siapkan-500-pompa-hadapi-musim-kemarau/">Pemprov DKI Siapkan 500 Pompa Hadapi Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/30/pemprov-dki-siapkan-500-pompa-hadapi-musim-kemarau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/08/23/jateng-siaga-darurat-kekeringan-7-juta-liter-air-bersih-siap-didistribusikan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/08/23/jateng-siaga-darurat-kekeringan-7-juta-liter-air-bersih-siap-didistribusikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2024 15:05:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Distribusi Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan di Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Siaga Darurat Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Terdampak Kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=4088</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang – Sebanyak 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga dengan 113.931 jiwa, yang terdampak kekeringan di Jawa Tengah. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per 21 Agustus 2024. Ratusan ribu warga tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota, 96 kecamatan, dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/08/23/jateng-siaga-darurat-kekeringan-7-juta-liter-air-bersih-siap-didistribusikan/">Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Semarang</b> – Sebanyak 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga dengan 113.931 jiwa, yang terdampak kekeringan di Jawa Tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per 21 Agustus 2024. Ratusan ribu warga tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota, 96 kecamatan, dan 208 desa. Sebanyak 32 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah pun sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nana Sudjana meminta kepada semua bupati dan wali kota di untuk mewaspadai kekeringan, mengingat sudah memasuki musim kemarau. Kewaspadaan itu perlu lebih ditingkatkan untuk daerah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, hutan, dan tempat pembuangan akhir (TPA).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami sudah lakukan rapat kordinasi, dan terus memantau perkembangan di masing-masing kabupaten/kota. Kita juga mengevaluasi kejadian-kejadian tahun lalu, jangan sampai terjadi kembali, seperti kebakaran di TPA,” ujar Nana Sudjana, Jumat (23/8) dikutip dari laman jatengprov.</span></p>
<figure id="attachment_4087" aria-describedby="caption-attachment-4087" style="width: 1877px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4087" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2.jpg" alt="Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan" width="1877" height="1251" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2.jpg 1877w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-1536x1024.jpg 1536w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-1392x928.jpg 1392w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-630x420.jpg 630w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/08/Kekeringan-Jateng2-1260x840.jpg 1260w" sizes="(max-width: 1877px) 100vw, 1877px" /><figcaption id="caption-attachment-4087" class="wp-caption-text">Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana memberikan keterangan pers di kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang Jumat (23/8/2024) (katafoto/HO/Humas Jateng)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Antisipasi kemarau dan kekeringan juga dilakukan dalam hal ketersediaan pangan. Sejauh ini, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan nasional telah mendapatkan bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk lahan pertanian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program ini sudah dan sedang berjalan. Kita harapkan hasilnya akan lebih baik. Masyarakat tetap bisa menanam pada musim kemarau,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Beberapa daerah di Jawa Tengah menyatakan siaga kekeringan bahkan ada daerah yang meminta suplai air bersih untuk masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, juga sudah melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan. Termasuk, menyiagakan personel dan droping air bersih dengan koordinasi kabupaten/ kota.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selama ini pun kita sudah berupaya mencari sumber air. Ada program SPAM, dengan mencari sumber air dan mendistribusikan ke masyarakat,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Upaya lain dalam mengantisipasi musim kemarau dan kekeringan, adalah kolaborasi dengan perusahaan melalui program <i>corporate social responsibility</i> (CSR) serta menyiapkan modifikasi cuaca dengan bantuan BNPB.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/08/23/jateng-siaga-darurat-kekeringan-7-juta-liter-air-bersih-siap-didistribusikan/">Jateng Siaga Darurat Kekeringan, 7 Juta Liter Air Bersih Siap Didistribusikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/08/23/jateng-siaga-darurat-kekeringan-7-juta-liter-air-bersih-siap-didistribusikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
