<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NTP - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/ntp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/ntp/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 15:13:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>NTP - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/ntp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Gabah, Karet hingga Cabai Naik, NTP Petani Tembus Rekor 131,11</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/10/01/harga-gabah-karet-hingga-cabai-naik-ntp-petani-tembus-rekor-13111/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/10/01/harga-gabah-karet-hingga-cabai-naik-ntp-petani-tembus-rekor-13111/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 15:13:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Tukar Petani]]></category>
		<category><![CDATA[NTP]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19753</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Jakarta &#8211; Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencatat penguatan signifikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 131,11, naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 129,19. Kenaikan tersebut terjadi karena harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus mereka keluarkan. Sejumlah komoditas seperti gabah, karet, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/10/01/harga-gabah-karet-hingga-cabai-naik-ntp-petani-tembus-rekor-13111/">Harga Gabah, Karet hingga Cabai Naik, NTP Petani Tembus Rekor 131,11</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Jakarta</b> &#8211; Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencatat penguatan signifikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 131,11, naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 129,19.</p>
<p>Kenaikan tersebut terjadi karena harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus mereka keluarkan. Sejumlah komoditas seperti gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit menjadi pendorong utama peningkatan indeks harga yang diterima petani.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, penguatan NTP pada September terutama dipengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani yang lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar.</p>
<p>“Nilai Tukar Petani atau biasa kita sebut dengan NTP pada kondisi September tahun 2026 tercatat sebesar 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan dengan Agustus tahun 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani naik sebesar 1,93 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar oleh petani yaitu naik 0,44 persen,” kata Ateng Hartono dalam rilis Berita Resmi Statistik, Kamis (1/10).</p>
<p>Menurut Ateng, beberapa komoditas memberikan pengaruh cukup besar terhadap kenaikan indeks harga yang diterima petani.</p>
<p>“Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani yaitu gabah, karet, cabai rawit, dan juga kelapa sawit,” jelasnya.</p>
<p><b>NTP Hortikultura Naik Paling Tinggi</b></p>
<p>Penguatan NTP terjadi di seluruh subsektor utama pertanian. Dari sejumlah subsektor tersebut, hortikultura mencatat kenaikan paling tinggi, yakni sebesar 4,04 persen.</p>
<p>Kenaikan NTP hortikultura ditopang oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani sebesar 4,34 persen. Sementara itu, indeks harga yang harus dibayar petani hortikultura hanya meningkat 0,30 persen.</p>
<p>“Untuk subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu hortikultura. Subsektor hortikultura mengalami kenaikan NTP sebesar 4,04 persen, terutama didorong oleh kenaikan indeks harga yang diterima oleh petani hortikultura yaitu naik 4,34 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar oleh petani hortikultura mengalami kenaikan hanya sebesar 0,30 persen,” terang Ateng.</p>
<p>Sejumlah komoditas hortikultura turut menjadi penyumbang utama kenaikan tersebut. BPS mencatat cabai rawit, cabai merah, dan tomat menjadi komoditas yang dominan mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani.</p>
<p>“Komoditas yang dominan untuk mempengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima yaitu cabai rawit, cabai merah, dan juga tomat. Secara umum seluruh subsektor utama pertanian mengalami kenaikan NTP,” ujar Ateng.</p>
<p>Berdasarkan data BPS, NTP subsektor tanaman pangan pada September 2026 berada di angka 119,24. Sementara NTP tanaman hortikultura mencapai 129,50, tanaman perkebunan rakyat 171,67, dan subsektor peternakan 102,91.</p>
<p>Dengan demikian, seluruh subsektor utama pertanian tercatat mengalami peningkatan NTP pada September 2026.</p>
<p><b>NTP Januari-September Naik 3,44 Persen</b></p>
<p>Jika dihitung secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026, NTP nasional mencapai <b>127,03</b>. Angka tersebut meningkat 3,44 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.</p>
<p>Kenaikan kumulatif terbesar tercatat pada subsektor tanaman hortikultura yang tumbuh 6,60 persen.</p>
<p>Penguatan NTP menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perkembangan daya beli petani. Ketika harga yang diterima meningkat lebih tinggi dibandingkan biaya yang dibayarkan, posisi ekonomi petani tercermin lebih kuat melalui indikator tersebut.</p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan petani menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian nasional.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga perlu memberikan manfaat ekonomi bagi petani.</p>
<p>“Bapak Presiden Prabowo Subianto menugaskan agar kita swasembada pangan berkelanjutan. Namun yang lebih penting, swasembada itu harus menghadirkan kesejahteraan bagi petani. Kalau petani sejahtera, produksi akan meningkat, masyarakat juga mendapatkan pangan dengan harga yang stabil,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak melalui dukungan kebijakan dari sektor hulu hingga hilir.</p>
<p>“Petani harus memperoleh keuntungan yang layak. Negara harus hadir mulai dari penyediaan pupuk, air, mekanisasi, sampai memastikan hasil panennya terserap dengan harga yang baik. Kalau petani untung, pertanian akan terus tumbuh,” tegasnya.</p>
<p>Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi pangan agar berjalan beriringan dengan kesejahteraan petani. Sejumlah langkah yang dilakukan mencakup penguatan harga hasil panen, kemudahan akses sarana produksi, pembangunan irigasi, mekanisasi pertanian, serta peningkatan produktivitas.</p>
<p>Capaian NTP September 2026 sebesar 131,11 sekaligus melanjutkan tren penguatan pada bulan sebelumnya. Pada Agustus 2026, BPS mencatat NTP nasional sebesar 129,19, atau meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/10/01/harga-gabah-karet-hingga-cabai-naik-ntp-petani-tembus-rekor-13111/">Harga Gabah, Karet hingga Cabai Naik, NTP Petani Tembus Rekor 131,11</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/10/01/harga-gabah-karet-hingga-cabai-naik-ntp-petani-tembus-rekor-13111/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
