<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>obat tradisional - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/obat-tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/obat-tradisional/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jul 2025 07:04:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>obat tradisional - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/obat-tradisional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPOM Temukan 15 Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Berbahaya</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/20/bpom-temukan-15-obat-tradisional-mengandung-bahan-kimia-berbahaya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/20/bpom-temukan-15-obat-tradisional-mengandung-bahan-kimia-berbahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 07:04:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Kimia Obat]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Herbal Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tanpa Izin]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Sildenafil Sitrat]]></category>
		<category><![CDATA[Suplemen Berbahaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan 15 produk obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) selama periode pengawasan bulan Juni 2025. Temuan ini merupakan bagian dari pemantauan intensif dan berkelanjutan yang dilakukan sejak awal tahun, melanjutkan hasil serupa pada triwulan pertama serta bulan April dan Mei 2025. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/20/bpom-temukan-15-obat-tradisional-mengandung-bahan-kimia-berbahaya/">BPOM Temukan 15 Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan 15 produk obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) selama periode pengawasan bulan Juni 2025. Temuan ini merupakan bagian dari pemantauan intensif dan berkelanjutan yang dilakukan sejak awal tahun, melanjutkan hasil serupa pada triwulan pertama serta bulan April dan Mei 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil uji laboratorium menunjukkan sebagian besar dari produk tersebut mengandung sildenafil sitrat, senyawa aktif yang umum dipakai untuk mengobati disfungsi ereksi dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Keberadaan zat ini dalam obat tradisional tanpa pengawasan medis berpotensi memicu efek samping serius.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Efek yang bisa timbul antara lain nyeri dada, detak jantung tidak normal, penurunan tekanan darah ekstrem, stroke, hingga serangan jantung. Risiko ini meningkat pada pengguna yang memiliki riwayat penyakit jantung atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu,” jelas Kepala BPOM, Taruna Ikrar dikutip dari keterangan tertulis. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menegaskan bahwa beredarnya produk dengan kandungan BKO dalam kemasan obat tradisional sangat membahayakan masyarakat. Menurutnya, produsen ilegal kerap menyelundupkan zat kimia ini untuk memberikan efek cepat demi menarik minat konsumen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Praktik seperti ini sangat menyesatkan dan mengabaikan keselamatan konsumen. Mereka sengaja menyamarkan produk berbahaya dalam bentuk obat herbal agar terlihat aman,” ujar Taruna.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BPOM juga mencatat bahwa peredaran produk ilegal tersebut dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk e-commerce, media sosial, hingga distribusi tersembunyi yang sulit diawasi. Umumnya, produk ini diklaim sebagai suplemen penambah stamina pria, padahal menyimpan risiko tersembunyi yang tidak diungkapkan pada label kemasan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai respons atas temuan tersebut, seluruh produk yang teridentifikasi telah ditarik dari pasaran dan dimusnahkan. BPOM juga tengah menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi produk ilegal ini, serta menyiapkan langkah hukum sesuai peraturan yang berlaku. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan guna memperkuat pengawasan dan edukasi publik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Masyarakat diimbau untuk lebih cermat saat membeli obat tradisional atau suplemen kesehatan. BPOM menekankan pentingnya memastikan produk yang dikonsumsi telah memiliki izin edar resmi, yang dapat dicek melalui aplikasi BPOM Mobile atau laman resmi <a href="http://www.pom.go.id/"><span class="s2">www.pom.go.id</span></a>.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jangan mudah tergoda oleh klaim manfaat instan atau harga murah yang tidak masuk akal. Jadilah konsumen yang bijak, karena menjaga kesehatan diri dan keluarga adalah prioritas utama,” tutup Taruna Ikrar.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><a href="https://drive.google.com/file/d/1VD1rreK-tI_QHdzOk5kyyU0VdLMZVkD0/view?usp=sharing"><b>Lampiran.</b><span class="s3"> Daftar 15 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Obat Hasil Pengawasan BPOM Periode Juni 2025</span></a></span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/20/bpom-temukan-15-obat-tradisional-mengandung-bahan-kimia-berbahaya/">BPOM Temukan 15 Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/20/bpom-temukan-15-obat-tradisional-mengandung-bahan-kimia-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maria Helena, Pelajar Papua Sulap Biji Pinang Jadi Jamu Penurun Gula Darah</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/21/maria-helena-pelajar-papua-sulap-biji-pinang-jadi-jamu-penurun-gula-darah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/21/maria-helena-pelajar-papua-sulap-biji-pinang-jadi-jamu-penurun-gula-darah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 15:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[biji pinang]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi herbal]]></category>
		<category><![CDATA[jamu penurun gula]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan alami]]></category>
		<category><![CDATA[obat tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Genius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang &#8211; Biji pinang yang biasanya dikunyah bersama sirih kini punya potensi baru berkat inovasi seorang siswi asal Papua Selatan. Maria Helena Gesaur, pelajar kelas 12 di Sekolah Genius, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, berhasil mengolah biji buah pinang menjadi jamu herbal yang berpotensi menurunkan kadar gula darah. Maria, yang berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/maria-helena-pelajar-papua-sulap-biji-pinang-jadi-jamu-penurun-gula-darah/">Maria Helena, Pelajar Papua Sulap Biji Pinang Jadi Jamu Penurun Gula Darah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Tangerang</b> &#8211; Biji pinang yang biasanya dikunyah bersama sirih kini punya potensi baru berkat inovasi seorang siswi asal Papua Selatan. Maria Helena Gesaur, pelajar kelas 12 di Sekolah Genius, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, berhasil mengolah biji buah pinang menjadi jamu herbal yang berpotensi menurunkan kadar gula darah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Maria, yang berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, mendapatkan ide ini setelah mengamati tingginya kasus diabetes, terutama di wilayah Indonesia Timur. Bersama dua rekannya, ia mulai meneliti kemungkinan biji pinang digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi penyakit tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Diabetes cukup banyak terjadi di Indonesia, termasuk di Papua. Kami mencoba mencari solusi dan menemukan jurnal ilmiah yang menyebutkan biji pinang memiliki potensi menurunkan kadar gula darah,” ujar Maria pada Jumat (20/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari laman berita satu, penelitian mereka dilakukan selama satu tahun penuh, mulai dari kajian pustaka, proses pembuatan jamu, hingga tahap pengujian. Mereka menguji produk jamu tersebut pada mencit (tikus putih laboratorium), yang secara biologis memiliki kemiripan dengan manusia dalam hal respons metabolisme.</span></p>
<figure id="attachment_10408" aria-describedby="caption-attachment-10408" style="width: 1099px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-10408" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2.jpg" alt="Maria Helena, Pelajar Papua Sulap Biji Pinang Jadi Jamu Penurun Gula Darah" width="1099" height="733" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2.jpg 1099w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Obat-Herbal2-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1099px) 100vw, 1099px" /><figcaption id="caption-attachment-10408" class="wp-caption-text">Maria Helena, pelajar asal Papua Selatan menunjukan jamu penurun gula darah yang diolah dari biji pinang di Sekolah Genius, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. (katafoto/HO/Wawan Kurniawan)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil uji coba menunjukkan bahwa jamu dari biji pinang mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah mencit. “Kami melihat ada penurunan signifikan kadar gula darah setelah pemberian jamu,” jelas Maria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski hasil awalnya menjanjikan, Maria menekankan bahwa penelitian ini masih memerlukan penyempurnaan. Salah satu temuan mereka adalah bahwa mencit yang sehat juga mengalami penurunan kadar glukosa setelah diberikan jamu, yang menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang turut memengaruhi hasil.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dari sini kami menyimpulkan bahwa ada variabel lain yang mungkin memengaruhi efek penurunan gula darah, jadi belum bisa diklaim sepenuhnya berasal dari jamu ini saja. Kami akan lanjutkan penelitian lebih mendalam,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Inovasi yang dilakukan Maria mendapat apresiasi dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Ia menilai kehadiran Sekolah Genius sangat membantu pengembangan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) anak-anak Papua.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sekolah Genius adalah lembaga yang sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Papua. Diharapkan mereka bisa menjadi agen perubahan, bukan hanya bagi Papua, tetapi juga bagi Indonesia,” ujar Meki.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/maria-helena-pelajar-papua-sulap-biji-pinang-jadi-jamu-penurun-gula-darah/">Maria Helena, Pelajar Papua Sulap Biji Pinang Jadi Jamu Penurun Gula Darah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/21/maria-helena-pelajar-papua-sulap-biji-pinang-jadi-jamu-penurun-gula-darah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
