<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pascabanjir - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pascabanjir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pascabanjir/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 13:54:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pascabanjir - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pascabanjir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada Pascabanjir, Ini Daftar Penyakit yang Mengintai Warga Jakarta</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/29/waspada-pascabanjir-ini-daftar-penyakit-yang-mengintai-warga-jakarta/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/29/waspada-pascabanjir-ini-daftar-penyakit-yang-mengintai-warga-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 13:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes DKI]]></category>
		<category><![CDATA[ISPA]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Leptospirosis]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Lembap]]></category>
		<category><![CDATA[Pascabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Pascabanjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang kerap muncul akibat kondisi lingkungan yang kotor dan lembap setelah banjir. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa banjir sering terjadi secara mendadak dan meninggalkan dampak kesehatan yang tidak boleh diabaikan, meskipun genangan air telah surut. Ia [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/29/waspada-pascabanjir-ini-daftar-penyakit-yang-mengintai-warga-jakarta/">Waspada Pascabanjir, Ini Daftar Penyakit yang Mengintai Warga Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang kerap muncul akibat kondisi lingkungan yang kotor dan lembap setelah banjir.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa banjir sering terjadi secara mendadak dan meninggalkan dampak kesehatan yang tidak boleh diabaikan, meskipun genangan air telah surut.</p>
<p>Ia menekankan bahwa berakhirnya banjir bukan berarti persoalan selesai. Justru pada masa pascabanjir, potensi gangguan kesehatan dapat meningkat apabila kebersihan lingkungan dan kebersihan diri tidak segera ditangani dengan baik.</p>
<p>“Air banjir umumnya bercampur dengan lumpur, sampah, limbah, hingga kotoran hewan, sehingga menjadi tempat berkembangnya kuman, bakteri, dan vektor penyakit,” ungkapnya, Kamis (29/1).</p>
<p>Menurut Ani, lingkungan yang lembap dan tercemar pascabanjir berisiko memicu berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, hingga leptospirosis.</p>
<p>“Penyakit-penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja, namun anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan daya tahan tubuh yang lemah menjadi kelompok yang paling rentan,” katanya.</p>
<p>Ani menyampaikan, meskipun bencana banjir tidak selalu dapat dicegah, dampak kesehatannya bisa diminimalkan melalui langkah-langkah sederhana. Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada, saling mengingatkan, dan bekerja sama menjaga kesehatan bersama setelah banjir.</p>
<p>“Dengan upaya pencegahan yang tepat, risiko penyakit pascabanjir dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan sehat,” tandasnya.</p>
<p>Melansir dari laman berita jakarta, sebagai upaya pencegahan, berikut sejumlah langkah penting yang disarankan agar terhindar dari penyakit setelah banjir surut:</p>
<p>• <b>Membersihkan rumah dan lingkungan</b><br />
Setelah air surut, segera bersihkan sisa lumpur dan sampah di rumah serta lingkungan sekitar. Lantai, dinding, dan perabot yang terendam air banjir perlu dibersihkan menggunakan disinfektan agar kuman tidak berkembang.</p>
<p>• <b>Menjaga kebersihan diri</b><br />
Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah membersihkan rumah atau bersentuhan dengan benda yang terpapar air banjir. Kebiasaan ini efektif mencegah penularan penyakit.</p>
<p>• <b>Menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan</b><br />
Gunakan sepatu atau alas kaki yang kuat serta sarung tangan ketika membersihkan rumah atau lingkungan. Langkah ini penting untuk mencegah luka dan menghindari kontak langsung dengan air atau lumpur yang tercemar.</p>
<p>• <b>Memastikan air dan makanan aman dikonsumsi</b><br />
Pastikan air yang digunakan bersih dan aman. Jika sumber air terendam atau diragukan kebersihannya, air harus dimasak hingga mendidih sebelum digunakan atau diminum, lalu disimpan dalam wadah tertutup. Konsumsi makanan yang matang dan higienis.</p>
<p>• <b>Menjaga daya tahan tubuh</b><br />
Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta minum air bersih. Daya tahan tubuh yang baik membantu melawan kuman penyebab penyakit.</p>
<p>• <b>Segera memeriksakan diri jika muncul gejala</b><br />
Apabila mengalami demam, diare, luka yang sulit sembuh, batuk berat, atau keluhan kesehatan lainnya setelah banjir, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/29/waspada-pascabanjir-ini-daftar-penyakit-yang-mengintai-warga-jakarta/">Waspada Pascabanjir, Ini Daftar Penyakit yang Mengintai Warga Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/29/waspada-pascabanjir-ini-daftar-penyakit-yang-mengintai-warga-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pascabanjir Aceh Tamiang, Enam Operasi Berhasil Dilakukan di RSUD</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/05/pascabanjir-aceh-tamiang-enam-operasi-berhasil-dilakukan-di-rsud/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/05/pascabanjir-aceh-tamiang-enam-operasi-berhasil-dilakukan-di-rsud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 13:35:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Bedah]]></category>
		<category><![CDATA[Pascabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan pascabencana]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Medis]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Muda Sedia]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh &#8211; Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, terus mengalami kemajuan setelah terdampak banjir. Sejumlah pelayanan vital, terutama di bidang bedah dan kebidanan, kini kembali berfungsi untuk melayani kebutuhan medis masyarakat. Pada 27 Desember 2025, instalasi bedah RSUD Muda Sedia mulai kembali beroperasi dengan menyelesaikan enam tindakan operasi yang sempat tertunda [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/05/pascabanjir-aceh-tamiang-enam-operasi-berhasil-dilakukan-di-rsud/">Pascabanjir Aceh Tamiang, Enam Operasi Berhasil Dilakukan di RSUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Aceh</b> &#8211; Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, terus mengalami kemajuan setelah terdampak banjir. Sejumlah pelayanan vital, terutama di bidang bedah dan kebidanan, kini kembali berfungsi untuk melayani kebutuhan medis masyarakat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pada 27 Desember 2025, instalasi bedah RSUD Muda Sedia mulai kembali beroperasi dengan menyelesaikan enam tindakan operasi yang sempat tertunda akibat bencana. Tindakan tersebut mencakup operasi sectio caesarea, kuretase, serta prosedur bedah umum.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Dokter Anestesi RSUD Muda Sedia, dr. Kulsum, menyampaikan bahwa seluruh prosedur berjalan sesuai standar dan tanpa kendala berarti.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Alhamdulillah, pada 27 Desember lalu instalasi bedah RSUD Muda Sedia berhasil melaksanakan enam tindakan operasi, meliputi sectio caesarea, kuretase, dan bedah umum. Seluruhnya berjalan lancar,” ujar dr. Kulsum dikutip daalam keterangan tertulis. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Selain layanan bedah, pelayanan kebidanan juga kembali berjalan normal. Relawan medis yang bertugas, dr. Muhammad Luthfiyanto, PPDS Obstetri dan Ginekologi, mengungkapkan bahwa salah satu pasien persalinan telah melahirkan dengan kondisi ibu dan bayi yang sehat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Ibu dalam kondisi baik. Bayi perempuan lahir dengan berat 3.000 gram, menangis spontan, dan direncanakan menjalani rawat gabung,” jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Hal senada disampaikan dr. Fitria Aini, PPDS Obstetri dan Ginekologi, yang turut membantu pelayanan di instalasi bedah. Ia memastikan seluruh pasien yang menjalani tindakan sectio caesarea maupun kuretase berada dalam kondisi stabil.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Seluruh pasien pascatindakan dalam keadaan baik dan telah menjalani rawat gabung bersama bayinya,” ungkap dr. Fitria.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pelayanan medis yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda. Dukungan tenaga kesehatan relawan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan bagi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/05/pascabanjir-aceh-tamiang-enam-operasi-berhasil-dilakukan-di-rsud/">Pascabanjir Aceh Tamiang, Enam Operasi Berhasil Dilakukan di RSUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/05/pascabanjir-aceh-tamiang-enam-operasi-berhasil-dilakukan-di-rsud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Keluarkan Peringatan Leptospirosis, Jangan Abaikan Gejala Ini</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/20/kemenkes-keluarkan-peringatan-leptospirosis-jangan-abaikan-gejala-ini/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/20/kemenkes-keluarkan-peringatan-leptospirosis-jangan-abaikan-gejala-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 02:13:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[KLB]]></category>
		<category><![CDATA[Leptospirosis]]></category>
		<category><![CDATA[Pascabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[PHBS]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[zoonosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang kerap muncul setelah bencana banjir dan tanah longsor. Penyakit ini sering tidak terdeteksi sejak awal karena gejalanya menyerupai demam ringan, padahal dapat berakibat serius jika penanganannya terlambat. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, drg. Murti Utami, menegaskan bahwa leptospirosis perlu menjadi perhatian khusus, terutama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/20/kemenkes-keluarkan-peringatan-leptospirosis-jangan-abaikan-gejala-ini/">Kemenkes Keluarkan Peringatan Leptospirosis, Jangan Abaikan Gejala Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang kerap muncul setelah bencana banjir dan tanah longsor. Penyakit ini sering tidak terdeteksi sejak awal karena gejalanya menyerupai demam ringan, padahal dapat berakibat serius jika penanganannya terlambat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, drg. Murti Utami, menegaskan bahwa leptospirosis perlu menjadi perhatian khusus, terutama di daerah yang terdampak banjir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Leptospirosis sering luput dikenali karena gejala awalnya terlihat ringan. Namun jika tidak segera ditangani, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi berat bahkan berujung kematian,” ujar Murti Utami.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peringatan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Nomor PV.03.03/C/5559/2025 tentang kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) leptospirosis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri <i>Leptospira</i> dan ditularkan melalui urin hewan yang terinfeksi, terutama tikus. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan air, lumpur, tanah, maupun makanan yang tercemar, kondisi yang kerap dijumpai di wilayah pascabencana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kemenkes menilai kondisi sanitasi yang memburuk, genangan air yang meluas, serta meningkatnya populasi tikus setelah banjir menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan. Selain itu, aktivitas warga yang tidak menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan rumah atau beraktivitas di area tergenang turut memperbesar peluang terpapar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Murti Utami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan tanda-tanda awal penyakit ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Apabila mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, atau mata memerah setelah kontak dengan air banjir atau lumpur, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jangan menunda hingga kondisi semakin parah,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mencegah keterlambatan diagnosis, Kemenkes juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan leptospirosis sebagai salah satu diagnosis banding pada pasien demam akut yang memiliki riwayat paparan risiko dalam dua minggu terakhir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, penguatan sistem surveilans penyakit menjadi perhatian penting. Dinas kesehatan daerah diminta aktif memantau tren kasus, melakukan pelaporan cepat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta segera melakukan penyelidikan epidemiologi jika ditemukan lonjakan kasus.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Upaya pencegahan di tingkat masyarakat pun terus ditekankan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Leptospirosis sebenarnya dapat dicegah apabila kewaspadaan dilakukan sejak dini, baik dari aspek lingkungan, perilaku masyarakat, maupun kesiapan layanan kesehatan,” pungkas Murti Utami.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/20/kemenkes-keluarkan-peringatan-leptospirosis-jangan-abaikan-gejala-ini/">Kemenkes Keluarkan Peringatan Leptospirosis, Jangan Abaikan Gejala Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/20/kemenkes-keluarkan-peringatan-leptospirosis-jangan-abaikan-gejala-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
