<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembebasan Pajak - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pembebasan-pajak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pembebasan-pajak/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Apr 2025 12:16:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pembebasan Pajak - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pembebasan-pajak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemprov DKI Jakarta Bebaskan dan Kurangi Pajak PBB 2025, Siapa Saja yang Berhak?</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/04/08/pemprov-dki-jakarta-bebaskan-dan-kurangi-pajak-pbb-2025-siapa-saja-yang-berhak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/04/08/pemprov-dki-jakarta-bebaskan-dan-kurangi-pajak-pbb-2025-siapa-saja-yang-berhak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 12:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Diskon Pajak Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Pajak Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Pajak DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[PBB-P2 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pembebasan Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Pajak Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=9423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali meluncurkan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 281 Tahun 2025 tentang Kebijakan PBB-P2 untuk Tahun 2025. Kebijakan yang mulai berlaku pada 8 April 2025 ini merupakan wujud komitmen Pemprov DKI dalam mewujudkan sistem perpajakan yang lebih adil. Insentif yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/08/pemprov-dki-jakarta-bebaskan-dan-kurangi-pajak-pbb-2025-siapa-saja-yang-berhak/">Pemprov DKI Jakarta Bebaskan dan Kurangi Pajak PBB 2025, Siapa Saja yang Berhak?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali meluncurkan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 281 Tahun 2025 tentang Kebijakan PBB-P2 untuk Tahun 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kebijakan yang mulai berlaku pada 8 April 2025 ini merupakan wujud komitmen Pemprov DKI dalam mewujudkan sistem perpajakan yang lebih adil. Insentif yang diberikan meliputi pembebasan pokok pajak, pengurangan pajak terutang tahun berjalan, keringanan pokok, serta penghapusan sanksi administratif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menegaskan bahwa pajak daerah memegang peran vital dalam mendukung pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dengan menyesuaikan beban pajak agar lebih adil dan proporsional,” ujar Lusiana, dikutip dalam laman berita jakarta pada Selasa (8/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lusiana juga menjelaskan bahwa kebijakan insentif ini bertujuan meringankan beban para wajib pajak sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan dalam membayar pajak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dengan demikian, penerimaan daerah tetap dapat dioptimalkan tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada masyarakat,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Rincian Insentif PBB-P2 Tahun 2025:</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>1. Pembebasan Pokok PBB-P2</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wajib pajak berkesempatan mendapatkan pembebasan 100% untuk PBB-P2 tahun 2025 dengan syarat berikut:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Berlaku untuk rumah tapak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maksimal Rp2 miliar atau rumah susun dengan NJOP maksimal Rp650 juta.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Wajib pajak merupakan perorangan.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Jika memiliki lebih dari satu objek, hanya satu objek dengan NJOP tertinggi yang mendapat pembebasan.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus tervalidasi dalam sistem Pajak Online.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>2. Pengurangan Pokok PBB-P2 Tahun 2025</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Insentif ini diberikan secara otomatis dengan ketentuan:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Potongan 50% bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kriteria pembebasan.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Penyesuaian nilai terutang agar tidak naik lebih dari 50% dibanding tahun pajak 2024.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>3. Keringanan Pokok PBB-P2</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemberian diskon pembayaran dilakukan sesuai periode dan tahun pajak sebagai berikut:</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>A. Tahun Pajak 2025</b></span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Diskon 10%: Pembayaran 8 April – 31 Mei 2025.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Diskon 7,5%: Pembayaran 1 Juni – 31 Juli 2025.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Diskon 5%: Pembayaran 1 Agustus – 30 September 2025.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>B. Tahun Pajak 2020–2024</b></span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li1"><span class="s1">Diskon 5% untuk pembayaran 8 April – 31 Desember 2025.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>C. Tahun Pajak 2013–2019</b></span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li1"><span class="s1">Diskon 50% berlaku hingga 31 Desember 2025.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>D. Tahun Pajak 2010–2012</b></span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li1"><span class="s1">Tambahan diskon 25% diberikan sesuai ketentuan Pergub 124/2017 hingga 31 Desember 2025.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1"><b>4. Penghapusan Sanksi Administratif</b></span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li2"><span class="s1">Pembebasan bunga angsuran diberikan untuk pembayaran angsuran PBB-P2 dalam periode 8 April – 31 Desember 2025.<br />
</span></li>
<li class="li2"><span class="s1">Penghapusan bunga keterlambatan diberikan bagi:</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Wajib pajak tahun 2013–2024 yang melunasi pada periode tersebut. Wajib pajak yang telah melunasi pokok PBB-P2, namun masih memiliki sanksi administratif yang belum dibayarkan, baik yang sudah maupun belum memiliki surat ketetapan.<br />
</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/04/08/pemprov-dki-jakarta-bebaskan-dan-kurangi-pajak-pbb-2025-siapa-saja-yang-berhak/">Pemprov DKI Jakarta Bebaskan dan Kurangi Pajak PBB 2025, Siapa Saja yang Berhak?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/04/08/pemprov-dki-jakarta-bebaskan-dan-kurangi-pajak-pbb-2025-siapa-saja-yang-berhak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DJP Tegaskan Buku Bebas PPN, Kecuali yang Langgar Hukum</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/26/djp-tegaskan-buku-bebas-ppn-kecuali-yang-langgar-hukum/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/26/djp-tegaskan-buku-bebas-ppn-kecuali-yang-langgar-hukum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 16:04:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan PPN Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Bebas PPN]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Digital dan Cetak]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Pelajaran Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DJP Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pembebasan Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[PMK 5/2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa semua buku, cetak maupun digital, dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, pengecualian berlaku untuk buku yang melanggar hukum, seperti mengandung unsur bertentangan dengan Pancasila, diskriminasi, pornografi, dan ujaran kebencian. &#8220;Sesuai dengan PMK Nomor 5/PMK.010/2020, semua buku pelajaran umum, baik dalam bentuk cetak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/26/djp-tegaskan-buku-bebas-ppn-kecuali-yang-langgar-hukum/">DJP Tegaskan Buku Bebas PPN, Kecuali yang Langgar Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa semua buku, cetak maupun digital, dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, pengecualian berlaku untuk buku yang melanggar hukum, seperti mengandung unsur bertentangan dengan Pancasila, diskriminasi, pornografi, dan ujaran kebencian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sesuai dengan PMK Nomor 5/PMK.010/2020, semua buku pelajaran umum, baik dalam bentuk cetak maupun digital, bebas PPN,&#8221; ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, di Jakarta, seperti dikutip dalam laman antara, Selasa (26/11)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dwi menambahkan, buku yang dianggap melanggar hukum harus melalui proses hukum terlebih dahulu. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Pembuktian unsur pelanggaran tersebut hanya dapat ditetapkan melalui putusan pengadilan. Sepanjang tidak ada putusan pengadilan, semua buku tetap bebas PPN,&#8221; imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam Pasal 1 PMK 5/2020, buku didefinisikan sebagai karya tulis atau gambar yang diterbitkan, baik berupa cetakan berjilid maupun publikasi elektronik. Pasal 2 aturan ini merinci bahwa impor atau penyerahan buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama dibebaskan dari PPN.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Buku pelajaran umum yang dimaksud merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017. Buku pendidikan meliputi berbagai jenis pendidikan, termasuk pendidikan umum, kejuruan, akademik, vokasi, dan keagamaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Definisi lain buku pelajaran umum adalah buku yang mengandung unsur pendidikan. Buku ini harus memenuhi syarat, yakni tidak bertentangan dengan Pancasila, tidak diskriminatif berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan, maupun ujaran kebencian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">PMK 5/2020 menggantikan aturan sebelumnya, PMK 122/2013, yang membatasi pembebasan PPN hanya untuk buku tertentu. Dalam aturan lama, buku hiburan seperti komik, roman populer, musik, dan katalog tidak termasuk kategori buku yang bebas PPN. Namun, pembatasan tersebut kini tidak berlaku, selama buku tidak melanggar hukum yang berlaku.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Harapan pemerintah dengan aturan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai jenis buku, mendorong literasi, serta memastikan buku yang diedarkan di Indonesia sesuai dengan nilai-nilai hukum dan moral.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/26/djp-tegaskan-buku-bebas-ppn-kecuali-yang-langgar-hukum/">DJP Tegaskan Buku Bebas PPN, Kecuali yang Langgar Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/26/djp-tegaskan-buku-bebas-ppn-kecuali-yang-langgar-hukum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
