<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemberdayaan Desa - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pemberdayaan-desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pemberdayaan-desa/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 13:28:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Pemberdayaan Desa - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pemberdayaan-desa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Desa Mandiri di Jateng Melonjak Tajam, Kini Tembus 2.208 Desa</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/26/desa-mandiri-di-jateng-melonjak-tajam-kini-tembus-2-208-desa/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/26/desa-mandiri-di-jateng-melonjak-tajam-kini-tembus-2-208-desa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 13:28:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Dispermadesdukcapil]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Desa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan dari desa menunjukkan capaian yang signifikan. Berdasarkan hasil Indeks Desa (ID) Tahun 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengah meningkat tajam menjadi 2.208 desa. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sebanyak 1.530 desa mandiri. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/desa-mandiri-di-jateng-melonjak-tajam-kini-tembus-2-208-desa/">Desa Mandiri di Jateng Melonjak Tajam, Kini Tembus 2.208 Desa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Semarang</b> &#8211; Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan dari desa menunjukkan capaian yang signifikan. Berdasarkan hasil Indeks Desa (ID) Tahun 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengah meningkat tajam menjadi 2.208 desa. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sebanyak 1.530 desa mandiri.</p>
<p>Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan keberhasilan kebijakan pembangunan desa yang dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.</p>
<p>“Lonjakan desa mandiri ini, menunjukkan pembangunan desa di Jawa Tengah berjalan ke arah yang tepat dan semakin merata,” ujar Nadi Santoso, Minggu (25/1).</p>
<p>Ia menjelaskan, pada tahun 2025 penilaian status desa tidak lagi menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM), melainkan telah beralih ke Indeks Desa (ID). Perubahan metode tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 9 Tahun 2024, yang menghadirkan sejumlah indikator baru.</p>
<p>Dalam skema Indeks Desa, kemajuan desa dinilai melalui enam dimensi utama, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran pembangunan desa yang lebih menyeluruh dan komprehensif.</p>
<figure id="attachment_14930" aria-describedby="caption-attachment-14930" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14930" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029.jpg" alt="Desa Mandiri di Jateng Melonjak Tajam, Kini Tembus 2.208 Desa" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260125-WA0029-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-14930" class="wp-caption-text">Suasana salah satu Desa Mandiri di Provinsi Jawa Tengah. (katafoto/HO/Humas Jateng)</figcaption></figure>
<p>Dilansir dari laman jatengprov, berdasarkan data ID 2025, status desa di Jawa Tengah terdiri atas 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, serta 15 desa tertinggal. Adapun desa dengan kategori sangat tertinggal sudah tidak lagi ditemukan di wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>Nadi menuturkan, peningkatan status desa tersebut tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus didorong oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan desa.</p>
<p>Terkait masih adanya desa tertinggal, Nadi menjelaskan hal itu dipengaruhi oleh proses penyesuaian indikator akibat peralihan metode penilaian dari IDM ke ID. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan desa-desa tersebut segera naik kelas melalui pendampingan intensif dan kerja sama dengan berbagai pihak.</p>
<p>“Membangun desa itu tidak bisa dikerjakan satu OPD saja. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, semuanya, masuk dalam penilaian indeks desa. Jadi memang harus kolaboratif,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Nadi, capaian tersebut juga didukung oleh peningkatan alokasi bantuan keuangan desa dari Pemprov Jawa Tengah. Pada 2024, bantuan keuangan desa tercatat sebesar Rp1,6 triliun dan meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2025.</p>
<p>“Ini luar biasa. Bantuan keuangan dari provinsi ini hampir setara dengan dana desa dari pusat. Apalagi ketika dana desa dari pemerintah pusat mengalami penurunan, bantuan provinsi menjadi angin segar bagi desa,” katanya.</p>
<p>Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa, serta penguatan layanan dasar bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meyakini peningkatan status desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.</p>
<p>“Kita terus dorong 15 desa tertinggal ini dengan kolaborasi OPD dan stakeholder, yang konsen pada pembangunan desa. Prinsipnya, tidak boleh ada desa yang tertinggal,” bebernya.</p>
<p>Nadi menegaskan, kemajuan desa merupakan fondasi utama bagi pembangunan Jawa Tengah secara keseluruhan.</p>
<p>“Membangun Jawa Tengah harus dimulai dari desa. Ibaratnya, cahaya tidak hanya dari satu obor besar, tapi dari lilin-lilin kecil di desa. Ketika desa mandiri dan maju, pembangunan dan ekonomi daerah akan tumbuh secara berkelanjutan,” tandas Nadi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/26/desa-mandiri-di-jateng-melonjak-tajam-kini-tembus-2-208-desa/">Desa Mandiri di Jateng Melonjak Tajam, Kini Tembus 2.208 Desa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/26/desa-mandiri-di-jateng-melonjak-tajam-kini-tembus-2-208-desa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Pilar Sosial Astra Dorong Desa Tumbuh Mandiri dan Berdaya Saing</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/29/empat-pilar-sosial-astra-dorong-desa-tumbuh-mandiri-dan-berdaya-saing/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/29/empat-pilar-sosial-astra-dorong-desa-tumbuh-mandiri-dan-berdaya-saing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 08:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CSR dan ESG]]></category>
		<category><![CDATA[Astra]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sejahtera Astra]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Berseri Astra]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi Sosial Astra]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Desa]]></category>
		<category><![CDATA[SATU Indonesia Awards]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14554</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sepanjang 2025, Astra mengarahkan program kontribusi sosialnya pada penguatan masyarakat desa melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Fokus tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan bagi desa-desa di berbagai wilayah Indonesia. Keempat pilar tersebut dijalankan secara terpadu melalui sejumlah program berbasis komunitas, antara lain Semangat Astra [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/29/empat-pilar-sosial-astra-dorong-desa-tumbuh-mandiri-dan-berdaya-saing/">Empat Pilar Sosial Astra Dorong Desa Tumbuh Mandiri dan Berdaya Saing</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Sepanjang 2025, Astra mengarahkan program kontribusi sosialnya pada penguatan masyarakat desa melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Fokus tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan bagi desa-desa di berbagai wilayah Indonesia.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Keempat pilar tersebut dijalankan secara terpadu melalui sejumlah program berbasis komunitas, antara lain Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards serta program pengembangan kawasan desa melalui Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menyampaikan bahwa pendekatan pendampingan yang berkesinambungan dan kolaboratif menjadi kunci dalam membangun ketahanan komunitas desa. Menurutnya, program yang dijalankan Astra tidak hanya bertujuan menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membekali masyarakat agar siap menghadapi tantangan di masa depan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Ketika komunitas desa memiliki kapasitas, ruang berinovasi, serta peluang untuk tumbuh secara mandiri, maka dampak sosial yang dihasilkan akan lebih berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia, baik hari ini maupun ke depan,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis.</span></p>
<p><span class="s1">Hingga akhir 2025, Astra telah memberikan apresiasi SATU Indonesia Awards kepada 79 penerima tingkat nasional dan 713 penerima tingkat provinsi. Penghargaan ini menjadi bentuk dukungan Astra terhadap generasi muda yang berperan aktif sebagai penggerak perubahan di komunitasnya masing-masing.</span></p>
<figure id="attachment_14555" aria-describedby="caption-attachment-14555" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14555" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1.jpg" alt="Empat Pilar Sosial Astra Dorong Desa Tumbuh Mandiri dan Berdaya Saing" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-14555" class="wp-caption-text">Tokoh Penggerak Kampung Berseri Astra Rammang-Rammang, Zainal Abidin (tengah) berbincang bersama masyarakat dalam upaya menjaga kawasan karst Rammang-Rammang. (katafoto/HO/Astra)</figcaption></figure>
<p class="p2"><span class="s1">Sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat, para penerima SATU Indonesia Awards juga dilibatkan secara langsung dalam program Kampung dan Desa binaan Astra, sehingga inovasi dan dampak sosial yang mereka hasilkan dapat berkembang lebih luas.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Program Desa Sejahtera Astra yang diluncurkan pada 2018 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, komunitas, hingga pelaku usaha dan kelompok usaha desa. Pengembangan desa binaan difokuskan pada tiga klaster utama, yakni pertanian dan produk olahan, kelautan dan perikanan, serta wisata, kriya, dan budaya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Melalui integrasi penguatan kapasitas komunitas dan dukungan terhadap penggerak perubahan, hingga akhir 2025 Astra melalui Desa Sejahtera Astra telah menjangkau lebih dari 210 ribu penerima manfaat, mendampingi lebih dari 1.500 kampung dan desa di sejumlah provinsi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan aktivitas ekspor dengan nilai mencapai Rp411 miliar.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pada pilar kesehatan, Astra menjalankan berbagai inisiatif yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup ibu, anak, remaja, dan masyarakat sekitar. Di Desa Sejahtera Astra Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, misalnya, pengembangan desa wisata dibarengi dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, serta pengelolaan kebersihan kawasan wisata demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Di bidang pendidikan, Astra berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan ruang belajar komunitas dan peningkatan literasi. Di Desa Sejahtera Astra Bumiaji, Kota Batu, ruang belajar komunitas berfungsi sebagai pusat literasi dan penguatan kapasitas masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan literasi digital juga diperkuat, seperti di Desa Sejahtera Astra Bugisang, Klaten, Jawa Tengah, yang mampu meningkatkan pendapatan desa hingga Rp50–60 juta per tahun melalui pengembangan wisata edukasi dan perluasan pasar digital.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pada pilar lingkungan, Astra mendorong pemulihan ekosistem dan penerapan praktik berkelanjutan berbasis masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengembangan Ekowisata Nyarai di Padang Pariaman, Sumatra Barat, yang mengubah mata pencaharian warga dari pembalakan liar menjadi pemandu ekowisata. Sekitar 80 persen pelaku pembalakan beralih profesi, sehingga pelestarian hutan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sementara itu, melalui pilar kewirausahaan, Astra mendorong penguatan ekonomi lokal dengan mengembangkan potensi unggulan desa dan memperluas akses pasar. Di Desa Sejahtera Astra Semedo, Banyumas, pengembangan gula semut berbasis komunitas berhasil meningkatkan nilai jual produk hingga menembus pasar ekspor. Jumlah petani binaan pun berkembang signifikan, dari puluhan menjadi ribuan orang.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Capaian serupa juga terlihat di sejumlah desa lainnya. Desa Sejahtera Astra Purworejo berhasil mengekspor produk Coffee Wood dan Coconut Rope Dog Chew ke Eropa dan Amerika Serikat dengan nilai puluhan miliar rupiah. Di Pandeglang, Banten, ekspor perdana ikan mas sinyonya ke Vietnam turut memperkuat ekonomi desa, sementara Desa Sejahtera Astra Bajawa, Nusa Tenggara Timur, mencatat ekspor kopi ke Thailand yang melibatkan ratusan petani lokal.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/29/empat-pilar-sosial-astra-dorong-desa-tumbuh-mandiri-dan-berdaya-saing/">Empat Pilar Sosial Astra Dorong Desa Tumbuh Mandiri dan Berdaya Saing</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/29/empat-pilar-sosial-astra-dorong-desa-tumbuh-mandiri-dan-berdaya-saing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
