<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penyuluh Agama Islam - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/penyuluh-agama-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/penyuluh-agama-islam/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 12:58:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Penyuluh Agama Islam - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/penyuluh-agama-islam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pinjol hingga Judol Jadi Pemicu Perceraian Keluarga di Sukabumi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/19/pinjol-hingga-judol-jadi-pemicu-perceraian-keluarga-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/19/pinjol-hingga-judol-jadi-pemicu-perceraian-keluarga-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 12:58:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[judol]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjol]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Hijriah 1448 H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17827</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi &#8211; Sebanyak 380 penyuluh agama Islam dari Kota dan Kabupaten Sukabumi berkumpul di Pondok Pesantren Al-Ma’tuq membahas penguatan peran penyuluh dalam menjaga ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian yang terus menunjukkan tren peningkatan. Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, menegaskan bahwa ketahanan keluarga menjadi fondasi utama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/19/pinjol-hingga-judol-jadi-pemicu-perceraian-keluarga-di-sukabumi/">Pinjol hingga Judol Jadi Pemicu Perceraian Keluarga di Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Sukabumi </b>&#8211; Sebanyak 380 penyuluh agama Islam dari Kota dan Kabupaten Sukabumi berkumpul di Pondok Pesantren Al-Ma’tuq membahas penguatan peran penyuluh dalam menjaga ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian yang terus menunjukkan tren peningkatan.</p>
<p>Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, menegaskan bahwa ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan masyarakat dan bangsa.</p>
<p>Muchlis menyoroti tingginya angka perceraian di Sukabumi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Berdasarkan data Pengadilan Agama, sepanjang 2025 terdapat 4.227 perkara perceraian di Kabupaten Sukabumi dan 1.136 perkara perceraian di Kota Sukabumi.</p>
<p>Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketahanan keluarga masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.</p>
<p>“Di balik setiap angka perceraian terdapat keluarga yang retak, anak-anak yang terdampak, serta berbagai persoalan sosial yang muncul sebagai akibatnya. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi salah satu prioritas pelayanan keagamaan, dan para penyuluh agama berada di garda terdepan dalam ikhtiar tersebut,” ujar Muchlis di Sukabumi, Kamis (18/6).</p>
<p>Ia menilai penyuluh agama saat ini tidak cukup hanya menguasai teks-teks keagamaan. Mereka juga harus mampu memahami dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat agar dapat memberikan pendampingan yang relevan.</p>
<p>Karena itu, penyuluh agama perlu memperkuat pemahaman terhadap fiqh al-waqi’ atau pemahaman realitas sosial, serta fiqh al-tahawwulat yang berkaitan dengan perubahan dan transformasi sosial. Dengan bekal tersebut, dakwah dan pembinaan yang dilakukan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.</p>
<p>Muchlis menjelaskan, keluarga Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain persoalan klasik seperti lemahnya komunikasi dalam rumah tangga dan konflik keluarga, muncul pula berbagai tantangan baru yang dipengaruhi tekanan ekonomi, perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi digital, hingga ketidakpastian global.</p>
<p>Menurutnya, konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi turut memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga di Indonesia.</p>
<p>Ia juga menyoroti berbagai laporan yang menunjukkan meningkatnya kasus perceraian akibat persoalan ekonomi, utang konsumtif, pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta lemahnya ketahanan mental dan spiritual keluarga dalam menghadapi tekanan kehidupan.</p>
<p>“Penyuluh agama harus mampu membaca tanda-tanda perubahan zaman. Mereka harus hadir dengan solusi dan pendampingan yang relevan terhadap persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Tugas penyuluh hari ini bukan hanya mengajarkan hukum-hukum agama, tetapi juga memperkuat ketahanan spiritual, ketahanan moral, dan ketahanan keluarga agar masyarakat memiliki daya tahan menghadapi berbagai guncangan dan perubahan yang terjadi,” tegasnya.</p>
<p>Keluarga memiliki peran sebagai madrasah pertama dan utama dalam membentuk karakter, akhlak, serta nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, upaya memperkuat keluarga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/19/pinjol-hingga-judol-jadi-pemicu-perceraian-keluarga-di-sukabumi/">Pinjol hingga Judol Jadi Pemicu Perceraian Keluarga di Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/19/pinjol-hingga-judol-jadi-pemicu-perceraian-keluarga-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Membaca Al-Qur’an dengan Metode Ular Tangga Muroja&#8217;ah</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/06/05/belajar-membaca-al-quran-dengan-metode-ular-tangga-murojaah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/06/05/belajar-membaca-al-quran-dengan-metode-ular-tangga-murojaah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 02:19:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Subawaihin]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Baca Al-Qur’an]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Ular Tangga Muroja’ah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[TPQ Hikmatun Balighah]]></category>
		<category><![CDATA[Ular Tangga Muroja’ah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=2537</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mempawah &#8211; Imam Subawaihin, seorang Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Mempawah sekaligus Ketua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hikmatun Balighah di Desa Sungai Bakau Besar Laut, menggunakan metode unik dalam mengajarkan Al-Qur’an. Marakna gadget yang digandrungi anak-anak, dimanfaatkan olehnya untuk mengajarkan Al-Qur&#8217;an dengan metode &#8216;Ular Tangga Muroja&#8217;ah&#8217;. &#8220;Saya berpikir hingga menemukan Ular Tangga Muroja&#8217;ah ini. Niatnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/05/belajar-membaca-al-quran-dengan-metode-ular-tangga-murojaah/">Belajar Membaca Al-Qur’an dengan Metode Ular Tangga Muroja&#8217;ah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Mempawah</b> &#8211; Imam Subawaihin, seorang Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Mempawah sekaligus Ketua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hikmatun Balighah di Desa Sungai Bakau Besar Laut, menggunakan metode unik dalam mengajarkan Al-Qur’an. Marakna gadget yang digandrungi anak-anak, dimanfaatkan olehnya untuk mengajarkan Al-Qur&#8217;an dengan metode &#8216;Ular Tangga Muroja&#8217;ah&#8217;.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saya berpikir hingga menemukan Ular Tangga Muroja&#8217;ah ini. Niatnya mengajak anak-anak belajar sambil bermain, agar mereka tidak cepat bosan sekaligus mengenalkan permainan tradisional,&#8221; ujarnya di Mempawah, Selasa (4/6/2024).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam metode Ular Tangga Muroja&#8217;ah, anak-anak dilatih untuk bersosialisasi, berkompetisi, dan mengingat materi pembelajaran. Selain mengenalkan aksara Arab pada papan permainan, ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan.</span></p>
<figure id="attachment_2535" aria-describedby="caption-attachment-2535" style="width: 776px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2535" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2.jpg" alt="" width="776" height="588" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2.jpg 776w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-300x227.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-768x582.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-150x114.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-600x455.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-696x527.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-554x420.jpg 554w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-80x60.jpg 80w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular2-160x120.jpg 160w" sizes="(max-width: 776px) 100vw, 776px" /><figcaption id="caption-attachment-2535" class="wp-caption-text">Penyuluh Agama Islam, Imam Subawaihin memberikan bimbingan metode Ular Tangga Muroja’ah dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada siswa di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kalimantan Barat, Selasa (4/6/2024). (katafoto/HO/Kemenag)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Misalnya, jika dadunya sampai di angka tertentu, anak tersebut diminta membaca doa berbagai niat shalat dan hukum bacaan tajwid,&#8221; imbuhnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Atas inovasi kreatifnya ini, Imam Subawaihin berhasil memenangkan Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024. Imam Subawaihin unggul di kategori Literasi Al-Qur&#8217;an dan mewakili Kemenag Provinsi Kalimantan Barat di tingkat nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kemenangan itu bonus saja,<span class="Apple-converted-space">  </span>yang terpenting anak-anak rajin mengaji dan berakhlak mulia. Maju di tingkat nasional, semoga inovasi ini lebih luas jangkauan manfaatnya,&#8221; imbuhhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Imam Subawaihin mendirikan TPQ Hikmatun Balighah pada 2016, beberapa tahun setelah lulus dari Pondok Pesantren Tebuireng. TPQ yang berdiri di Desa Sungai Bakau Besar Laut ini buka setiap hari kecuali Jumat.</span></p>
<figure id="attachment_2536" aria-describedby="caption-attachment-2536" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2536" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3.jpg" alt="" width="1080" height="720" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3.jpg 1080w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/06/Metode-Ular3-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-2536" class="wp-caption-text">Metode Ular Tangga Muroja’ah untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada siswa di Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kalimantan Barat, Selasa (4/6/2024). (katafoto/HO/Kemenag)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Di komplek bangunan dua lantai yang kelak juga dijadikan pondok pesantren ini, Imam Subawaihin mulai mengajar mulai pukul 14.00 WIB. Tidak hanya teori agama, pria yang merupakan Mustasyar Ranging NU SBBL ini juga mengajarkan praktik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Masuk pukul 14.30 &#8211; 16.30 WIB. Pertama, santri diajar mengaji dulu.<span class="Apple-converted-space">  </span>Ada yang sudah iqro&#8217;, ada juga yang sudah Al-Qur&#8217;an. Setelah belajar semua, santri diajak salat Asar berjemaah,&#8221; ungkap pria ini dilansir dari laman kemenag</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Imam Subawaihin menambahkan, pembiasaan praktik salat dan ibadah lainnya sangat penting. Terlebih, katanya, ibadah terbukti bisa mengembangkan karakter anak-anak menjadi lebih baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Selain melaksanakan perintah Allah, pembiasaan ibadah ini membuat anak-anak lebih hidup bersih, sabar, taat, disiplin, dan lebih siap menghadapi kehidupan,” tutupnya berharap.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/06/05/belajar-membaca-al-quran-dengan-metode-ular-tangga-murojaah/">Belajar Membaca Al-Qur’an dengan Metode Ular Tangga Muroja&#8217;ah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/06/05/belajar-membaca-al-quran-dengan-metode-ular-tangga-murojaah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
