<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peternakan - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/peternakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/peternakan/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 06:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>peternakan - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/peternakan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kementan Bongkar Penyebab Harga Telur Jatuh di Tingkat Peternak</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/13/kementan-bongkar-penyebab-harga-telur-jatuh-di-tingkat-peternak/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/13/kementan-bongkar-penyebab-harga-telur-jatuh-di-tingkat-peternak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 06:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Telur]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Surplus Telur]]></category>
		<category><![CDATA[Telur Ayam Ras]]></category>
		<category><![CDATA[Tengkulak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) menilai anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak hingga mencapai Rp22.500 per kilogram dipengaruhi permainan harga oleh middleman atau tengkulak di tengah kondisi pasokan nasional yang melimpah. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan harga acuan pembelian (HAP) telur di tingkat produsen seharusnya berada di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/13/kementan-bongkar-penyebab-harga-telur-jatuh-di-tingkat-peternak/">Kementan Bongkar Penyebab Harga Telur Jatuh di Tingkat Peternak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) menilai anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak hingga mencapai Rp22.500 per kilogram dipengaruhi permainan harga oleh middleman atau tengkulak di tengah kondisi pasokan nasional yang melimpah.</p>
<p>Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan harga acuan pembelian (HAP) telur di tingkat produsen seharusnya berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.</p>
<p>Menurut Agung, penurunan harga telur dipicu tingginya produksi nasional. Pada 2026, produksi telur diperkirakan mencapai 7,3 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka sekitar 6 juta ton.</p>
<p>“Sehingga masih ada surplus secara nasional itu sekitar 800.000 ton atau sekitar 13% dari kebutuhan nasional,” ujar Agung usai rapat bersama asosiasi dan peternak di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).</p>
<p>Ia menilai surplus produksi sebesar 13 persen sebenarnya masih dapat dikendalikan. Namun, kondisi di lapangan diperburuk oleh praktik permainan harga yang dilakukan oleh pihak perantara. Sebagian peternak memilih menjual telur dengan harga rendah karena telur merupakan komoditas yang diproduksi setiap hari sehingga stok terus bertambah dan harus segera dipasarkan.</p>
<p>“Harga ini dibentuk oleh mekanisme pasar. Artinya 98% peternak petelur itu rakyat dan di situlah letak harga itu terbentuk. Jadi kalau ada peternak yang mau jual Rp19.000 dan ada yang jual Rp23.000, tentu Rp19.000 yang dipilih oleh middleman. Padahal dijualnya di harga konsumennya relatif tidak turun juga,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini, rata-rata harga telur nasional di tingkat peternak berada di kisaran Rp24.500 per kilogram. Penurunan harga paling signifikan terjadi di sejumlah daerah sentra produksi telur seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.</p>
<p>Melalui konsolidasi bersama asosiasi peternak dan koperasi, Kementan meminta seluruh pelaku usaha menjaga stabilitas harga telur agar kembali mendekati harga acuan pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/13/kementan-bongkar-penyebab-harga-telur-jatuh-di-tingkat-peternak/">Kementan Bongkar Penyebab Harga Telur Jatuh di Tingkat Peternak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/13/kementan-bongkar-penyebab-harga-telur-jatuh-di-tingkat-peternak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ditawar Rp180 Juta, Sapi Raksasa Ini Unjuk Gigi di Parade Ternak Banyuwangi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/07/ditawar-rp180-juta-sapi-raksasa-ini-unjuk-gigi-di-parade-ternak-banyuwangi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/07/ditawar-rp180-juta-sapi-raksasa-ini-unjuk-gigi-di-parade-ternak-banyuwangi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 00:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Belgian Blue]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Enzo Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Jumbo]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Simental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyuwangi &#8211; Ratusan sapi berukuran jumbo meramaikan Parade Ternak dalam rangkaian Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 Banyuwangi. Kegiatan yang digelar di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo ini menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi sektor peternakan di daerah tersebut. Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026, dengan menampilkan sekitar 120 hewan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/07/ditawar-rp180-juta-sapi-raksasa-ini-unjuk-gigi-di-parade-ternak-banyuwangi/">Ditawar Rp180 Juta, Sapi Raksasa Ini Unjuk Gigi di Parade Ternak Banyuwangi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Banyuwangi </b>&#8211; Ratusan sapi berukuran jumbo meramaikan Parade Ternak dalam rangkaian Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 Banyuwangi. Kegiatan yang digelar di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo ini menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi sektor peternakan di daerah tersebut.</p>
<p>Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026, dengan menampilkan sekitar 120 hewan ternak unggulan. Beragam jenis sapi seperti simental, limosin, hingga Belgian Blue dipamerkan, bersama hewan ternak lain seperti kambing, kelinci, dan ayam.</p>
<p>Parade ternak menghadirkan sapi-sapi unggulan dari berbagai kecamatan. Selain dinilai dari bobot dan kualitas, hewan-hewan tersebut juga tampil atraktif dengan beragam kostum, mulai dari mahkota, aksesori manik-manik, hingga ornamen bernuansa budaya lokal seperti tari Gandrung.</p>
<p>Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari kontingen Kecamatan Tegalsari yang menampilkan sapi ras simental berbobot lebih dari satu ton serta sapi calon kereman dengan bobot di atas 700 kilogram.</p>
<p>Kedua sapi tersebut merupakan milik peternak M. Adam dari Enzo Farm. Dalam kontes tahun ini, keduanya berhasil meraih juara di kategori berbeda. Sapi bernama Max Mojo dengan bobot 1.136 kilogram keluar sebagai juara kategori ekstrem, sementara Angkas Timur menjadi juara pada kategori calon kereman.</p>
<p>“Senang sekali semuanya bisa menjadi juara,” ujar Adam.</p>
<p>Sapi-sapi dari peternakannya mulai banyak diminati pasar, terutama menjelang Idul Adha. Salah satu sapinya bahkan telah mendapatkan penawaran hingga Rp180 juta, meski belum dilepas karena harga dinilai belum sesuai.</p>
<p>“Sudah ada yang menawar Rp180 juta, tapi belum saya lepas karena belum cocok,” katanya.</p>
<p>Adam juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sapi dari peternakannya pernah dibeli oleh Presiden dan Wakil Presiden dengan bobot lebih dari satu ton.</p>
<p>Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menilai kegiatan ini tidak hanya sebatas kontes, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi sektor peternakan daerah.</p>
<p>“Ini menjadi ajang promosi potensi peternakan Banyuwangi. Dengan diparadekan seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung kualitas ternak yang ada,” ujar Mujiono.</p>
<p>Ia menambahkan, parade ternak juga membuka peluang bagi para peternak untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing peternak lokal.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/07/ditawar-rp180-juta-sapi-raksasa-ini-unjuk-gigi-di-parade-ternak-banyuwangi/">Ditawar Rp180 Juta, Sapi Raksasa Ini Unjuk Gigi di Parade Ternak Banyuwangi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/07/ditawar-rp180-juta-sapi-raksasa-ini-unjuk-gigi-di-parade-ternak-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Healing Jadi Andalan, Daging di Jateng Dipastikan Aman dan Melimpah</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/16/healing-jadi-andalan-daging-di-jateng-dipastikan-aman-dan-melimpah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/16/healing-jadi-andalan-daging-di-jateng-dipastikan-aman-dan-melimpah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 04:28:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[peternak]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15986</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak tetap aman dari ancaman penyakit. Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah menghadirkan layanan kesehatan hewan keliling melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa populasi ternak di wilayahnya mencapai sekitar 6 juta ekor. Selain mampu memenuhi kebutuhan protein hewani di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/16/healing-jadi-andalan-daging-di-jateng-dipastikan-aman-dan-melimpah/">Healing Jadi Andalan, Daging di Jateng Dipastikan Aman dan Melimpah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Semarang</b> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak tetap aman dari ancaman penyakit. Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah menghadirkan layanan kesehatan hewan keliling melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa populasi ternak di wilayahnya mencapai sekitar 6 juta ekor. Selain mampu memenuhi kebutuhan protein hewani di 35 kabupaten/kota, produksi daging, telur, dan susu dari Jawa Tengah juga berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Program Healing sendiri memberikan berbagai layanan gratis, mulai dari pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan. Selain itu, tersedia pula bantuan pakan bagi ternak yang terdampak bencana, serta dukungan teknologi seperti ultrasonografi mobile.</p>
<p>“Kita melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Populasi ternak Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor. Artinya besar sekali. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak,” ujar Luthfi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4).</p>
<p>Terkait produksi, ia menyebut Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal. Pada 2024, kontribusi produksi daging dari provinsi ini mencapai 18,83 persen dari kebutuhan nasional atau menempati posisi kedua secara nasional. Sementara itu, produksi telur menyumbang 13,1 persen dan susu sebesar 9,4 persen.</p>
<figure id="attachment_15987" aria-describedby="caption-attachment-15987" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15987" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1.jpg" alt="Healing Jadi Andalan, Daging di Jateng Dipastikan Aman dan Melimpah" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0071-scaled-1-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15987" class="wp-caption-text">Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Dinas Pertanian dan Peternakan saat meninjau layanan kesehatan hewan keliling melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing di di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). (katafoto/HO/Diskomdigi Jateng)</figcaption></figure>
<p>“Swasembada daging di Provinsi Jawa Tengah sangat mencukupi. Bahkan, penyembelihan di provinsi lain, di tempat kita. Meski kalkulasi dari peternak menurun, tapi tidak mempengaruhi kebutuhan daging di tempat kita,” imbuhnya dikutip dari laman jatengprov.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak), Defransisco Dasilva Tavares, turut menegaskan bahwa kebutuhan daging menjelang Iduladha diperkirakan sekitar 9 persen dari total populasi ternak.</p>
<p>Untuk kebutuhan harian, pihaknya telah menghitung ketersediaan pasokan, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut produksi unggas di Jawa Tengah mencapai sekitar 732 juta ekor.</p>
<p>Program Healing juga berperan penting dalam pengendalian penyakit ternak. Saat ini, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah sudah semakin terkendali, dengan total kasus hanya sekitar 10 ekor dan telah ditangani tenaga medis.</p>
<p>“Untuk Iduladha saja, saya menghitung kurang lebih 9 persen dari sekitar 6,3 juta total populasi. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami antisipasi, termasuk MBG dan SPPG, semuanya sudah dihitung. Jateng itu over suplai, unggas saja punya 732 juta ekor,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, pemerintah juga mendorong kemitraan antara peternak dan berbagai pihak yang membutuhkan pasokan, agar tercipta nilai tambah dalam ekosistem peternakan di Jawa Tengah.</p>
<p>Salah satu peternak di Desa Krikilan, Agus Kiswanto, mengapresiasi program Healing karena dinilai sangat membantu, terutama menjelang Iduladha.</p>
<p>“Harapannya, sering-sering ada program seperti ini, khususnya untuk sapi dan kambing. Biar peternak kecil seperti saya bisa terlindungi. Apalagi tahun kemarin ada PMK yang sangat merugikan petani,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/16/healing-jadi-andalan-daging-di-jateng-dipastikan-aman-dan-melimpah/">Healing Jadi Andalan, Daging di Jateng Dipastikan Aman dan Melimpah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/16/healing-jadi-andalan-daging-di-jateng-dipastikan-aman-dan-melimpah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/07/25/dharma-jaya-datangkan-750-sapi-australia-tahap-kedua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/07/25/dharma-jaya-datangkan-750-sapi-australia-tahap-kedua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 03:38:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AGRIBISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi daging]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan DKI]]></category>
		<category><![CDATA[penggemukan sapi]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[sapi Australia]]></category>
		<category><![CDATA[sapi impor]]></category>
		<category><![CDATA[stok daging]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Perumda Dharma Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di DKI Jakarta dengan mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025. Kedatangan ini merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan 5.000 ekor sapi impor yang ditargetkan rampung sepanjang tahun 2025. Total 1.250 ekor sapi impor kini telah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/25/dharma-jaya-datangkan-750-sapi-australia-tahap-kedua/">Dharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Perumda Dharma Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di DKI Jakarta dengan mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedatangan ini merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan 5.000 ekor sapi impor yang ditargetkan rampung sepanjang tahun 2025. Total 1.250 ekor sapi impor kini telah berada di fasilitas penggemukan Dharma Jaya di Serang, Banten.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa pengadaan 750 ekor sapi ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah mendatangkan 500 ekor sapi pada awal Mei lalu. Setelah melalui masa penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi pada tahap pertama kini memasuki masa siap jual.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Proses penggemukannya serupa dengan tahap sebelumnya. Sapi-sapi ini akan menjalani penggemukan selama tiga hingga empat bulan di kandang kami di Serang sebelum dijual dalam bentuk hidup,” kata Raditya,<span class="Apple-converted-space">  </span>dikutip dari laman berita jakarta pada Kamis (24/7).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Dukung Populasi Sapi Lokal dan Permintaan Pasar</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Raditya menjelaskan, pada tahap kedua ini Dharma Jaya mendatangkan 711 ekor jenis <i>feeder steer</i> dan <i>bull</i>, serta 39 ekor <i>productive heifer</i>. Sapi <i>feeder steer</i> dan <i>bull</i> akan dijual sebagai sapi potong setelah penggemukan, sementara <i>productive heifer</i> akan dikembangkan dalam program budidaya untuk mendukung peningkatan populasi sapi lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sapi jantan kami rawat agar berat badannya meningkat setiap hari demi menambah nilai jual. Sedangkan sapi betina akan kami ternakkan dan dikembangkan hingga mencapai empat siklus produktif,” lanjut Raditya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menyebutkan, seluruh sapi impor tahap pertama sudah terjual ke pelanggan tetap, di antaranya rumah potong hewan (RPH) di Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi. Setiap pelanggan rutin memesan hingga 50 ekor per bulan. Untuk tahap kedua, sapi-sapi sudah mulai dipesan meski masih menjalani masa penggemukan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Efek Ekonomi Ganda dari Program Penggemukan</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, menambahkan bahwa penggemukan sapi bukan sekadar kegiatan jual-beli, melainkan menciptakan efek ekonomi yang luas. Mulai dari pembelian pakan, penyerapan tenaga kerja untuk perawatan, hingga distribusi, seluruh proses turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penggemukan menciptakan mata rantai ekonomi yang nyata. Tenaga kerja terserap, kebutuhan pakan meningkat, dan distribusi menjadi peluang usaha. Ini semua berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kandang,” ujar Irwan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga mengungkapkan bahwa pengiriman tahap ketiga sapi impor dari Australia dijadwalkan tiba pada awal September 2025, dan langsung dikirim ke kandang penggemukan di Serang yang mampu menampung hingga 3.000 ekor.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pengiriman secara bertahap membuat proses penggemukan berjalan maksimal, dan distribusi ke pasar tetap terkendali. Dengan strategi ini, kami dapat menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging sapi di wilayah DKI Jakarta,” pungkas Irwan.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/07/25/dharma-jaya-datangkan-750-sapi-australia-tahap-kedua/">Dharma Jaya Datangkan 750 Sapi Australia Tahap Kedua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/07/25/dharma-jaya-datangkan-750-sapi-australia-tahap-kedua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
