<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Denera - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/pt-denera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/pt-denera/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 14:42:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>PT Denera - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/pt-denera/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Kunci Sukses Waste-to-Energy di Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/02/tak-cukup-andalkan-teknologi-ini-kunci-sukses-waste-to-energy-di-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/02/tak-cukup-andalkan-teknologi-ini-kunci-sukses-waste-to-energy-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 14:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CSR dan ESG]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[PSEL]]></category>
		<category><![CDATA[PT Denera]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Jadi Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Social Investment Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Waste to Energy]]></category>
		<category><![CDATA[WtE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18123</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sustainability Provocateur sekaligus Founder Social Investment Indonesia, Jalal, menilai teknologi Waste-to-Energy (WtE) memiliki potensi menjadi salah satu solusi dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Namun, ia menegaskan teknologi tersebut tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Menurut Jalal, volume sampah yang terus meningkat di berbagai daerah membutuhkan strategi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/02/tak-cukup-andalkan-teknologi-ini-kunci-sukses-waste-to-energy-di-indonesia/">Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Kunci Sukses Waste-to-Energy di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Sustainability Provocateur sekaligus Founder Social Investment Indonesia, Jalal, menilai teknologi Waste-to-Energy (WtE) memiliki potensi menjadi salah satu solusi dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Namun, ia menegaskan teknologi tersebut tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia.</p>
<p>Menurut Jalal, volume sampah yang terus meningkat di berbagai daerah membutuhkan strategi yang menyeluruh dengan melibatkan berbagai pendekatan yang saling melengkapi.</p>
<p>&#8220;Waste-to-Energy dapat menjadi bagian yang sah dari solusi pengelolaan sampah Indonesia, tetapi tidak boleh diposisikan sebagai solusi tunggal. Keberhasilannya sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya, keterlibatan masyarakat terdampak, integrasi pemulung, serta transparansi pengelolaan lingkungan yang dapat diverifikasi publik,&#8221; kata Jalal saat diwawancarai melalui telepon, Jumat (26/6).</p>
<p>Ia menjelaskan, penolakan terhadap pembangunan fasilitas WtE tidak akan menghilangkan persoalan sampah yang terus bertambah setiap hari. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan melalui berbagai metode yang terintegrasi.</p>
<p>&#8220;Mulai dari pengurangan timbulan sampah, daur ulang, pengomposan, dan pemanfaatan residu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jalal menilai tantangan utama pengelolaan sampah di Indonesia bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga karakteristik sampah yang didominasi limbah organik dengan kadar air tinggi. Oleh sebab itu, pembangunan fasilitas WtE perlu dibarengi dengan penguatan budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga, kawasan komersial, hingga sektor industri.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat yang terdampak secara bermakna (meaningful engagement) dalam setiap tahapan proyek WtE. Menurutnya, masyarakat harus memperoleh manfaat ekologis, ekonomi, maupun sosial dari pembangunan fasilitas tersebut.</p>
<p>&#8220;Partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas dalam proses perizinan. Warga sekitar harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, mendapatkan akses terhadap informasi emisi secara terbuka, serta memperoleh manfaat nyata dari proyek yang dibangun. Tanpa itu, WtE berpotensi kehilangan legitimasi sosial yang justru menjadi fondasi keberlanjutannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Jalal menyebut pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa teknologi WtE dapat beroperasi secara aman apabila didukung regulasi yang kuat, sistem pengawasan yang transparan, serta tata kelola pengelolaan sampah yang efektif.</p>
<p>Ia meyakini, apabila pendekatan serupa diterapkan di Indonesia, WtE dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), tanpa hanya mengandalkan kecanggihan teknologi.</p>
<p>&#8220;WtE juga mampu menekan risiko emisi metana, dan mendukung target pengelolaan sampah nasional yang lebih adil dan berkelanjutan, namun hanya apabila berbagai safeguards lingkungan dan sosial yang kokoh bisa benar-benar ditegakkan,&#8221; kata Jalal.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah, Chief Executive Officer Denera sekaligus Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi Waste-to-Energy membutuhkan lebih dari sekadar teknologi modern. Menurutnya, tata kelola yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan proyek.</p>
<p>Fadli mengatakan penerapan prinsip governance yang ketat menjadi prioritas dalam setiap pengembangan proyek WtE.</p>
<p>&#8220;Pertama, kami menjaga tata kelola dengan sangat ketat. Kedua, kami belajar dari negara-negara lain dan menarik investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Ketiga, kami memastikan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak lokal berjalan dengan baik, termasuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung berbagai upaya penanganan sampah yang sedang dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah kini telah menjadi tantangan lintas generasi yang membutuhkan partisipasi semua pihak.</p>
<p>&#8220;Kami dengan kerendahan hati mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap upaya penanganan sampah, baik di skala kecil maupun skala besar, dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan sampah hingga penerapan berbagai teknologi, baik teknologi yang sudah lama digunakan maupun teknologi yang lebih baru. Karena isu sampah bukan lagi sekadar persoalan hari ini. Persoalan ini sudah menjadi isu generasional dan telah berkembang menjadi isu sosial yang akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan. Mari kita bersama-sama mendukung setiap upaya yang dapat menjadi solusi bagi persoalan sampah di Indonesia,&#8221; kata Fadli.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/02/tak-cukup-andalkan-teknologi-ini-kunci-sukses-waste-to-energy-di-indonesia/">Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Kunci Sukses Waste-to-Energy di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/02/tak-cukup-andalkan-teknologi-ini-kunci-sukses-waste-to-energy-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
