<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rashdul Kiblat - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/rashdul-kiblat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/rashdul-kiblat/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 10:28:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Rashdul Kiblat - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/rashdul-kiblat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fenomena Rashdul Kiblat Kembali Terjadi, Begini Cara Menentukan Arah Kiblat</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/25/fenomena-rashdul-kiblat-kembali-terjadi-begini-cara-menentukan-arah-kiblat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/25/fenomena-rashdul-kiblat-kembali-terjadi-begini-cara-menentukan-arah-kiblat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Arah Kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[Astronomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Falak]]></category>
		<category><![CDATA[Istiwa Azam]]></category>
		<category><![CDATA[Ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[Kiblat Salat]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Penentuan Kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[Rashdul Kiblat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau yang dikenal juga sebagai Istiwa A‘zam akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Pada momen tersebut, posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan penunjuk arah kiblat secara alami. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/25/fenomena-rashdul-kiblat-kembali-terjadi-begini-cara-menentukan-arah-kiblat/">Fenomena Rashdul Kiblat Kembali Terjadi, Begini Cara Menentukan Arah Kiblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau yang dikenal juga sebagai Istiwa A‘zam akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Pada momen tersebut, posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan penunjuk arah kiblat secara alami.</p>
<p>Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan fenomena ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri dari rumah.</p>
<p>“Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri. Ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah, arah bayangan benda tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat,” ujar Arsad di Jakarta, Senin (25/5).</p>
<p>Berdasarkan data astronomi, fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026 sekitar pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Pada waktu tersebut, matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga dapat menjadi acuan alami dalam menentukan arah kiblat.</p>
<p>Menurut Arsad, metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu pendekatan ilmu falak yang telah lama digunakan dalam proses verifikasi arah kiblat, selain memakai kompas, teodolit, maupun aplikasi digital berbasis satelit.</p>
<p>“Fenomena ini bersifat konfirmatif. Jika arah kiblat yang digunakan selama ini sudah tepat, maka Rashdul Kiblat akan memperkuat ketepatan tersebut. Namun jika masih ada keraguan, ini menjadi waktu yang ideal untuk melakukan pengecekan kembali,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengecekan arah kiblat berjalan akurat. Salah satunya memastikan benda yang dijadikan patokan benar-benar berdiri tegak lurus, yang bisa dibantu menggunakan lot atau bandul.</p>
<p>Selain itu, permukaan lokasi pengecekan harus datar dan rata agar bayangan yang terbentuk tidak mengalami distorsi. Arsad juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan acuan waktu resmi dari BMKG, RRI, atau layanan penunjuk waktu terpercaya lainnya.</p>
<p>“Ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam pengukuran arah kiblat. Selisih beberapa menit saja dapat memengaruhi arah bayangan yang terbentuk,” jelas Arsad.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menilai fenomena Rashdul Kiblat memiliki nilai edukasi karena memperlihatkan hubungan antara praktik ibadah dan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan pendekatan astronomi dalam menentukan arah kiblat membuktikan bahwa praktik keagamaan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sains modern.</p>
<p>Arsad berharap masyarakat dapat memanfaatkan fenomena tersebut secara optimal, baik untuk kebutuhan pribadi maupun fasilitas umum seperti masjid, musala, sekolah, hingga pesantren.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini dengan baik sebagai ikhtiar menjaga ketepatan arah kiblat sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan,” tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/25/fenomena-rashdul-kiblat-kembali-terjadi-begini-cara-menentukan-arah-kiblat/">Fenomena Rashdul Kiblat Kembali Terjadi, Begini Cara Menentukan Arah Kiblat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/25/fenomena-rashdul-kiblat-kembali-terjadi-begini-cara-menentukan-arah-kiblat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Segera Cek Arah Kiblat, Matahari Akan Melintas di Atas Ka’bah</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/07/14/segera-cek-arah-kiblat-matahari-akan-melintas-di-atas-kabah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/07/14/segera-cek-arah-kiblat-matahari-akan-melintas-di-atas-kabah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 02:56:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat berubah]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena Istiwa A’zam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[matahari melintas di atas Ka’bah]]></category>
		<category><![CDATA[momen Istiwa A’zam]]></category>
		<category><![CDATA[Rashdul Kiblat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=3320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Muslim Indonesia untuk mengecek arah kiblat pada tanggal 15 dan 16 Juli 2024. Imbauan tersebut disampaikan karena fenomena Istiwa A’zam atau matahari melintas di atas Ka’bah. Pada momen tersebut, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah membelakangi arah kiblat. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/07/14/segera-cek-arah-kiblat-matahari-akan-melintas-di-atas-kabah/">Segera Cek Arah Kiblat, Matahari Akan Melintas di Atas Ka’bah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Muslim Indonesia untuk mengecek arah kiblat pada tanggal 15 dan 16 Juli 2024. Imbauan tersebut disampaikan karena fenomena <i>Istiwa A’zam </i>atau matahari melintas di atas Ka’bah. Pada momen tersebut, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah membelakangi arah kiblat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan, berdasarkan astronomi ilmu falak, terdapat sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat. Teknik tersebut di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah atau <i>Istiwa A&#8217;zam</i>.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Peristiwa <i>Istiwa A&#8217;zam</i> atau <i>Rashdul Kiblat </i>kemungkinan akan terjadi pada Senin dan Selasa, 15 dan 16 Juli 2024 bertepatan dengan 9 dan 10 Muharam 1446 H, pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Pada waktu tersebut, matahari akan melintas tepat di atas Ka&#8217;bah,&#8221;<span class="Apple-converted-space">  </span>ujar Adib di Jakarta, Kamis (11/7/2024) seperti dikutip dari laman kemenag.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adib mengatakan, fenomena tersebut menjadi momentum bagi umat muslim agar melakukan pengukuran atau kalibrasi arah kiblat tanpa menggunakan alat atau keterampilan khusus. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Di saat <i>Istiwa’ A‘zam</i>, siapa saja, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi khusus, bisa ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” imbuh Adib.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Apabila momen <i>Istiwa’ A‘zam</i> bersifat konfirmatif sudah benar makan akan menegaskan kebenaran arah kiblat dan jika ada keraguan, maka ada kesempatan untuk memverifikasi arah kiblat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adib menjelaskan, hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat pada momen Istiwa A&#8217;zam atau Rashdul Kiblat:</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan Lot/Bandul.<br />
2. Permukaan dasar harus datar dan rata.<br />
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/07/14/segera-cek-arah-kiblat-matahari-akan-melintas-di-atas-kabah/">Segera Cek Arah Kiblat, Matahari Akan Melintas di Atas Ka’bah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/07/14/segera-cek-arah-kiblat-matahari-akan-melintas-di-atas-kabah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
