<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sidang Isbat - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/sidang-isbat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/sidang-isbat/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 15:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Sidang Isbat - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/sidang-isbat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Iduladha Jatuh pada 27 Mei 2026, Ini Pesan Menag untuk Umat Muslim</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/17/iduladha-jatuh-pada-27-mei-2026-ini-pesan-menag-untuk-umat-muslim/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/17/iduladha-jatuh-pada-27-mei-2026-ini-pesan-menag-untuk-umat-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 13:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[1 Zulhijah 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal Zulhijah]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Iduladha]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Tarwiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 H akan diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan itu diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/17/iduladha-jatuh-pada-27-mei-2026-ini-pesan-menag-untuk-umat-muslim/">Iduladha Jatuh pada 27 Mei 2026, Ini Pesan Menag untuk Umat Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 H akan diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.</p>
<p>Keputusan itu diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5).</p>
<p>Penetapan awal Zulhijah dilakukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal yang dipantau di sejumlah wilayah di Indonesia. Sidang Isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan dihadiri perwakilan organisasi masyarakat Islam, Komisi VIII DPR RI, BMKG, BRIN, para ahli astronomi, hingga instansi terkait lainnya.</p>
<p>Menteri Agama menjelaskan bahwa posisi hilal saat pemantauan berada pada ketinggian antara 3 derajat 17 menit 33 detik hingga 6 derajat 56 menit 58 detik. Sementara sudut elongasi tercatat berada di kisaran 8 derajat 54 menit 49 detik hingga 10 derajat 37 menit 7 detik.</p>
<p>Kementerian Agama juga menggelar rukyatul hilal di 88 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Dari hasil laporan yang diterima, hilal dinyatakan terlihat oleh dua perukyat, yakni KH S Azka dan Zarkasi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Keduanya telah diambil sumpah oleh hakim Pengadilan Agama setempat.</p>
<p>“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan rukyatul hilal yang memenuhi ketentuan, Sidang Isbat secara mufakat menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 Masehi,” ujar Menteri Agama.</p>
<p>Menteri Agama berharap keputusan tersebut dapat menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan Zulhijah, mulai dari puasa Tarwiyah, puasa Arafah, salat Iduladha, hingga ibadah kurban.</p>
<p>“Semoga momentum Iduladha ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan persatuan sebagai satu bangsa,” tuturnya.</p>
<p>Ia juga mengajak umat Islam untuk memaksimalkan ibadah menjelang Hari Raya Iduladha.</p>
<p>“Kami juga mengimbau kepada umat muslim untuk memanfaatkan dan memaksimalkan ibadah-ibadah pra Iduladha,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Menteri Agama turut mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji di Arab Saudi agar diberikan kelancaran dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabrurah.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/17/iduladha-jatuh-pada-27-mei-2026-ini-pesan-menag-untuk-umat-muslim/">Iduladha Jatuh pada 27 Mei 2026, Ini Pesan Menag untuk Umat Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/17/iduladha-jatuh-pada-27-mei-2026-ini-pesan-menag-untuk-umat-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/05/tanpa-sound-system-menag-pastikan-takbiran-tetap-jalan-meski-bertepatan-dengan-nyepi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/05/tanpa-sound-system-menag-pastikan-takbiran-tetap-jalan-meski-bertepatan-dengan-nyepi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 01:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Besar Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Nyepi 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<category><![CDATA[Takbiran Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi beragama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait potensi beririsan antara malam takbiran Idulfitri dan Hari Raya Nyepi yang sama-sama jatuh pada 19 Maret 2026. Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden di Istana Negara, Rabu (4/3). “Saya juga melaporkan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada 19 Maret nanti ada Hari Nyepi. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/05/tanpa-sound-system-menag-pastikan-takbiran-tetap-jalan-meski-bertepatan-dengan-nyepi/">Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait potensi beririsan antara malam takbiran Idulfitri dan Hari Raya Nyepi yang sama-sama jatuh pada 19 Maret 2026. Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden di Istana Negara, Rabu (4/3).</p>
<p>“Saya juga melaporkan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada 19 Maret nanti ada Hari Nyepi. Kita mengetahui bahwa saat Hari Nyepi tidak diperkenankan ada suara berisik maupun aktivitas kendaraan,” ujar Menag kepada awak media.</p>
<p>Menag menjelaskan, melalui Kementerian Agama, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali agar kedua perayaan keagamaan tersebut tetap dapat berlangsung dengan lancar dan penuh toleransi.</p>
<p>“Alhamdulillah, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat di Bali. Sudah ada kesepakatan bahwa takbiran tetap dapat dilaksanakan dan tidak bertentangan dengan pelaksanaan Nyepi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pelaksanaan takbiran akan dilakukan dengan sejumlah penyesuaian teknis. “Dengan catatan, Nyepi tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan takbiran juga berjalan dengan penyesuaian. Takbiran tidak menggunakan sound system dan dibatasi waktunya, yaitu dari pukul 18.00 sampai 21.00 waktu setempat,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Menag, kesepakatan tersebut menunjukkan kematangan dan kearifan masyarakat Indonesia dalam merawat harmoni di tengah keberagaman. Ia pun mengapresiasi sikap saling menghormati antarumat beragama, khususnya di Bali.</p>
<p>“Inilah wajah Indonesia. Ketika dua momentum keagamaan besar bertemu, kita tidak mempertentangkan, tetapi mencari titik temu dengan dialog dan musyawarah. Semangat toleransi dan saling menghargai harus terus kita rawat,” tuturnya.</p>
<p>Terkait kemungkinan adanya perbedaan waktu penetapan Idulfitri, Menag menyebut hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam kehidupan beragama di Indonesia.</p>
<p>“Terkait potensi perbedaan waktu penetapan Idulfitri, hal tersebut kita terima sebagai sesuatu yang biasa dalam kehidupan beragama di Indonesia. Penetapan resmi akan kita tunggu sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah akan tetap mengikuti mekanisme sidang isbat sebagai prosedur resmi penentuan awal Syawal. Masyarakat diimbau menanti pengumuman resmi serta menjaga situasi tetap kondusif.</p>
<p>“Kita harapkan seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang, khusyuk, dan penuh rasa saling menghormati. Kita akan memastikan semua dapat berjalan dengan baik dan juga membutuhkan dukungan masyarakat Indonesia dalam menjaga keharmonisan sosial,” pungkas Menag.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/05/tanpa-sound-system-menag-pastikan-takbiran-tetap-jalan-meski-bertepatan-dengan-nyepi/">Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/05/tanpa-sound-system-menag-pastikan-takbiran-tetap-jalan-meski-bertepatan-dengan-nyepi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sah! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/02/17/sah-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/02/17/sah-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 14:18:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Puasa 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Data Hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyat Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2). Penentuan awal Ramadan merujuk pada paparan data hisab dan hasil rukyat dari 96 lokasi pemantauan di berbagai wilayah Indonesia. Secara astronomi, posisi hilal di seluruh Indonesia masih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/17/sah-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026/">Sah! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2).</p>
<p>Penentuan awal Ramadan merujuk pada paparan data hisab dan hasil rukyat dari 96 lokasi pemantauan di berbagai wilayah Indonesia. Secara astronomi, posisi hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi syarat visibilitas.</p>
<p>Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal tercatat antara -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°). Adapun elongasi hilal berkisar 0° 56‘ 23“ (0,94°) sampai 1° 53‘ 36“ (1,89°). Angka tersebut belum sesuai dengan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.</p>
<p>Karena parameter tersebut belum terpenuhi dan tidak ada laporan rukyat yang berhasil melihat hilal, pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026.</p>
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap keputusan ini menjadi momen kebersamaan umat Islam dalam menyambut bulan suci. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga harmoni apabila terdapat perbedaan dalam memulai puasa. “Apabila umat Islam ada yang memulai puasa berbeda, tolong jaga kerukunan. Indonesia memiliki keberagaman yang indah. Jika ada perbedaan, mari kita terima sebagai kekayaan khazanah keberagaman Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Iskandar, yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan teknis penentuan awal puasa. “Perbedaan itu sifatnya teknis, bisa kita pahami dan maklumi. Tetapi yang paling penting adalah keutuhan sebagai umat Islam,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tidak seharusnya memicu perpecahan selama tidak menyentuh aspek akidah. Menurutnya, keberagaman justru dapat menjadi modal untuk memperkuat persatuan nasional dan stabilitas sosial.</p>
<p>Dengan keputusan ini, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat menyambut Ramadan 1447 H dengan kesiapan rohani sekaligus menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/02/17/sah-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026/">Sah! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/02/17/sah-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penentuan Ramadan Kini Punya Payung Hukum Baru, Apa Isinya?</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/31/penentuan-ramadan-kini-punya-payung-hukum-baru-apa-isinya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/31/penentuan-ramadan-kini-punya-payung-hukum-baru-apa-isinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 02:57:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[hisab rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[PMA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<category><![CDATA[Syawal]]></category>
		<category><![CDATA[Zulhijah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Agama resmi menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat sebagai dasar hukum terbaru dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Aturan ini menegaskan penerapan pendekatan terpadu antara metode hisab dan rukyatulhilal, sekaligus memperkuat kepastian hukum, transparansi, serta keseragaman penetapan awal bulan hijriah di tingkat nasional. Direktur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/31/penentuan-ramadan-kini-punya-payung-hukum-baru-apa-isinya/">Penentuan Ramadan Kini Punya Payung Hukum Baru, Apa Isinya?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta &#8211; </b>Kementerian Agama resmi menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat sebagai dasar hukum terbaru dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Aturan ini menegaskan penerapan pendekatan terpadu antara metode hisab dan rukyatulhilal, sekaligus memperkuat kepastian hukum, transparansi, serta keseragaman penetapan awal bulan hijriah di tingkat nasional.</p>
<p>Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa kehadiran PMA tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola sidang isbat yang selama ini telah berjalan, namun kini memiliki landasan regulasi yang lebih menyeluruh.</p>
<p>“PMA ini menjadi panduan resmi agar penyelenggaraan sidang isbat berlangsung tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi umat dalam menjalankan ibadah,” ujarnya dalam Rapat Persiapan Penyelenggaraan Sidang Isbat, Kamis (29/1).</p>
<p>Ia menjelaskan, regulasi ini menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilakukan melalui sidang isbat yang melibatkan unsur pemerintah, ulama, akademisi, pakar falak, serta lembaga terkait lainnya. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk menjaga kesatuan penentuan waktu ibadah secara nasional. “Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang menghadirkan otoritas keagamaan dan keilmuan dalam satu keputusan bersama,” katanya dilansir dari laman kemenag.</p>
<figure id="attachment_14980" aria-describedby="caption-attachment-14980" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14980" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8.jpg" alt="Penentuan Ramadan Kini Punya Payung Hukum Baru, Apa Isinya?" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/01/01KG6GS6Q0PQKY9JPJY4V7RXF8-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-14980" class="wp-caption-text">Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad. (katafoto/HO/Humas Kemenag)</figcaption></figure>
<p>Abu Rokhmad menambahkan, PMA secara jelas menetapkan penggunaan metode hisab dan rukyat secara terintegrasi. Hisab digunakan sebagai dasar perhitungan ilmiah posisi hilal, sementara rukyat berfungsi sebagai verifikasi faktual di lapangan. “Kementerian Agama tidak memilih satu metode saja, tetapi mengombinasikan hisab dan rukyat agar keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi ilmiah dan keagamaan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam regulasi tersebut juga diatur bahwa pelaksanaan hisab dan rukyat dilakukan oleh tim yang ditetapkan Menteri, yang terdiri atas unsur Kementerian Agama, kementerian/lembaga terkait, akademisi, serta praktisi atau ahli falak. Sinergi lintas sektor ini dipandang penting untuk menjaga akurasi data astronomi dan akuntabilitas proses penetapan awal bulan hijriah. “Dengan demikian, prosesnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, PMA ini mempertegas penggunaan kriteria imkanur rukyat yang mengacu pada kesepakatan negara-negara MABIMS. Kriteria visibilitas hilal ditetapkan pada tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. “Kriteria ini menjadi standar bersama di kawasan agar penentuan kalender hijriah lebih selaras,” katanya.</p>
<p>Apabila posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut, maka bulan berjalan disempurnakan menjadi 30 hari. Ketentuan ini dinilai penting untuk memberikan kepastian waktu ibadah bagi masyarakat. “Kepastian ini memungkinkan umat menjalankan ibadah dengan tenang dan terencana,” lanjutnya.</p>
<p>PMA Nomor 1 Tahun 2026 juga mengatur secara rinci mekanisme penyelenggaraan sidang isbat, mulai dari jadwal pelaksanaan, unsur peserta, hingga tata cara pengambilan keputusan. Sidang isbat dijadwalkan berlangsung setiap tanggal 29 Syakban, 29 Ramadan, dan 29 Zulkaidah.</p>
<p>Menurut Abu Rokhmad, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup guna menjaga objektivitas pembahasan, sementara hasilnya diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers. “Mekanisme ini menjaga keseimbangan antara kehati-hatian ilmiah dan keterbukaan informasi kepada publik,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, PMA ini juga mengatur evaluasi penyelenggaraan sidang isbat. Direktur Jenderal bertanggung jawab melakukan evaluasi dan melaporkan hasilnya kepada Menteri sebagai upaya peningkatan kualitas pelaksanaan di masa mendatang. “Evaluasi diperlukan agar penyelenggaraan sidang isbat terus mengalami perbaikan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penerbitan PMA ini merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan berbasis data dan tata kelola yang akuntabel. Regulasi tersebut sekaligus menegaskan peran negara dalam memastikan pelayanan ibadah umat berjalan optimal. “Ini bukan semata soal penetapan awal bulan, tetapi bagian dari pelayanan keagamaan yang harus dikelola secara profesional,” katanya.</p>
<p>Dengan berlakunya PMA Nomor 1 Tahun 2026, Abu Rokhmad berharap proses penetapan awal bulan hijriah semakin kuat dari sisi regulasi, keilmuan, dan sosial. “Kami berharap regulasi ini memperkuat persatuan umat, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penetapan awal bulan hijriah nasional,” pungkasnya.</p>
<p>Kementerian Agama dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H pada 29 Syakban 1447 H yang bertepatan dengan 17 Februari 2026. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, dan diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.</p>
<p>Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran -2° 24,71&#8242; hingga 0° 58,08&#8242;, dengan sudut elongasi antara 0° 56,39&#8242; hingga 1° 53,60&#8242;. Data tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Hasil hisab ini selanjutnya akan dikonfirmasi melalui rukyatul hilal dan dibahas dalam sidang isbat sebagai dasar pengambilan keputusan resmi penetapan awal Ramadan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/31/penentuan-ramadan-kini-punya-payung-hukum-baru-apa-isinya/">Penentuan Ramadan Kini Punya Payung Hukum Baru, Apa Isinya?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/31/penentuan-ramadan-kini-punya-payung-hukum-baru-apa-isinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat: Iduladha 2025 Serentak pada 6 Juni, Ini Penetapannya</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/27/sidang-isbat-iduladha-2025-serentak-pada-6-juni-ini-penetapannya/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/27/sidang-isbat-iduladha-2025-serentak-pada-6-juni-ini-penetapannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 14:40:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[1 Zulhijah 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hari RayaIdul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=9974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah resmi menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar pada Selasa (27/5) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. Acara tersebut turut dihadiri [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/27/sidang-isbat-iduladha-2025-serentak-pada-6-juni-ini-penetapannya/">Sidang Isbat: Iduladha 2025 Serentak pada 6 Juni, Ini Penetapannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Pemerintah resmi menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar pada Selasa (27/5) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Islam, Komisi VIII DPR RI, serta para ahli falak dan astronomi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hilal berhasil terlihat di sejumlah lokasi pengamatan, salah satunya di Aceh Jaya oleh Bapak Nabil yang telah disumpah secara resmi. Berdasarkan hasil ini, pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada tanggal 28 Mei 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menjelaskan, ijtimak atau konjungsi bulan telah terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Secara hisab, posisi hilal telah memenuhi kriteria visibilitas menurut standar Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), baik dari segi ketinggian maupun elongasi. Maka, syarat imkan rukyat telah terpenuhi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan penetapan ini, Hari Raya Iduladha 1446 H yang jatuh pada 10 Zulhijah akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menag pun mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menyambut momen ini dengan meningkatkan ibadah, mempererat tali persaudaraan, dan menyiapkan diri menyongsong hari raya kurban.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita berharap keputusan ini bisa menjadi landasan bersama dalam merayakan Iduladha secara serempak. Kalaupun ada perbedaan, mari kita sikapi dengan bijak dan penuh kebersamaan,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga mengapresiasi kerja keras para ahli dan tim rukyat di seluruh penjuru tanah air yang telah berkontribusi dalam proses penentuan awal bulan ini, sehingga akhirnya seluruh pihak bisa mencapai kesepakatan tanpa perbedaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Alhamdulillah, kita bersyukur karena puasa kemarin seragam, Idulfitri dirayakan bersama, dan InsyaAllah Iduladha tahun ini juga serentak,” tutup Menteri Agama.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/27/sidang-isbat-iduladha-2025-serentak-pada-6-juni-ini-penetapannya/">Sidang Isbat: Iduladha 2025 Serentak pada 6 Juni, Ini Penetapannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/27/sidang-isbat-iduladha-2025-serentak-pada-6-juni-ini-penetapannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penentuan Awal Zulhijah 2025, Kemenag Pantau Hilal di 114 Titik</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/05/26/penentuan-awal-zulhijah-2025-kemenag-pantau-hilal-di-114-titik/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/05/26/penentuan-awal-zulhijah-2025-kemenag-pantau-hilal-di-114-titik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 14:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[awal zulhijah 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[hilal 2025]]></category>
		<category><![CDATA[hisab rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[iduladha 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatul Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=9926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1446 Hijriah pada Selasa, 27 Mei 2025, pukul 16.00 WIB di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sebelum sidang, akan dilakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia. “Pemantauan hilal akan dilakukan di 114 titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/26/penentuan-awal-zulhijah-2025-kemenag-pantau-hilal-di-114-titik/">Penentuan Awal Zulhijah 2025, Kemenag Pantau Hilal di 114 Titik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1446 Hijriah pada Selasa, 27 Mei 2025, pukul 16.00 WIB di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sebelum sidang, akan dilakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pemantauan hilal akan dilakukan di 114 titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dalam keterangan resminya pada Senin (26/5).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Arsad, berdasarkan perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, saat matahari terbenam posisi hilal sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Tinggi hilal berkisar antara 0° 44,15’ hingga 3° 12,29’, sementara sudut elongasi berada di rentang 5° 50,64’ sampai 7° 6,27’. Kondisi ini telah memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang menjadi acuan regional Asia Tenggara.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Apa yang Dibahas dalam Sidang Isbat?</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sidang isbat diawali dengan seminar yang membahas posisi hilal dan menghadirkan para pakar astronomi serta ahli falak dari berbagai organisasi Islam. Setelah magrib, sidang akan dilangsungkan secara tertutup, di mana Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari semua titik pemantauan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam sidang tersebut, Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan peserta sidang lainnya sebelum menetapkan tanggal resmi 1 Zulhijah 1446 H. Hasil sidang akan diumumkan kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung melalui media massa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sidang akan mempertimbangkan laporan rukyatul hilal di berbagai daerah serta data hisab posisi hilal. Keputusan yang diambil akan menjadi dasar penetapan 1 Zulhijah 1446 H sekaligus menentukan Hari Raya Iduladha 2025,&#8221; jelas Arsad.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Daftar 114 Titik Pemantauan Hilal</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemantauan hilal dilakukan secara nasional di 114 lokasi:</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Aceh</b><br />
1. Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga<br />
2. Tugu 0 Km Kota Sabang<br />
3. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe<br />
4. POB Suak Geudeubang Aceh Barat<br />
5. Pantai Nancala Teupah Barat Simeulu</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sumatera Utara</b><br />
6. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumut Medan<br />
7. Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sumatera Barat</b><br />
8. Gedung Kebudayaan Sumbar 9 Lantai 2 Mamanda Coffee Puncak Laing, Kota Solok<br />
10. Shelter Pantai Gondoriyah, Kota Pariaman<br />
11. Jorong Sikaladi, Kec. Pariangan, Tanah Datar<br />
12. Bukik Langkuik, Kec. Bonjol, Pasaman<br />
13. Sapan Badak Desa Tumpuk Tengah Talawi, Kota Sawahlunto<br />
14. Puncak Langkisau Painan Pesisir Selatan<br />
15. Bukit Pemewa Sipora Utara, Kab, Kepulauan Mentawai<br />
16. Halaman Kankemenag Kab. Solok Selatan<br />
17. Batas Kota Solok Padang Panorama 1 Sitinjau Laut, Kab. Solok<br />
18. Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat<br />
19. Taeh Bukik, Kec. Payakumbuh, Kab. 50 Kota<br />
20. Pasia Tiku, Kec. Tanjung Mutiara, Kab. Agam<br />
21. Panorama Ampangan Kota Payakumbuh<br />
22. Pantai Tiram Ulakan</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Riau</b><br />
23. Pantai Selat Baru</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kepulauan Riau</b><br />
24. Pantai Tanjung Setumu Dompak, Kec. Bukit Bestari Kota Tanjungpinang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Jambi</b><br />
25. Rooftop Laboratorium Terpadu MTs N 2 Kota Jambi</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Bengkulu</b><br />
26. Jalan Peristiwa No. 1 Kelurahan Lempuing, Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sumatera Selatan</b><br />
27. Helipad Hotel Aryaduta Palembang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kepulauan Bangka Belitung</b><br />
28. Pantai Tanjung Raya, Desa Penagan, Kec. Mendo Barat, Kab. Bangka<br />
29. Pantai Tanjung Kalian Mentok Bangka Barat<br />
30. Pantai Tanjung Pendam Belitung<br />
31. Pantai Sebagin Permis Bangka Selatan<br />
32. Rooftop Bank Sumsel Babel Pangkalpinang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Lampung</b><br />
33. Pantai Labuhan Jukung, Pesisir Barat</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Banten</b><br />
34. Pantai Anyer<br />
35. UIN SHMB Serang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Jawa Barat</b><br />
36. POB Cibeas, Kab. Sukabumi<br />
37. Bosscha Lembang, Kab. Bandung Barat<br />
38. Tower Observatory BRIN<br />
39. Pantai Cipatujah, Kab. Tasikmalaya<br />
40. Pantai Baro Gebang, Kab. Cirebon<br />
41. Pantai Pondok Bali, Kab. Subang<br />
42. Pantai Pasirlasih, Kab. Pangandaran<br />
43. Albiruni (UNISBA)<br />
44. POB Gunung Putri Sukamanah, Kota Banjar<br />
45. SMK Astha Hannas, Kab. Subang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Jakarta</b><br />
46. Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta<br />
47. Masjid Hasim Asyari, Jakarta Barat<br />
48. Ponpes Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat<br />
49. Pulau Karya Kepulauan Seribu</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Jawa Tengah</b><br />
50. Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang<br />
51. Pantai Binangun, Kabupaten Rembang<br />
52. Pantai Jetis, Kec. Grabag, Kabupaten Purworejo<br />
53. Rooftop Gedung Pusat Rifaiyah, Kecamatan Bandar, Batang<br />
54. Pantai Kartini Jepara<br />
55. Menara Pandang, Purwekorto Barat, Banyumas<br />
56. POB PPMI Assalaam Pabelan<br />
57. Gedung Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Daerah Istimewa Yogyakarta</b><br />
58. POB Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul<br />
59. Markaz JAC Depok, Sleman<br />
60. Bukit Brambang Patuk, Gunungkidul<br />
61. Lantai 3 Bandara YIA</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Jawa Timur</b><br />
62. RSI Siti Hajar Sidoarjo<br />
63. Tanjung Kodok Paciran Lamongan<br />
64. Masjid Agung Darussalam (MADASA) Gemekan Sooko, Mojokerto<br />
65. Bukit Banyu Urip, Tuban<br />
66. Ponpes Darullughoh Wadda&#8217;wah Raci Bangil Kab. Pasuruan<br />
67. Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang<br />
68. Mercusuar Pantai Puger Jember<br />
69. Bukit Condrodipo Gresik<br />
70. Ponpes Dalwa Bangil Kab Pasuruan<br />
71. Ponpes Al-Islah Kab Ponorogo<br />
72. Gedung Pemkab Malang<br />
73. Hotel Santika Kota Blitar<br />
74. Pantai Srau Pacitan<br />
75. Bukit Wonotirto Kab Blitar<br />
76. Pantai Kasap Desa Watukarung, Pringkuku, Pacitan<br />
77. Pelabuhan Kalbut, Tanjung Pecinan, Situbondo<br />
78. Pantai Pancur Alas Purwo, Banyuwangi<br />
79. Pantai Gebang Bangkalan<br />
80. Bukit Wonocolo Bojonegoro<br />
81. Ds Dagangan Kec. Dagangan Kab Madiun<br />
82. Pantai Watugalih, Lumajang<br />
83. Pantai Kalisangka Kangean, Sumenep<br />
84. Pantai Bawean, Gresik<br />
85. Bukit Gumuk Klasi Indah, Banyuwangi<br />
86. Pantai Taneros, Sumenep<br />
87. Pantai Duta Ds Randutatah, Probolinggo<br />
88. Ponpes Bayt al-Hikmah, Kec Bugul Kidul Kota Pasuruan<br />
89. Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo<br />
90. IAIN Madura Pamekasan<br />
91. Desa Taddan, Kec Camplong, Sampang<br />
92. Bukit Kerek Indah, Ngawi<br />
93. Bukit Putuk, Desa Putuk, Kec Kandangan, Kediri</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Bali</b><br />
94. Pantai Patra Jasa, Kec Kuta Selatan, Badung</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Nusa Tenggara Barat</b><br />
95. Pantai Loang Baloq Mataram</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Nusa Tenggara Timur</b><br />
96. Rooftop Gedung Pelayanan BMKG Kota Kupang</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kalimantan Barat</b><br />
97. Pantai Indah Kakap, Kubu Raya</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kalimantan Selatan</b><br />
98. Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kalimantan Tengah</b><br />
99. Masjid Raya Darussalam Palangka Raya</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kalimantan Timur</b><br />
100. Menara Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Kalimantan Utara</b><br />
101. Satuan Radar 225 TNI AU, Kota Tarakan<br />
102. Gunung KNPI Tanjung Selor, Bulungan</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Gorontalo</b><br />
103. Pos Rukyat Kemenag, Gorontalo Utara</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sulawesi Selatan</b><br />
104. Delft Apartement, Kec Tamalate, Kota Makassar</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sulawesi Tenggara</b><br />
105. Pantai Bahari Kelurahan Anaiwoi, Kec Tanggetada, Kolaka</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sulawesi Tengah</b><br />
106. Desa Marana, Kec Sindue, Donggala</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sulawesi Utara</b><br />
107. MTC Mega Mas, Kota Manado</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sulawesi Barat</b><br />
108. Bukit Tinggi Pantai Pasir Putih Soreang, Majene<br />
109. Tanjung Mercusuar Pasangkayu</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Maluku</b><br />
110. Gereja Imanuel Karang Panjang, Kota Ambon</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Maluku Utara</b><br />
111. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec Sahu, Halmahera Barat<br />
112. Pantai Afe Taduma, Kec Pulau Ternate, Kota Ternate</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Papua</b><br />
113. Pantai Lampu Satu, Merauke<br />
Papua Barat<br />
114. Kemenag Kota Sorong</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha versi Muhammadiyah akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/05/26/penentuan-awal-zulhijah-2025-kemenag-pantau-hilal-di-114-titik/">Penentuan Awal Zulhijah 2025, Kemenag Pantau Hilal di 114 Titik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/05/26/penentuan-awal-zulhijah-2025-kemenag-pantau-hilal-di-114-titik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penetapan Awal Ramadan 1446 H: Kemenag Adakan Sidang Isbat 28 Februari 2025</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/02/10/penetapan-awal-ramadan-1446-h-kemenag-adakan-sidang-isbat-28-februari-2025/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/02/10/penetapan-awal-ramadan-1446-h-kemenag-adakan-sidang-isbat-28-februari-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 09:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatul Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=8413</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Sidang ini bertujuan menetapkan waktu mulai puasa bagi umat Islam di Indonesia dan rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengungkapkan bahwa sidang tersebut akan berlangsung di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/10/penetapan-awal-ramadan-1446-h-kemenag-adakan-sidang-isbat-28-februari-2025/">Penetapan Awal Ramadan 1446 H: Kemenag Adakan Sidang Isbat 28 Februari 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Sidang ini bertujuan menetapkan waktu mulai puasa bagi umat Islam di Indonesia dan rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengungkapkan bahwa sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” ujarnya dikutip dalam laman kemenag, di Jakarta, Senin (10/2)</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Tiga Tahapan Sidang Isbat</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Abu Rokhmad, sidang isbat akan dilakukan melalui tiga tahap utama. Pertama, pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Kedua, verifikasi hasil pengamatan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ketiga, hasil musyawarah akan menjadi dasar pengambilan keputusan yang nantinya diumumkan secara resmi kepada masyarakat,&#8221; tambahnya.</span></p>
<figure id="attachment_8415" aria-describedby="caption-attachment-8415" style="width: 869px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8415" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1.jpg" alt="Penetapan Awal Ramadan 1446 H: Kemenag Adakan Sidang Isbat 28 Februari 2025" width="869" height="579" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1.jpg 869w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Sidang-Isbat1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 869px) 100vw, 869px" /><figcaption id="caption-attachment-8415" class="wp-caption-text">Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad. (katafoto/HO/Humas Kemenag)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang dan keputusan pemerintah terkait awal Ramadan 1446 H. Hal ini selaras dengan Fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama,&#8221;  ujar Abu Rokhmad.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Posisi Hilal Berdasarkan Data Hisab</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak awal Ramadan 1446 H akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Pada hari itu, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk, berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’,&#8221; ungkap Arsad.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan data tersebut, secara astronomis, ada kemungkinan besar hilal dapat teramati.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai langkah verifikasi, pemantauan hilal atau rukyatul hilal akan dilakukan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag. Hasil perhitungan hisab dan rukyatul hilal akan dipresentasikan dalam sidang isbat sebelum diumumkan kepada publik.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/10/penetapan-awal-ramadan-1446-h-kemenag-adakan-sidang-isbat-28-februari-2025/">Penetapan Awal Ramadan 1446 H: Kemenag Adakan Sidang Isbat 28 Februari 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/02/10/penetapan-awal-ramadan-1446-h-kemenag-adakan-sidang-isbat-28-februari-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
