<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Simbang Kulon Night Carnival - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/simbang-kulon-night-carnival/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/simbang-kulon-night-carnival/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 03:38:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Simbang Kulon Night Carnival - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/simbang-kulon-night-carnival/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral Karnaval Maulid di Pekalongan, MUI Buka Suara</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/15/viral-karnaval-maulid-di-pekalongan-mui-buka-suara/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/15/viral-karnaval-maulid-di-pekalongan-mui-buka-suara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 01:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Karnaval Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi SKNC]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Simbang Kulon Night Carnival]]></category>
		<category><![CDATA[SKNC 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Maulid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19587</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Jakarta &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Karnaval yang awalnya digelar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal ke-61 itu menjadi perhatian setelah sejumlah pertunjukan bernuansa mistik beredar di media sosial. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/viral-karnaval-maulid-di-pekalongan-mui-buka-suara/">Viral Karnaval Maulid di Pekalongan, MUI Buka Suara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Jakarta </b>&#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Karnaval yang awalnya digelar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal ke-61 itu menjadi perhatian setelah sejumlah pertunjukan bernuansa mistik beredar di media sosial.</p>
<p>Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai sejumlah atraksi dalam acara tersebut, termasuk penggunaan simbol yang disebut bernuansa satanic serta adegan penyembelihan hewan di depan umum, tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam dan semangat peringatan Maulid Nabi.</p>
<p>Menurut Kiai Cholil, peringatan kelahiran Rasulullah SAW semestinya diisi dengan kegiatan yang memberikan edukasi, ketenangan, serta mendorong umat untuk meneladani akhlak Nabi.</p>
<p>Kegiatan Maulid, kata dia, seharusnya menjadi momentum memperkuat keimanan melalui syiar Islam, bukan menghadirkan tontonan yang menimbulkan ketakutan maupun simbol-simbol yang dikaitkan dengan praktik di luar ajaran Islam.</p>
<p>&#8220;Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Cholil dikutip dari laman mui di Jakarta, Senin (14/9).</p>
<p>Dia mengatakan, bentuk kegembiraan dalam memperingati Maulid Nabi dapat diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, antara lain memperbanyak shalawat dan membaca Alquran.</p>
<p>“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,&#8221; kata dia menegaskan.</p>
<p><b>MUI Soroti Simbol dan Adegan Penyembelihan Hewan</b></p>
<p>Kiai Cholil juga menyoroti konsep pertunjukan SKNC 2026 yang beredar di media sosial. Dalam sejumlah adegan yang menjadi perhatian, terdapat talent dengan kostum menyerupai iblis serta membawa kitab dengan simbol mata satu yang oleh penyelenggara atau pihak lain dikaitkan dengan Dajjal.</p>
<p>Pertunjukan tersebut juga disebut menggunakan simbol pentagram terbalik yang secara umum kerap dikaitkan dengan simbol satanic.</p>
<p>Selain penggunaan simbol, adegan penyembelihan seekor kambing di tengah rangkaian pertunjukan menjadi salah satu bagian yang paling menuai perhatian.</p>
<p>Dalam video yang beredar, kambing tersebut disembelih di area pertunjukan hingga darah terlihat di lantai. Adegan itu kemudian mendapat sorotan karena dinilai menghadirkan visual yang tidak sesuai dengan suasana peringatan keagamaan.</p>
<p>Kiai Cholil menilai penyembelihan hewan dengan cara yang dinilai tidak beradab dan dijadikan bagian dari tontonan horor tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam.</p>
<p>&#8220;Itu bukan ajaran Rasulullah,&#8221; ujar Kiai Cholil dengan nada prihatin.</p>
<p>Menurut dia, ekspresi seni dalam kegiatan keislaman tetap dapat dikembangkan selama tidak keluar dari nilai-nilai agama. Kreativitas dalam membuat karnaval juga seharusnya tidak menghilangkan tujuan utama peringatan Maulid Nabi.</p>
<p><b>MUI Ingatkan Makna Peringatan Maulid</b></p>
<p>Kiai Cholil mengimbau panitia penyelenggara maupun masyarakat agar kembali menempatkan peringatan Maulid Nabi pada kegiatan yang memberikan manfaat dan memperkuat hubungan antarsesama.</p>
<p>Ia merujuk pada tradisi peringatan Maulid yang dirumuskan para ulama terdahulu, salah satunya Imam As-Suyuthi. Menurutnya, Maulid dapat diisi dengan pembacaan Alquran, shalawat, mauidhoh hasanah atau nasihat yang baik, kisah keteladanan Rasulullah SAW, serta penyediaan makanan sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah.</p>
<p>Tradisi tersebut dinilai lebih sesuai dengan tujuan memperingati kelahiran Nabi sekaligus memperkuat silaturahim di tengah masyarakat.</p>
<p>Ketua Badan Pengurus DSN MUI itu juga meminta panitia di berbagai daerah lebih selektif dalam mengemas pertunjukan seni dan budaya yang membawa identitas Islam.</p>
<p>Menurutnya, unsur budaya dan kreativitas tetap dapat ditampilkan, tetapi harus mempertimbangkan nilai agama serta pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.</p>
<p>Kiai Cholil berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan persaudaraan.</p>
<p>&#8220;Jangan menyimpang,” kata dia.</p>
<p>Ia kembali menegaskan bahwa seni Islam yang mengangkat semangat kebersamaan seharusnya tidak diarahkan pada visualisasi yang justru menghadirkan simbol-simbol setan atau adegan penyembelihan hewan dengan cara yang dinilai tidak baik.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/15/viral-karnaval-maulid-di-pekalongan-mui-buka-suara/">Viral Karnaval Maulid di Pekalongan, MUI Buka Suara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/15/viral-karnaval-maulid-di-pekalongan-mui-buka-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
