<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stunting 2025 - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/stunting-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/stunting-2025/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2025 08:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Stunting 2025 - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/stunting-2025/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stunting di Indonesia Turun Tapi Masih Ada Tantangan Gizi Balita</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/11/stunting-di-indonesia-turun-tapi-masih-ada-tantangan-gizi-balita/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/11/stunting-di-indonesia-turun-tapi-masih-ada-tantangan-gizi-balita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 08:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Ibu Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempublikasikan capaian data Triwulan III Tahun 2025 dalam upaya percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi balita, Senin (10/11/2025). Publikasi ini menjadi bahan evaluasi nasional sekaligus dasar penyusunan strategi intervensi gizi untuk tahun 2026. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Keluarga dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan dalam webinar Publikasi Data Intervensi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/11/stunting-di-indonesia-turun-tapi-masih-ada-tantangan-gizi-balita/">Stunting di Indonesia Turun Tapi Masih Ada Tantangan Gizi Balita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempublikasikan capaian data Triwulan III Tahun 2025 dalam upaya percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi balita, Senin (10/11/2025). Publikasi ini menjadi bahan evaluasi nasional sekaligus dasar penyusunan strategi intervensi gizi untuk tahun 2026.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Keluarga dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan dalam webinar Publikasi Data Intervensi Stunting TW III-2025 bahwa publikasi kuartalan ini menjadi acuan penting bagi penyesuaian langkah kebijakan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Triwulan IV akan kami rilis pada Januari 2026. Saat ini fokus kita mengejar target yang belum tercapai dan menyiapkan strategi intervensi tahun depan,” ujar Maria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kemenkes menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 18,8 persen pada 2025, dengan sasaran jangka panjang 14,2 persen pada 2029. Tahun ini, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tidak dilakukan, sehingga pengukuran capaian selanjutnya akan dilakukan pada 2026.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Maria menekankan, percepatan penurunan stunting perlu digandakan agar target jangka panjang bisa tercapai lebih cepat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saat ini penurunan stunting dari 20,1 persen menjadi 19,8 persen atau turun 2,7 persen. Untuk 2026, targetnya 18,8 persen. Idealnya, penurunan bisa dipercepat 3–4 persen per tahun agar sasaran 2029 lebih cepat tercapai,” jelasnya dikutip dalam keterangan tertulis. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Perbaikan Gizi Tunjukkan Tren Positif</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kemenkes mencatat hasil positif dalam beberapa indikator. Angka <b>s</b>tunting, wasting (gizi kurang), dan overweight menurun dibanding tahun 2023. Namun, underweight (berat badan terhadap umur) justru meningkat dan menjadi perhatian utama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita ingin pada 2026 seluruh indikator sudah berada di zona hijau,” tegas Maria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan kelompok usia, data menunjukkan tren penurunan signifikan pada balita:</span></p>
<ul class="ul1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1">0–5 bulan: turun dari 13,7% menjadi 10%<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">6–11 bulan: turun dari 13,1% menjadi 11,5%<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">12–23 bulan: turun dari 22,7% menjadi 19,9%<br />
</span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Maria menambahkan, masa kehamilan hingga usia dua tahun (periode emas 1.000 HPK) merupakan kunci utama pencegahan stunting. Dukungan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, dan MPASI tepat menjadi fokus utama.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"><b>Dua Arah Intervensi: Pencegahan dan Perbaikan Gizi</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kemenkes membagi strategi menjadi dua kategori utama:</span></p>
<ol class="ol1">
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Pencegahan Masalah Gizi — dilakukan sejak remaja putri, ibu hamil, hingga balita, meliputi pencegahan anemia dan pemberian tablet tambah darah.<br />
</span></li>
<li class="li3"><b></b><span class="s1">Perbaikan Masalah Gizi — menjadi <i>benteng terakhir</i> agar balita berisiko gizi buruk tidak berkembang menjadi stunting.<br />
</span></li>
</ol>
<p class="p1"><span class="s1">Maria mengakui intervensi tahap kedua masih lemah dan perlu diperkuat agar hasilnya lebih maksimal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Enam provinsi menjadi prioritas utama karena memiliki angka stunting tertinggi secara nasional, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Keberhasilan di enam provinsi ini akan sangat menentukan capaian nasional. Bila intervensinya tepat sasaran, kita bisa menekan angka stunting secara signifikan dan mencegah munculnya kasus baru,” pungkas Maria.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/11/stunting-di-indonesia-turun-tapi-masih-ada-tantangan-gizi-balita/">Stunting di Indonesia Turun Tapi Masih Ada Tantangan Gizi Balita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/11/stunting-di-indonesia-turun-tapi-masih-ada-tantangan-gizi-balita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
