<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Subsidi BBM - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/subsidi-bbm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/subsidi-bbm/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 00:56:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Subsidi BBM - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/subsidi-bbm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nelayan Bernapas Lega, Prabowo Pangkas Harga BBM Khusus Kapal 30–200 GT</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/14/nelayan-bernapas-lega-prabowo-pangkas-harga-bbm-khusus-kapal-30-200-gt/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/14/nelayan-bernapas-lega-prabowo-pangkas-harga-bbm-khusus-kapal-30-200-gt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 00:56:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ENERGI]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal 200 GT]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal 30 GT]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18430</guid>

					<description><![CDATA[<p>akarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberlakuan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pelaku usaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT). Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan beban operasional nelayan di tengah tingginya harga BBM nonsubsidi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/14/nelayan-bernapas-lega-prabowo-pangkas-harga-bbm-khusus-kapal-30-200-gt/">Nelayan Bernapas Lega, Prabowo Pangkas Harga BBM Khusus Kapal 30–200 GT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>akarta</b> &#8211; Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberlakuan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pelaku usaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT). Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan beban operasional nelayan di tengah tingginya harga BBM nonsubsidi.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Senin (13/7).</p>
<p>Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi untuk sektor perikanan sempat mencapai sekitar Rp21.300 per liter. Di sisi lain, nelayan yang menggunakan kapal di bawah 30 GT telah memperoleh BBM dengan harga Rp6.800 per liter. Untuk menciptakan keseimbangan, pemerintah kini menetapkan harga khusus sebesar Rp15.000 per liter bagi kapal berukuran 30–200 GT.</p>
<p>&#8220;Harga yang disepakati untuk pengusaha nelayan adalah Rp15.000 per liter,&#8221; kata Airlangga.</p>
<p>Ia menjelaskan, berdasarkan rata-rata biaya produksi solar dalam negeri, harga BBM seharusnya berada di kisaran Rp18.600 per liter. Selisih sekitar Rp3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>
<p>Menurut Airlangga, kondisi keuangan BPDP saat ini dinilai cukup untuk mendukung program tersebut. Pemerintah juga menetapkan kuota penyaluran sebanyak 400.000 ton yang akan berlaku selama enam bulan ke depan.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah bagi pelaku usaha di sektor perikanan agar memiliki kepastian biaya operasional.</p>
<p>Menurutnya, penetapan harga BBM sebesar Rp15.000 per liter diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran nelayan yang mengoperasikan kapal berkapasitas 30 GT ke atas.</p>
<p>&#8220;Ini untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha sektor perikanan. Harga BBM saat ini cukup tinggi, sehingga dengan harga Rp15.000 per liter diharapkan dapat membantu operasional nelayan,&#8221; ujar Bahlil.</p>
<p>Bahlil menambahkan, Kementerian ESDM akan segera menerbitkan surat keputusan sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Pemerintah juga akan memastikan distribusi BBM bersubsidi harga khusus dilakukan secara tepat sasaran.</p>
<p>Koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan dilakukan untuk menentukan lokasi penyaluran, sekaligus memperkuat pengawasan agar program ini tidak disalahgunakan.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/14/nelayan-bernapas-lega-prabowo-pangkas-harga-bbm-khusus-kapal-30-200-gt/">Nelayan Bernapas Lega, Prabowo Pangkas Harga BBM Khusus Kapal 30–200 GT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/14/nelayan-bernapas-lega-prabowo-pangkas-harga-bbm-khusus-kapal-30-200-gt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkeu Purbaya Sebut BBM Bisa Lebih Murah Jika Kondisi Ini Terjadi</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/22/menkeu-purbaya-sebut-bbm-bisa-lebih-murah-jika-kondisi-ini-terjadi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/22/menkeu-purbaya-sebut-bbm-bisa-lebih-murah-jika-kondisi-ini-terjadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[harga minyak dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[pertamax]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17903</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah menilai harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 berpeluang turun apabila harga minyak mentah dunia kembali melemah dalam beberapa waktu mendatang. Pandangan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Purbaya, kenaikan harga Pertamax sebelumnya dipicu lonjakan harga minyak global yang terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/22/menkeu-purbaya-sebut-bbm-bisa-lebih-murah-jika-kondisi-ini-terjadi/">Menkeu Purbaya Sebut BBM Bisa Lebih Murah Jika Kondisi Ini Terjadi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Pemerintah menilai harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 berpeluang turun apabila harga minyak mentah dunia kembali melemah dalam beberapa waktu mendatang. Pandangan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.</p>
<p>Menurut Purbaya, kenaikan harga Pertamax sebelumnya dipicu lonjakan harga minyak global yang terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia. Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tidak ikut terdampak.</p>
<p>“Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak disubsidi walaupun yang subsidi kita pertahankan, tetapi tekanannya sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6).</p>
<p>Ia menjelaskan, peluang penurunan harga minyak dunia kini mulai terbuka seiring munculnya harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Jika harga energi global turun, maka harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga berpotensi ikut terkoreksi.</p>
<p>“Namun saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” ujar Purbaya.</p>
<p>Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax pada Juni 2026 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.</p>
<p>Meski terjadi kenaikan, Purbaya menilai dampaknya terhadap inflasi nasional relatif terbatas. Pasalnya, Pertamax lebih banyak digunakan kendaraan pribadi dan bukan sebagai bahan bakar utama sektor logistik maupun angkutan barang.</p>
<p>“Dampaknya harusnya relatif minim karena kan Pertamax enggak dipakai angkutan barang,” kata Purbaya.</p>
<p>Di tengah tekanan harga energi dan ketidakpastian global, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi domestik. Sejumlah indikator pasar disebut mulai menunjukkan perbaikan, seperti penguatan nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, penurunan imbal hasil obligasi, serta masuknya kembali aliran modal asing.</p>
<p>Purbaya menilai kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama jika ketegangan geopolitik global dapat mereda.</p>
<p>“Hal ini mengindikasikan market confidence meningkat dengan peluang perdamaian AS dan Iran yang terbuka, diharapkan akan semakin meningkatkan stabilitas nilai tukar, cost of fund semakin kompetitif, investasi semakin menguat dan pada akhirnya momentum pertumbuhan dapat terus diperkuat,” tutur Purbaya.</p>
<p>Ia menambahkan, data terbaru menunjukkan Indonesia mulai melewati fase tekanan berat akibat gejolak global. Ke depan, pemerintah akan fokus memperkuat fondasi ekonomi agar momentum pertumbuhan tetap terjaga pada paruh kedua tahun ini.</p>
<p>“Saya harap ke depan dengan adanya prospek membaiknya kondisi di perang Iran-Israel dan harga minyak yang mulai rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini. Mudah-mudahan hal ini terjadi terus,” imbuhnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/22/menkeu-purbaya-sebut-bbm-bisa-lebih-murah-jika-kondisi-ini-terjadi/">Menkeu Purbaya Sebut BBM Bisa Lebih Murah Jika Kondisi Ini Terjadi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/22/menkeu-purbaya-sebut-bbm-bisa-lebih-murah-jika-kondisi-ini-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/11/pertamax-naik-tajam-ekonom-sebut-konsumen-sangat-mungkin-pindah-ke-pertalite/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/11/pertamax-naik-tajam-ekonom-sebut-konsumen-sangat-mungkin-pindah-ke-pertalite/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 04:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ENERGI]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[CORE Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Daya Beli Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Pertalite]]></category>
		<category><![CDATA[pertamax]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, mengingatkan adanya potensi pergeseran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamax ke Pertalite menyusul melebarnya selisih harga antara kedua produk tersebut. Menurut Faisal, kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan dapat mendorong sebagian konsumen untuk mencari alternatif bahan bakar yang lebih murah guna menekan pengeluaran. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/11/pertamax-naik-tajam-ekonom-sebut-konsumen-sangat-mungkin-pindah-ke-pertalite/">Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, mengingatkan adanya potensi pergeseran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamax ke Pertalite menyusul melebarnya selisih harga antara kedua produk tersebut.</p>
<p>Menurut Faisal, kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan dapat mendorong sebagian konsumen untuk mencari alternatif bahan bakar yang lebih murah guna menekan pengeluaran.</p>
<p>“Sangat mungkin dengan kenaikan yang begitu besar, banyak pelaku atau konsumen yang beralih ke Pertalite,” ungkap Faisal kepada Beritasatu.com.</p>
<p>Meski demikian, ia menilai perpindahan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi tidak dapat dilakukan secara bebas. Pasalnya, pemerintah telah menerapkan berbagai mekanisme pengendalian terhadap distribusi dan penggunaan BBM subsidi maupun BBM penugasan.</p>
<p>Faisal menjelaskan bahwa adanya pembatasan kuota dan pengawasan distribusi membuat peluang masyarakat untuk beralih ke jenis BBM yang lebih murah menjadi terbatas.</p>
<p>“Peralihan konsumen ke kelas BBM yang lebih rendah saat ini tidak mudah dilakukan karena ada kontrol penggunaan, kuota, dan pembatasan suplai,” ujarnya dikutip dari laman berita satu.</p>
<p>Kenaikan harga Pertamax yang melonjak dari kisaran Rp12.000 menjadi sekitar Rp16.000 per liter mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk para ekonom. Lonjakan harga dalam satu kali penyesuaian dinilai berpotensi menimbulkan tekanan bagi konsumen.</p>
<p>Menurut Faisal, besarnya kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari tertundanya penyesuaian harga selama beberapa waktu terakhir. Akibat penundaan tersebut, koreksi harga yang dilakukan menjadi jauh lebih besar ketika akhirnya diterapkan.</p>
<p>“Mungkin karena juga ditunda, sehingga kenaikan harganya, lonjakannya cukup besar. Nah, itu yang mungkin saya sayangkan,” ungkap Faisal.</p>
<p>Ia berpendapat dampak terhadap masyarakat sebenarnya dapat diminimalkan apabila penyesuaian harga dilakukan secara bertahap sejak awal. Dengan kenaikan yang lebih terukur, masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan pola konsumsi dan pengeluarannya.</p>
<p>Faisal menambahkan, semakin lama penyesuaian harga ditunda, semakin besar pula selisih harga yang harus dikoreksi pada saat kebijakan diterapkan. Kondisi inilah yang kemudian memicu lonjakan harga Pertamax dalam jumlah signifikan.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi lainnya. Meningkatnya biaya energi berpotensi mendorong kenaikan ongkos distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berkontribusi terhadap inflasi.</p>
<p>“Itu dampaknya terhadap inflasi dan terhadap konsumen menjadi sangat besar karena menciptakan satu guncangan,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/11/pertamax-naik-tajam-ekonom-sebut-konsumen-sangat-mungkin-pindah-ke-pertalite/">Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/11/pertamax-naik-tajam-ekonom-sebut-konsumen-sangat-mungkin-pindah-ke-pertalite/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ojol Diusulkan Masuk Kategori UMKM demi Akses Subsidi</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/18/ojol-diusulkan-masuk-kategori-umkm-demi-akses-subsidi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/18/ojol-diusulkan-masuk-kategori-umkm-demi-akses-subsidi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 03:29:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10324</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman, mengusulkan agar pengemudi ojek online (ojol) dimasukkan dalam kategori pelaku UMKM, bukan sebagai pekerja formal. Menurutnya, jika ojol diklasifikasikan sebagai tenaga kerja, maka harus mengikuti aturan ketenagakerjaan secara penuh, termasuk proses rekrutmen, hak-hak karyawan, serta kewajiban perusahaan. Hal ini dinilai justru akan menimbulkan polemik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/18/ojol-diusulkan-masuk-kategori-umkm-demi-akses-subsidi/">Ojol Diusulkan Masuk Kategori UMKM demi Akses Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman, mengusulkan agar pengemudi ojek online (ojol) dimasukkan dalam kategori pelaku UMKM, bukan sebagai pekerja formal. Menurutnya, jika ojol diklasifikasikan sebagai tenaga kerja, maka harus mengikuti aturan ketenagakerjaan secara penuh, termasuk proses rekrutmen, hak-hak karyawan, serta kewajiban perusahaan. Hal ini dinilai justru akan menimbulkan polemik yang kontraproduktif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sebagian besar mitra ojol bekerja secara paruh waktu. Mereka lebih banyak menjadikan profesi ini sebagai sumber penghasilan tambahan, bukan pekerjaan utama,” ujar Maman dalam acara media briefing bersama Grab di Gedung Smesco, Selasa (17/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Maman menambahkan, jika seluruh mitra ojol dikategorikan sebagai tenaga kerja formal, maka hanya sekitar 15–20 persen saja yang bisa memenuhi persyaratan dan terakomodasi sesuai data Kementerian UMKM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jadi kalau ditarik sebagai pekerja tetap, hanya sebagian kecil saja yang bisa masuk kriteria. Karena itu, pendekatan berbasis UMKM jauh lebih inklusif dan relevan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan status sebagai pelaku UMKM, para mitra ojol berpotensi menerima berbagai bentuk dukungan dari pemerintah, seperti subsidi bahan bakar atau akses terhadap LPG murah. Ini juga akan mempermudah mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus terikat pada aturan ketenagakerjaan yang kaku.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Maman juga menyoroti kondisi latar belakang pendidikan para pengemudi ojol. Menurutnya, banyak dari mereka belum memenuhi standar pendidikan minimal yang biasa dipersyaratkan dalam dunia kerja formal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Masih banyak mitra ojol yang belum lulus SMP atau SMA. Kita harus realistis dan memberi ruang serta dukungan yang sesuai dengan kondisi mereka,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, isu mengenai status kemitraan ojol kembali menjadi pembahasan publik. Sejumlah platform transportasi online seperti Gojek dan Grab menegaskan belum ada rencana mengubah status mitra ojol menjadi karyawan tetap.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Presiden Unit Bisnis On-Demand Services PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), Catherine Hindra Sutjahyo, menyampaikan bahwa skema kemitraan justru memberikan keuntungan dari sisi fleksibilitas waktu dan kesempatan kerja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Model ini sangat menarik. Fleksibilitasnya memungkinkan banyak orang untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus terikat penuh. Kami percaya pendekatan ini mampu membuka peluang bagi jutaan masyarakat,” kata Catherine, Senin (19/5).</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/18/ojol-diusulkan-masuk-kategori-umkm-demi-akses-subsidi/">Ojol Diusulkan Masuk Kategori UMKM demi Akses Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/18/ojol-diusulkan-masuk-kategori-umkm-demi-akses-subsidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Subsidi BBM untuk Ojol Masih dalam Evaluasi, Ini Penjelasan Menteri ESDM</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/30/subsidi-bbm-untuk-ojol-masih-dalam-evaluasi-ini-penjelasan-menteri-esdm/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/30/subsidi-bbm-untuk-ojol-masih-dalam-evaluasi-ini-penjelasan-menteri-esdm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 03:07:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ENERGI]]></category>
		<category><![CDATA[KATA EKBIS]]></category>
		<category><![CDATA[Data penerima subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi subsidi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Formulasi subsidi energi]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan subsidi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan subsidi tepat sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Pengemudi ojol]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5815</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa skema pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk pengemudi ojek online (ojol) yang tidak memenuhi kriteria penerima subsidi tepat sasaran belum menjadi keputusan final. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam keterangan resmi pada Jumat (29/11).  Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya masih menyusun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/30/subsidi-bbm-untuk-ojol-masih-dalam-evaluasi-ini-penjelasan-menteri-esdm/">Subsidi BBM untuk Ojol Masih dalam Evaluasi, Ini Penjelasan Menteri ESDM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa skema pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk pengemudi ojek online (ojol) yang tidak memenuhi kriteria penerima subsidi tepat sasaran belum menjadi keputusan final.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam keterangan resmi pada Jumat (29/11).<span class="Apple-converted-space">  </span>Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya masih menyusun formulasi subsidi energi, baik untuk BBM maupun listrik, agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Belum ada keputusan final.<span class="Apple-converted-space">  </span>Yang jelas, kita akan memastikan subsidi ini lebih adil bagi semua pihak,&#8221; ujar Bahlil dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tujuan utama kebijakan subsidi ini adalah memastikan energi dapat diakses secara merata oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Untuk itu, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa data penerima subsidi tengah disiapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Datanya hampir selesai, kita tinggal menunggu finalisasi dari BPS,”ujarnya .</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Menteri Bahlil sempat mengindikasikan bahwa pengemudi ojol kemungkinan tidak akan dimasukkan dalam daftar penerima subsidi BBM tepat sasaran. Alasan utamanya adalah kendaraan yang digunakan oleh pengemudi ojol dianggap lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan usaha daripada kebutuhan pokok sehari-hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Pengemudi ojol menggunakan kendaraan untuk usaha, yang tentunya berbeda dengan penerima subsidi yang kita targetkan untuk kebutuhan pokok masyarakat. Keputusan ini masih dalam proses evaluasi,” jelas Bahlil. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kementerian ESDM berkomitmen menyusun kebijakan subsidi BBM yang tepat sasaran dan adil. Rencana untuk tidak memasukkan pengemudi ojol sebagai penerima subsidi memang sempat diusulkan, tetapi keputusan akhir akan bergantung pada hasil evaluasi dan data yang sedang disiapkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Dalam penyusunan subsidi energi, kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat yang paling rentan dan keberlanjutan energi nasional,&#8221; tutup Bahlil.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/30/subsidi-bbm-untuk-ojol-masih-dalam-evaluasi-ini-penjelasan-menteri-esdm/">Subsidi BBM untuk Ojol Masih dalam Evaluasi, Ini Penjelasan Menteri ESDM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/30/subsidi-bbm-untuk-ojol-masih-dalam-evaluasi-ini-penjelasan-menteri-esdm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/09/18/pemerintah-kaji-aturan-baru-distribusi-bbm-bersubsidi-tepat-sasaran/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/09/18/pemerintah-kaji-aturan-baru-distribusi-bbm-bersubsidi-tepat-sasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2024 07:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ENERGI]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Bersubsidi Tepat Sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[penerima BBM bersubsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=4451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kebijakan baru terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna memastikan penyaluran tepat sasaran. Pada ancangan aturan tersebut, kendaraan umum dan roda dua akan menjadi prioritas penerima BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/09/18/pemerintah-kaji-aturan-baru-distribusi-bbm-bersubsidi-tepat-sasaran/">Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kebijakan baru terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna memastikan penyaluran tepat sasaran. Pada ancangan aturan tersebut, kendaraan umum dan roda dua akan menjadi prioritas penerima BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, mengatakan bahwa rencana pembatasan penerima subsidi masih dalam tahap penyempurnaan. Pemerintah juga berencana untuk membuka ruang diskusi publik guna mendapatkan masukan terkait aturan tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Usulan pembatasan bagi angkutan umum dan kendaraan roda dua sedang didalami. Kami mencari formulasi yang tidak akan mengganggu konsumen, namun tetap memastikan kuota BBM bersubsidi tidak terlampaui,&#8221; ujar Agus dalam acara Coffee Morning Energy Edition bertema &#8220;Subsidi BBM Tepat Sasaran untuk Indonesia Maju&#8221; di Jakarta, Rabu (18/9) dikutip dari keterangan tertulis.</span></p>
<figure id="attachment_4450" aria-describedby="caption-attachment-4450" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4450" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2.jpg" alt="Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran" width="1280" height="827" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2.jpg 1280w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-300x194.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-1024x662.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-768x496.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-150x97.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-600x388.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-696x450.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-1068x690.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/09/BBM-Subsidi2-650x420.jpg 650w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-4450" class="wp-caption-text">Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi memberikan keterangan pers dalam acara Coffee Morning Energy Edition bertema &#8220;Subsidi BBM Tepat Sasaran untuk Indonesia Maju&#8221; di Jakarta, Rabu (18/9/2024). (katafoto/HO/Humas ESDM)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Usulan ini awalnya disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dalam diskusi yang sama. Menurut Sugeng, langkah ini penting agar subsidi BBM dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok berpenghasilan rendah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sudah saatnya kita pertimbangkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Saya mengusulkan hanya kendaraan umum dan roda dua yang diperbolehkan mengakses Pertalite dan Biosolar bersubsidi,&#8221; imbuh Sugeng.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pembatasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola subsidi energi di dan<span class="Apple-converted-space">  </span>diperlukan kajian yang serta keterlibatan berbagai pihak terkait.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Senada dengan Sugeng, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rachmat Kaimuddin, menuturkan bahwa pemerintah masih melakukan kajian mendalam terhadap usulan tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">&#8220;Kami sepakat kendaraan roda dua dan angkutan umum tetap diizinkan menggunakan Pertalite. Namun, kriteria bagi pengguna lainnya masih dalam pembahasan lebih lanjut,&#8221; kata Rachmat. </span><span class="s1"><br />
</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/09/18/pemerintah-kaji-aturan-baru-distribusi-bbm-bersubsidi-tepat-sasaran/">Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/09/18/pemerintah-kaji-aturan-baru-distribusi-bbm-bersubsidi-tepat-sasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
