<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sulawesi Tengah - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/sulawesi-tengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/sulawesi-tengah/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 04:01:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Sulawesi Tengah - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/sulawesi-tengah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kampung Nelayan Merah Putih Toli-Toli Rampung, Siap Dongkrak Ekonomi Pesisir</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/02/kampung-nelayan-merah-putih-toli-toli-rampung-siap-dongkrak-ekonomi-pesisir/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/02/kampung-nelayan-merah-putih-toli-toli-rampung-siap-dongkrak-ekonomi-pesisir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 04:01:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitas perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Nelayan Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[KNMP]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Toli-Toli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sulawesi &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, telah selesai sepenuhnya setelah dikerjakan selama kurang lebih tiga bulan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, penyelesaian KNMP Toli-Toli menjadi bagian dari rangkaian proyek serupa, dengan 64 lokasi lainnya ditargetkan rampung pada awal 2026. Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/02/kampung-nelayan-merah-putih-toli-toli-rampung-siap-dongkrak-ekonomi-pesisir/">Kampung Nelayan Merah Putih Toli-Toli Rampung, Siap Dongkrak Ekonomi Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Sulawesi</strong> &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, telah selesai sepenuhnya setelah dikerjakan selama kurang lebih tiga bulan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, penyelesaian KNMP Toli-Toli menjadi bagian dari rangkaian proyek serupa, dengan 64 lokasi lainnya ditargetkan rampung pada awal 2026.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menyampaikan bahwa proyek KNMP di Toli-Toli berhasil diselesaikan 100 persen meski pembangunan berlangsung di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi proses konstruksi, namun tidak menghambat penyelesaian proyek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KNMP Toli-Toli berlokasi di Desa Banagan, Kecamatan Dampal Utara, dengan luas sekitar 7.000 meter persegi dan berada tepat di kawasan pesisir. Selama masa pembangunan, berbagai fasilitas perikanan telah dibangun, di antaranya tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, fasilitas docking kapal, bale nelayan, kios logistik melaut, sentra kuliner, kios pemasaran hasil tangkapan, toilet, tempat ibadah, gapura, hingga infrastruktur jalan lingkungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain infrastruktur dasar, KKP juga melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas rantai dingin berupa satu unit gudang beku portabel, pabrik es portabel, satu unit kendaraan berpendingin, serta 50 unit kotak pendingin. Untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan, disiapkan pula 10 unit kapal berukuran di atas 5 GT, 20 mesin kapal, dan 10 unit alat tangkap. Total anggaran pembangunan KNMP Toli-Toli mencapai sekitar Rp21 miliar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di luar Toli-Toli, KKP mencatat terdapat empat lokasi KNMP lain yang progres pembangunannya telah melampaui 95 persen dan segera memasuki tahap penyelesaian. Sementara itu, rata-rata pembangunan di lokasi lainnya telah mencapai sekitar 72 persen. KKP menargetkan seluruh 64 lokasi KNMP yang mulai dibangun sejak Oktober 2025 dapat diselesaikan secara bertahap hingga 31 Januari 2026.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keberadaan KNMP Toli-Toli di Desa Banagan diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan setempat. Wilayah ini memiliki potensi perikanan yang besar dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, selar, dan kembung. Saat ini, produksi perikanan masyarakat nelayan mencapai sekitar 173 ton per tahun dengan nilai ekonomi Rp2,59 miliar. Melalui program KNMP, KKP memperkirakan produksi dapat meningkat menjadi sedikitnya 237 ton per tahun dengan nilai mencapai Rp4 miliar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya meningkatkan produksi, program KNMP juga diproyeksikan menciptakan ekosistem bisnis perikanan yang lebih terintegrasi. Dukungan fasilitas gudang beku, pabrik es portabel, serta armada berpendingin diperkirakan mampu mendorong perputaran ekonomi hingga Rp11 miliar per tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, pendapatan rata-rata nelayan setempat diproyeksikan naik dari sekitar Rp3,8 juta per bulan menjadi Rp5,2 juta. Program prioritas KKP ini juga ditargetkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi hingga 163 orang.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/02/kampung-nelayan-merah-putih-toli-toli-rampung-siap-dongkrak-ekonomi-pesisir/">Kampung Nelayan Merah Putih Toli-Toli Rampung, Siap Dongkrak Ekonomi Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/02/kampung-nelayan-merah-putih-toli-toli-rampung-siap-dongkrak-ekonomi-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Hancurkan Sekolah, Anak-anak Poso Tetap Belajar di Tenda Darurat</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/24/gempa-hancurkan-sekolah-anak-anak-poso-tetap-belajar-di-tenda-darurat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/24/gempa-hancurkan-sekolah-anak-anak-poso-tetap-belajar-di-tenda-darurat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 09:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 1 Tangkura]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Tenda Darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Poso &#8211; Pasca gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, proses belajar di SDN 1 Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, hingga kini masih berlangsung di tenda darurat. Meski serba terbatas, semangat para siswa untuk tetap menimba ilmu tak pernah surut. Di bawah terpal sederhana yang berdiri di halaman sekolah, murid-murid duduk berjejer rapi mengikuti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/24/gempa-hancurkan-sekolah-anak-anak-poso-tetap-belajar-di-tenda-darurat/">Gempa Hancurkan Sekolah, Anak-anak Poso Tetap Belajar di Tenda Darurat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Poso </b>&#8211; Pasca gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, proses belajar di SDN 1 Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, hingga kini masih berlangsung di tenda darurat. Meski serba terbatas, semangat para siswa untuk tetap menimba ilmu tak pernah surut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di bawah terpal sederhana yang berdiri di halaman sekolah, murid-murid duduk berjejer rapi mengikuti arahan guru. Sejak bangunan sekolah mengalami kerusakan parah akibat gempa, tenda darurat menjadi satu-satunya ruang kelas yang mereka miliki.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari laman berita satu, kondisi belajar jauh dari ideal: udara panas menyengat, lantai beralaskan tanah, dan ruang yang terbatas. Namun, antusiasme siswa untuk menerima pelajaran tetap tinggi. Guru bersama orang tua bergandeng tangan memastikan proses belajar tidak terhenti, sementara warga sekitar ikut bergotong royong menjaga agar anak-anak tetap mendapat hak pendidikan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Belajar di tenda darurat bukan penghalang. Justru di sinilah semangat anak-anak diuji,” tutur salah seorang guru setempat, Rabu (24/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah daerah bersama sejumlah pihak kini menyiapkan langkah pemulihan fasilitas sekolah. Namun, sebelum pembangunan kembali terealisasi, tenda darurat masih menjadi ruang belajar utama bagi siswa SDN 1 Tangkura.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kisah ini menjadi potret ketangguhan anak-anak Poso dalam meraih pendidikan, sekaligus pengingat pentingnya percepatan pemulihan pascabencana demi masa depan generasi penerus bangsa.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/24/gempa-hancurkan-sekolah-anak-anak-poso-tetap-belajar-di-tenda-darurat/">Gempa Hancurkan Sekolah, Anak-anak Poso Tetap Belajar di Tenda Darurat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/24/gempa-hancurkan-sekolah-anak-anak-poso-tetap-belajar-di-tenda-darurat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Runtuhkan Jembatan di Donggala, Tiga Desa Wombo Terisolasi</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/09/02/banjir-bandang-runtuhkan-jembatan-di-donggala-tiga-desa-wombo-terisolasi/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/09/02/banjir-bandang-runtuhkan-jembatan-di-donggala-tiga-desa-wombo-terisolasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 07:28:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Donggala]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanantovea]]></category>
		<category><![CDATA[Wombo Induk]]></category>
		<category><![CDATA[Wombo Kalonggo]]></category>
		<category><![CDATA[Wombo Mpanau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=12195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Donggala &#8211; Hujan deras yang mengguyur pesisir Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sejak Minggu (31/08) sore hingga Senin (1/09) dini hari, memicu banjir bandang yang merobohkan satu-satunya jembatan penghubung di Desa Wombo Mpanau. Akibatnya, tiga desa di wilayah tersebut kini terisolasi total. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Awalnya, hujan lebat dianggap biasa oleh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/02/banjir-bandang-runtuhkan-jembatan-di-donggala-tiga-desa-wombo-terisolasi/">Banjir Bandang Runtuhkan Jembatan di Donggala, Tiga Desa Wombo Terisolasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Donggala</b> &#8211; Hujan deras yang mengguyur pesisir Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sejak Minggu (31/08) sore hingga Senin (1/09) dini hari, memicu banjir bandang yang merobohkan satu-satunya jembatan penghubung di Desa Wombo Mpanau. Akibatnya, tiga desa di wilayah tersebut kini terisolasi total.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Awalnya, hujan lebat dianggap biasa oleh warga. Namun hanya dalam waktu 30 menit, arus banjir yang semakin deras menyeret hingga meruntuhkan konstruksi jembatan utama.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kami hanya bisa mendengar suara derasnya air bercampur dengan dentuman besi patah,” ujar Ismail, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian itu.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Meski tidak ada korban jiwa, putusnya jembatan membuat akses utama ke Desa Wombo Mpanau, Wombo Induk, dan Wombo Kalonggo benar-benar terhenti. Aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari distribusi bahan pangan, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa banjir sudah mulai surut, namun kondisi jembatan yang ambruk menjadi persoalan besar dalam penanganan darurat. “Situasi sudah terkendali, tapi mobilitas warga terhenti total. Itu yang paling mendesak,” katanya dikutip dalam laman berita satu pada Selasa (2/9/2025).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Untuk sementara, pemerintah daerah bersama BNPB menyiapkan pembangunan jembatan darurat. Namun, proses perbaikan permanen diperkirakan membutuhkan waktu panjang serta anggaran besar. Hingga Senin malam, warga masih bertahan dengan persediaan bahan makanan seadanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Tokoh masyarakat setempat mengingatkan potensi risiko besar bila ada warga yang sakit parah. “Kalau ada yang butuh perawatan darurat, kondisinya sangat berbahaya. Kami benar-benar menunggu bantuan segera,” tegasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/09/02/banjir-bandang-runtuhkan-jembatan-di-donggala-tiga-desa-wombo-terisolasi/">Banjir Bandang Runtuhkan Jembatan di Donggala, Tiga Desa Wombo Terisolasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/09/02/banjir-bandang-runtuhkan-jembatan-di-donggala-tiga-desa-wombo-terisolasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan TIFA: Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Tinggi di Tiga Wilayah</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/06/laporan-tifa-kekerasan-terhadap-jurnalis-masih-tinggi-di-tiga-wilayah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/06/laporan-tifa-kekerasan-terhadap-jurnalis-masih-tinggi-di-tiga-wilayah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 06:33:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[AJI Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Intimidasi Media]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Komnas HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Media dan Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[RAN-PJ]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan TIFA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Melalui program Jurnalisme Aman, Yayasan TIFA merilis laporan yang merekam pengalaman para jurnalis di tiga wilayah dengan tingkat kekerasan tinggi terhadap pers, yakni Aceh, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya. Dari 55 jurnalis yang diwawancarai secara mendalam, seluruhnya mengaku pernah mengalami kekerasan atau ancaman ketika menjalankan tugas—baik secara fisik, verbal, maupun digital. Sebanyak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/06/laporan-tifa-kekerasan-terhadap-jurnalis-masih-tinggi-di-tiga-wilayah/">Laporan TIFA: Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Tinggi di Tiga Wilayah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Melalui program <i>Jurnalisme Aman</i>, Yayasan TIFA merilis laporan yang merekam pengalaman para jurnalis di tiga wilayah dengan tingkat kekerasan tinggi terhadap pers, yakni Aceh, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya. Dari 55 jurnalis yang diwawancarai secara mendalam, seluruhnya mengaku pernah mengalami kekerasan atau ancaman ketika menjalankan tugas—baik secara fisik, verbal, maupun digital.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebanyak 65 persen dari responden menyatakan sering atau sesekali menghadapi kekerasan atau intimidasi, yang memengaruhi cara mereka bekerja serta rasa aman dalam menjalankan profesi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penelitian ini sengaja difokuskan pada tiga wilayah tersebut guna menggali konteks lokal secara lebih mendalam. Studi ini tidak dimaksudkan sebagai representasi kondisi nasional, melainkan untuk memahami secara spesifik bagaimana sistem perlindungan jurnalis berjalan di lapangan, serta menemukan celah yang perlu diperbaiki demi meningkatkan keamanan kerja jurnalis, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur advokasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Beragam Bentuk Kekerasan di Tiga Wilayah</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Project Officer Jurnalisme Aman, Arie Mega, mengungkapkan bahwa jenis kekerasan yang dialami jurnalis di masing-masing wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Di Aceh, kekerasan yang paling banyak dilaporkan meliputi intimidasi dan ancaman verbal, pelarangan liputan, perampasan alat kerja, serta kekerasan pasca-publikasi.</span></p>
<figure id="attachment_11541" aria-describedby="caption-attachment-11541" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11541" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1.jpg" alt="Laporan TIFA: Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Tinggi di Tiga Wilayah" width="1000" height="667" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1.jpg 1000w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/08/Kekerasan-Jurnalis1-696x464.jpg 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-11541" class="wp-caption-text">Project Officer Jurnalisme Aman, Arie Mega (kiri) dalam Forum Konsultasi Nasional bertajuk Diseminasi Report Assessment Kekerasan Jurnalis di 3 Region, Jakarta Selasa (5/8/2025). (katafoto/HO/Yayasan TIFA)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Di Sulawesi Tengah, kekerasan fisik kerap terjadi saat peliputan demonstrasi atau agenda Program Strategis Nasional (PSN). Selain itu, jurnalis juga menghadapi pemaksaan untuk menghapus dokumentasi, hingga pelecehan seksual.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara di Papua Barat Daya, kekerasan terhadap jurnalis bersifat lebih kompleks dan multidimensi—mencakup aspek rasial, gender, serta politik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Upaya perlindungan jurnalis sejauh ini masih bersifat terfragmentasi. Nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri belum diimplementasikan secara optimal di tingkat daerah. Pelatihan keamanan jurnalistik belum menjadi program wajib di media atau organisasi profesi. SOP peliputan juga belum tersedia atau belum dipahami aparat, dan belum ada sistem pengaduan yang aman dan merata di berbagai wilayah,” ujar Arie dalam Forum Konsultasi Nasional bertajuk Diseminasi Report Assessment Kekerasan Jurnalis di 3 Region yang digelar Selasa (5/8) di Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Regulasi Kuat, Implementasi Lemah</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Arie menambahkan bahwa meski Indonesia telah memiliki regulasi perlindungan pers yang cukup kuat secara normatif, implementasinya di lapangan masih lemah. Menurutnya, rendahnya pemahaman aparat penegak hukum, tidak konsistennya lembaga peradilan, lemahnya peran Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai regulator, serta minimnya dukungan politik membuat perlindungan terhadap jurnalis lebih bersifat simbolis ketimbang substantif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Empat Rekomendasi untuk Perlindungan Jurnalis</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Yayasan TIFA mengajukan empat langkah strategis yang perlu diambil pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap jurnalis. Pertama, pembentukan Rencana Aksi Nasional Perlindungan Jurnalis (RAN-PJ) sebagai kebijakan lintas sektor yang menuntut komitmen politik dan dukungan anggaran negara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua, pembentukan unit khusus di kepolisian dan kejaksaan untuk menangani kasus kekerasan, kriminalisasi, dan intimidasi terhadap jurnalis. Ketiga, penguatan mekanisme pemulihan korban, termasuk dukungan hukum, layanan psikososial, serta perlindungan digital. Keempat, penguatan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) di tingkat daerah agar bisa lebih responsif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>AJI dan Komnas HAM Desak Negara Lebih Hadir</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nani Afrida, menyebut kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi masalah serius di Indonesia. Ia menilai, meski secara kasat mata kondisi terlihat stabil, kenyataannya banyak jurnalis mengalami intimidasi saat meliput.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita sudah menuju arah otoritarianisme. Jurnalis semakin takut mengungkap fakta. Jika dibiarkan, publik akan terjebak dalam propaganda dan disinformasi,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Komnas HAM, Imelda Saragih, menambahkan bahwa perlindungan terhadap jurnalis adalah bagian dari mandat Komnas HAM. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers dan berpendapat dijamin oleh konstitusi, dan serangan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran HAM yang berdampak sistemik, termasuk menimbulkan efek jera (<i>chilling effect</i>) dan membatasi akses masyarakat terhadap informasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menekankan pentingnya pembentukan satuan tugas lintas lembaga untuk merespons kekerasan terhadap jurnalis dan memperbaiki ekosistem yang mendasari ancaman tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menyebut, pada pertemuan 24 Juni 2025 lalu di Jakarta, baru tiga lembaga yang menyatakan komitmen bersama, yakni Dewan Pers, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan Komnas Perempuan.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/06/laporan-tifa-kekerasan-terhadap-jurnalis-masih-tinggi-di-tiga-wilayah/">Laporan TIFA: Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Tinggi di Tiga Wilayah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/06/laporan-tifa-kekerasan-terhadap-jurnalis-masih-tinggi-di-tiga-wilayah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 01:06:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[bedah jantung]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS layanan radioterapi.]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[operasi jantung terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Palu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerataan layanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[radioterapi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Undata]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit rujukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=11458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palu &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, Sulawesi Tengah, mencetak sejarah baru dalam dunia medis dengan sukses menyelenggarakan operasi jantung terbuka pertamanya pada Kamis (31/7). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan penyakit katastropik di wilayah timur Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Undata, menegaskan pentingnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/">RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Palu</b> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, Sulawesi Tengah, mencetak sejarah baru dalam dunia medis dengan sukses menyelenggarakan operasi jantung terbuka pertamanya pada Kamis (31/7). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan penyakit katastropik di wilayah timur Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Undata, menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya untuk tiga penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, dan kanker.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jantung menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, dengan angka kematian mencapai 275 ribu jiwa setiap tahun. Artinya, kita harus memberikan perhatian lebih di bidang ini,&#8221; ujar Menkes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejak akhir 2022, Kementerian Kesehatan telah merancang strategi nasional untuk pemerataan layanan, termasuk memperkuat kemampuan rumah sakit provinsi dalam menjalankan bedah jantung terbuka, terapi radiasi untuk kanker, serta intervensi stroke berbasis kateter.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ketika saya mulai menjabat akhir 2020, hanya sembilan provinsi yang bisa melakukan bedah jantung terbuka. Sekarang, dalam waktu kurang dari tiga tahun, jumlahnya sudah mencapai 27 provinsi. Targetnya, seluruh provinsi dapat melakukan operasi katup jantung, bypass, dan bedah jantung bawaan pada anak,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, Kemenkes menargetkan pembangunan fasilitas radio-onkologi di seluruh provinsi dengan teknologi terkini, mengingat angka kematian akibat kanker, terutama kanker payudara, masih sangat tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes juga mengingatkan bahwa layanan pengobatan harus seimbang dengan langkah promotif dan preventif melalui deteksi dini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya tidak bangga jika antrean operasi jantung mencapai 1.500 orang. Itu justru menunjukkan kita gagal menjaga masyarakat tetap sehat. Program skrining gratis harus dimanfaatkan, mulai dari cek gula darah, kolesterol, hingga tekanan darah,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam pertemuan dengan manajemen RSUD Undata, Menkes juga menyoroti krisis tenaga dokter spesialis yang diperkirakan mencapai kekurangan 70 ribu orang hingga 2032. Untuk mengatasinya, Kemenkes mendorong model pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit tanpa membebani biaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita butuh 300–500 pusat pendidikan dokter spesialis dalam lima tahun ke depan. Tidak harus di universitas besar seperti UI atau Unair. Anak-anak daerah juga harus punya akses yang sama,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia pun berharap RSUD Undata bisa menjadi salah satu pusat pendidikan dokter spesialis, dimulai dari bidang penyakit dalam dan jantung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat dan daerah yang memungkinkan rumah sakitnya menjadi pusat layanan bedah jantung di Sulawesi Tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selama saya bertugas, Pak Menteri sudah tiga kali hadir di sini. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang mendukung penuh pelaksanaan program prioritas dari Kementerian Kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami diberi dorongan untuk segera melaksanakan operasi jantung terbuka. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kami terus berkoordinasi dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk memastikan kesiapan,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada pelaksanaan perdananya, RSUD Undata berhasil melakukan operasi jantung terbuka kepada dua pasien.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, dua pasien telah sukses menjalani operasi. Ini menjadi kebanggaan dan bentuk syukur kami. Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">drg. Herry menambahkan, RSUD Undata kini juga telah membuka layanan radioterapi untuk pasien kanker dan tengah memfinalisasi kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hari ini kami akan menandatangani kerja sama layanan radioterapi dengan BPJS. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemenkes dan BPJS yang membantu memperluas akses layanan ini,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/">RSUD Undata Jadi Pelopor Bedah Jantung di Kawasan Timur Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/08/03/rsud-undata-jadi-pelopor-bedah-jantung-di-kawasan-timur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
