<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taman Ismail Marzuki - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/taman-ismail-marzuki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/taman-ismail-marzuki/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 17:05:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Taman Ismail Marzuki - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/taman-ismail-marzuki/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/07/11/setelah-35-tahun-teater-koma-bawa-kembali-lakon-legendaris-rumah-sakit-jiwa/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/07/11/setelah-35-tahun-teater-koma-bawa-kembali-lakon-legendaris-rumah-sakit-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Bakti Budaya Djarum Foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Graha Bhakti Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pementasan Teater]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Teater Koma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=18386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Teater Koma kembali menghadirkan salah satu karya ikoniknya, Rumah Sakit Jiwa, setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan. Berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, pementasan produksi ke-237 ini akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Kembalinya lakon karya N. Riantiarno tersebut tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/11/setelah-35-tahun-teater-koma-bawa-kembali-lakon-legendaris-rumah-sakit-jiwa/">Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Teater Koma kembali menghadirkan salah satu karya ikoniknya, <i>Rumah Sakit Jiwa</i>, setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan. Berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, pementasan produksi ke-237 ini akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.</p>
<p>Kembalinya lakon karya N. Riantiarno tersebut tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga mengajak penonton menelaah berbagai persoalan kemanusiaan, relasi kekuasaan, serta dinamika sosial yang dinilai masih relevan dengan kondisi saat ini.</p>
<p>Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, mengatakan teater tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah maraknya pilihan hiburan modern. Menurutnya, interaksi langsung antara pemain dan penonton menjadi pengalaman yang tidak dapat digantikan oleh media hiburan lainnya.</p>
<p>“Di tengah begitu banyak pilihan hiburan saat ini, seni pertunjukan teater tetap memiliki tempat yang istimewa karena menghadirkan pengalaman yang hanya dapat dirasakan ketika penonton dan pemain berbagi ruang dan waktu yang sama. Kedekatan itulah yang membuat teater terus relevan. Karena itu, Bakti Budaya Djarum Foundation terus mendukung karya-karya seperti Rumah Sakit Jiwa yang tidak hanya menawarkan kualitas artistik, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan yang masih dekat dengan kehidupan kita. Harapannya, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal teater sebagai pengalaman budaya yang bermakna dan layak dinikmati,” ujar Billy.</p>
<p>Lakon <i>Rumah Sakit Jiwa</i> mengisahkan perjalanan dr. Rogusta, dokter baru yang bekerja di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan penuh empati terhadap pasien, Rogusta mencoba menghadirkan perubahan dalam sistem yang telah lama berjalan.</p>
<p>Namun, upaya tersebut justru memunculkan berbagai konflik karena dianggap mengancam kepentingan pihak-pihak tertentu yang telah nyaman dengan sistem lama. Melalui cerita itu, Teater Koma mengajak penonton merenungkan bagaimana perubahan sering kali berhadapan dengan resistensi, sekaligus mempertanyakan apakah kehidupan modern saat ini telah menyerupai sebuah &#8220;rumah sakit jiwa&#8221;.</p>
<p>Sutradara <i>Rumah Sakit Jiwa</i>, Rangga Riantiarno, menilai pesan yang terkandung dalam naskah tersebut masih relevan meski telah berlalu lebih dari tiga dekade sejak pertama kali dipentaskan.</p>
<p>&#8220;Sejak pertama kali dipentaskan pada tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa bukan semata-mata bercerita tentang sebuah institusi, tetapi tentang manusia dan berbagai persoalan yang mengitarinya. Itulah sebabnya kami merasa lakon ini masih relevan hari ini. Dari segi proses, hal yang sama dengan 35 tahun lalu adalah para pemain tidak hanya membaca naskah dan berlatih di ruang latihan, tetapi juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa serta berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater. Proses tersebut menjadi bagian penting agar para pemain memahami setiap karakter, sehingga apa yang disaksikan penonton lahir dari empati dan pemahaman yang utuh,&#8221; ujar Rangga.</p>
<p>Untuk memperkuat karakterisasi para tokoh, Teater Koma juga memberikan perhatian khusus pada rancangan kostum. Perancang busana Samuel Wattimena bersama Rima Ananda merancang busana yang tidak hanya mencerminkan profesi para tokoh, tetapi juga menggambarkan kondisi psikologis dan perkembangan karakter sepanjang cerita.</p>
<p>&#8220;Kami tidak ingin kostum hanya menjadi pelengkap visual. Setiap rancangan dibuat untuk membantu penonton mengenali karakter, latar belakang, hingga perubahan yang dialami masing-masing tokoh sepanjang cerita. Karena itu, prosesnya melibatkan diskusi yang cukup panjang dengan sutradara agar setiap detail kostum benar-benar mendukung penceritaan,&#8221; kata Samuel Wattimena.</p>
<p>Pementasan ini turut melibatkan tim kreatif lintas disiplin yang menangani tata artistik, tata cahaya, tata suara, multimedia, hingga musik pengiring. Musik garapan Fero A. Stefanus dirancang secara khusus untuk mengikuti perkembangan emosi di setiap adegan sehingga mampu memperkuat atmosfer pertunjukan.</p>
<p>Sementara itu, pendiri Teater Koma sekaligus produser pementasan, Ratna Riantiarno, mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lakon tersebut. Dalam pementasan kali ini, ia kembali memerankan tokoh Ibu dr. Rogusta yang pernah dimainkan puluhan tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Kembali menjadi Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun rasanya seperti bertemu kembali dengan seorang sahabat lama. Naskahnya tetap sama, namun pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat saya melihat Rogusta dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan banyak lapisan baru dalam karakternya. Di saat yang sama, sebagai produser saya juga melihat bagaimana seluruh tim bekerja dengan dedikasi yang luar biasa untuk menghadirkan kembali lakon ini. Semua proses itu membuat Rumah Sakit Jiwa menjadi pertunjukan yang istimewa bagi saya, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari perjalanan Teater Koma,&#8221; ujar Ratna.</p>

		<!-- MasterSlider -->
		<div id="P_MS6a65be64f117a" class="master-slider-parent ms-parent-id-309" style="max-width:800px;" >

			
			<!-- MasterSlider Main -->
			<div id="MS6a65be64f117a" class="master-slider ms-skin-default" >
				 				 

			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1444.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel (kiri), Sutradara pementasan Rumah Sakit Jiwa, Rangga Riantiarno, Perancang Kostum pementasan Rumah Sakit Jiwa, Samuel Wattimena &amp; Rima Ananda dan Pengarah Musik pementasan Rumah Sakit Jiwa, Fero A. Stefanus saat konfrensi pers jelang pementasan Rumah Sakit Jiwa di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1444-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_9136.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Sutradara pementasan Rumah Sakit Jiwa, Rangga Riantiarno (kedua kiri), Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, Perancang Kostum pementasan Rumah Sakit Jiwa, Samuel Wattimena &amp; Rima Ananda dan Pengarah Musik pementasan Rumah Sakit Jiwa, Fero A. Stefanus saat konfrensi pers jelang pementasan Rumah Sakit Jiwa di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_9136-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1520.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Sutradara pementasan Rumah Sakit Jiwa, Rangga Riantiarno (kedua kiri), Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, Perancang Kostum pementasan Rumah Sakit Jiwa, Samuel Wattimena &amp; Rima Ananda dan Pengarah Musik pementasan Rumah Sakit Jiwa, Fero A. Stefanus saat konfrensi pers jelang pementasan Rumah Sakit Jiwa di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1520-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1632.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa oleh Teater Koma yang berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1632-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1569.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa oleh Teater Koma yang berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1569-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1540.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa oleh Teater Koma yang berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1540-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" title="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1535.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa oleh Teater Koma yang berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (10/07/2026) (katafoto/Fery Pradolo)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/07/TeaterIMG_1535-100x80.jpg" alt="Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa" />
				</div>

			</div>
			<!-- END MasterSlider Main -->

			 
		</div>
		<!-- END MasterSlider -->

		<script>
		( window.MSReady = window.MSReady || [] ).push( function( $ ) {

			"use strict";
			var masterslider_117a = new MasterSlider();

			// slider controls
			masterslider_117a.control('bullets'    ,{ autohide:true, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom', space:6 , margin:10  });
			masterslider_117a.control('thumblist'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', speed:17, inset:false, arrows:false, hover:false, customClass:'', align:'bottom',type:'thumbs', margin:10, width:100, height:80, space:5, fillMode:'fill'  });
			masterslider_117a.control('scrollbar'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', inset:true, align:'top', color:'#3D3D3D' , margin:10  , width:4 });
			masterslider_117a.control('slideinfo'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom',inset:false , margin:10   });
			// slider setup
			masterslider_117a.setup("MS6a65be64f117a", {
				width           : 800,
				height          : 480,
				minHeight       : 0,
				space           : 0,
				start           : 1,
				grabCursor      : true,
				swipe           : true,
				mouse           : true,
				keyboard        : false,
				layout          : "boxed",
				wheel           : false,
				autoplay        : true,
                instantStartLayers:false,
				mobileBGVideo:false,
				loop            : false,
				shuffle         : false,
				preload         : 0,
				heightLimit     : true,
				autoHeight      : false,
				smoothHeight    : true,
				endPause        : false,
				overPause       : true,
				fillMode        : "fill",
				centerControls  : true,
				startOnAppear   : false,
				layersMode      : "center",
				autofillTarget  : "",
				hideLayers      : false,
				fullscreenMargin: 0,
				speed           : 15,
				dir             : "h",
				responsive      : true,
				tabletWidth     : 768,
				tabletHeight    : null,
				phoneWidth      : 480,
				phoneHeight    : null,
				sizingReference : window,
				parallaxMode    : 'swipe',
				view            : "basic"
			});

			
			window.masterslider_instances = window.masterslider_instances || [];
			window.masterslider_instances.push( masterslider_117a );
		});
		</script>


<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/07/11/setelah-35-tahun-teater-koma-bawa-kembali-lakon-legendaris-rumah-sakit-jiwa/">Setelah 35 Tahun, Teater Koma Bawa Kembali Lakon Legendaris Rumah Sakit Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/07/11/setelah-35-tahun-teater-koma-bawa-kembali-lakon-legendaris-rumah-sakit-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/06/03/musikal-senja-teduh-pelita-hadirkan-petualangan-menegangkan-di-dunia-masa-depan/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/06/03/musikal-senja-teduh-pelita-hadirkan-petualangan-menegangkan-di-dunia-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 14:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Graha Bhakti Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia kaya]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta movin]]></category>
		<category><![CDATA[Konser dan Musikal]]></category>
		<category><![CDATA[krisis iklim]]></category>
		<category><![CDATA[MALIQ and D Essentials]]></category>
		<category><![CDATA[Musikal Futuristik]]></category>
		<category><![CDATA[musikal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musikal Senja Teduh Pelita]]></category>
		<category><![CDATA[Pertunjukan Musikal]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Teater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=17465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Musikal bertema masa depan bumi yang penuh tantangan akan hadir di panggung seni Jakarta melalui Musikal Senja Teduh Pelita. Pertunjukan terbaru dari Jakarta Movin yang berkolaborasi dengan MALIQ &#38; D&#8217;Essentials serta didukung Indonesia Kaya ini dijadwalkan tampil pada 3-12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Musikal ini mengangkat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/03/musikal-senja-teduh-pelita-hadirkan-petualangan-menegangkan-di-dunia-masa-depan/">Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>&#8211; Musikal bertema masa depan bumi yang penuh tantangan akan hadir di panggung seni Jakarta melalui <i>Musikal Senja Teduh Pelita</i>. Pertunjukan terbaru dari Jakarta Movin yang berkolaborasi dengan MALIQ &amp; D&#8217;Essentials serta didukung Indonesia Kaya ini dijadwalkan tampil pada 3-12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.</p>
<p>Musikal ini mengangkat kisah tentang dunia yang kehilangan keseimbangannya akibat keserakahan manusia dan berbagai krisis yang tak kunjung berakhir. Perubahan iklim, eksploitasi sumber daya, pandemi, hingga peperangan menyebabkan peradaban runtuh secara perlahan. Dalam kondisi tersebut, seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang dan meninggalkan anak-anak sebagai satu-satunya generasi yang tersisa untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.</p>
<p>Tanpa arahan dan perlindungan, mereka harus bertahan hidup sekaligus membangun masa depan yang lebih baik dari warisan generasi sebelumnya. Cerita ini menghadirkan pesan tentang harapan, keberanian, dan kesempatan kedua bagi bumi.</p>
<p>Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menilai Jakarta Movin terus menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam menghadirkan karya seni pertunjukan berkualitas.</p>
<p>“Jakarta Movin telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa dalam menghadirkan karya seni pertunjukan, khususnya musikal, dengan kualitas yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita, kami melihat bagaimana sebuah cerita yang unik dan relevan dengan tantangan masa depan dapat dikemas menjadi pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan mengajak penonton berefleksi. Mengadaptasi lagu-lagu MALIQ &amp; D&#8217;Essentials yang kaya akan pesan tentang kehidupan, harapan, dan kemanusiaan, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman yang dekat dengan berbagai generasi penonton. Kami bangga dapat mendukung karya yang lahir dari kolektif seni pertunjukan yang secara konsisten membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat, belajar, dan berkarya. Upaya seperti ini sangat penting untuk mendorong semakin banyak talenta muda berpartisipasi dalam dunia seni pertunjukan, sehingga ekosistem seni pertunjukan Indonesia dapat terus tumbuh, berkelanjutan, dan melahirkan karya-karya berkualitas di masa depan,” ujar Billy.</p>
<p>Musikal Senja Teduh Pelita merupakan pertunjukan musikal bergenre science fiction futuristik yang diadaptasi dari lagu-lagu MALIQ &amp; D’Essentials. Perpaduan musik, teater, dan pesan reflektif mengenai masa depan bumi menjadi kekuatan utama pertunjukan ini.</p>
<p>Cerita berpusat pada Arah, seorang anak yang diperankan oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar. Di tengah dunia yang hampir kehilangan harapan, Arah membentuk Pasukan Pelita, sebuah kelompok beranggotakan sembilan anak dengan kemampuan unik.</p>
<p>Kelompok tersebut terdiri atas Kala (Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo), ahli sejarah dunia; Volta (Sahlendra Syarief), yang menguasai listrik dan mekanika; Lanit (Mavisha Reakana), pembaca bintang; Hara (Emily Olivia), ahli tumbuhan; Palu (Nayaka Maleakhi), pembangun andal; Raga (Nadindra Gynta), pemanjat ulung; Binbin (J. Rizhan), yang memahami perilaku hewan; serta Lagu (Annabella Farizky), sosok yang memiliki kepekaan terhadap musik dan suara.</p>
<p>Bersama-sama, mereka menjalani perjalanan untuk menemukan harapan baru dan masa depan yang lebih baik bagi dunia.</p>
<p>Produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan bahwa karakter Arah dan Kala akan dimainkan oleh dua aktor berbeda dengan versi laki-laki dan perempuan.</p>
<p>“Arah adalah sosok yang tetap percaya pada kebaikan dan cinta, bahkan ketika dunia di sekelilingnya seolah sudah berhenti peduli. Karakter Arah dan temannya Kala ini akan diperankan oleh dua orang dengan gender yang berbeda, yaitu versi laki-laki dan versi perempuan. Secara esensi, mereka menjalani perjalanan yang sama, tetapi masing-masing membawa getaran dan emosi yang berbeda. Kami memberi ruang bagi para pemain untuk menghadirkan warna mereka sendiri, sehingga penonton akan mendapatkan dua pengalaman yang unik dan penonton bisa merasakan dua sisi Arah dan Kala yang sama-sama kuat. Harapannya, siapa pun yang menonton bisa menemukan dirinya dalam karakter ini, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Nuya.</p>
<p>Sebanyak 20 lagu MALIQ &amp; D’Essentials dipilih dan diadaptasi untuk mendukung alur cerita dalam pertunjukan ini. Beberapa di antaranya adalah <i>Senja Teduh Pelita</i>, <i>Himalaya</i>, <i>Aurora</i>, <i>Jalan Pulang</i>, hingga lagu-lagu dari album terbaru <i>Begini Begitu</i>. Deretan lagu tersebut menjadi bagian penting dalam membangun emosi, konflik, dan perjalanan para karakter.</p>
<p>Personel MALIQ &amp; D’Essentials, Angga Puradiredja, mengaku bangga melihat karya-karya grup musiknya diterjemahkan ke dalam bentuk pertunjukan musikal.</p>
<p>“Musikal Senja Teduh Pelita menghadirkan perspektif baru terhadap karya-karya kami, dan hal itu menjadi sesuatu yang sangat kami apresiasi. Menyaksikan lagu-lagu yang selama ini hidup melalui rekaman dan panggung konser diterjemahkan ke dalam sebuah narasi yang utuh di atas panggung musikal merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi kami. Bagi MALIQ &amp; D&#8217;Essentials, kolaborasi ini bukan sekadar adaptasi lagu ke medium yang berbeda, tetapi juga sebuah kesempatan untuk melihat musik kami hidup, bergerak, dan menemukan makna baru di hadapan penonton,” ujar Angga.</p>
<p>Memasuki usia ke-24 tahun, MALIQ &amp; D’Essentials mulai memperluas pemanfaatan katalog lagu mereka ke berbagai medium kreatif. Tidak hanya hadir dalam rekaman dan konser, karya-karya mereka juga dikembangkan menjadi aset kreatif yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari produk, pengalaman kreatif, hingga pertunjukan musikal.</p>
<p>Musikal Senja Teduh Pelita menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan intellectual property (IP) kreatif berbasis lagu-lagu MALIQ &amp; D’Essentials yang diharapkan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Melalui kolaborasi bersama Jakarta Movin, karya-karya tersebut diharapkan mampu menjangkau pendengar dan penonton dari berbagai generasi.</p>

		<!-- MasterSlider -->
		<div id="P_MS6a65be64f3c3b" class="master-slider-parent ms-parent-id-292" style="max-width:800px;" >

			
			<!-- MasterSlider Main -->
			<div id="MS6a65be64f3c3b" class="master-slider ms-skin-default" >
				 				 

			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Pertunjukan-oleh-para-pemain-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-3.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para pemain saat tampil pada konferensi pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/imagedynamics)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Pertunjukan-oleh-para-pemain-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-3-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Konferensi-Pers-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-2.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel (dari kanan depan) bersama Pemeran Arah Versi Perempuan Daria Lakshmi Algamar, Pemeran Arah Versi Laki-laki Alf Elijah Sigarlaki, Sutradara dan Penulis Naskah Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono dan </em></span><span style="color: #000000;"><em>Personel Grup Musik MALIQ &amp; D’Essentials (atas) </em></span><span style="color: #000000;"><em>saat konferensi pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/imagedynamics)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Konferensi-Pers-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-2-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Billy-Gamaliel-Program-Manager-Indonesia-Kaya.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel saat konferensi pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/imagedynamics)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Billy-Gamaliel-Program-Manager-Indonesia-Kaya-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-MALIQ-D_Essentials.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Personel Angga Puradiredja dari Grup Musik MALIQ &amp; D’Essentials saat konferensi pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/imagedynamics)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-MALIQ-D_Essentials-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Konferensi-Pers-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-4.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Sutradara dan Penulis Naskah Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono bersama Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel, Personel Grup Musik MALIQ &amp; D’Essentials, berfoto dengan para pemain Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/imagedynamics)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-Konferensi-Pers-Musikal-Senja-Teduh-Pelita-4-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>
			<div  class="ms-slide" data-delay="3" data-fill-mode="fill"   >
					<img decoding="async" src="https://katafoto.id/wp-content/plugins/masterslider/public/assets/css/blank.gif" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" title="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" data-src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-0D2A1095.jpg" />

					<div class="ms-info"><h6><span style="color: #000000;"><em>Para pemain saat tampil pada konferensi pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (katafoto/HO/Odoy)</em></span></h6></div>


	<img decoding="async" class="ms-thumb" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/06/malik-0D2A1095-100x80.jpg" alt="Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan" />
				</div>

			</div>
			<!-- END MasterSlider Main -->

			 
		</div>
		<!-- END MasterSlider -->

		<script>
		( window.MSReady = window.MSReady || [] ).push( function( $ ) {

			"use strict";
			var masterslider_3c3b = new MasterSlider();

			// slider controls
			masterslider_3c3b.control('bullets'    ,{ autohide:true, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom', space:6 , margin:10  });
			masterslider_3c3b.control('thumblist'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', speed:17, inset:false, arrows:false, hover:false, customClass:'', align:'bottom',type:'thumbs', margin:10, width:100, height:80, space:5, fillMode:'fill'  });
			masterslider_3c3b.control('scrollbar'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', inset:true, align:'top', color:'#3D3D3D' , margin:10  , width:4 });
			masterslider_3c3b.control('slideinfo'  ,{ autohide:false, overVideo:true, dir:'h', align:'bottom',inset:false , margin:10   });
			// slider setup
			masterslider_3c3b.setup("MS6a65be64f3c3b", {
				width           : 800,
				height          : 480,
				minHeight       : 0,
				space           : 0,
				start           : 1,
				grabCursor      : true,
				swipe           : true,
				mouse           : true,
				keyboard        : false,
				layout          : "boxed",
				wheel           : false,
				autoplay        : true,
                instantStartLayers:false,
				mobileBGVideo:false,
				loop            : false,
				shuffle         : false,
				preload         : 0,
				heightLimit     : true,
				autoHeight      : false,
				smoothHeight    : true,
				endPause        : false,
				overPause       : true,
				fillMode        : "fill",
				centerControls  : true,
				startOnAppear   : false,
				layersMode      : "center",
				autofillTarget  : "",
				hideLayers      : false,
				fullscreenMargin: 0,
				speed           : 15,
				dir             : "h",
				responsive      : true,
				tabletWidth     : 768,
				tabletHeight    : null,
				phoneWidth      : 480,
				phoneHeight    : null,
				sizingReference : window,
				parallaxMode    : 'swipe',
				view            : "basic"
			});

			
			window.masterslider_instances = window.masterslider_instances || [];
			window.masterslider_instances.push( masterslider_3c3b );
		});
		</script>


<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/06/03/musikal-senja-teduh-pelita-hadirkan-petualangan-menegangkan-di-dunia-masa-depan/">Musikal Senja Teduh Pelita Hadirkan Petualangan Menegangkan di Dunia Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/06/03/musikal-senja-teduh-pelita-hadirkan-petualangan-menegangkan-di-dunia-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Kunjungan ke Taman Ismail Marzuki Meroket hingga 67 Ribu Orang</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/01/07/libur-nataru-kunjungan-ke-taman-ismail-marzuki-meroket-hingga-67-ribu-orang/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/01/07/libur-nataru-kunjungan-ke-taman-ismail-marzuki-meroket-hingga-67-ribu-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 10:28:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Artotel]]></category>
		<category><![CDATA[Jakpro]]></category>
		<category><![CDATA[libur Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Paviliun Raden Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Planetarium Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[TIM Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Taman Ismail Marzuki (TIM) kian mengukuhkan perannya sebagai destinasi alternatif wisata berbasis rekreasi, budaya, dan pendidikan di Jakarta. Kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro ini mencatat lonjakan kunjungan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah. Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan meningkatnya minat terhadap wisata [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/07/libur-nataru-kunjungan-ke-taman-ismail-marzuki-meroket-hingga-67-ribu-orang/">Libur Nataru, Kunjungan ke Taman Ismail Marzuki Meroket hingga 67 Ribu Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta </b>&#8211; Taman Ismail Marzuki (TIM) kian mengukuhkan perannya sebagai destinasi alternatif wisata berbasis rekreasi, budaya, dan pendidikan di Jakarta. Kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro ini mencatat lonjakan kunjungan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan meningkatnya minat terhadap wisata edukatif dan ruang publik yang menawarkan pengalaman bermakna. Dalam periode 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, jumlah kunjungan ke kawasan TIM tercatat mencapai 67.198 pengunjung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu daya tarik utama adalah Teater Bintang Planetarium Jakarta yang berhasil menyedot lebih dari 5.500 pengunjung. Tiket pertunjukan planetarium tercatat habis terjual secara konsisten, baik melalui pemesanan daring maupun pembelian langsung di lokasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas publik di TIM yang kini berkembang tidak hanya sebagai pusat seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya, edukasi, dan rekreasi bagi warga Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, lonjakan kunjungan selama masa liburan menjadi sinyal kuat perubahan preferensi wisata masyarakat perkotaan. Ruang-ruang edukasi berbasis sains, seni, dan budaya dinilai masih menjadi magnet utama, baik bagi warga Jakarta maupun wisatawan domestik dari wilayah sekitar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pencapaian ini semakin menegaskan posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang bertumpu pada budaya dan pengetahuan,” ujar Iwan dikutip dari laman berita jakarta, Rabu (7/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Iwan juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap Planetarium Jakarta yang mencerminkan berkembangnya wisata berbasis sains dan teknologi, khususnya di kalangan keluarga dan pelajar. Kelompok ini kini semakin mengutamakan pengalaman belajar yang interaktif dan bernilai edukatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menegaskan, jumlah kunjungan lebih dari 5.500 orang ke Planetarium Jakarta bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator kuat bahwa wisata edukasi memiliki daya tarik besar dalam mendorong kualitas pariwisata Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tren positif ini menunjukkan bahwa wisata edukasi sains semakin diminati. Planetarium TIM berperan penting sebagai jembatan literasi sains yang mudah diakses oleh masyarakat luas,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain Planetarium Jakarta, kawasan TIM selama musim liburan juga diramaikan beragam aktivitas, mulai dari konser musik, kegiatan komunitas, konferensi, pameran, hingga berbagai program seni dan budaya lintas disiplin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Berbagai kegiatan tersebut turut menghidupkan TIM sebagai ruang publik yang dinamis dan inklusif,” imbuh Iwan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, yang resmi dibuka sebagai akomodasi berkonsep seni dan budaya. Dalam proyek ini, Jakpro berkolaborasi dengan Artotel Group menghadirkan hotel bertema Cultural Symphony, Artistic Hospitality yang dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan kapasitas 139 kamar beserta fasilitas penunjang, Paviliun Raden Saleh diharapkan menjadi pilihan strategis bagi seniman, budayawan, pekerja kreatif, serta pemangku kepentingan dalam mendukung aktivitas seni dan budaya di kawasan TIM.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Iwan menilai kolaborasi lintas sektor tersebut semakin memperkuat posisi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya yang berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami mendorong TIM tidak hanya sebagai pusat pertunjukan, tetapi sebagai ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan. Integrasi Planetarium Jakarta, ruang seni budaya, serta fasilitas pendukung seperti Paviliun Raden Saleh merupakan bagian dari komitmen Jakpro dalam menghadirkan ruang publik yang relevan dengan kebutuhan kota modern,” pungkasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/01/07/libur-nataru-kunjungan-ke-taman-ismail-marzuki-meroket-hingga-67-ribu-orang/">Libur Nataru, Kunjungan ke Taman Ismail Marzuki Meroket hingga 67 Ribu Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/01/07/libur-nataru-kunjungan-ke-taman-ismail-marzuki-meroket-hingga-67-ribu-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TIM, Mercusuar Seni Indonesia yang Hidup Selama 56 Tahun</title>
		<link>https://katafoto.id/2024/11/05/tim-mercusuar-seni-indonesia-yang-hidup-selama-56-tahun/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2024/11/05/tim-mercusuar-seni-indonesia-yang-hidup-selama-56-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 03:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Seni Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[TIM]]></category>
		<category><![CDATA[TIM 56 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[TIMFest 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=5060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Taman Ismail Marzuki (TIM) telah menjadi warisan budaya Indonesia sejak didirikan pada tahun 1968. Lebih dari lima dekade, TIM menjadi pusat perkembangan seni lokal, dari teater, musik, film, hingga sastra. Para seniman legendaris bertemu dengan bakat-bakat baru, menciptakan lanskap budaya yang memperkaya wajah seni Indonesia. “Taman Ismail Marzuki bisa dibilang lebih dari sekadar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/05/tim-mercusuar-seni-indonesia-yang-hidup-selama-56-tahun/">TIM, Mercusuar Seni Indonesia yang Hidup Selama 56 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Taman Ismail Marzuki (TIM) telah menjadi warisan budaya Indonesia sejak didirikan pada tahun 1968. Lebih dari lima dekade, TIM menjadi pusat perkembangan seni lokal, dari teater, musik, film, hingga sastra. Para seniman legendaris bertemu dengan bakat-bakat baru, menciptakan lanskap budaya yang memperkaya wajah seni Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Taman Ismail Marzuki bisa dibilang lebih dari sekadar tempat pertemuan. TIM adalah penghormatan hidup bagi semangat seni Indonesia,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Iwan Henry Wardhana dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (4/11)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada 10 November, perayaan tahunan hari jadi TIM akan menyatukan berbagai bentuk seni, mulai dari tari tradisional hingga teater modern, musik tradisi hingga musik kontemporer, pembacaan puisi hingga instalasi seni interaktif. TIMFest ke-56 tahun ini mengundang publik untuk berkontribusi dalam ekosistem TIM yang dinamis.</span></p>
<figure id="attachment_5058" aria-describedby="caption-attachment-5058" style="width: 1186px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5058" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1.jpg" alt="TIM, Mercusuar Seni Indonesia yang Hidup Selama 56 Tahun" width="1186" height="791" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1.jpg 1186w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-600x400.jpg 600w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-1068x712.jpg 1068w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2024/11/Timfest1-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 1186px) 100vw, 1186px" /><figcaption id="caption-attachment-5058" class="wp-caption-text">Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Iwan Henry Wardhana memberi keterangan pers terkait perayaan tahunan TIMFest 2024 di Jakarta, Senin (4/11/2024) (katafoto/HO/TIMFest)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini adalah panggung di mana masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu, memungkinkan talenta baru untuk terhubung dengan tradisi yang abadi,” ungkap Ketua Bidang Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">TIMFest 2024 akan diadakan dari tanggal 7 hingga 10 November, dengan berbagai kegiatan seperti fashion show, art culinary, pemutaran film independen dari filmmaker muda, serta pameran seni dan musik dari berbagai genre. Puncaknya, pidato kebudayaan yang menjadi agenda tahunan prestisius akan disampaikan oleh sutradara ternama Garin Nugroho dengan tema “Etika, Seni, dan Demokrasi” di Graha Bhakti Budaya pada 10 November 2024.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pidato kebudayaan ini menjadi ruang refleksi yang mendalam terhadap perkembangan budaya, politik, dan sosial di Indonesia. Tahun ini, Bapak Garin Nugroho akan menyampaikannya dengan tema ‘Etika, Seni, dan Demokrasi’,” ungkap Anisa Nastiti, Ketua TIMFest sekaligus anggota Dewan Kesenian Jakarta Komite Film dan Komisi Filantropi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rangkaian acara TIMFest menjadi refleksi karya seni Indonesia untuk mempromosikan potensi seni budaya DKI Jakarta, agar lebih dikenal dan dimaknai oleh masyarakat luas. TIMFest juga bertujuan menciptakan iklim kebersamaan bagi pelaku seni sekaligus inovasi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas talenta muda, memberi mereka ruang berinovasi, serta melestarikan seni dan budaya Indonesia,” tutup Kepala UP PKJ TIM, Arif Rahman.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2024/11/05/tim-mercusuar-seni-indonesia-yang-hidup-selama-56-tahun/">TIM, Mercusuar Seni Indonesia yang Hidup Selama 56 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2024/11/05/tim-mercusuar-seni-indonesia-yang-hidup-selama-56-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
