<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tradisi Lokal - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/tradisi-lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/tradisi-lokal/</link>
	<description>Buka Mata Tangkap Momen</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 15:49:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Tradisi Lokal - Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/tradisi-lokal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Ojung, Tradisi Unik yang Jadi Identitas Budaya Sumenep</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/13/festival-ojung-tradisi-unik-yang-jadi-identitas-budaya-sumenep/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/13/festival-ojung-tradisi-unik-yang-jadi-identitas-budaya-sumenep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 23:46:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Batuputih]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[event 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Ojung]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Galung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan, salah satunya Festival Ojung yang masuk dalam rangkaian Kalender Event 2026. Penyelenggaraan festival ini tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. “Festival Ojung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/13/festival-ojung-tradisi-unik-yang-jadi-identitas-budaya-sumenep/">Festival Ojung, Tradisi Unik yang Jadi Identitas Budaya Sumenep</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Sumenep </b>&#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan, salah satunya Festival Ojung yang masuk dalam rangkaian Kalender Event 2026.</p>
<p>Penyelenggaraan festival ini tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.</p>
<p>“Festival Ojung ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan yang merupakan tradisi mengandung nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, di sela-sela festival, di Pantai Galung Desa Juruan Daja Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04).</p>
<p>Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut di tengah arus globalisasi. Para pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif sebagai pelaku sekaligus pelestari budaya.</p>
<p>Generasi muda juga diingatkan untuk tidak melupakan akar budaya dengan cara mempelajari, mencintai, dan meneruskan warisan leluhur agar tetap memiliki jati diri yang kuat.</p>
<p>“Festival Ojung harus terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, agar tetap relevan di tengah dinamika zaman. Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat harus bersama-sama menjadikan tradisi ini sebagai identitas lokal yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip dari laman sumenepkab.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Menurutnya, seiring perkembangan zaman, Festival Ojung perlu dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai inovasi, seperti penataan lokasi, pemanfaatan promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif.</p>
<p>“Meski dikemas dengan sentuhan modern, nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam Festival Ojung tetap dijaga dengan baik. Esensi budaya seperti sportivitas, keberanian, dan kebersamaan tetap menjadi ruh utama dalam setiap pelaksanaan festival,” jelasnya.</p>
<p>Ojung sendiri merupakan tradisi adu ketangkasan dengan menggunakan rotan sebagai alat pukul, yang dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Pemenang ditentukan dari jumlah pukulan yang paling banyak mengenai tubuh lawan.</p>
<p>Tradisi ini rutin digelar masyarakat sebagai bagian dari ritual, baik untuk memohon perlindungan dari bencana maupun meminta turunnya hujan saat musim kemarau.</p>
<p>Pemerintah daerah optimistis Festival Ojung dapat terus berkembang menjadi ikon budaya yang membanggakan, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>
<p>“Kami mengharapkan selain sebagai ajang pelestarian budaya, Festival Ojung menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, karena berkumpul, berinteraksi, serta bersama-sama merayakan kekayaan budaya,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/13/festival-ojung-tradisi-unik-yang-jadi-identitas-budaya-sumenep/">Festival Ojung, Tradisi Unik yang Jadi Identitas Budaya Sumenep</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/13/festival-ojung-tradisi-unik-yang-jadi-identitas-budaya-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 14:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kulonprogo]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban Tanpa Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Al Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Sarangan Daun Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Suasana pembagian daging kurban di Masjid Al Ikhlas, Padukuhan Kopat, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta, tahun ini terasa istimewa. Di halaman masjid, tampak ratusan anyaman daun kelapa yang tertata rapi, menggantikan peran kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. Alih-alih menggunakan plastik sekali pakai, panitia dan warga sekitar memilih memakai sarangan, wadah tradisional [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/">Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Suasana pembagian daging kurban di Masjid Al Ikhlas, Padukuhan Kopat, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta, tahun ini terasa istimewa. Di halaman masjid, tampak ratusan anyaman daun kelapa yang tertata rapi, menggantikan peran kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Alih-alih menggunakan plastik sekali pakai, panitia dan warga sekitar memilih memakai <i>sarangan</i>, wadah tradisional dari daun kelapa tua yang selama ini dikenal dalam tradisi kenduri atau hajatan. Sedikitnya 300 sarangan disiapkan sejak Kamis malam (5 Juni 2025) untuk mendistribusikan daging kurban kepada warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami pakai daun kelapa dan daun jati untuk membuat sarangan. Ini jadi wadah pembagian daging kurban tahun ini,” ujar Saleh Riyadi, panitia kurban Masjid Al Ikhlas, Jumat (6/6/2025).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari laman berita satu, penggunaan sarangan bukan hanya demi mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Dulu, sarangan lazim digunakan masyarakat saat acara kenduri atau syukuran. Kini, tradisi itu kembali dihidupkan lewat momen Idul Adha.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dulu sarangan ini memang biasa dipakai buat kenduri. Sekarang kita hidupkan lagi, sekaligus menjaga lingkungan,” tambah Saleh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun ini menjadi kali pertama Masjid Al Ikhlas menerapkan penggunaan sarangan untuk kurban. Inisiatif ini juga menjadi respons nyata terhadap surat edaran Bupati Kulonprogo yang mendorong masyarakat menghindari plastik dalam distribusi daging kurban.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, memberikan apresiasi atas langkah warga Padukuhan Kopat tersebut. Ia menyebut, penggunaan wadah ramah lingkungan ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya sangat mengapresiasi warga Padukuhan Kopat. Mereka menindaklanjuti imbauan bupati dengan baik. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah plastik,” ujar Ambar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun ini, Masjid Al Ikhlas menyembelih tiga ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada sekitar 300 keluarga yang tersebar di empat padukuhan di wilayah tersebut.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/">Kurangi Sampah Plastik, Tradisi Lama Sarangan Dihidupkan Saat Kurban di Kulonprogo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/06/kurangi-sampah-plastik-tradisi-lama-sarangan-dihidupkan-saat-kurban-di-kulonprogo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
