<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Gadjah Mada - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/universitas-gadjah-mada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/universitas-gadjah-mada/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 12:49:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Universitas Gadjah Mada - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/universitas-gadjah-mada/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hakim Agung Sebut Fenomena PK di MA Jadi “Peradilan Tingkat Kedua”</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/04/13/hakim-agung-sebut-fenomena-pk-di-ma-jadi-peradilan-tingkat-kedua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/04/13/hakim-agung-sebut-fenomena-pk-di-ma-jadi-peradilan-tingkat-kedua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:49:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kasasi]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP baru]]></category>
		<category><![CDATA[novum]]></category>
		<category><![CDATA[peninjauan kembali]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan pidana]]></category>
		<category><![CDATA[PK Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[RU Jupriyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Fenomena pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) RI dinilai mulai mengalami pergeseran fungsi, dari yang semestinya sebagai upaya hukum luar biasa menjadi seolah-olah “peradilan tingkat kedua” atau bahkan sekadar upaya hukum biasa. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, tercatat rata-rata 61,31% permohonan PK diajukan langsung dari putusan pengadilan tingkat pertama yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/13/hakim-agung-sebut-fenomena-pk-di-ma-jadi-peradilan-tingkat-kedua/">Hakim Agung Sebut Fenomena PK di MA Jadi “Peradilan Tingkat Kedua”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta</b> &#8211; Fenomena pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) RI dinilai mulai mengalami pergeseran fungsi, dari yang semestinya sebagai upaya hukum luar biasa menjadi seolah-olah “peradilan tingkat kedua” atau bahkan sekadar upaya hukum biasa. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, tercatat rata-rata 61,31% permohonan PK diajukan langsung dari putusan pengadilan tingkat pertama yang telah berkekuatan hukum tetap, tanpa melalui proses banding maupun kasasi.</p>
<p>“Saya menyoroti adanya titik singgung antara kesalahan penerapan hukum sebagai alasan kasasi dengan kekhilafan atau kekeliruan nyata sebagai alasan Peninjauan Kembali,” ucap Hakim Agung RU Jupriyadi dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada, Jumat (10/4), di Auditorium Gedung B FH UGM.</p>
<p>Melalui disertasinya yang berjudul “Reformulasi Pengaturan Peninjauan Kembali sebagai Upaya Hukum Luar Biasa Perkara Pidana dalam Praktik Peradilan di Indonesia”, Jupriyadi mengusulkan perlunya penetapan parameter yang jelas terkait kriteria ‘kekhilafan hakim’ atau ‘kekeliruan yang nyata’. Hal ini penting untuk membedakannya dari alasan kasasi, sekaligus mengurangi subjektivitas hakim dan mencegah tumpang tindih dalam penerapan hukum. Dengan demikian, proses peradilan diharapkan dapat berjalan lebih konsisten, memberikan kepastian hukum, serta menjamin keadilan bagi para pencari keadilan.</p>
<p>Dilansir dari laman ugm, menanggapi diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru melalui UU Nomor 20 Tahun 2025 yang masih memuat klausul kekhilafan hakim, Jupriyadi mendorong Mahkamah Agung untuk segera menyusun aturan teknis melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma).</p>
<p>“Saya menyarankan supaya parameter atau kriteria kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata ini diwujudkan dalam bentuk Perma atau SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) atau bahkan Peraturan Pemerintah,” tekan Jupriyadi.</p>
<p>Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya pembatasan pengajuan PK agar tidak disalahgunakan. Menurutnya, PK sebaiknya hanya dapat diajukan satu kali, kecuali jika ditemukan novum atau bukti baru yang bersifat menentukan, sebagaimana juga telah diatur dalam KUHAP terbaru.</p>
<p>“Setiap perkara harus ada akhirnya. PK hanya dapat terjadi satu kali kecuali alasan novum,” kata Jupriyadi.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/04/13/hakim-agung-sebut-fenomena-pk-di-ma-jadi-peradilan-tingkat-kedua/">Hakim Agung Sebut Fenomena PK di MA Jadi “Peradilan Tingkat Kedua”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/04/13/hakim-agung-sebut-fenomena-pk-di-ma-jadi-peradilan-tingkat-kedua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 02:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[biologi molekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Cherax]]></category>
		<category><![CDATA[fauna Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[lobster air tawar]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Barat]]></category>
		<category><![CDATA[riset biologi]]></category>
		<category><![CDATA[spesies baru]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=10390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul “Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”, yang dimuat di jurnal Arthropoda (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus Cherax di wilayah Papua Barat. Artikel ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Yogyakarta</b> &#8211; Peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam publikasi ilmiah berjudul <i>“Seven New Species of Crayfish of the Genus Cherax (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from Western New Guinea, Indonesia”</i>, yang dimuat di jurnal <i>Arthropoda</i> (kategori Quartile 2), berhasil mengidentifikasi tujuh spesies baru lobster air tawar dari genus <i>Cherax</i> di wilayah Papua Barat. Artikel ini dipublikasikan secara terbuka pada 6 Juni 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara UGM, peneliti independen dari Jerman, serta lembaga riset di Berlin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Papua merupakan kawasan dengan kekayaan hayati luar biasa, namun banyak potensi yang belum terungkap. Penemuan ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam yang tersimpan di sana,” ujar Dr. Rury Eprilurahman, dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus salah satu penulis dalam penelitian ini, Kamis (19/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melansir dari laman UGM, ketujuh spesies yang ditemukan diberi nama <i>Cherax veritas</i>, <i>Cherax arguni</i>, <i>Cherax kaimana</i>, <i>Cherax nigli</i>, <i>Cherax bomberai</i>, <i>Cherax farhadii</i>, dan <i>Cherax doberai</i>. Spesies-spesies ini ditemukan di wilayah-wilayah terpencil seperti Misool, Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni—daerah yang masih memiliki ekosistem air tawar yang relatif murni dan belum banyak terjamah aktivitas manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Proses identifikasi dilakukan dengan pendekatan integratif, memadukan analisis morfologi (ciri fisik) dengan filogeni molekuler menggunakan gen mitokondria 16S dan COI. Metode ini memungkinkan identifikasi yang akurat dan ilmiah. “Kami tidak hanya menilai penampilan fisik dan warna tubuh, tetapi juga membandingkan DNA untuk memastikan keunikannya sebagai spesies tersendiri,” jelas Rury.</span></p>
<figure id="attachment_10392" aria-describedby="caption-attachment-10392" style="width: 1083px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-10392" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1083" height="721" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1.jpg 1083w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-768x511.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-696x463.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster1-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1083px) 100vw, 1083px" /><figcaption id="caption-attachment-10392" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax arguni di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Menariknya, sebagian spesimen awal diperoleh dari pasar akuarium hias internasional, dengan nama-nama populer seperti <i>Cherax sp. “Red Cheek”</i>, <i>“Amethyst”</i>, dan <i>“Peacock”</i>. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan satwa eksotik, jika dikelola dengan etis, bisa menjadi pintu masuk bagi penemuan ilmiah. Menurut Rury, kerja sama dengan komunitas penghobi hewan akuatik menjadi sangat penting. Beberapa kolektor lokal bahkan turut membantu pencarian spesimen di alam. “Banyak informasi awal kami justru berasal dari komunitas pecinta lobster hias. Data itu kami tindak lanjuti secara ilmiah dan sistematis,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan analisis DNA dan karakter fisik, ketujuh spesies baru ini masuk dalam kelompok <i>Cherax</i> bagian utara (northern lineage), yang sebelumnya hanya mencakup 28 spesies—kini bertambah menjadi 35. Hal ini menguatkan posisi Papua Barat sebagai salah satu pusat evolusi penting bagi genus <i>Cherax</i>, berbeda dari kerabatnya yang ada di Australia maupun Papua Nugini.</span></p>
<figure id="attachment_10393" aria-describedby="caption-attachment-10393" style="width: 1087px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10393" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg" alt="Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat" width="1087" height="724" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3.jpg 1087w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1024x682.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/06/Lobster3-1068x711.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1087px) 100vw, 1087px" /><figcaption id="caption-attachment-10393" class="wp-caption-text">Lobster air tawar dari genus Cherax nigli di wilayah Papua Barat. (katafoto/HO/Christian Lukhaup)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Masing-masing spesies memiliki karakter unik, baik dari segi warna tubuh, bentuk capit (chelae), maupun struktur rostrumnya. Salah satunya, <i>Cherax arguni</i>, memiliki warna biru tua dengan belang krem serta capit putih transparan yang khas. Berdasarkan analisis filogeni molekuler, <i>Cherax arguni</i> merupakan kerabat dekat dari <i>Cherax bomberai</i>, namun memiliki jarak genetik yang cukup untuk dikategorikan sebagai spesies terpisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Bayesian dan Maximum Likelihood terhadap data DNA mitokondria, yang menjadi acuan utama dalam menentukan batas antarspesies. “Perbedaan sekuens DNA mitokondria antarspesies bisa mencapai 11 persen, menandakan bahwa mereka telah mengalami isolasi evolusioner dalam waktu lama,” jelas Rury.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penemuan ini sekaligus menyoroti pentingnya upaya konservasi spesies air tawar di Papua, yang kini mulai menghadapi tekanan dari aktivitas manusia dan degradasi lingkungan. Rury menekankan bahwa banyak dari spesies ini hanya ditemukan di sungai-sungai kecil yang belum terpetakan secara ekologis. Beberapa bahkan hanya ditemukan di satu titik lokasi, menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan sekecil apapun. Demi menjaga keberlanjutan, lokasi detail habitat tidak diungkap dalam publikasi. “Kami harus menjaga keseimbangan antara eksplorasi ilmiah dan pelestarian alam, terutama karena banyak dari spesies ini tinggal di wilayah yang mulai terdampak aktivitas manusia,” tambahnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/">Peneliti UGM Temukan 7 Spesies Lobster Baru dari Perairan Papua Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/06/21/peneliti-ugm-temukan-7-spesies-lobster-baru-dari-perairan-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamenkeu Anggito Abimanyu Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Soroti Ekonomi Syariah</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/02/05/wamenkeu-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm-soroti-ekonomi-syariah/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/02/05/wamenkeu-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm-soroti-ekonomi-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 17:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggito Abimanyu]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengukuhan UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Wamenkeu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://katafoto.id/?p=8241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Selasa (4/2). Pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Senat UGM, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Presiden ke-11 RI Budiono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma&#8217;ruf Amin, serta para akademisi, tokoh masyarakat, dan pejabat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/05/wamenkeu-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm-soroti-ekonomi-syariah/">Wamenkeu Anggito Abimanyu Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Soroti Ekonomi Syariah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Selasa (4/2). Pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Senat UGM, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Presiden ke-11 RI Budiono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma&#8217;ruf Amin, serta para akademisi, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam pidato pengukuhannya yang bertajuk &#8220;Ekonomi Syariah sebagai Bentuk Kepatuhan, Cara Hidup, dan Aktivitas Bisnis yang Membawa Manfaat&#8221;, Wamenkeu Anggito menyampaikan pandangannya mengenai ekonomi syariah. Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah merupakan cabang ilmu ekonomi yang mengacu pada prinsip-prinsip syariat Islam. Menurutnya, ekonomi syariah bukan hanya sekadar sistem ekonomi alternatif, tetapi juga sebuah wujud kepatuhan terhadap ajaran agama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ekonomi syariah memperkuat dan menyempurnakan mimpi peradaban manusia terhadap sebuah sistem ekonomi yang adil, non-eksploitatif, bebas riba, dan memanen keberkahan dari Sang Maha Pencipta,&#8221; ungkap Anggito dikutip dalam laman kemenkeu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam pidatonya, Anggito juga menceritakan pengalamannya sebagai anak yang terlahir di keluarga akademisi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bapak dan Ibu merupakan pendidik yang berdedikasi. Almarhum Bapak adalah dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Almarhum Ibu adalah pendidik paruh waktu dan seorang ibu rumah tangga biasa,” kenangnya.</span></p>
<figure id="attachment_8243" aria-describedby="caption-attachment-8243" style="width: 1202px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8243" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1.jpg" alt="Wamenkeu Anggito Abimanyu Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Soroti Ekonomi Syariah" width="1202" height="817" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1.jpg 1202w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-300x204.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-1024x696.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-768x522.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-150x102.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-696x473.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/02/Guru-Besar-UGM1-1068x726.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1202px) 100vw, 1202px" /><figcaption id="caption-attachment-8243" class="wp-caption-text">Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc foto bersama usai pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Selasa (4/2/2025). (katafoto/HO/UGM/Firsto)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga berbagi cerita tentang masa kecilnya yang sempat dilarang orang tua untuk masuk jurusan IPS karena dianggap kurang menjanjikan. &#8220;Saya memilih jurusan IPA dan akhirnya memilih Fakultas Ekonomi dengan jurusan Ekonomi Pertanian sebagai jalan tengah,&#8221; tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah lulus dari UGM, Anggito sempat mengabdi sebagai asisten peneliti di lembaga think-tank kebijakan ekonomi yang dipimpin oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pemikiran-pemikiran beliau mengenai deregulasi, industrialisasi, disiplin fiskal, dan kebocoran anggaran menjadi narasi yang menempel hingga kini,” ujar Anggito.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Anggito kemudian melanjutkan studinya di University of Pennsylvania di Philadelphia. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Ekonomi UGM, fokus pada penelitian kebijakan publik dan ekonomi kerakyatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai pada 2000 hingga 2010, dan sejak saat itu ia menyaksikan evolusi besar di kementerian tersebut. &#8220;Di bawah kepemimpinan Prof. Bambang Sudibyo, Kemenkeu mengalami transformasi besar, dan perbaikan itu terus berlanjut di bawah Ibu Dr. Sri Mulyani Indrawati,&#8221; katanya. Anggito menyatakan bahwa Kemenkeu kini telah berkembang menjadi kementerian yang lebih tangguh dan responsif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Setelah lebih 10 tahun meninggalkan Kemenkeu dan kembali lagi pada tahun 2024 saya merasakan lompatan perubahan yang luar biasa,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di akhir pidatonya, Wamenkeu Anggito menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan hidupnya. Ia berharap ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan negara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkah ilmu dan rahmat-Nya kepada kita semua dalam ikhtiar bersama untuk terus membangun bangsa yang besar ini sesuai dengan amanat kemanusiaan dan cita-cita mulia para pendiri bangsa di awal kemerdekaan,” tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/02/05/wamenkeu-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm-soroti-ekonomi-syariah/">Wamenkeu Anggito Abimanyu Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Soroti Ekonomi Syariah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/02/05/wamenkeu-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm-soroti-ekonomi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
