<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>utang menumpuk - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/utang-menumpuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/utang-menumpuk/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 05:56:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>utang menumpuk - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/utang-menumpuk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Gali Lubang Tutup Lubang, Begini Cara Melunasi Utang Menumpuk</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/09/29/jangan-gali-lubang-tutup-lubang-begini-cara-melunasi-utang-menumpuk/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/09/29/jangan-gali-lubang-tutup-lubang-begini-cara-melunasi-utang-menumpuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 05:56:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[cara melunasi utang]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Paylater]]></category>
		<category><![CDATA[pindar]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjaman online]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjol]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<category><![CDATA[utang menumpuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=19702</guid>

					<description><![CDATA[<p>katafoto, Jakarta &#8211; Gaji baru saja diterima, tetapi sebelum tanggal 20 uang sudah menipis. Di sisi lain, tagihan paylater, kartu kredit, cicilan pinjaman, hingga utang kepada teman atau keluarga terus berdatangan. Kondisi tersebut bisa membuat seseorang terjebak dalam pola “gali lubang, tutup lubang”. Utang lama belum selesai, tetapi pinjaman baru kembali diambil untuk membayar tagihan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/29/jangan-gali-lubang-tutup-lubang-begini-cara-melunasi-utang-menumpuk/">Jangan Gali Lubang Tutup Lubang, Begini Cara Melunasi Utang Menumpuk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>katafoto, Jakarta</b> &#8211; Gaji baru saja diterima, tetapi sebelum tanggal 20 uang sudah menipis. Di sisi lain, tagihan paylater, kartu kredit, cicilan pinjaman, hingga utang kepada teman atau keluarga terus berdatangan.</p>
<p>Kondisi tersebut bisa membuat seseorang terjebak dalam pola “gali lubang, tutup lubang”. Utang lama belum selesai, tetapi pinjaman baru kembali diambil untuk membayar tagihan sebelumnya.</p>
<p>Jika kondisi ini mulai terjadi, perencana keuangan menyarankan sejumlah langkah untuk mengurangi jumlah utang secara bertahap tanpa menambah pinjaman baru. Dilansir dari laman<span class="Apple-converted-space">  </span>Liputan6.com, perencana keuangan Safir Senduk dan Andy Nugroho membagikan strategi mengatasi utang menumpuk kepada, Selasa (29/9).</p>
<p><b>Hitung Semua Utang dan Kurangi Jumlah Posnya</b></p>
<p>Safir Senduk menyarankan langkah pertama adalah mencatat seluruh kewajiban yang dimiliki. Jangan hanya menghitung cicilan bank, tetapi juga utang kepada teman atau keluarga, kartu kredit, dan berbagai bentuk pinjaman lainnya.</p>
<p>Setelah semua dicatat, langkah berikutnya adalah mengurangi jumlah pos utang.</p>
<p>Menurut Safir, semakin sedikit jumlah utang yang harus dibayar, semakin mudah seseorang mengendalikan kewajibannya.</p>
<p>“Fokusnya sebetulnya adalah mengurangi jumlah posnya dulu,” ujar Safir.</p>
<p><b>Bayar Minimum, Lalu Tambahkan Anggaran</b></p>
<p>Setelah mengetahui seluruh kewajiban, Safir menyarankan agar setiap pos tetap dibayar sesuai cicilan minimal.</p>
<p>Sebagai contoh, seseorang memiliki 10 pos utang dengan total kewajiban cicilan Rp5 juta per bulan. Jika kondisi keuangan memungkinkan, anggaran pembayaran utang sebaiknya ditambah.</p>
<p>“Jangan Rp 5 juta, budget-kan Rp 7 juta misalnya,” kata Safir.</p>
<p>Dengan tambahan anggaran Rp2 juta, uang tersebut kemudian diarahkan untuk mempercepat pelunasan salah satu utang.</p>
<p>Safir menyarankan tambahan pembayaran diberikan kepada utang dengan sisa saldo paling kecil, bukan utang dengan bunga paling tinggi.</p>
<p>“Bukan bunganya yang paling besar, tapi sisa saldo kewajiban paling kecil,” tegasnya.</p>
<p>Ketika utang dengan saldo terkecil sudah lunas, anggaran yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang tersebut dapat dialihkan ke utang berikutnya. Strategi ini dikenal sebagai metode <i>snowball</i>.</p>
<p><b>Jangan Tambah Utang Baru</b></p>
<p>Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan prinsip utama dalam menyelesaikan utang adalah membayar kewajiban secara bertahap sesuai kemampuan. Namun, proses tersebut harus dibarengi dengan pengendalian diri agar tidak kembali menambah utang.</p>
<p>“Jangan membuat utang baru lagi dulu sampai lunas atau maksimal 30 persen dari total utang,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Andy, apabila ingin mempercepat pelunasan, terdapat sejumlah alternatif yang dapat dipertimbangkan, salah satunya memanfaatkan aset yang dimiliki.</p>
<p>“Gadaikan atau jual aset untuk menutup utang dengan cepat,” ungkap dia.</p>
<p>Pilihan lainnya adalah meminjam uang kepada saudara atau teman. Namun, langkah tersebut tetap perlu disertai komitmen untuk mencicil hingga kewajiban tersebut lunas.</p>
<p><b>Waspadai Utang dengan Bunga Tinggi</b></p>
<p>Safir mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil utang baru, terutama produk pinjaman yang memiliki bunga tinggi.</p>
<p>“Pikir-pikir ulang kalau mengambil utang pada satu dari tiga produk berikut ini: KTA, paylater, sama pinjaman daring,” ujarnya.</p>
<p>Safir juga menjelaskan perbedaan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk pinjaman daring.</p>
<p>“Kalau legal namanya pindar, kalau yang ilegal tidak terdaftar di OJK, dia namanya pinjol,” jelas Safir.</p>
<p>Karena itu, masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia pinjaman sebelum menggunakan layanan tersebut dan mempertimbangkan kemampuan membayar kembali.</p>
<p><b>Bedakan Utang Produktif dan Konsumtif</b></p>
<p>Selain jumlah dan bunga, penting pula memahami tujuan ketika mengambil utang.</p>
<p>Andy menjelaskan, berdasarkan pengertian umum, utang merupakan kewajiban untuk mengembalikan sesuatu yang telah diterima. Safir menambahkan, utang pada dasarnya merupakan tindakan meminjam sumber daya dari pihak lain, umumnya berupa uang, yang harus dikembalikan dan biasanya disertai bunga.</p>
<p>Andy membedakan utang berdasarkan manfaat yang dihasilkan. Utang produktif digunakan untuk sesuatu yang berpotensi menghasilkan pendapatan lebih besar.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah kredit pemilikan rumah (KPR) yang digunakan untuk membeli rumah kemudian disewakan.</p>
<p>Sebaliknya, utang konsumtif digunakan untuk kebutuhan yang tidak menghasilkan pendapatan sehingga pengeluaran justru bertambah.</p>
<p>Safir memberikan batasan yang lebih ketat mengenai utang produktif. Menurutnya, utang baru dapat disebut produktif jika barang atau jasa yang dibiayai secara langsung digunakan untuk menghasilkan uang.</p>
<p>Contohnya adalah membeli kendaraan yang kemudian digunakan untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online.</p>
<p>Namun, apabila kendaraan tersebut hanya digunakan untuk keperluan pergi menghadiri rapat, Safir menilainya belum termasuk utang produktif.</p>
<p>“Itu tetap konsumtif juga,” kata Safir, meski penggunaan tersebut masih dapat diterima.</p>
<p>Dengan demikian, langkah penting dalam mengurangi utang bukan hanya memperbesar pembayaran cicilan, tetapi juga menghentikan kebiasaan mengambil utang baru dan mengevaluasi tujuan setiap pinjaman.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/09/29/jangan-gali-lubang-tutup-lubang-begini-cara-melunasi-utang-menumpuk/">Jangan Gali Lubang Tutup Lubang, Begini Cara Melunasi Utang Menumpuk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/09/29/jangan-gali-lubang-tutup-lubang-begini-cara-melunasi-utang-menumpuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
