<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Industri Tekstil - Katafoto.id</title>
	<atom:link href="https://katafoto.id/tag/industri-tekstil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katafoto.id/tag/industri-tekstil/</link>
	<description>Berita dan Foto dari Berbagai Sumber Informasi yang Valid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 00:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://katafoto.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-logo-katafoto-persegi-32x32.png</url>
	<title>Industri Tekstil - Katafoto.id</title>
	<link>https://katafoto.id/tag/industri-tekstil/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ramai Isu PHK, Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Solid</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/05/07/ramai-isu-phk-menkeu-sebut-ekonomi-indonesia-masih-solid/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/05/07/ramai-isu-phk-menkeu-sebut-ekonomi-indonesia-masih-solid/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 00:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[LPEI]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[Stimulus Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=16630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat melihat isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri manufaktur secara lebih berimbang. Menurutnya, meski terdapat tekanan di beberapa sektor usaha, kondisi ekonomi nasional secara umum masih berada pada jalur pertumbuhan positif. Purbaya menegaskan pemerintah tidak hanya memperhatikan perusahaan yang mengalami penurunan kinerja, tetapi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/07/ramai-isu-phk-menkeu-sebut-ekonomi-indonesia-masih-solid/">Ramai Isu PHK, Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Solid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat melihat isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri manufaktur secara lebih berimbang. Menurutnya, meski terdapat tekanan di beberapa sektor usaha, kondisi ekonomi nasional secara umum masih berada pada jalur pertumbuhan positif.</p>
<p>Purbaya menegaskan pemerintah tidak hanya memperhatikan perusahaan yang mengalami penurunan kinerja, tetapi juga sektor-sektor lain yang sedang berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.</p>
<p>“Saya akan mempelajari. Saya juga akan mendorong lagi pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat, tetapi kalau masalah perusahaan jatuh-bangun, selalu ada. Yang saya akan lihat adalah dampak net-nya seperti apa,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5).</p>
<p>Ia menilai kondisi satu perusahaan tidak dapat dijadikan tolok ukur keseluruhan ekonomi nasional. Pemerintah, lanjut dia, perlu melihat dampak bersih dari dinamika industri, termasuk munculnya perusahaan baru.</p>
<p>“Lima jatuh, ada yang bangkit enggak? Anda kan enggak melihat perusahaan yang baru, tahu enggak jumlahnya berapa? Jadi, kita harus lihat itu untuk lebih balance-nya,” ujarnya.</p>
<p>Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menjadi indikator bahwa perekonomian nasional masih solid. Pertumbuhan tersebut, menurut dia, seharusnya mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru.</p>
<p>“Harusnya kalau pertumbuhan yang cepat kayak kemarin, itu harusnya ada penciptaan kerja baru dan banyak perusahaan baru yang timbul,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah sektor yang menghadapi tekanan. Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi secara lebih rinci terhadap setiap kasus yang muncul.</p>
<p>“Secara agregat masih bagus. Kalau satu perusahaannya saya enggak tahu, saya mesti lihat case by case,” katanya.</p>
<p>Menurut Purbaya, perlambatan di satu sektor dapat diimbangi dengan pertumbuhan di sektor lain. Pemerintah pun akan terus memantau kondisi ekonomi secara menyeluruh sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.</p>
<p>“Namun kalau secara agregat masih bagus. Artinya kalau itu yang jatuh, maksudnya ada tempat lain yang tumbuh,” ujarnya.</p>
<p>Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah memastikan stimulus, likuiditas, dan dukungan kebijakan bagi sektor riil tetap tersedia. Selain itu, perbaikan iklim usaha juga terus dilakukan.</p>
<p>“Saya perhatikan apakah itu berjalan atau enggak, tetapi kan yang saya pastikan adalah stimulus di ekonomi cukup, likuiditas ekonomi cukup, dorongan pemerintah ke perekonomian cukup, dan kita perbaiki terus kondisi bisnis di sini,” kata Purbaya.</p>
<p>Salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah adalah industri tekstil yang masih menghadapi kendala akses pembiayaan. Purbaya mengatakan sektor tersebut kerap dipandang sebagai sunset industry sehingga mengalami kesulitan memperoleh kredit perbankan.</p>
<p>“Dia susah sekali dapat pinjaman ke bank, makanya saya tadi pakai LPEI, kita sudah ketemu dengan perusahaan tekstil atau asosiasi itu, dan kita akan menjalankan dalam waktu enggak terlalu lama,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah juga berencana memanfaatkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) guna memperkuat akses pembiayaan bagi industri tekstil dan furnitur dengan biaya yang lebih kompetitif.</p>
<p>Selain itu, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus lain, termasuk insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026. Program tersebut mencakup 200.000 unit kendaraan listrik, terdiri atas 100.000 motor listrik dan 100.000 mobil listrik.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/05/07/ramai-isu-phk-menkeu-sebut-ekonomi-indonesia-masih-solid/">Ramai Isu PHK, Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Solid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/05/07/ramai-isu-phk-menkeu-sebut-ekonomi-indonesia-masih-solid/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2026/03/07/kajian-ungkap-dampak-tarif-resiprokal-as-terhadap-ekonomi-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2026/03/07/kajian-ungkap-dampak-tarif-resiprokal-as-terhadap-ekonomi-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 06:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI dan KINERJA]]></category>
		<category><![CDATA[agreement on reciprocal trade]]></category>
		<category><![CDATA[CPO indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan perdagangan global]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Indonesia-AS]]></category>
		<category><![CDATA[prognosa research]]></category>
		<category><![CDATA[tarif resiprokal AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=15460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dinilai dapat menempatkan Indonesia pada posisi strategis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Kebijakan ini dinilai berpotensi membuka peluang kompetisi yang cukup besar bagi Indonesia, terutama untuk sektor tekstil serta sejumlah komoditas unggulan lainnya. Penilaian tersebut merupakan hasil kajian strategis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/07/kajian-ungkap-dampak-tarif-resiprokal-as-terhadap-ekonomi-indonesia/">Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dinilai dapat menempatkan Indonesia pada posisi strategis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Kebijakan ini dinilai berpotensi membuka peluang kompetisi yang cukup besar bagi Indonesia, terutama untuk sektor tekstil serta sejumlah komoditas unggulan lainnya.</p>
<p>Penilaian tersebut merupakan hasil kajian strategis yang dilakukan oleh Prognosa Research &amp; Consulting. Temuan itu disampaikan dalam konferensi pers bertajuk <i>“US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia”</i> di Jakarta, Kamis (5/3).</p>
<p>Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembahas, antara lain peneliti senior INDEF Tauhid Ahmad, Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia (API) sekaligus Director of Public Affairs Praxis Sofyan Herbowo, serta Director Prognosa Research &amp; Consulting Garda Maharsi.</p>
<p>&#8220;Perjanjian ini menghadirkan peluang sekaligus risiko yang perlu diantisipasi secara cermat oleh pemerintah dan pelaku industri di Tanah Air,&#8221; kata Garda Maharsi saat memaparkan kajiannya di Jakarta.</p>
<p>Dalam kajian tersebut, Prognosa membahas berbagai implikasi kebijakan perdagangan antara Indonesia dan AS, termasuk potensi penurunan tingkat hilirisasi ekspor Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen. Di sisi lain, terdapat pula komitmen pembelian produk AS senilai USD 38,4 miliar. Kajian tersebut juga menyoroti penyesuaian kebijakan non-tarif serta dampaknya terhadap daya saing industri, ketergantungan impor, hingga agenda hilirisasi nasional.</p>
<figure id="attachment_15462" aria-describedby="caption-attachment-15462" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-15462 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750.jpg" alt="Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04750-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15462" class="wp-caption-text">(Ki-Ka) Direktur Public Affairs Praxis Sofyan Herbowo, Direktur Prognosa Research &amp; Consulting Garda Maharsi dan Pengamat Ekonomi INDEF Tauhid Ahmad saat konferensi pers bertajuk &#8220;US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia&#8221;, Jakarta (5/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>Menurut Garda, kondisi tersebut dapat menciptakan ruang persaingan yang cukup besar bagi Indonesia, khususnya bagi sektor tekstil dan komoditas unggulan lainnya. Namun, kewajiban pembelian produk AS senilai USD 38,4 miliar—yang mencakup sektor energi, dirgantara, serta pertanian—juga berpotensi mengubah struktur perdagangan nasional jika tidak dikelola secara hati-hati.</p>
<p>&#8220;Penting untuk Pemerintah memastikan sektor terdampak didukung dengan komitmen transfer of knowledge &amp; transfer of technology, sejalan dengan agenda penciptaan nilai tambah ekonomi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis agar daya saing industri nasional tetap terjaga di tengah perubahan kebijakan perdagangan global tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk selamat, sebaiknya Pemerintah sinkronisasi standar luar, bangun industri logistik, dan pembiayaan berkelanjutan. Perjanjian semacam ini bisa jadi proses integrasi ke Global Value Chains, asalkan daya dukung sektoralnya dipenuhi,&#8221; ujar Garda.</p>
<p>Dalam penyusunan kajian ini, Prognosa menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM) serta analisis Impulse Response Function (IRF). Melalui metode tersebut, kajian ini memetakan dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap neraca perdagangan, ketahanan industri sektoral, serta kinerja pembangunan berkelanjutan di Indonesia.</p>
<figure id="attachment_15463" aria-describedby="caption-attachment-15463" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-15463 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763.jpg" alt="Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04763-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15463" class="wp-caption-text">Direktur Prognosa Research &amp; Consulting Garda Maharsi (tengah), Direktur Public Affairs Praxis Sofyan Herbowo dan Pengamat Ekonomi INDEF Tauhid Ahmad aat konferensi pers bertajuk &#8220;US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia&#8221;, Jakarta (5/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>Selain itu, kajian Prognosa juga menyajikan analisis sektoral yang cukup komprehensif untuk memetakan posisi berbagai industri dalam menghadapi implementasi ART.</p>
<p>Dari sisi ketahanan industri, hasil kajian menunjukkan bahwa sektor crude palm oil (CPO) memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Bahkan sektor ini dinilai mampu melampaui kondisi awal dan menjadikan tekanan eksternal sebagai momentum ekspansi. Sebaliknya, sektor tekstil dinilai membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih aktif karena tidak sepenuhnya mampu pulih setelah mengalami guncangan ekonomi.</p>
<p>Garda juga menyebut kajian tersebut mengidentifikasi empat kemungkinan skenario masa depan industri nasional setelah penerapan ART, yakni Gemerlap, Pengap, Gagap, dan Gelap.</p>
<p>&#8220;Di sini bergantung pada seberapa kuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam merespons perubahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, terkait kebijakan tarif tersebut, Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat menegaskan bahwa International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tidak memberikan kewenangan penuh kepada Presiden untuk menetapkan tarif perdagangan.</p>
<p>Menanggapi putusan MA AS yang membatalkan tekanan tarif dan menetapkan batas maksimal 10 persen, Sofyan menilai Indonesia tidak berada pada posisi untuk mengomentari keputusan tersebut.</p>
<figure id="attachment_15465" aria-describedby="caption-attachment-15465" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-15465 size-full" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780.jpg" alt="Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia" width="1200" height="800" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-1024x683.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-768x512.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-696x464.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2026/03/FER04780-1068x712.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-15465" class="wp-caption-text">Pengamat Ekonomi INDEF Tauhid Ahmad (kanan), Direktur Public Affairs Praxis Sofyan Herbowo dan Direktur Prognosa Research &amp; Consulting Garda Maharsi saat konferensi pers bertajuk &#8220;US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia&#8221;, Jakarta (5/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Itu mekanisme domestik mereka yang kita tidak boleh intervensi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sofyan menambahkan bahwa dari sisi positioning, komunitas Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) ingin memastikan kebijakan tarif tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan nasional.</p>
<p>&#8220;Di sini menjadi penting bagi Indonesia bagaimana memanfaatkan peluang baru dan juga keuntungan yang bisa dimaksimalkan dari kebijakan ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, Prognosa merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Di antaranya renegosiasi klausul penting dalam ART, konsistensi penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), reformasi tata kelola kepabeanan, serta pembukaan pasar baru bagi komoditas strategis seperti CPO dan mineral kritis nikel.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar implementasi ART 2026 dapat menjadi katalis bagi kemajuan ekonomi nasional, bukan justru menjadi beban jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2026/03/07/kajian-ungkap-dampak-tarif-resiprokal-as-terhadap-ekonomi-indonesia/">Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2026/03/07/kajian-ungkap-dampak-tarif-resiprokal-as-terhadap-ekonomi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Tekstil Ungkap Fakta di Balik Maraknya Thrifting di Indonesia</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/12/12/industri-tekstil-ungkap-fakta-di-balik-maraknya-thrifting-di-indonesia/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/12/12/industri-tekstil-ungkap-fakta-di-balik-maraknya-thrifting-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 02:21:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INDUSTRI]]></category>
		<category><![CDATA[AGTI]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Baku Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[ESG]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Pakaian Bekas Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Thrifting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=14192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas peredaran pakaian bekas impor atau thrifting. Ia menolak usulan pengenaan pajak atas barang tersebut karena statusnya yang jelas-jelas ilegal. Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, menyatakan bahwa penguatan industri tekstil nasional serta terjaminnya suplai bahan baku menjadi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/12/industri-tekstil-ungkap-fakta-di-balik-maraknya-thrifting-di-indonesia/">Industri Tekstil Ungkap Fakta di Balik Maraknya Thrifting di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas peredaran pakaian bekas impor atau <i>thrifting</i>. Ia menolak usulan pengenaan pajak atas barang tersebut karena statusnya yang jelas-jelas ilegal.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, menyatakan bahwa penguatan industri tekstil nasional serta terjaminnya suplai bahan baku menjadi kunci utama mengurangi ketergantungan masyarakat pada produk <i>thrift</i>. Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan tekstil dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor, namun masih dibayangi sejumlah tantangan struktural dan pemenuhan standar internasional.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Potensi Indonesia sangat besar, tetapi masih banyak tantangan yang harus dibereskan agar industri kita benar-benar kompetitif di pasar global,” ujarnya dalam keterangan resmi via berita satu. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Anne menilai pemerintah telah menunjukkan langkah konkret dengan mempermudah akses impor bahan baku yang masih diperlukan industri tekstil. Namun, ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan lintas kementerian agar pasokan tidak terganggu oleh aturan yang tumpang tindih.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Jika regulasi bisa lebih sederhana dan selaras, daya saing industri otomatis meningkat. Pemerintah sudah menunjukkan dukungan, tinggal memastikan kebijakannya berjalan searah,” tambahnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia menjelaskan bahwa impor tetap dibutuhkan untuk beberapa jenis bahan baku yang belum bisa diproduksi di dalam negeri atau belum memenuhi standar mutu global. Keterbatasan <i>product development</i> di sebagian pabrik membuat banyak merek internasional masih mengandalkan material impor.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurut Anne, kapasitas industri lokal sejatinya cukup besar, namun belum merata. Tantangan terbesar berada pada pemenuhan standar <i>Environmental, Social, and Governance</i> (ESG), mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga penerapan energi ramah lingkungan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Jika standar lingkungan, perizinan, struktur upah, hingga penggunaan energi non-fosil dapat dipenuhi, produk lokal akan jauh lebih mudah diterima merek global,” jelasnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia menambahkan bahwa sebagian besar bahan baku untuk kebutuhan merek internasional masih harus didatangkan dari luar negeri karena sejumlah pabrik belum mampu memproduksi kualitas yang konsisten, terutama untuk kategori <i>performance fabric</i> dan <i>sustainable textile</i>. Selain itu, kapasitas produksi dan kecepatan pemenuhan permintaan dinilai masih menjadi hambatan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Anne menegaskan bahwa penguatan industri lokal dan ketersediaan bahan baku memang berpotensi menekan <i>thrifting</i>, namun dibutuhkan pula regulasi yang jelas serta perubahan perilaku pasar untuk menurunkan praktik tersebut secara signifikan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kalau daya saing meningkat dan pasokan domestik kuat, <i>thrifting</i> pasti berkurang. Tetapi tetap harus ada kepastian regulasi,” tutupnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/12/12/industri-tekstil-ungkap-fakta-di-balik-maraknya-thrifting-di-indonesia/">Industri Tekstil Ungkap Fakta di Balik Maraknya Thrifting di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/12/12/industri-tekstil-ungkap-fakta-di-balik-maraknya-thrifting-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/17/umkm-bangkit-aksi-jersey-untuk-pak-menteri-padati-kota-tua/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/17/umkm-bangkit-aksi-jersey-untuk-pak-menteri-padati-kota-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 13:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Citayam All Star]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Sandang]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Jersey Untuk Pak Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tua Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pakaian Bekas Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi ADV]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Konveksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Kawasan Kota Tua, Jakarta, dipadati para pelaku UMKM konveksi dan komunitas kreatif dalam aksi seni bertajuk “Jersey untuk Pak Menteri” pada Minggu (16/11) malam. Kegiatan yang diinisiasi Sinergi ADV Nusantara itu digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap langkah tegas pemerintah dalam menekan masuknya pakaian bekas ilegal yang selama lebih dari sepuluh tahun melemahkan industri [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/17/umkm-bangkit-aksi-jersey-untuk-pak-menteri-padati-kota-tua/">UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Kawasan Kota Tua, Jakarta, dipadati para pelaku UMKM konveksi dan komunitas kreatif dalam aksi seni bertajuk “Jersey untuk Pak Menteri” pada Minggu (16/11) malam. Kegiatan yang diinisiasi Sinergi ADV Nusantara itu digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap langkah tegas pemerintah dalam menekan masuknya pakaian bekas ilegal yang selama lebih dari sepuluh tahun melemahkan industri tekstil dan konveksi lokal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aksi tersebut ditujukan kepada lima pejabat yang dianggap berperan penting dalam penghentian impor pakaian bekas ilegal, yakni Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Para pelaku UMKM juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat pemerintah dan lembaga penegak hukum yang dinilai konsisten melakukan penindakan terhadap penyelundupan barang bekas ilegal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta, menegaskan bahwa kebijakan tersebut kembali membuka harapan bagi pekerja konveksi yang selama ini terpuruk oleh banjirnya produk ilegal murah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hari ini kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya Pak Purbaya yang berkomitmen menghentikan masuknya produk ilegal bekas. Kini kami punya semangat baru untuk bangkit,” ujarnya.</span></p>
<figure id="attachment_13700" aria-describedby="caption-attachment-13700" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13700" src="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16.jpg" alt="UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua" width="1200" height="801" srcset="https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16.jpg 1200w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-300x200.jpg 300w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-1024x684.jpg 1024w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-768x513.jpg 768w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-150x100.jpg 150w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-696x465.jpg 696w, https://katafoto.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-17-at-14.59.16-1068x713.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-13700" class="wp-caption-text">CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta memberikan orasi bersama para komunitas seni dan Citayam All Star dalam aksi seni bertajuk “Jersey untuk Pak Menteri” di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (16/11/2025) (katafoto/HO/Sinergi ADV Nusantara)</figcaption></figure>
<p class="p1"><span class="s1">Prama berharap langkah tegas ini menjadi momentum pemutus arus barang ilegal yang selama bertahun-tahun merusak ekosistem industri tekstil nasional. Ia menilai dampak negatif pakaian bekas ilegal tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga seluruh rantai produksi sandang yang melibatkan ribuan pekerja.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Indonesia membutuhkan jutaan lapangan kerja, bukan jutaan pakaian bekas. Jika produksi dalam negeri berjalan—mulai dari pabrik benang, kain, karet, hingga industri tali—akan banyak tenaga kerja yang terserap,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aksi seni di Kota Tua tersebut menjadi simbol kebangkitan pelaku UMKM konveksi yang kini melihat peluang baru untuk tumbuh dan kembali berkontribusi pada perekonomian nasional. Mereka berharap momentum ini memperkuat komitmen pemerintah dalam melindungi pasar domestik dari serbuan barang ilegal, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara UMKM, komunitas kreatif, dan pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peserta menyerukan bahwa penghentian impor pakaian bekas ilegal bukan semata kebijakan perdagangan, tetapi langkah penting untuk menjaga lapangan kerja dan masa depan industri sandang tanah air. “Semoga UMKM konveksi dapat bangkit bersama pemerintah untuk memajukan negeri,” demikian pesan yang disampaikan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Acara juga diramaikan kolaborasi seni dari Sinergi ADV Nusantara bersama kelompok Marjinal, Orkes Trotoar, Buntung Cees, Katababa, serta komunitas Citayam All Star yang menampilkan Bonge, Jeje, Roy, Kurma, Alpin, Awwa, Della, Badru, Salsa, Jajat, dan lainnya melalui pertunjukan seni jalanan dan penyerahan jersey simbolik sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/17/umkm-bangkit-aksi-jersey-untuk-pak-menteri-padati-kota-tua/">UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/17/umkm-bangkit-aksi-jersey-untuk-pak-menteri-padati-kota-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah Tegas Menkeu Purbaya Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Industri Tekstil</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/11/02/langkah-tegas-menkeu-purbaya-jadi-sinyal-kuat-kebangkitan-industri-tekstil/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/11/02/langkah-tegas-menkeu-purbaya-jadi-sinyal-kuat-kebangkitan-industri-tekstil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 13:03:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INDUSTRI]]></category>
		<category><![CDATA[API]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian bekas]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Riil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13413</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menindak praktik impor pakaian bekas ilegal. Menurut API, kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah untuk melindungi keberlangsungan industri tekstil nasional. Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menilai pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan langsung oleh Menkeu melalui [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/02/langkah-tegas-menkeu-purbaya-jadi-sinyal-kuat-kebangkitan-industri-tekstil/">Langkah Tegas Menkeu Purbaya Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Industri Tekstil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menindak praktik impor pakaian bekas ilegal. Menurut API, kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah untuk melindungi keberlangsungan industri tekstil nasional.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menilai pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan langsung oleh Menkeu melalui inspeksi lapangan merupakan sinyal kuat dalam memperkuat industri dalam negeri.<br />
“Dengan pengawasan yang semakin ketat dan tindakan tegas seperti sidak yang dilakukan Pak Purbaya, kami sangat mendukung. Ini penting bukan hanya untuk industri tekstil, tapi juga berdampak luas, termasuk pada konsumsi listrik nasional,” ujar Jemmy dikutip dari laman beritasatu<i> </i>Minggu (02/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jemmy menegaskan, impor pakaian bekas sudah lama dilarang dan termasuk kategori pelanggaran hukum. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2021 <i>juncto</i> Permendag Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor. Namun, lemahnya pengawasan dinilai menjadi celah yang memungkinkan praktik ilegal tersebut tetap terjadi.<br />
“Aturannya sudah jelas, yang perlu diperkuat sekarang adalah pengawasannya di lapangan,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Jemmy menjelaskan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan sektor padat karya dengan rantai pasok panjang, yang banyak menyerap tenaga kerja lulusan SMA ke bawah. Banyak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) bergantung pada stabilitas sektor ini.<br />
“Jika pemerintah berhasil memberantas impor pakaian bekas ilegal, maka industri TPT bisa kembali tumbuh, lapangan kerja meningkat, dan ekonomi nasional ikut terdorong. Dampaknya besar terhadap penurunan angka pengangguran,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain isu impor pakaian bekas, Jemmy juga menyoroti persoalan lain yang menekan industri TPT, yaitu derasnya arus masuk produk tekstil murah dari Tiongkok. Hal ini terjadi akibat kelebihan produksi di negara tersebut imbas dari perang dagang dengan Amerika Serikat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kelebihan produksi dari China menyebabkan produk tekstil mereka membanjiri banyak negara, termasuk Indonesia. Dampaknya, utilisasi industri TPT nasional turun ke titik terendah dan berimbas hingga sektor hulu, seperti penurunan konsumsi listrik PLN,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oleh karena itu, Jemmy berharap penegakan hukum terhadap impor ilegal dilakukan secara konsisten agar dapat menjadi momentum kebangkitan industri tekstil nasional.<br />
“Ini saat yang tepat untuk membangkitkan kembali daya saing industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di sektor riil,” pungkasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik impor ilegal di berbagai sektor, termasuk tekstil. Ia juga berencana menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru sebagai tindak lanjut dari langkah pengawasan tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Baru-baru ini, Purbaya melakukan inspeksi mendadak di Tempat Penimbunan Pabean Cikarang, Jawa Barat, pada Jumat (31/10/2025), guna memastikan penegakan hukum terhadap barang impor ilegal berjalan lebih efektif.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/11/02/langkah-tegas-menkeu-purbaya-jadi-sinyal-kuat-kebangkitan-industri-tekstil/">Langkah Tegas Menkeu Purbaya Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Industri Tekstil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/11/02/langkah-tegas-menkeu-purbaya-jadi-sinyal-kuat-kebangkitan-industri-tekstil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkeu Purbaya akan Tangkap Pelaku Thrift Nakal, Impor Ilegal Diberantas</title>
		<link>https://katafoto.id/2025/10/28/menkeu-purbaya-akan-tangkap-pelaku-thrift-nakal-impor-ilegal-diberantas/</link>
					<comments>https://katafoto.id/2025/10/28/menkeu-purbaya-akan-tangkap-pelaku-thrift-nakal-impor-ilegal-diberantas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 01:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KEUANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ImporI legal]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian bekas]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Sanksi Berat]]></category>
		<category><![CDATA[Thrift Shop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katafoto.id/?p=13336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik impor pakaian ilegal dengan mengoptimalkan peran Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pihak mana pun yang menolak kebijakan pelarangan impor pakaian bekas. Purbaya menilai, kebijakan ini tidak hanya sekadar upaya penertiban, tetapi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/28/menkeu-purbaya-akan-tangkap-pelaku-thrift-nakal-impor-ilegal-diberantas/">Menkeu Purbaya akan Tangkap Pelaku Thrift Nakal, Impor Ilegal Diberantas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><b>Jakarta</b> &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik impor pakaian ilegal dengan mengoptimalkan peran Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pihak mana pun yang menolak kebijakan pelarangan impor pakaian bekas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Purbaya menilai, kebijakan ini tidak hanya sekadar upaya penertiban, tetapi juga langkah strategis untuk melindungi industri dalam negeri dari praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.<br />
“Siapa yang menolak, saya tangkap duluan,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (27/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, penolakan terhadap kebijakan ini justru bisa menjadi indikasi keterlibatan pihak tertentu dalam jaringan impor ilegal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau ada pelaku thrift yang keberatan, ya jelas mereka pelakunya. Malah bagus, jadi ketahuan siapa yang impor ilegal,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkeu menegaskan bahwa penindakan akan difokuskan di jalur masuk, terutama pelabuhan, bukan di pasar-pasar tradisional. Pemerintah tidak berencana melakukan razia besar-besaran di tempat seperti Pasar Senen, tetapi akan memperketat pengawasan di titik-titik impor agar pasokan barang ilegal menurun secara alami.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia optimistis, dengan menurunnya pasokan pakaian bekas ilegal, penjualan produk tersebut di pasar lokal juga akan berkurang dengan sendirinya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Purbaya mendorong para pedagang pakaian bekas untuk beralih ke produk lokal. Ia menegaskan, melegalkan impor ilegal sama saja dengan merugikan produsen dalam negeri.<br />
“Lebih baik jual pakaian produksi dalam negeri. Masa yang ilegal dilegalkan, sementara industri lokal mati?” tegasnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1"><b>Sanksi Lebih Berat untuk Mafia Impor Pakaian Bekas</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah kini tengah menyiapkan sanksi tambahan bagi pelaku impor pakaian ilegal, bukan hanya berupa pemusnahan barang. Sanksi baru ini mencakup denda, hukuman penjara, hingga larangan impor seumur hidup untuk menciptakan efek jera.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Purbaya menyebut sistem penegakan hukum sebelumnya masih merugikan negara.<br />
“Dulu, barang dimusnahkan, pelakunya dipenjara. Negara malah rugi karena harus keluarkan biaya untuk memusnahkan dan memberi makan tahanan,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ke depan, setiap pelaku akan dikenai kombinasi sanksi berat: barang disita dan dimusnahkan, pelaku didenda, dipenjara, serta di-blacklist dari seluruh aktivitas impor secara permanen.<br />
“Barangnya dimusnahkan, orangnya didenda, dipenjara, dan dilarang impor seumur hidup,” tegasnya.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://katafoto.id/2025/10/28/menkeu-purbaya-akan-tangkap-pelaku-thrift-nakal-impor-ilegal-diberantas/">Menkeu Purbaya akan Tangkap Pelaku Thrift Nakal, Impor Ilegal Diberantas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://katafoto.id">Katafoto.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katafoto.id/2025/10/28/menkeu-purbaya-akan-tangkap-pelaku-thrift-nakal-impor-ilegal-diberantas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
